BER JURUSAN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SILIWANGI
USU LAN PENELITIAN
AGRI BISNIS 2023
185009103
HUBUNGAN ANTARA
PERAN PERKUMPULAN
PETANI PEMAKAI AIR (P3A) DENGAN EFEKTIVITAS
PENGELOLAAN AIR IRIGASI USAHA TANI PADI
RIZKI AULIA RAHMAN
PENDAHULUAN
Pertanian adalah sektor terbesar hampir setiap ekonomi negara berkembang. Sektor ini menyediakan pangan bagi sebagian besar penduduknya, memberikan lapangan kerja bagi hampir seluruh angkatan kerja yang ada, menghasilkan bahan mentah, bahan baku atau penolong bagi industri dan menjadi sumber terbesar penerimaan devisa.BAB 1 LATAR BELAKANG
Negara Agraris
Komponen pendukung negara agraris
Ketersediaan Air
Ketersediaan Lahan
Sumberdaya Manusia
PENDAHULUAN
BAB 1 LATAR BELAKANG
Ketersediaan sumberdaya air dipengaruhi oleh peningkatan populasi penduduk
Sumberdaya air terbatas tetapi
kebutuhan air meningkat Populasi Penduduk Meningkat
Permintaan terhadap air semakin kompetitif
pada akhir tahun 2021 tercatat jumlah penduduk Indonesia mencapai angka 273 juta jiwa. Angka ini menunjukkan bahwa penduduk Indonesia sudah bertambah 1,64 juta jiwa selama periode Juni-Desember 2021 dan diperkirakan peningkatan populasi ini akan terus berlanjut.
Source : KEMENDAGRI 2021
PENDAHULUAN
BAB 1 LATAR BELAKANG
Adanya pandangan bahwa air irigasi adalah barang publik (public goods) menyebabkan masyarakat cenderung kurang efisien dalam menggunakan air sehingga menyebabkan ketersediaan sumber daya air semakin terbatas.
Terjadinya fenomena kelangkaan sumber daya air harus segera menemukan solusi, hal tersebut senada dengan teori yang dikemukakan oleh Ruttan (1985) melalui teori “induced innovation”
dan “induced institutional innovation” yang menekankan bahwa kelangkaan relatif suatu sumber daya air akan memacu masyarakat untuk berusaha merespon sifat kelangkaanya. Atas dasar ini, maka penyesuaian kelembagaan akan mempengaruhi perubahan hak dan penguasaan, yang pada gilirannya menghadirkan sistem kelembagaan baru terhadap pola pemanfaatan sumber daya.
Sistem alokasi penggunaan air adalah water based yang dapat berfungsi bila didukung dengan kelembagaan lokal. Pengelolaan pengairan dapat dilakukan oleh petani dengan prinsip kebersamaan yang didefinisikan sebagai norma informal yang mendorong kerjasama antar petani yang pada akhirnya membentuk suatu sistem. Organisasi P3A memiliki peran penting dalam mengembangkan kegiatan ekonomi lokal yang berfungsi sebagai organisasi pembangunan yang lebih menekankan pada proses partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan.
PENDAHULUAN
BAB 1 LATAR BELAKANG
Daerah irigasi merupakan kesatuan lahan yang mendapat air dari satu jaringan irigasi, di Kota Tasikmalaya terdapat 30 daerah irigasi yang tercatat oleh Dinas PUTR dan mempunyai fungsi untuk pengelolaan air supaya tidak terjadinya inefisiensi yang mengakibatkan kelangkaan air, sehingga sumber daya air yang berada di Kota Tasikmalaya masih tersedia.
Sehubungan dengan implementasi meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan irigasi, maka dari itu pemerintah memberikan solusi dengan dihadirkan nya organisasi P3A yang bertugas untuk pengelolaan irigasi.
PENDAHULUAN
BAB 1 IDENTIFIKASI MASALAH
1. Bagaimana peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam pengelolaan air irigasi di Kelurahan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya?
2. Bagaimana efektivitas pengelolaan air irigasi yang dilaksanakan di Kelurahan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya?
3. Apakah terdapat hubungan antara Peran Petani Pemakai Air (P3A) dengan Efektivitas Pengelolaan Air Irigasi Usaha Tani Padi?
TUJUAN PENELITIAN
1. Menganalisis peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam pengelolaan air irigasi yang dilaksanakan di Kelurahan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
2. Menganalisis efektivitas pengelolaan air irigasi yang dilaksanakan di Kelurahan Leuwiliang
3. Menganalisis hubungan antara Peran Petani Pemakai Air (P3A) dengan Efektivitas Pengelolaan Air Irigasi Usaha Tani Padi.
PENDAHULUAN
BAB 1 MANFAAT PENELITIAN
1. Bagi peneliti, mendapat wawasan dan pengalaman khususnya terkait sistem kerja Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)
2. Bagi pemerintah, sebagai bahan rekonsiliasi antar stake holder serta sebagai bahan evaluasi dan masukan untuk terus mendukung upaya pengelolaan jaringan irigasi supaya lebih efektif.
3. Bagi P3A, Sebagai sarana informasi supaya P3A dapat mengetahui peran dalam efektifitas pengelolaan air irigasi.
BAB 2
Peran P3A
TINJAUAN PUSTAKA KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
Berdasarkan Peraturan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 30/PRT/M/2015, Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) adalah kelembagaan pengelolaan irigasi yang menjadi wadah petani pemakai air dalam suatu daerah layanan/petak tersier atau desa yang dibentuk secara demokratis oleh petani pemakai air termasuk lembaga lokal pengelola irigasi.
Tugas Pokok P3A secara terperinci dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Melakukan pemeliharaan dan perbaikan jaringan-jaringan pengairan tersier dan pedesaan.
2. Membuat peraturan dan ketentuan pembagian air pengairan serta pengamanan jaringan-jaringan pengairan agar terhindar dari perusahaan si pembutuh air pengairan yang hanya mementingkan diri sendiri.
3. Mengatasi dan menyelesaikan berbagai masalah yang timbul dan terjadi diantara para anggota P3A di dalam pengelolaan air pengairan.
4. Mengumpulkan dana mengurus iuran pembiayaan bagi kegiatan eksploitasi dan pemeliharaan bangunan dan jaringan pengairan dari para anggota petani pemakai air yang telah mereka sepakati bersama pada musyawarah yang terjadi diantara mereka.
5. Sebagai badan masyarakat mewujudkan peran serta kepada pemerintah, melaksanakan kewajiban-kewajiban pemerintah dalam rangka kegiatan yang menyangkut persoalan-persoalan pengairan dan pertanian (Kartasapoetra dan Mul, 1994)
Efektivitas
Menurut Mesiono (2018). Efektivitas adalah ukuran yang menyatakan seberapa jauh sasaran (kualitas, kuantitas, waktu) yang telah dicapai. Dalam bentuk persamaan, efektivitas sama dengan hasil nyata dibagi hasil yang diharapkan. Selain itu efektivitas berarti penyelesaian pekerjaan tepat pada waktu yang telah ditetapkan.
Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan suatu pekerjaan dinilai baik atau tidak apabila dapat menjawab pertanyaan kapan pekerjaan tersebut dapat diselesaikan.
Steers (2005) mengemukakan kriteria dalam pengukuran efektivitas organisasi, yaitu Produktivitas, Kemampuan adaptasi, Kepuasan kerja , dan Tanggung Jawab.
BAB 2
Pengelolaan Irigasi
TINJAUAN PUSTAKA KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
1. Irigasi
Menurut Noerhayati Eko dan Bambang Suprapto (2018). Irigasi merupakan suatu proses manipulasi sumberdaya air yang dilakukan manusia dengan tujuan untuk meningkatkan manfaat (produksi tanaman) pada suatu budaya pertanian sesuai dengan kebutuhan manusia.
2. Sistem Irigasi
Sistem irigasi yang bergantung pada bantuan pemerintah dibagi ke dalam tiga kategori yaitu : irigasi teknis, semi teknis dan sederhana.
a. Irigasi teknis yaitu jaringan air yang mendapatkan pasokan air terpisah dengan jaringan pembuang, dan pemberian airnya dapat diukur, diatur dan terkontrol pada titik tertentu. Semua bangunannya bersifat permanen. Luas daerah irigasinya di atas 500 hektar.
b. Irigasi semi teknis yaitu pengaliran air ke sawah dapat diatur, tetapi banyaknya aliran tidak dapat diukur. Pembagian air tidak dapat dilakukan secara seksama. Memiliki bangunan permanen yang sedikit, hanya satu alat pengukur aliran yang biasanya ditempatkan pada bendungan.
c. Irigasi sederhana yaitu yang biasanya menerima bantuan pemerintah untuk pembangunan dan atau penyempurnaan. Tetapi dikelola dan dioperasikan oleh aparat desa. Mempunyai bangunan semi permanen dan tidak mempunyai alat pengukur dan pengontrol aliran, sehingga aliran tidak dapat diukur dan diatur.
3. Saluran Irigasi
Saluran irigasi jika ditinjau dari jenis dan fungsi saluran irigasi pembawa dapat dibedakan menjadi saluran primer, sekunder, tersier dan kuarter. Berdasarkan standar perencanaan irigasi bagian jaringan irigasi KP-01 saluran irigasi dapat didefinisikan seperti berikut :
a. Saluran primer yaitu saluran yang membawa air dari jaringan utama ke saluran sekunder dan ke petak-petak tersier yang diairi. Saluran primer biasa disebut saluran induk. Saluran ini berakhir pada bangunan yang terakhir.
b. Saluran sekunder yaitu saluran yang membawa air dari saluran primer ke petak-petak tersier yang dilayani oleh saluran sekunder tersebut. Batas ujung saluran ini yaitu bangunan sasdap terakhir.
c. Saluran tersier yaitu saluran yang membawa air dari bangunan sadap tersier di jaringan utama ke dalam petak tersier di jaringan utama ke dalam petak tersier lalu ke saluran kuarter. Saluran ini berakhir pada boks kuarter terakhir.
d. Saluran kuarter yaitu saluran yang membawa air dari boks bagi kuarter melalui bangunan sadap tersier menuju pesawahan.
BAB 2
Penelitian Terdahulu
TINJAUAN PUSTAKA KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
No
Penelitian Alat Analisis Judul
1. Yuri Gita Putri, Yuerlita, Ferdhinal Asful (2020)
Analisis Deskriptif, Analsis Interval dan Analisis Regresi Linear Berganda
Efektivitas Peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Banda Tengah Daerah Irigasi (DI) Banda Pemujaan Dalam Pengelolaan Irigasi Tersier di Kecamatan Lubuk Sikarah Kota Sorok.
2. Hastika, A.N
Tenriawaru, A.
Amrullah (2019)
Analisis Deskriptif dan Analisis Skala Likert.
Partisipasi Petani Anggota P3A Pada Pengembangan Jaringan Irigasi di Daerah Irigasi Taccipi.
3. Rizki Putriani, A.N Tenriawaru, A.
Amrullah (2018)
Analisis Deskriptif Kuantitatif dan Analisis Regresi Linear Berganda.
Pengaruh Faktor-Faktor Partisipasi Terhadap Tingkat Partisipasi Petani Anggota P3A Dalam Kegiatan Pengelolaan Saluran Irigasi.
4. Yanti Rina D (2015) Analisis Deskriptif Kuantitatif dan Analisis Koefisien Korelasi
:Dinamika Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air di Lahan Rawa Lebak
5. Yazid Bertho Lansia, Dame Trully Gultom, Indah Nurmayasari (2021)
Analsisis Deskriptif Kuantitatif dan Structural Equation Modelling (SEM) dengan metode Partial Least Square (PLS)
Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Efektivitas Kelompok P3A Ngudi Makmur dalam Pengelolaan Irigasi Usaha Tani Padi di Kecamatan Metro Selatan Kota Metro.
BAB 2
Kerangka Pemikiran
TINJAUAN PUSTAKA KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
Potensi Irigasi di Kelurahan Leuwiliang
Petani
Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)
Pengelolaan Air Irigasi
Peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (X)
1. Pemahaman Pengelolaan Irigasi 2. Pemeliharaan Jaringan Irigasi 3. Evaluasi dan Pengembangan
Pengelolaan Irigasi 4. Pelaksanaan Program
Hubungan Peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Terhadap Efektivitas Pengelolaan Air Irigasi di
Kelurahan Leuwiliang
Efektivitas Pengelolaan Irigasi (Y)
1. Produktivitas 2. Kepuasan Kerja 3. Tanggung Jawab
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Hipotesis KERANGKA PEMIKIRAN
DAN HIPOTESIS
Berdasarkan kerangka pemikiran, maka untuk identifikasi masalah ke 1 dan ke 2 tidak diturunkan hipotesis karena dianalisis secara deskriptif.Sedangkan untuk identifikasi masalah ke 3 diturunkan hipotesis yaitu diduga terdapat hubungan antara peran P3A dengan efektivitas
pengelolaan air irigasi di Kelurahan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
Metode Penelitian
BAB 3 Waktu dan Tempat Penelitian
Tahapan Penelitian Waktu Penelitian
Sept Okt Nov Des Jan
Perencanaan Penelitian Inventarisasi Pustaka Survei Pendahuluan Penelitian Usulan Penelitian Seminar Usulan Penelitian Revisi Usulan Penelitian Pengumpulan Data
Pengolahan dan Analisis Data Penelitian Hasil Penelitian Seminar Kolokium Revisi Hasil Seminar Sidang Skripsi
Revisi Makalah Skripsi
Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Penelitian ini berlangsung dari Bulan September 2023 sampai dengan Bulan Januari 2024.
Metode Penelitian
BAB 3 Metode Penelitian
Metode yang digunakan adalah metode survei dengan Teknik penentuan responden secara sensus
Jenis dan Teknik Pengambilan Data
Teknik Penarikan Sampel
SURVEI SENSUS
Data Primer Data Sekunder
Teknik Sampling
Jenuh
Metode Penelitian
BAB 3 Definisi Operasional Variabel
D e f i n i s i
1. Petani yang dimaksud dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tergabung dalam perkumpulan petani pemakai air (P3A) di Kelurahan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
2. Pengelolaan air irigasi adalah bentuk penyediaan dan pengaturan air menunjang usaha pertanian padi sawah.
3. Perkumpulan petani pemakai air (P3A) adalah wadah bagi masyarakat pemakai air yang tergabung dalam organisasi P3A yang secara struktural terdiri dari pengurus dan anggota.
4. Jaringan irigasi adalah satu kesatuan saluran dan bangunan yang diperlukan untuk mengatur sistem irigasi mulai dari penyediaan, pengambilan, pembagian, pemberian, dan penugasannya.
5. Manfaat pengelolaan air irigasi adalah dampak yang dirasakan petani pemakai air di Kelurahan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
6. Peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) adalah keikutsertaan P3A secara aktif yang berperan sebagai pengelola air irigasi. Peran P3A dalam penelitian ini ialah mencakup peran dalam kehadiran rapat P3A, evaluasi dan pengembangan pengelolaan irigasi, pelaksanaan program, dan penanganan konflik.
7. Efektivitas pengelolaan air irigasi adalah tingkat ketercapaian target yang ditentukan dalam pengelolaan air irigasi dengan memperhatikan beberapa indikator yang mencakup efektivitas dalam pemahaman pengelolaan irigasi, pemeliharaan jaringan irigasi, dan rehabilitasi jaringan irigasi.
Metode Penelitian
BAB 3 Definisi Operasional Variabel
O p e r a s i o n a l V a r i a b e l
Metode Penelitian
BAB 3 Kerangka Analisis
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan penelitian deskriptif kuantitatif dan penggunaan skala Likert. Dalam pengukuran skala likert supaya mempermudah dalam mengklasifikasikan maka
dibuatlah data secara ordinal. Skala likert dengan data ordinal pada umumnya disajikan dengan kuesioner yang didalamnya terdapat beberapa pernyataan dengan pilihan jawaban yang sudah diberi skor.
Untuk selanjutnya dilakukan dengan pengklasifikasikan, dalam penentuannya, terlebih dahulu dicari intervalnya.
Interval = 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑇𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖−𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑇𝑒𝑟𝑒𝑛𝑑𝑎ℎ
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐾𝑎𝑡𝑒𝑔𝑜𝑟𝑖
• Pemahaman Pengelolaan Irigasi
Kategori Skor Peran Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A)
Interval = 12−4
3 = 2,66
• Pemeliharaan Jaringan Irigasi
Interval = 15−5
3 = 3,33
• Evaluasi dan Pengembangan Pengelolaan Irigasi
Interval = 6−2
3 = 1,33
Interval = 6−2
3 = 1,33
• Pelaksanaan Program
Interval = 48−16
3 = 10,66
• Peran P3A Keseluruhan
• Produktivitas
Kategori Skor Efektivitas Pengelolaan Air Irigasi
Interval = 6−2
3 = 1,33
• Kepuasan Kerja
Interval = 12−4
3 = 2,66
• Tanggung Jawab
Interval = 6−2
3 = 1,33
Interval = 24−8
3 = 5,33
• Efektivitas Pengelolaan Air Irigasi Keseluruhan
Metode Penelitian
BAB 3 Uji Validitas
Menurut Sugiyono (2020) uji validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Data bisa dikatakan valid apabila ada data yang tidak berbeda antar data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian, atau dengan kata lain uji validitas dalam penelitian dapat dinyatakan valid apabila setiap item pertanyaan yang ada pada kuesioner dapat
digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.
Uji Reliabilitas
Menurut Putri (2015) Uji reliabilitas pada suatu instrumen penelitian adalah sebuah uji yang digunakan untuk mengetahui apakah suatu kuesioner yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian sudah dapat dikatakan reliabel atau tidak. Pengujian reliabilitas ini untuk mengetahui konsistensi hasil pengukuran variabel.
Metode Penelitian
BAB 3 Analisis Korelasi Rank Spearman
Untuk mencari korelasi Rank Spearman dapat dicari dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
𝑟𝑠 = 1 − 6∑𝑑2 𝑛(𝑛2− 1)
Keterangan:
rs : Korelasi Rank Spearman
6 : Bilangan Konstan
d2 : Selisih dari pasangan rank n : Banyaknya pasangan rank
Berdasarkan uji hipotesis tersebut, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. H0 : rs = 0, artinya tidak terdapat hubungan antara peran P3A dengan efektivitas pengelolaan air irigasi di Kelurahan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
2. H0 : rs ≠ 0, artinya terdapat hubungan antara peran P3A dengan efektivitas pengelolaan air irigasi di Kelurahan Leuwiliang, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya.
THANKS FOR
WATCHING