SEJARAH PERKEMBANGAN HUKUM LAUT
WISMANINGSIH
FAKULTAS HUKUM UNSOED
Masalah klasik utama dalam hukum laut
Ada 2 :
1. Res Nullius
→Laut tidak ada yang memiliki, oleh karena itu dapat diambil/dimiliki (dikuasai) dengan jalan okupasi
(occupatie, occupation, pendudukan) 2. Res Communis
→Laut adalah milik bersama masyarakat dunia, oleh karena itu dapat diambil/dimiliki untuk masing-masing negara.
• Praktik negara dari jaman kuno smp sekarang menunjukkan bahwa laut itu dapat dan memang pernah dimiliki oleh negara.
1. Jaman Sebelum Romawi
• Phunicia Kuno telah mendirikan suatu
kerajaan yang menganggap laut yang mereka kuasai sebagai milik negara mereka
• Prinsip di atas sama dengan yang dianut oleh Bangsa Persia, Yunani, dan Rhodia.
• Bangsa Rhodia menganggap :
→Hukum Laut telah berkembang untuk
mengatur pelaksanaan kekuasaan negara di laut.
Rhodian Sea Law
• Roma dan Yunani kuno mengadopsi Rhodian Sea Law yang pertama kali digunakan oleh bangsa Rhodia di Laut Aegea untuk mengatur hubungan dagang bangsa Rhodia dengan bangsa lain.
• Meskipun telah terdapat
kodifikasi-kodifikasi yang mengatur hubungan keperdataan bagi setiap orang yang memanfaatkan laut, seperti pelayaran dan penangkapan ikan, hal tersebut hanya terjadi dalam aspek keperdataan dan tidak menjangkau esensi hak negara untuk meletakkan hak wilayah teritorialnya di atas laut.
Aegean Sea
2. Zaman Romawi
• Hukum Laut Romawi berkembang setelah Perang Punis III, Romawi telah berkembang menjadi penguasa tunggal di Laut Tengah, yang dianggap oleh orang Romawi sebagai
“danau” mereka.
• Laut diartikan sebagai “public property”
→dapat dimiliki, tapi hanya oleh Kerajaan Roma
• Diakuinya hak penduduk pantai untuk
menangkap ikan di perairan pantainya.
3. Zaman Pertengahan (Setelah Zaman Romawi)
• = midle ages, dark ages (Abad ke-5-15 M)
• Ketika Imperium Roma runtuh, terlihatlah
pluralitas negara dengan munculnya negara-
negara baru di sekitar Laut Tengah sehingga mulai
berkembang konsepsi laut wilayah (Laut
Teritorial) karena masing-masing negara yang
merupakan pecahan dari Imperium Roma
menuntut laut-laut yang berdekatan dengan
pantai mereka masing-masing, misal :
Roman Empire
Laut Tengah
Wilayah-wilayah pecahan Imperium Roma
1. Venetia
→Menuntut sebagian besar Laut Adriatik
→Tuntutan ini diakui oleh Paus Alexander III pada 1117
→Venetia memungut bea terhadap setiap kapal yang berlayar di Laut Adriatik tsb.
2. Genoa
→Menuntut dan melaksanakan pula kekuasaan (hak berdaulat) atas Laut Liguria dan sekitarnya.
3. Pisa
• Karena tuntutan itu disertai dengan
penyalahgunaan (misal memungut biaya
pelayaran) maka penulis-penulis kuno mulai membatasi kekuasaan tersebut sampai batas- batas tertentu saja.
• Misal : Bartos, Solorzan, Cosaregis
→Batas lebar laut adalah sampai 100 mil Italia
• Baldus, Bodin, Targa
→sampai 60 mil
• Logenius → smp 2 mil perjalanan dari pantai
• Sarpi →sampai seluas yang diinginkan oleh negara pantai tanpa merugikan negara
4. Zaman Portugal dan Spanyol
• Adanya penemuan jalan laut ke Timur (setelah dikuasainya Konstantinopel oleh Turki pada
1433)maka : 1. Portugis
→Menuntut Samudera Hindia dan Laut Atlantik sebelah selatan Maroko sebagai milik Portugis
→Alasan : karena mereka telah berhasil melayari Samudera tsb ke Indonesia melalui Samudera
Hindia.
2. Spanyol
→Menuntut Samudera Pasifik, bagian barat Selat Meksiko dan Teluk Meksiko sebagai milik Spanyol.
4. lanjutan...
Tuntutan kedua negara tsb. kemudian diakui oleh Paus Alexander VI 1493 dengan membagi
samudera di dunia untuk Spanyol dan Portugis
dengan batas garis meridian 100 leagues (+/- 400 mil laut) sebelah barat Azores.
Sebelah barat dari garis meridian→milik Spanyol (Samudera Atlantik Barat, Samudera Pasifik, Teluk Meksiko)
Sebelah timur dari garis meridian→milik Portugis ( samudera Hindia, Samudera Atlantik sebelah selatan Maroko)
4. lanjutan...
• Perjanjian itu diperkuat dengan Perjanjian Tordesillas 1494 (Tratados Tordesillas) antara Spanyol dan Portugis yang
pembagiannya di lakukan oleh Paus Alexander VI, namun dengan memindahkan garis perbatasannya menjadi 370 leagues sebelah barat Pulau Cape Verde di pantai barat Afrika.
• Atas dasar Perjanjian Tordesillas1494, Portugal berkuasa mutlak di daerah ‘Tangaroa’ sampai Pulau Irian (Papua) dan menguasai sepenuhnya Selat Malaka setelah
mengalahkan armada Kerajaan Demak dan Banten.
• Tangaroa = tagaroa < taga = telaga, roa = luas.
Dua samudera, yaitu Hindia dan Pasifik dipandang sebagai satu bagian oleh para pelaut Asia, laksana telaga yang luas.
Perjanjian Tordesillas-1494
Barat : Spanyol, Timur : Portugis
Pengaruh Pembagian Laut pada Hukum Laut
• Yang menguasai lautan (samudera) pada waktu itu adalah Spanyol dan Portugis, walaupun tidak
berlaku bagi Eropa Utara, oleh karena itu negara- negara Eropa Utara menggunakan ketentuan
(konsep) pemilikan laut sendiri, yaitu : 1. Denmark
→Domino Maris : laut di sekitar Denmark adalah miliknya
→Menuntut Laut Baltik dan Laut Utara antara Norwegia dan Islandia
Pengaruh...
2. Inggris
→Mare Anglicanicum (King’s Chamber Area) 1604 oleh Raja James I (terdiri dari 26 daerah di sekeliling Inggris sebagai Laut Inggris = Mare Anglicanicum)
→Konsep ini dilontarkan untuk menghadapi tuntutan Denmark
→Daerah laut yang dianggap Laut Inggris ini ada yg sampai 100 mil laut
→Inggris melarang nelayan-nelayan Belanda untuk menangkap ikan dan Inggris memungut pajak bagi nelayan asing yang menangkap ikan di situ.
→Mendapat tentangan dari Belanda.
Munculnya Belanda
• Pembagian samudera Pasifik dan Atlantik oleh Portugal dan Spanyol menimbulkan tentangan dari Belanda yang mulai melakukan pelayaran ke Samudera Hindia untuk ekspansi dagang.
• Di bidang perikanan, Belanda menentang Inggris atas Mare Anglicanicum karena
masyarakat/nelayan Belanda telah berabad-abad menangkap ikan di wilayah tsb bahkan dijamin dengan perjanjian bilateral antara Belanda dan Inggris.
Munculnya ...
Untuk mendukung tuntutan di atas (tuntutan oleh Spanyol, Portugal, dan Inggris), Belanda membuat dasar hukum untuk menuntut bahwa laut adalah bebas utk semua bangsa.
Didukung oleh seorang ahli hukum yaitu Grotius
yang menulis buku : De Jurre Belli ac Pacis , yg salah satu Babnya : Mare Liberum →Teori kebebasan
lautan
Timbullah ‘battle of the books’ pada abad 17, terutama antara Inggris dan Belanda yg
berlangsung +/- 50 th kemudian berakhir dgn
Battle of the books on sea regulation, 17th centu ry
Mare Clausum, John Shelden v. Mare Liberum, Grotius
Perkembangan Doktrin
1. Mare Liberum
• Penganut pertama sebetulnya adalah Inggris yaitu pada waktu dipimpin oleh Ratu Elizabeth pada abad
• 16.Penulis-penulis pada waktu itu juga menganut Mare Liberum, antara lain :
- Francois Alphonso de Castro (Spanyol) : De Potestae Legis Poenalis)
- Vasquis Menchaca (Portugal, 1509-1569) : Controversiae Illustris
- Alberico Gentili (Italia, 1551-1608) : De Jure Belli - Hugo de Groot (Belanda) : Mare Liberum (1608)
Teori Mare Liberum dari Grotius
• Ownership (termasuk atas lautan) hanya bisa terjadi melalui possession.
• Possession hanya bisa terjadi melalui : 1. Pemberian orang lain atau, 2. Occupation.
• Occupation atas benda bergerak bisa terjadi melalui
hubungan fisik dengan barang tersebut, sedangkan barang tidak bergerak terjadi dengan membangun sesuatu di
atasnya (by power of standing and sitting)
• Sementara laut adalah sesuatu yg tidak mempunyai batas shg laut tidak bisa diokupasi sebab cair dan tidak berbatas.
• Oleh karena itu laut yg didasarkan pada penemuan
(discovery), penguasaan yg lama (prescription) ataupun servitut tidak dapat diterima
Mare Clausum
• Teori ini dikemukakan (untuk membantah teori Mare Liberum) oleh :
1. William Welwood (Inggris) : Abridgement of All Sea Laws (1613)
2. Gerard Malynes (1586-1641) : A view of the Admiral Jurisdiction
3. Sir John Borough : The Sovereignty of the
British Sea (1633)
4.John Selden (1584-1654)
→Mare Clausum : The Right and Dominion on the Sea (1636)
• Occupation memang unsur penting bagi possession namun sejarah telah membuktikan bahwa negara-negara telah menjalankan kekuasaan mereka atas lautan, oleh karena itu melalui prescription laut bukanlah mare liberum tetapi mare clausum.
• Sifat laut yg cair tidak dapat dapat menyebabkan tidak dapat dimiliki karena sungai dan perairan di sepanjang pantai ternyata dapat dimiliki.
Kompromi
Sejarah membuktikan bahwa doktrin Mare Clausum dan Mare Liberum tidak dapat
dipertahankan secara konsekuen.
1. Grotius mengakui :
-Danau dan perairan yg dikelilingi oleh daratan dapat dimiliki
-Laut sepanjang pantai suatu negara dapat
dimiliki sejauh yg dapat dikuasai dari darat (De
Jure Belli ac Pacis-1625)
Kompromi..
2. Selden mengakui :
- Hak negara lain untuk memiliki lautan masing-masing - Hak innocent passage di laut yang dituntut
3. Pontanus (Belanda 1637)
- Membagi laut dalam mare adiacens yang dapat jadi mare clausum dan mare alterium yang dapat menjadi mare liberum.
4. Bynkershoek (1703: De Dominio Maris Disertatio) - Negara pantai berhak atas lajur laut sejauh yg dapat
dikuasainya dari darat.
- Yaitu sejauh lemparan/lontaran meriam dari darat (3 mil)