• Tidak ada hasil yang ditemukan

PPT TEORI AGAMA CLIFFORD GEERTZ

N/A
N/A
Nawal Annisa

Academic year: 2024

Membagikan " PPT TEORI AGAMA CLIFFORD GEERTZ"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

KONSEP AGAMA

CLIFFORD GEERTZ

NAWALANNISA.NURAINI.

(2)

01 BIOGRAFI CLIFFORD GEERTZ

AGAMA DAN BUDAYA MENURUT CLIFFORD GEERTZ

02 03

HUBUNGAN AGAMA DAN

BUDAYA MENURUT CLIFFORD GEERTZ

04

Table Of

Conte

nts AGAMA SEBAGAI SISTEM SIMBOLIK

IMPLIKASI TEORI GEERTZ DALAM STUDI AGAMA

KRITIKAN TERHADAP PEMIKIRAN GEERTZ

KESIMPULAN

05

06

07

(3)

Agama memiliki posisi dan peran penting di dalam sebuah masyarakat. Agama sendiri juga dapat memicu integrasi seperti kerukunan, ketertiban, dan keamanan.

Kendati di dalam masyarakat tersebut menganut agama yang berbeda-beda. Di sisi lain agama juga dapat memicu benih-benih pertikaian, baik antar individu maupun antar kelompok yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan kerugian material yang relatif cukup besar.

Terkadang agama bisa menjadi sebuah pergerakan manusia dalam

kehidupannya. Dan menjadi sebuah landasan yang dipakai dalam peraturan kehidupan. Pembahasan kali ini akan menjelaskan tentang teori Clifford Geertz seorang antropolog Amerika yang membahas terkait dengan agama.

PENDAHULUAN

(4)

Clifford Geertz atau yang lebih akrab dikenal sebagai Geertz, seseorang yang sangat tidak asing lagi bagi Indonesia. Ia merupakan seorang teoritikus yang terus berkembang sejalan dengan karirnya sebagai

seorang peneliti yang tangguh dan kaya akan kebudayaan dan Masyarakat, terkhusus di Indonesia.

Seorang antropolog dilahirkan di San Fransisco pada tanggal 23 Agustus 1926. Pada saat ia berumur 7 tahun, dia harus dihadapkan dengan kenyataan perpisahan kedua orang tuanya. Ketika ia beranjak umur 17 tahun ia memulai untuk bergabung dengan pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat ketika masa Perang Dunia 2 yang terjadi sekitar tahun 1943-1945. Perang Dunia ialah salah satu perang global yang terdiri dari berbagai negara di dunia ini yang terjadi sekitar tahun 1939 sampai dengan 1945. Sedangkan perjalanan akademiknya dimulai dengan menuntut ilmu di Antioch College, Ohio. Semenjak itulah, ia mulai rajin mendalami bahasa inggrisnya yang kemudian ia beralih haluan menjadi pengkaji filsafat hingga ia dinyatakan lulus di tahun 1950. Di samping itu, Geertz juga pernah menjadi professor tamu di beberapa universitas ternama. Pada tahun 1975-2000, Geertz menjadi professor tamu bagi Universitas Princenton. Pada tahun 2000, merupakan tahun terakhir studinya. Meskipun begitu, ia masih aktif

menyumbangkan pemikirannya baik secara tulisan maupun ceramah. Pada hari selasa, 31 Oktober 2006 dalam usia 80 tahun, Geertz meninggal dunia selepas menjalankan operasi jantung di Rumah Sakit Universitas Pennsylvania, Amerika Serikat.*

*Ahmad Sugeng Riady, “Agama dan Kebudayaan Masyarakat Perspektif Clifford Geertz,” JSAI: Jurnal Sosiologi Agama Indonesia 2, no. 1 (Maret 2021).

BIOGRAFI CLIFFORD GEERTZ

(5)

• Agama merupakan fakta budaya, bukan hanya terdiri dari ajaran dan aturan-aturan formal saja.

• Agama dapat dilihat dari sisi jaringan sosial, kedudukan, dan

peran manusia di dalam masyarakat.Agama juga dapat menjadi instrumen legitimasi dalam konteks politik kekuasaan.

• Menurut Geertz, agama tidak hanya terdiri dari ayat-ayat dan ajaran transenden saja, tetapi juga dapat dilihat dari perilaku beragama manusia di tengah masyarakat.

• Agama menurut Geertz adalah bagian dari sistem kebudayaan masyarakat, bukan sesuatu yang dipisahkan dari budaya.*

*Clifford Geertz, Kebudayaan dan Agama, Penerjemah Fransisco Budi Hardiman (Yogyakarta: Kanisius, 1992).

Hal. 5.

DEFINISI AGAMA MENURUT

CLIFFORD GEERTZ

(6)

BUDAYA MENURUT GEERTZ

• Menurut Geertz, Budaya merupakan sesuatu yang diciptakan dan diekspresikan melalui tingkah laku.

• Geertz mendefinisikan budaya sebagai sistem simbol yang dipakai oleh masyarakat untuk memberikan arti kepada lingkungan dan aktivitasnya.

• manusia merupakan makhluk simbolik, dalam arti komunikasi yang

dilakukan oleh manusia selalu dekat dengan penggunaan simbol-symbol

• Di dalam simbol tersebut, manusia memproduksi makna-makna tertentu yang pada akhirnya, makna-makna yang telah diproduksi ini membentuk sebuah jaringan kebudayaan

memandang kebudayaan ini kemudian berimplikasi pada metode

penafsiran yang disebut dengan pelukisan mendalam (thick description) dan kebudayaan terdiri dari berbagai struktur makna yang sifatnya

dinamis.*

*Ahmad Sugeng Riady, “Agama dan Kebudayaan Masyarakat Perspektif Clifford Geertz,” JSAI: Jurnal Sosiologi Agama Indonesia 2, no. 1 (Maret 2021).

(7)

agama dan budaya memiliki garis persamaan jika ditelisik dari segi antropologinya. Persamaan yang ditemukan adalah bahwa agama dan budaya

merupakan symbol-simbol dan Kumpulan nilai yang

bermakna dan merupakan ciptaan manusia. Oleh sebab itu, agama dimaknai sebagai sesuatu yang relative dan tidak absolut.

Agama serta budaya keduanya memiliki Kumpulan nilai.

Apabila di dalam agama terdapat hal yang baik dan

benar, perintah dan larangan, maka dalam budaya juga terdapat hal yang sama. sebagai contoh yakni Hak Asasi Manusia.*

*

Adelina Fauziyah, “Agama Sebagai Fenomena Kebudayaan dalam Pandangan Clifford Geertz”

(Thesis, Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah, 2021).

HUBUNGAN AGAMA DAN BUDAYA

MENURUT GEERTZ

(8)

AGAMA SEBAGAI SISTEM SIMBOLIK

• Menurut Geertz, agama adalah bagian dari sistem budaya ini. Oleh karena itu, agama juga harus

diartikan sebagai sistem simbol.

• Dalam sistem agama terdapat berbagai simbol seperti ritual, gambaran dewa/tuhan, tempat suci, kitab suci, dan lain-lain.

• Simbol-simbol agama ini memberikan makna bagi penganut agama tentang eksistensi manusia, alam semesta, dan hubungan antara keduanya.

• Dengan kata lain, simbol-simbol agama berperan untuk memberi interpretasi dan makna atas realitas kehidupan manusia.

• Maka menurut Geertz, agama harus dipahami

sebagai sistem simbolik yang memberi landasan bagi penganutnya untuk memahami dunia.*

* Fitria, Interpretasi Budaya Clifford Geertz: Agama sebagai Sistem Budaya, 2012, hal.

15

(9)

IMPLIKASI

TEORI

GEERTZ

DALAM

STUDI

AGAMA

(10)

Dalam penelitian Clifford Geertz yang mebahas tentang agama manusia, manusia dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu Priyai, Santri, dan Abangan. Dalam penelitian ini

Geertz menggunakan pendekatan Thick Discription, yang mana terkenal secara ilmiah sebagai pendekatan Hermunitik Cultural atau Cultural Interpretation. Dalam penelitian ini tidak meutup kemungkinan bahwa Geertz termasuk pada era metodologi modernism

yang mana dapat digunakan dapat dilakukan dengan mudah dalam menstudi keberagaman manusia tersebut.*

* Mahli Zainudin Tago, AGAMA DAN INTEGRASI SOSIAL DALAM PEMIKIRAN CLIFFORD GEERTZ, Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, Volume 7, Nomor 1, 2013

(11)

3 VARIAN MASYARAKAT JAWA

ABANGAN

masyarakat yang mengaktualisasikan

perilaku

keberagamaannya dengan

bersandar pada Islam yang berbaur dengan

tradisi-tradisi lokal.

A

PRIYAYI

keberagamaannya bersumber pada

ajaran Islam, namun di beberapa

ritual ada

penekanan-penekanan yang masih lekat dengan unsur-unsur

dari luar Islam

B

SANTRI

. lebih menekankan perilaku

keberagamaannya yang didasarkan pada

formalitas ajaran- ajaran Islam

C

(12)

Kritikan pemikiran geertz

pernyataan bahwa makna kebudayaan sifatnya kolektif.

Metode yang menjebak peneliti pemaknaan yang terlalu dalam, salah tafsir, sampai salah menginterpretasikan bahasa masyarakat yang diteliti ke bahasa si peneliti

Roger M.

Keesing

tidak dapat menjelaskan fakta

sosialkeagamaan masyarakat yang ada

di Jawa. Hal ini ditengarai oleh

banyaknya masyarakat yang memiliki identitas

plural.

Bambang Pranowo

pembacaan ritual yang dilakukan oleh Clifford Geertz

dinilai belum mampu melihat

ritual slametan secara

komprehensif

Mark Woodward

*Mahli Zainudin Tago, AGAMA DAN INTEGRASI SOSIAL DALAM PEMIKIRAN CLIFFORD GEERTZ, Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, Volume 7, Nomor 1, 2013

*Ahmad Sugeng Riady, Agama dan Kebudayaan Masyarakat Perspektif Clifford Geertz, Jurnal Sosiologi Agama Indonesia, Vol. 2, No. 1, 2021

(13)

Clifford Geertz, seorang antropolog terkemuka yang dikenal dengan kontribusinya dalam bidang antropologi budaya, telah memberikan pandangan yang mendalam tentang teori agama. ditemukan bahwasanya agama dan budaya memiliki garis persamaan jika

ditelisik dari segi antropologinya. Persamaan yang ditemukan adalah bahwa agama dan budaya merupakan symbol-simbol dan Kumpulan nilai yang bermakna dan merupakan ciptaan manusia. Karena menurut Clifford Geertz jika penelitian agama tanpa adanya sebuah kebudayaan maka agama tersebut menjadi suatu yang abstrak. Penjelasan ini berdasarkan dalam penelitiaanya terhadap agama yang ada di Jawa. Yang dalam

penelitiannya kemudian manusia beragama yang ada di Jawa dikelompokan menjadi tiga kelompok, yaitu Priyai, Santri, dan Abangan.

Tetapi dari penelitiannya mengenai abangan, priyai dan santri menuai banyak kritikan yang tajam. Sebab, menurutnya sebagai seorang antropolog ketika berbicara agama tidak perlu berbicara tentang Tuhan, sedangkan dalam agama sejak di dalam rahim manusia sudah menerima agama seperti dalam surat Al-Araf ayat 172.

KESIMPULAN

Referensi

Dokumen terkait

22 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif ,.... sumber; b) triangulasi teknik: teknik ini digunakan untuk menguji kredibilitas data yang dilakukan dengan