PENYERTAAN MODAL BADAN USAHA MILIK DAERAH
PT. BONE BOLANGO CEMERLANG
Bone Bolango, Desember 2022 Penulis: Agustinus Moonti, SE. MM UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
Dalam rangka memberikan asas manfaat kepada masyarakat, pemerintah, dan ekonomi daerah, eksistensi BUMD PT. Bone Bolango Cemerlang memiliki peran yang sangat penting. BUMD berperan dalam menyediakan layanan bagi kebutuhan masyarakat dan tambahan penerimaan bagi kas daerah, sehingga perputaran dan pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Bone Bolango bisa lebih meningkat.
Sayangnya BUMD hingga saat ini belum mampu berperan dan berkontribusi secara optimal akibat defisit profit (rugi) ditahun-tahun sebelumnya. Kebijakan penyertaan modal yang pernah dilakukan diperiode sebelumnya juga belum mampu meningkatkan pertumbuhan usaha BUMD.
Policy Brief tentang penyertaan modal bagi PT. Bone Bolango Cemerlang menjadi sangat urgent guna memberikan referensi kebijakan yang solutif bagi pemerintah selaku pemilik Modal BUMD. Dalam policy brief ini akan dipaparkan beberapa hasil tinjauan tentang kondisi BUMD serta rekomendasi metode penyertaan modal pada perusahaan yang dalam kondisi merugi (defisit). Hal ini merupakan upaya untuk meningkatkan profit usaha dan meminimalisir resiko kerugian akan kembali berulang di periode mendatang. Perolehan profit oleh BUMD diperiode mendatang akan memberikan kontribusi terhadap penerimaan asli daerah, sehingga masayarakat juga bisa turut menikmati hasil melalui pembangunan.
Pernyataan isu masalah dalam Policy Brief analisis kelayakan penyertaan modal bagi Badan Usaha Milik Daerah PT. Bone Bolango Cemerlang adalah sebagai berikut
1. Kebijakan penyertaan modal oleh Pemerintah Kabupaten Bone Bolango terhadap PT. Bone Bolango Cemerlang diperiode sebelumnya belum memberikan dampak profit usaha dan penerimaan bagi kas daerah. PT. Bone Bolango Cemerlang terus mengalami rugi selama kurun waktu 5 tahun terakhir, sehingga perlu kebijakan penyertaan modal pada situasi usaha yang merugi agar bisa mendukung keberlangsungan usaha melalui perolehan profit.
2. Kinerja BUMD PT. Bone Bolango Cemerlang perlu diperbaiki terutama dalam upaya menghindari potensi kerugian diperiode mendatang dan menghasilkan profit usaha.
RINGKASAN EKSEKUTIF
PERNYATAN ISU MASALAH
Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Republik Idonesia Nomor 54 tahun 2017 dinyatakan bahwa BUMD adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Daerah. Peraturan Pemerintah Republik Idonesia Nomor 54 tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah pada pasal 7 telah ditegaskan bahwa tujuan BUMD didirikan oleh pemerintah daerah untuk memperoleh profit atau keuntungan, memberikan kontribusi perekonomian daerah, dan menyelenggarakan kemanfaatan umum bagi pemenuhan hajat hidup masyarakat.
Dalam rangka pelaksanaan tujuan pembangunan ekonomi daerah melalui pendirian BUMD, Pemerintah Daerah Kabupaten Bone Bolango selalu berupaya untuk terus mengoptimalkan kontribusi BUMD agar memberikan azas manfaat bagi daerah dan masyarakat. Oleh sebab itu salah satu kebijakan yang ditindak lanjuti oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bone Bolango adalah melakukan penyertaan modal bagi BUMD PT. Bone Bolango Cemerlang. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 pada pasal 78 dinyatakan bahwa “daerah dapat melakukan penyertaan modal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (4) huruf b pada BUMD dan/atau badan usaha milik negara”. Meskipun demikian kebijakan penyertaan modal tidak secara serta-merta dilaksanakan, namun perlu syarat khusus untuk dipenuhi. Seperti pada PP Nomor 54 tahun 2017 menyatakan bahwa pengajuan penyertaan modal oleh daerah dapat dilaksanakan setelah dilakukan analisis investasi dan tersedianya rencana bisnis. Tujuan dari penyertaan modal bagi BUMD sebagaimana tertuang dalam PP Nomor 54 tahun 2017 yaitu dalam rangka pengembangan usaha, penguatan struktur permodalan dan penugasan pemerintah daerah.
Permasalahan utama yang dihadapi hingga saat sekarang adalah penyertaan modal oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bone Bolango kepada PT. Bone Bolango Cemerlang nyatanya belum berdampak bagi pendapatan daerah. Upaya pengembangan usaha juga belum membuahkan hasil, bahkan PT. Bone Bolango Cemerlang terus menelan kerugian keuangan yang cukup besar. Pertumbuhan usaha PT. Bone Bolango Cemerlang berdasarkan indikator laporan keuangan (laba/rugi) selama 5 (lima) tahun terakhir hingga tahun 2021 menunjukan angka negatif. Rata-
PENDAHULUAN
rata fakta pertumbuhan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir menembus angka (- 60.84%). Artinya rata-rata setiap tahun perusahaan terus merugi sebesar Rp.432.402.504. Eksistensi PT. Bone Bolango Cemerlang belum mampu memenuhi tuntutan dari PP Nomor 54 tahun 2017 yaitu menghasilkan profit usaha, penerimaan kas daerah, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Bone Bolango.
Agar BUMD bisa memenuhi tuntutan PP Nomor 54 Tahun 2017, maka langkah penyertaan modal difokuskan pada profit usaha. Kebijakan penyertaan modal untuk pengembangan usaha tidak mesti berbicara tentang bagaimana pengembalian modal dari penerimaan profit usaha, namun sebaliknya yaitu berapa semestinya jumlah modal yang perlu dialokasikan untuk menghasilkan profit usaha. Dengan analisis penyertaan modal, pemerintah Kabupaten Bone Bolango akan memperoleh informasi tentang orientasi jumlah modal yang dibutuhkan agar PT. Bone Bolango Cemerlang bisa terhindar dari rugi dan memperoleh profit usaha. Dokumen Policy Brief ini memiliki manfaat penting sebagai bahan masukan bagi kebijakan pemerintah dalam penyertaan modal bagi PT. Bone Bolango Cemerlang, serta bahan evalusi dan masukan bagi pihak manajemen perusahaan.
Dalam rangka mendalami masalah usaha BUMD melalui laporan keuangan maka sekiranya dalam policy brief ini menggunakan metode dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi masalah dan temuan terkait dengan objek yang diteliti secara mendalam, sedangkan pendekatan kuantitatif (angka) bertujuan untuk menilai kinerja keuangan dan mengevaluasi kelayakan modal bagi BUMD secara terukur berdasarkan indeks rasio keuangan.
Kebijakan penyertaan modal oleh pemerintah Kabupaten Bone Bolango kepada PT. Bone Bolango Cemerlang di periode tahun sebelumnya belum pernah memberikan dampak profit usaha. Sebagaimana dapat dilihat pada table 1, berdasarkan data laporan keuangan selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir,
METODOLOGI PENYUSUNAN POLICY BRIEF
HASIL DAN TEMUAN
A. Evaluasi Penyertaan Modal Oleh Pemerintah Kabupaten Bone Bolango Periode Sebelumnya
dimana PT. Bone Bolango Cemerlang selalu mengalami rugi rata-rata Rp.432.402.504 / tahun.
Secara sederhana dapat dilihat pada tahun 2017 dan 2018, kisaran modal PT. Bone Bolango Cemerlang berada pada angka tertinggi (lebih dari 2.5 milyar/tahun) namun posisi angka rugi berada di bawah Rp 300 juta (paling kecil dibanding tahun 2019- 2021). Menurunnya jumlah modal pada rentang waktu tahun 2019-2021 ternyata diikuti oleh naiknya kerugian hingga menembus angka lebih dari Rp. 500 juta. Factor penyebab tidak semata-mata karena aspek pengelolaan usaha, namun juga bisa disebabkan oleh factor jumlah modal yang belum tepat untuk menghasilkan profit usaha.
Sebagai rangkaian proses yang terjadi atas kondisi usaha PT. Bone Bolango Cemerlang maka sebagai dampaknya :
1. Perusahaan terancam tidak mampu menyelesaikan kewajiiban / hutang jangka pendek (likuidasi).
PT. Bone Bolango Cemerlang, dikatakan likuid jika perusahaan mampu menyelesaikan kewajiban jangka pendek. Kewajiban-kewajiban jangka pendek hanya dapat diselesaikan dengan aset yang bersifat lancar (kas). Dalam Tabel 2 terdapat beberapa hasil analisis rasio likuiditas.
Tabel 2. Hasil Analisis Rasio Likuiditas BUMD PT Bone Bolango Cemerlang, Tahun 2017-2021
Tahun CR (%) WCR (%)
2017 3,57 57,29
2018 0,00 62,18
2019 7,03 70,58
2020 0,51 70,04
2021 16,32 74,90
Rata-Rata 5,49 67,00
Sumber: Laporan Keuangan BUMD PT Bone Bolango Cemerlang, 2017-2021
*Keterangan: CR = Current Ratio; WCR = Working Capital Ratio; QR = Quick Ratio
Berdasarkan Tabel 2, likuiditas perusahaan adalah berada pada posisi kurang baik, dimana rasio kas (CR) dan rasio modal kerja (WCR) berada pada angka kurang dari 100% atau diatas 1. Artinya, dari kondisi tersebut perusahaan terancam terancam tidak mampu menyelesaikan kewajiiban / hutang jangka pendek (likuidasi/gulung tikar). Hutang jangka pendek bisa seperti tagihan pajak, tagihan dari pihak ketiga (bahan baku, biaya sewa peralatan), dan lainnya sebagainya.
2. Kinerja perusahaan tidak baik dalam pengembalian modal dan aset (profitabilitas).
Analisis profitabilitas ditujukan untuk menilai kinerja BUMD PT Bone Bolango Cemerlang dalam menghasilkan keuntungan dalam satu periode tertentu pada tingkat penjualan, aset dan modal tertentu. Perusahaan dengan kemampuan menghasilkan laba yang baik menunjukkan kinerja perusahaan baik pula, sebab dengan memperoleh profit perusahaan dapat bertahan dan berkembang. Berikut hasil analisis rasio profitabilitas ditunjukkan dalam Tabel 3.
Tabel 3. Hasil Analisis Rasio Profitabilitas BUMD PT Bone Bolango Cemerlang, Tahun 2017-2021
Tahun ROA (%) ROE (%) BOPO (%)
2017 -7.19 -4.89 21.81
2018 -11.46 -9.01 60.01
2019 -28.97 -21.96 95.69
2020 -32.79 -22.84 111.44
2021 -35.66 -24.20 89.14
Sumber: Laporan Keuangan BUMD PT Bone Bolango Cemerlang, 2017-2021 *Keterangan: ROA = Return on Asset; ROE = Return on Equity;
BOPO = Beban Operasional/Pendapatan Operasional
Berdasarkan Tabel 4, profitabilitas perusahaan adalah berada pada kinerja yang tidak baik, dimana tingkat pengembalian atas aset (ROA) dan tingkat pengembalian atas modal (ROE) berada pada angka yang negatif (minus).
Sementara itu, biaya operasional perusahaan relatif tinggi jika dibandingkan dengan pendapatan operasional (BOPO) yang mendekati angka 100%, sehingga sangat membebani pendapatan perusahaan.
3. Kinerja perusahaan dalam mengelola aset tidak efisien (kinerja aktivitas).
Analisis aktivitas ditujukan untuk menilai kinerja BUMD PT Bone Bolango Cemerlang berdasarkan pengelolaan aset perusahaan. Dari pengukuran kinerja
aktivitas dapat dilihat sejauh mana tingkat efisiensi perusahaan dalam mengelola aset-aset. Aset yang tidak terkelola dengan baik, akibatnya akan menimbulkan biaya (beban) dan menekan profit, dan sebaliknya, aset yang digunakan secara efektif akan menghasilkan profit atau keuntungan yang optimal, sehingga dapat mengontrol biaya (beban).
Tabel 4. Analisis Rasio Aktivitas BUMD PT Bone Bolango Cemerlang, Tahun 2017-2021
Tahun ART (x) WCT (x)
2017 0,15 (0,15)
2018 0,73 (1,33)
2019 1,03 (1,77)
2020 1,13 (1,91)
2021 0,61 (1,24)
Rata-Rata 0,73 (1,28)
Sumber: Laporan Keuangan BUMD PT Bone Bolango Cemerlang, 2017-2021 *Keterangan: ART = Account Receivable Turnover; WCT = Working Capital Turnover
Berdasarkan Tabel 3, terlihat aktivitas perusahaan berada pada aktivitas yang kurang efisien, dimana rasio perputaran piutang (ART) dan rasio perputaran modal kerja (WCR) masing-masing berada pada angka yang kecil bahkan negatif.
Artinya PT Bone Bolango Cemerlang sangat tidak efisien dalam melakukan kontrol terhadap perputaran modal kerja serta proses penagihan piutang untuk memenuhi kebutuhan modal kerja.
Selain beberapa komponen atas hasil evaluasi diatas, ada beberapa temuan penting lainnya yaitu:
1. Biaya Administrasi dan Umum seperti Beban Gaji dan Penyusutan cukup tinggi, sehingga
hal ini tentu saja mengurangi persentase keuntungan (profit) perusahaan.
2. Rendahnya nilai penjualan jasa.
Rendahnya nilai penjualan bisa disebabkan oleh rendahnya volume penjualan sebagai akibat dari strategi bisnis yang tidak efektif.
3. Modal kerja yang rendah serta perputaran modal kerja tidak efektif.
Modal kerja akan bersinggungan langsung dengan potensi laba yang besar.
Namun potensi laba tersebut menjadi kurang maksimal disebabkan oleh jumlah modal kerja yang kecil dan perputarannya tidak efektif. Setelah dikonfirmasi kepada pihak manajemen PT. Bone Bolango Cemerlang, diperoleh bahwa pihak manajemen tidak memiliki kebebasan / kewenangan
dalam menyusun rencana kerja anggaran. Akibatnya kebutuhan terhadap alokasi modal kerja yang sesuai sulit dicapai.
Jika kebijakan penyertaan modal periode berikutnya tidak mempertimbangkan hasil evaluasi periode sebelumnya, maka dihawatirkan dampak negative terkait kerugian PT. Bone Bolango Cemerlang akan terus berlanjut dalam jangka panjang hingga akhirnya perusahaan akan dianyatakan pailit (bangkrut). Sedangkan bagi pemerintah daerah kebijakan penyertaan modal tentunya akan makin membebani anggaran investasi daerah bagi BUMD, tanpa adanya hasil nyata bagi pendapatan daerah dan bagi masyarakat.
Jika pada periode mendatang pihak perusahaan tidak memperbaiki kinerja manajemennya, maka bagaimanapun kebijakan penyertaan modal yang dilakukan oleh pemerintah hanya akan memberikan dampak rugi dan terus membebani anggaran keuangan daerah.
Kebijakan penyertaan modal pada perusahaan yang kondisi pertumbuhan usaha negative (rugi) tentunya akan lebih sulit dibandingkan dengan perusahaan yang kondisi pertumbuhan usaha positif (laba/profit). Jika melihat kondisi pertumbuhan PT.
Bone Bolango Cemerlang berdasarkan laporan keuangan, dapat dikatakan tidak memiliki daya 8etik bagi para penanam modal (investor) sebab dianggap tidak layak.
Namun karena PT. Bone Bolango Cemerlang merupakan Badan Usaha Milik Daerah, pemerintah Kabupaten Bone Bolango dapat memilih untuk tetap mengalokasikan modal untuk tujuan keberlangsungan perusahaan sehingga dapat memenuhi tuntutan PP Nomor 54 Tahun 2017 serta manfaat bagi ekonomi daerah dan masyarakat.
B. Penyertaan Modal Terhadap Perusahaan Yang Kondisinya Merugi
Analisis Penyertaan Modal dan Proyeksi Penjualan (ICOR) ditujukan untuk melihat besaran tambahan modal (investasi) baru yang dibutuhkan untuk menaikkan/menambah satu unit output baik secara fisik maupun secara nilai (uang/profit). Artinya bahwa analisis penyertaan modal dan proyeksi penjualan dibutuhkan untuk melihat seberapa besar nominal modal yang diinvestasikan untuk menghasilkan pendapatan yang positif. Konsep Ratio Modal-Output Marginal atau Incremental Capital Output Ratio (ICOR) bersifat dinamis digunakan karena menunjukkan perubahan kenaikan/ penambahan output (profit) sebagai akibat langsung dari penambahan modal.
Tabel 5. Hasil Analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR) BUMD Bone Bolango, Tahun 2017-2021
Tahun ICOR BUMD Bone Bolango
Modal (I) Penjualan (Y) ICOR
2017 2,831,992,057 88,325,000 32.063
2018 2,540,830,803 347,192,500 7.318
2019 2,163,885,161 359,960,515 6.011
2020 1,586,360,323 395,882,378 4.007
2021 1,458,604,723 214,437,285 6.802
Rata-Rata 6.035
Sumber: Laporan Keuangan BUMD Bone Bolango, 2017-2021; Data diolah, 2022
*Keterangan: I = Modal Ekuitas; Y = Hasil Penjualan;
Berdasarkan rata-rata nilai rasio modal-output marginal (ICOR) pada Tabel 5, PT Bone Bolango Cemerlang membutuhkan tambahan penyertaan modal pada tahun selanjutnya (2022) sebesar 6.035 atau Rp.6.035.000.000. Tambahan penyertaan modal perlu dilakukan untuk memperbaiki kinerja pendapatan atas hasil penjualan.
Besaran tambahan penyertaan modal tersebut perlu dilakukan agar BUMD PT Bone Bolango Cemerlang dapat meningkatkan kinerja dan tidak terus mengalami kerugian.
Angka ini akan menjadi patokan rata-rata untuk tahun selanjutnya hingga tahun 2026.
Untuk mengatahui jumlah penambahan modal yang perlu dialokasikan kepada PT. Bone Bolango Cemerlang ditahun tahun 2022 hingga tahun 2026 dapat dilihat pada Tabel 6 dibawah ini.
Tabel 6. Hasil Analisis Incremental Capital Output Ratio (ICOR) BUMD Bone Bolango Dengan Tambahan Penyertaan Modal Pemda, Tahun 2022-2026 Tahun
Tambahan Penyertaan Modal Pemda
I ΔY ΔC Proyeksi Laba (Rugi)
2022 7,493,604,723 357,767,551 214,542,757 143,224,794.28 2023 6,372,199,749 373,999,635 240,804,241 133,195,394.00 2024 5,418,611,089 387,802,615 270,280,308 117,522,307.35 2025 4,607,725,320 399,540,003 303,364,444 96,175,558.71 2026 3,918,187,203 409,520,912 340,498,303 69,022,608.23 Sumber: Data diolah, 2022
*Keterangan: I = Tambahan Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten Bone Bolaango; ΔY = Proyeksi Pertumbuhan Penjualan; ΔC = Pertumbuhan Biaya Operasional
Berdasarkan Tabel 5, telah diketahui tambahan penyertaan modal yang harus dialokasikan pemerintah sebesar Rp. 6.035.000.000 (tahun 2022) cukup optimal dapat menghasilkan nilai pendapatan PT Bone Bolango Cemerlang yang positif. Jadi total kebutuhan modal selanjutnya adalah Rp.1.458.604.723 + Rp 6.035.000.000 = Rp. 7,493,604,723 (tahun 2022). Kelayakan modal yang dimaksud tersebut tentunya berasumsi pada pertimbangan proyeksi pertumbuhan penjualan (laba/profit penjualan). Agar lebih jelas, antara penambahan modal yang harus dilakukan oleh pemerintah Kabupeten Bone Bolango dan potensi pendapatan untuk tahun kedepan (2022-2026) dapat dilihat pada grafik dibawah ini.
Grafik : Proyeksi Investasi Terhadap Perubahan Laba Penjulan
Berdasarkan Grafik diatas dapat dilihat bahwa proyeksi ditahun 2022 hingga tahun 2026 kebutuhan investasi (modal) akan mengalami trend menurun dengan laba
penjualan yang positif (meskipun juga menurun). Proyeksi penurunan laba panjualan dapat diantisipasi dengan strategi peningkatan volume penjulan dan penguatan pasar oleh pihak manajemen, agar 11 etika investasi (modal) ditingkatkan akan searah dengan peningkatan laba penjualan.
Kebijakan tambahan penyertaan modal pemerintah penting dilakukan namun harus dibarengi dengan perbaikan kinerja penjualan, kinerja manajemen perusahaan agar proyeksi pendapatan usaha bisa direalisasikan. Keberhasilan pengembangan usaha PT. Bone Bolango Cemerlang dapat dicapai dengan mengintegrasikan antara penambahan modal dan perbaikan kinerja manajemen.
Jika kebijakan penyertaan modal masih menggunakan model rasio pengembalian modal, maka kebijakan penyertaan modal menjadi tidak layak, sebab resiko kerugian akan selalu terjadi diperiode mendatang. Dengan metode ICOR, kebijakan penyertaan modal dapat terukur sesuai dengan proyeksi laba penjualan diperiode akan datang.
Berdasarkan hasil evaluasi dan temuan pada pembahasan diatas maka beberapa rekomendasi yang diajukan yaitu :
a. Kebijakan penyertaan modal bagi PT. Bone Bolango Cemerlang.
1. Hasil evaluasi terhadap kinerja keuangan maka Pemerintah Kabupaten Bone Bolango perlu melakukan penyertaan modal pada kondisi perusahaan yang merugi dengan formulasi ICORE yaitu alokasi modal yang ditujukan untuk menghasilkan profit penjualan dimasa mendatang. Pemerintah dapat memberikan penyertaan modal kepada PT. Bone Bolango Cemerlang dengan nominal :
Penyertaan modal tersebut tetap akan beresiko sama seperti masalah diatas jika pihak PT. Bone Bolango Cemerlang tetap tidak memastikan jaminan perbaikan atas kinerja kedepan.
REKOMENDASI KEBIJAKAN
2. Pemerintah perlu memberikan ruang bagi BUMD dalam menyusun rencana anggaran.
PT. Bone Bolango Cemerlang harus diberikan ruang secara mandiri dalam menyusun rencana anggaran yang strategis sesuai dengan alokasi kebutuhan operasional untuk mendukung strategi penciptaan profit oleh perusahaan. Pihak manajemen BUMD tentunya lebih mengetahui kendala operasional dan strategi yang dialami selama ini, oleh sebab itu ruang bagi BUMD dalam menentukan belanja anggaran bisa berdasarkan pengalaman atas kendala-kendala di periode sebelumnya.
Kebijakan memberikan ruang juga tetap berpotensi terhadap resiko seperti penyalahgunaan anggaran yang bertentangan dengan peraturan pemerintah dan hukum yang berlaku.
b. Bagi pihak manajemen PT. Bone Bolango Cemerlang.
Pada dasarnya tujuan untuk menghindari kerugian dan menciptakan profit usaha, perusahaan dianggap perlu untuk :
1. Mengalokasi modal secara tepat dan efisien.
Pihak manajemen perusahaan harus mengutamakan belanja modal pada komponen kebutuhan yang lebih prioritas dan strategis terhadap upaya peningkatan laba.
2. Mengoptimalkan volume penjualan melalui strategi promosi yang menarik dan dengan target peningkatan laba usaha. Perusahaan perlu membangun memperluas mitra dan jaringan kerja sama untuk memperkuat pasar. Pihak PT. Bone Bolango Cemerlang bisa menyediakan service (jasa) untuk berbagai kebutuhan pemerintah sebagai pelanggan.
3. Menekan dan mengefisienkan biaya.
PT. Bone Bolango Cemerlang perlu menakan biaya administrasi dan umum khususnya beban gaji dan biaya penyusutan. Sebab alokasi biaya tersebut diperiode sebelumnya sangat besar dan cukup membebani modal dan pendapatan usaha. Meskipun menekan beban gaji beresiko terhadap pengurangan jumlah pegawai atau besaran gaji pegawai, namun kiranya keberlangsungan hidup perusahaan perlu diselamatkan. Penambahan jumlah pegawai bisa kembali dilakukan jika kondisi perusahaan telah normal dan tumbuh positif.
Melakukan lelang aset yang tidak produktif sebagai alternatif penambahan modal kerja dan mengurangi biaya penyusutan. Lelang asset yang tidak produktif untuk keperluan juga bertujuan untuk mengurangi Beban penyertaan modal yang dialokasikan oleh pemerintah Kabupaten Bone Bolango kepada BUMD.
4. Memperbaiki total aspek kinerja manajemen perusahaan
Proses tata kelola usaha harus memiliki daya dorong yang efektif terhadap visi, misi dan tujuan perusahaan, kepentingan pemilik modal, serta masyarakat. Kinerja manajemen akan menjadi ujung tombak bagi keberlanjutan usaha diperiode mendatang. Kinerja manajemen harus memiliki target yang terukur dan dapat dievaluasi secara periodik.
Laporan Keuangan BUMD PT Bone Bolango Cemerlang Tahun 2017. PDAM Bone Bolangoo 2017
Laporan Keuangan BUMD PT Bone Bolango Cemerlang Tahun 2018. PDAM Bone Bolangoo 2018
Laporan Keuangan BUMD PT Bone Bolango Cemerlang Tahun 2019. PDAM Bone Bolangoo 2019
Laporan Keuangan BUMD PT Bone Bolango Cemerlang Tahun 2020. PDAM Bone Bolangoo 2020
Laporan Keuangan BUMD PT Bone Bolango Cemerlang Tahun 2021. PDAM Bone Bolangoo 2021
Munifah, S. (2019). Analisis Icor Terhadap Efisiensi Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah.
Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah.
DAFTAR PUSAKA
Susilowati, S. H., Hadi, P. U., Friyatno, S., Rachmat, M., Maulana, M., & Azis, M.
(2012). Estimation Of Incremental Capital Output Ratio ( Icor ) For Investment Suandi, & Delis, A. (2020). Analysis Of Investment And Agricultural Sector
Contributions To The Economy Of Merangin Jambi Province Using Icor Approaches. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 13(2), 112–124