• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPT Sejarah Bab 4 Kelas 12 Kurikulum 2013

N/A
N/A
gita

Academic year: 2025

Membagikan "PPT Sejarah Bab 4 Kelas 12 Kurikulum 2013"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

Peran Pemuda dalam Perubahan Politik &

Ketatanegaraan

Indonesia

(2)

Anggota Kelompok

Anggita

Christian

Davent

Violetta

(3)

Gerakan Pemuda pada

Masa Kolonial Belanda

(4)

Pelaksanaan Politik Etis

Terselenggara berkat kegigihan Conrad Theodore van Deventer dan van Kool memperjuangkan politik kolonial yang lebih menyejahterakan pribumi kepada parlemen

Belanda.

Pendidikan dibagi dua jalur, yaitu pendidikan untuk pribumi dan nonpribumi.

(5)

Sekolah Pribumi Sekolah Desa

(volkschool) Sekolah Lanjutan (vervolgschool)

(2 tahun) Sekolah

Nonpribumi Meer Uitbreid Lager

Onderwijs (MULO) (3 tahun)

Holland Inlandsche

School (HIS) (7 tahun)

Algemene Middlebare Scholen (AMS) (3

tahun) Sekolah Lanjutan

STOVIA

Recht Hooge School

Technische Hooge School

(6)

Dampak berdirinya sekolah-sekolah

Munculnya golongan terpelajar.

Lahirnya

organisasi-

organisasi

pergerakan.

(7)

Budi Utomo

Atas inisiatif para pemuda pelajar School Tot Opleiding van Inlandesche Artsen (STOVIA)

didirikanlah organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908.

Sikap nonpolitis yang ditunjukkan oleh organisasi ini membuat Boedi Oetomo dapat bekerja sama

dengan pemerintah Belanda.

Organisasi yang muncul pada masa

pergerakan

(8)

Serikat Islam

Didirikan oleh Haji Samanhudi di Solo pada 1911.

SDI kemudian berubah nama menjadi menjadi Sarekat Islam (SI). SI berkecimpung di bidang

politik.

Organisasi yang muncul pada masa

pergerakan

(9)

Partai Nasional Indonesia

Didirikan oleh Ir. Sukarno dengan para anggota kelompok studi club (Algemene Studi Club)

Bandung.

Strategi perjuangannya nonkooperatif.

Organisasi yang muncul pada masa

pergerakan

(10)

Kedaerahan, Agama, Kepanduan

Jong Java, sJong Ambon, Pemuda Betawi, Jong Sumatranen, Jong Java, Sekar Rukun, Muda Kristen

Djawi, Pemuda Muslimin Indonesia (PSII), Jong Islamieten Bond, Pemuda Ansor (NU), Pemuda

Muhammadiyah.

Organisasi yang muncul pada masa

pergerakan

(11)

Sumpah Pemuda

Berdiri Tri Koro Dharmo yang merupakan gerakan pemuda pertama di Indonesia. Tujuan adalah untuk mencapai Jawa- Raya dengan memperkokoh rasa persatuan dari para pemuda

yang berasal dari Jawa, Sunda, Madura, Bali dan Lombok.

Akan tetapi, karena sifat gerakan pemuda ini masih sangat Jawasentris, maka pemuda pemuda yang berasal dari Sunda

dan Madura merasa tidak senang. Guna menghindari perpecahan, maka ketika berlangsung kongres di Solo, organisasi pemuda ini berganti nama menjadi Jong Java (12

Juni 1918). Diselenggarakan kongres pemuda yang pertama yang bertujuan menanamkan semangat kerja sama

antarperkumpulan pemuda dan membina persatuan Indonesia dalam arti yang lebih luas.

7 Maret 1915 & April-2 Mei 1926

(12)

Sumpah Pemuda

Kongres pemuda yang kedua dilangsungkan bertujuan

mempersatukan semua perkumpulan pemuda yang ada saat itu dalam sebuah wadah yang menjunjung tinggi rasa

persatuan. Dalam kongres inilah dideklarasikanlah Sumpah Pemuda yang terdiri dari tiga sendi utama dari persatuan Indonesia, yaitu persatuan tanah air, bangsa, dan bahasa.

Dalam kongres ini pula diperkenalkan lagu Indonesia Raya ciptaan Wage Rudolf Supratman dan bendera merah putih yang dipandang sebagai simbol persatuan bangsa Indonesia.

27-28 Oktober 1928

(13)

Tokoh Penggerak Kaum

Muda dan Pemikirannya

(14)

Mendirikan Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908.

Pada 1923, ia diangkat menjadi dokter di RSU Surabaya. Ia mendirikan sebuah Studie Club yang menjadi wadah dalam mempersatukan para pelajar untuk mengembangkan wawasan

tentang sebuah gerakan kebangsaan yang lebih luas. Menurut pemikirannya, perjuangan

politik tidak dapat dijalankan selama rakyat yang hidup di desa-desa masih dilanda

kesengsaraan, kemiskinan, dan kebodohan.

Soetomo

(15)

Samanhudi

Mendirikan Sarekat Dagang Islam pada 1911 di Solo. Menjadi wadah para pedangang batik

pribumi menghadapi persaingan dengan

pedagang Tiongkok. Menjadikan SDI sebagai organisasi yang bergerak di bidang ekonomi

yang taat azas dan mengikuti semua peraturan perundangan-undangan yang

dikeluarkan oleh pemerintah kolonial.

(16)

Tan Malaka

Tan Malaka kemudian diangkat menjadi ketua PKI dalam usianya yang ke-25. Tan Malaka diberi tugas

oleh Komitern untuk mengembangkan organisasi- organisasi komunis di Asia. Tugas inilah yang

sempat membawanya ke Tiongkok dan bertemu dengan Dr. Sun Yat Sen. Ketika PKI melakukan

pemberontakan terhadap pemerintah Belanda pada 1926, Tan Malaka tidak menyetujui tindakan

tersebut. Memobilisasi para pemuda ke rapat raksasa di Lapangan Ikada (kini kawasan Monas)

pada 19 September 1945.

(17)

Mohammad Yamin

Lahir di sebuah desa kecil bernama Talawi, dekat Sawahlunto, Sumatra Barat, pada 23 Agustus 1903. Saat masih bersekolah di Sumatra Barat, ia menjadi pemimpin Jong Sumatranen Bond. Pada

perayaan organisasi tersebut yang ke-5 di Jakarta, pada 1923, ia menyampaikan pidato berintikan bahwa bahasa Melayu akan menjadi

bahasa kebangsaan. Gagasan Yamin akhirnya mengilhami para pemuda saat berlangsungnya Kongres Pemuda II, 27–28 Oktober 1928 dengan

mengikrarkan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

(18)

Mohammad Natsir

Nafas pergerakan seorang Natsir diasah melalui berbagai organisasi. Ketika masih sekolah, ia

masuk organisasi kepanduan Natipij. Ia

bergabung dengan Jong Islamieten Bond (JIB), bahkan menduduki jabatan sebagai wakil ketua

pada 1929–1932 ketika ia di Bandung. Ketika Jepang mulai menggantikan Belanda untuk

menduduki Nusantara, Natsir memegang jabatan sebagai Kepala Jawatan Pengajaran

Kotapraja Bandung dan menjadi Sekretaris Majelis Islam Ala Indonesia (MIAI).

(19)

Silas Papare

Silas Papare lahir di Serui, Papua, pada 18 Desember 1918. Ia membentuk Komite

Indonesia Merdeka (KIM) pada 29 September 1945. Silas Papare memberikan andil besar bagi kembalinya Irian menjadi bagian integral

Republik Indonesia. Ia menjadi pelopor bagi tumbuhnya cinta tanah air dan nasionalisme

di Papua.

(20)

Maria Walanda Maramis

Pada 1917, Maria mendirikan organisasi yang diberi nama Percintaan Ibu Kepada Anak Turunannya (PIKAT). Memiliki kemampuan menulis. Dan membuat sejumlah artikel yang

dimuat pada surat kabar lokal. Kemampuan menulis ini kemudian menjadi alat yang

ampuh dalam mengembangkan program- program PIKAT. Cita-citanya adalah

menerbitkan majalah bagi perempuan dan mendirikan sekolah kerumahtanggaan.

(21)

Gerakan Pemuda

Indonesia pada Masa

Pendudukan Jepang

(22)

Kegiatan pemuda Indonesia pada masa pendudukan Jepang secara umum terbagi dalam tiga hal, yaitu:

1. gerakan organisasi pemuda yang bersifat militer dan semimiliter,

2. organisasi pemuda yang bergerak secara sembunyi-sembunyi atau yang lebih dikenal dengan gerakan bawah tanah, dan

3. organisasi pemuda bentukan Jepang yang disiapkan untuk membantu Jepang menghadapi Perang Asia Timur Raya.

(23)

Organisasi-organisasi

Keibodan seinendan Fujinkai

Djawa Hokokai

Heiho Peta

Gerakan 3A

Putera

(24)

Gerakan Pemuda setelah Kemerdekaan Indonesia

Gerakan Pemuda dan Mahasiswa yang

Memengaruhi Perubahan

Tata Negara di Indonesia

(25)

TRI TUNTUTAN RAKYAT (TRITURA)

Meletusnya peristiwa G30S/PKI membuat mahasiswa non komunis mulai bangkit dan membentuk “Kesatuan Aksi

Pengganyangan Kontra Revolusi Gerakan Tiga puluh September”

yang disingkat menjadi KAP-Gestapu. Puncak gerakan KAP-

Gestapu adalah ketika berhasil mengerahkan massa secara besar- besaran pada 9 November 1965 di Lapangan Banteng, Jakarta.

Pada Januari, KAP-Gestapu menjadi Front Pancasila dengan kegiatan yang lebih terfokus dalam bidang politik. Dibentuk wadah baru bagi gerakan mahasiswa Indonesia dengan nama

Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI).

(26)

TRI TUNTUTAN RAKYAT (TRITURA)

Pada 12 Januari 1966, KAMI bersama-sama dengan rakyat beserta Front Pancasila dan kesatuan aksi lainnya mendatangi DPR-GR

mengajukan Tritura yang berisi:

pembubaran Partai Komunis Indonesia, 1.

pembersihan kabinet dari unsur-unsur G30S dan PKI, dan 2.

penurunan harga/perbaikan ekonomi.

3.

(27)

Reformasi

5 Maret 1998 ; 20 utusan mahasiswa Universitas Indonesia mendatangi gedung DPR/MPR untuk menyatakan penolakan

terhadap pidato pertanggung jawaban Presiden Soeharto.

11 Maret 1998: MPR kembali menunjuk Soeharto sebagai presiden untuk yang kelima kalinya. Keputusan politik ini memicu aksi

demonstrasi menentang rezim Orde Baru di banyak kota.

15 April 1998: Presiden Soeharto meminta para mahasiswa untuk mengakhiri protes dan kembali ke kampus. Sebulan lamanya para mahasiswa dari perguruan tinggi, baik dari swasta maupun negeri,

telah berunjuk rasa menuntut dilakukannya Reformasi.

(28)

Reformasi

9 Mei 1998: Presiden Soeharto berangkat ke Kairo untuk menghadiri pertemuan KTT G-15. Hal ini menjadi lawatan

terakhirnya ke luar negeri sebagai Presiden RI

12 Mei 1998 ; Terjadi penembakan oleh tentara terhadap empat mahasiwa Trisakti, yang kemudian dikenal dengan nama Tragedi

Trisakti.

12-13 Mei 1998: Para mahasiswa mendorong perubahan melalui agenda reformasi dan berhasil menduduki gedung DPR/MPR.

21 Mei 1998: Presiden Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya sebagai presiden dan menyerahkan kekuasaannya

kepada Wakil Presiden B.J. Habibie.

(29)

Thank You for

listening!

Referensi

Dokumen terkait