• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPT KEP ANAK KEL 11 NEW[1]

N/A
N/A
1130022117 HERVIAN FAJAR SURYA WARDANA

Academic year: 2025

Membagikan "PPT KEP ANAK KEL 11 NEW[1]"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

UNIVERSITAS NU SURABAYA

Melepas Generasi Rahmatan Lil’alamin

KEPERAWATAN ANAK SAKIT DAN KRONIS TERMINAL

PATOFISIOLOGI, FARMAKOLOGI DAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DAN KELUARGA DENGAN KELAINAN KONGENITAL PADA BERBAGAI SISTEM TUBUH DAN DAMPAKNYA TERHADAP

PEMENUHAN KEBUTUHAN DASAR PADA SYSTEM MUSKULOSKELETAL

Dosen fasilitator :

(2)

UNIVERSITAS NU SURABAYA

Melepas Generasi Rahmatan Lil’alamin

2

Anggota Kelompok :

Dani Irfansyah 1130022157 Hervian Fajar Surya Wardana 1130022117 Muhammad Syahrul Maulana 1130022019

(3)

UNIVERSITAS NU SURABAYA

Melepas Generasi Rahmatan Lil’alamin

latar belakang

Penyakit kongenital merupakan penyakit yang terjadi akibat bawaan lahir dan dapat terjadi pada siapa saja. Salah satu penyakit kongenital yaitu clubfoot atau congenital talipes equinovarus (CTEV). CTEV merupakan salah satu cacat lahir paling umum yang melibatkan sistem muskuloskeletal dengan insiden satu sampai dua per 1.000 kelahiran hidup.

(4)

UNIVERSITAS NU SURABAYA

Melepas Generasi Rahmatan Lil’alamin

4

Definisi Congenital Talipes Equinovrus (CTEV)

Congenital talipes equinovarus adalah fiksasi kaki pada posisi adduksi, supinasi dan varus. Tulang kalkaneus, navikular, dan kuboid terotasi ke arah medial terhadap talus, dan tertahan dalam posisi adduksi serta inversi oleh ligamen dan tendon.

Talipes equinovarus (clubfoot) berasal dari kata Latin yaitu talus berarti pergelangan kaki (ankle), pes berarti kaki, equinus berarti fleksi plantaris (horse-like), dan varus berarti terbalik dan adduksi.

(5)

UNIVERSITAS NU SURABAYA

Melepas Generasi Rahmatan Lil’alamin

Definisi Developmental Dislocation Of The Hip (DDH)

Displasia panggul atau DDH (Developmental Disclocation Of The Hip) merupakan perkembangan abnormal panggul berupa dysplasia, subluksasi, dan dislokasi sendi panggul pada anak – anak. Displasia acetabular menyebabkan kelainan pengembangan acetabulum, termasuk ukuran, bentuk, dan susunan Pada subluksasi sendi panggul, kepala femur tergeser dari posisi normalnya, namun masih terdapat kontak dengan acetabulum.

(6)

UNIVERSITAS NU SURABAYA

Melepas Generasi Rahmatan Lil’alamin

6

 Etiologi Congenital Talipes Equinovarus (CTEV)

Terdapat beberapa faktor yang telah disepakati sebagai penyebab terjadinya CTEV, yaitu faktor mekanik intrauterin, defek neuromuskular, defek plasma primer, perkembangan fetus yang terhambat, dan pola pewarisan poligenik. Berdasarkan teori Hippocrates, CTEV disebabkan oleh adanya kompresi dalam uterus (faktor mekanik) sehingga posisi kaki menjadi equinovarus.

(7)

UNIVERSITAS NU SURABAYA

Melepas Generasi Rahmatan Lil’alamin

Etiologi Developmental Dislocation Of The Hip (DDH)

Ada beberapa yang mempengaruh kondisi ini antara lain (Pb et al., 2019):

1. Genetik: pada suatu keluarga erat hubungannya terhadap kejadian DDH.

Adanya predisposisi dari instabilitas sendi pinggul dan laxity generalisata mem- pengaruhi terjadinya DDH.

2. Perubahan hormonal: lama usia kehamilan mempengaruhi laxi- ty dari infant. Hal ini dapat memperberat kondisi sendi pinggul pada bayi dengan kelahiran premature.

3. Malposisi Intrauterin: letak bayi sungsang dengan ekstensi pada betis lebih rentang menyebabkan DDH.

4. Faktor post natal: kebiasaan orang tua menggendong bayi dalam posisi

(8)

UNIVERSITAS NU SURABAYA

Melepas Generasi Rahmatan Lil’alamin

8

Manifestasi klinis Congenital Talipes Equinovarus (CTEV)&

(Developmental Dislocation Of The Hip )DDH

Berikut ini merupakan manifestasi klinis yang dapat terlihat pada penderita CTEV berdasarkan Kusuma et al. (2015), yaitu:

1. Kaki memendek, atrofi otot di bawah lutut, medial rotasi medial tibia.

2. Posisi equinus yaitu plantarfleksi pada ankle.

3. Adduksi calcaneus.

4. Varus (inversi pedis)

5. Tidak adanya bantalan kaki 6. Depresi metatarsal.

(9)

UNIVERSITAS NU SURABAYA

Melepas Generasi Rahmatan Lil’alamin

Setiap bayi baru lahir memerlukan uji tapis pemeriksaan fisik untuk DDH. Evaluasi lebih lanjut hingga usia 18 bulan merupakan bagian dari pemeriksaan 7 fisaik pada balita. DDH berubah seiring waktu, sehingga hasil pemeriksaan dapat berubah seiring bertambahnya usia pasien. Pemeriksaan dimulai dengan inspeksi untuk melihat adanya lipatan kulit pada pantat dan paha yang asimetri saat panggul dan lutut difleksikan.

(10)

UNIVERSITAS NU SURABAYA

Melepas Generasi Rahmatan Lil’alamin

10

 Patofisiologi (CTEV) & (DDH)

Patoanatomi CTEV terutama melibatkan kelainan kompleks talocalcaneonavicular dengan kalkaneus dan navicular berputar di sekitar talus. Ada kelainan intraoseus (morfologi) dan interoseus (alignment) disertai kontraktur jaringan lunak. Temuan klinis meliputi:

1. midfoot cavus, 2. forefoot adduktus, 3. hindfoot varus,

4. hindfoot equines (CAVE).

(11)

UNIVERSITAS NU SURABAYA

Melepas Generasi Rahmatan Lil’alamin

Perubahan-perubahan yang terjadi pada DDH:

1. Otot-otot sekitar sendi panggul mengalami pemendekan/kontraktur (M.

Psoas, M. Adductor, Hamstring, M. Quadriceps)

2. Kapsul bagian superior meregang dan mengalami perlekatan dengan dinding lateral os ilium dan membentuk “false acetabulum”. Kapsul bagian inferior memendek dan tegang.

3. Labrum acetabulare dalam keadaan normal bersifat elastis dan berfungsi mempertahankan caput femoris, terlipat ke dalam pada FFH. Labrum yang terlipat ini disebut limbus dan ligamentum transversum tertarik ke

(12)

UNIVERSITAS NU SURABAYA

Melepas Generasi Rahmatan Lil’alamin

12

KOMPLIKASI

o Komplikasi dari Congenital Talipes Equinovarus (CTEV) meliputi:

1. Deformitas Residual 2. Atrofi Otot Betis 3. Flat Top Talus 4. Overcorrection

5. Rocker Bottom Foot

o Komplikasi dari Developmental Dislocation of the Hip (DDH) meliputi:

1. Artritis Sendi Panggul

2. Gangguan Gaya Berjalan (Gaya Trendeleburg) 3. Dislokasi Berulang

4. Kekakuan Sendi dan Kontraktur Otot 5. Terbentuknya "False Acetabulum"

Referensi

Dokumen terkait