• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRAKTIK MANDIRI BIDAN NENENG HAYATI

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PRAKTIK MANDIRI BIDAN NENENG HAYATI "

Copied!
109
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Distribusi Frekuensi Minat Akseptor KB Selama Pandemi Covid-19 di Praktek Mandiri Bidan Periode Neneng Hayati. Hubungan minat akseptor KB dengan kunjungan akseptor KB pada masa pandemi Covid-19 di praktek mandiri bidan Neneng Hayati.

Tujuan KTI

Manfaat KTI

Ruang Lingkup

Dalam penelitian ini penulis membatasi ruang lingkup penelitian pada faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan akseptor KB di PMB Neneng Hayati, faktor-faktor yang mempengaruhi kunjungan akseptor KB seperti usia, pengetahuan dan minat.

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi KB

Tujuan Program KB

Ruang Lingkup Program KB

Kontrasepsi

  • Definisi Kontrasepsi
  • Macam-macam Kontrasepsi
  • Kontrasepsi Hormonal

Metode KB sederhana terdiri dari 2 yaitu metode KB sederhana tanpa alat dan metode KB dengan alat. Metode kontrasepsi hormonal terutama dibagi menjadi 2 yaitu kombinasi (mengandung hormon progesteron dan estrogen sintetik) dan yang hanya mengandung progesteron saja.

Kajian Umum tentang Umur

  • Pengertian Umur

Tinjauan Umum Tentang Pengetahuan

  • Pengertian
  • Tingkat Pengetahuan

Tingkat pengetahuan ini melibatkan mengingat sesuatu yang spesifik dan semua materi yang dipelajari atau rangsangan yang diterima. Pemahaman didefinisikan sebagai kemampuan untuk menjelaskan dengan benar objek yang diketahui dan dapat diketahui. Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari dalam situasi atau kondisi yang nyata (sebenarnya), aplikasi disini dapat diartikan sebagai menerapkan atau mengetahui hukum, rumus, metode, prinsip dan beberapa di antaranya dalam konteks atau situasi lain.

Analisis adalah suatu kemampuan untuk mendeskripsikan materi atau objek dalam komponen-komponennya, tetapi masih dalam suatu struktur organisasi, dan masih ada kaitannya satu sama lain. 7 Sintesis mengacu pada kemampuan untuk menempatkan atau menghubungkan bagian-bagian menjadi bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain, sintesis adalah kemampuan untuk mengkonstruksi formulasi baru dari formulasi yang sudah ada.

Tinjauan Umum Tentang Minat

  • Pengertian minat
  • Karakteristik Minat
  • Cara Pembentukan Minat
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi minat
  • Cara mengukur minat

Minat tersebut dapat merangsang rasa ingin tahu yang tinggi yang menyebabkan seseorang berusaha menggali informasi tentang kegiatan yang diminatinya (Hilgard, 2010). Menurut Bloom, faktor-faktor yang mempengaruhi minat antara lain pekerjaan, sosial ekonomi, bakat, jenis kelamin, pengalaman, kepribadian dan lingkungan. Yang paling berperan dalam pembentukan minat selanjutnya mungkin berasal dari orang lain, meskipun minat bisa muncul dari dalam diri sendiri.

Faktor-faktor tersebut dapat merangsang minat individu, jika menimbulkan emosi atau perasaan senang maka perasaan tersebut akan membangkitkan minat dan memperkuat minat yang ada. Minat dengan mengungkapkan kepada subjek yang bersangkutan, subjek senang atau tidak puas terhadap sejumlah kegiatan atau yang disebut (Inventory Interest). Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat adalah dorongan internal yang berhubungan dengan dorongan fisik, motif, pertahanan diri terhadap rasa lapar, rasa takut, rasa sakit, rasa senang, dan sebagainya.

Tinjauan Umum Tentang Corona virus diseases (Covid-19)

  • Pengertian
  • Patogenesis dan Patofisiologi
  • Manifestasi Klinis
  • Pemeriksaan radiologi
  • Tatalaksana Umum

Pada penelitian SARS-CoV, protein S berikatan dengan reseptor pada sel inang, yaitu enzim ACE-2 (angiotensin-converting enzyme 2). Selain itu, dapat disertai dengan stres berat, kelelahan, mialgia, gejala gastrointestinal seperti diare dan gejala pernapasan lainnya. Gejala yang timbul antara lain demam atau kecurigaan adanya infeksi saluran pernapasan Tanda yang muncul adalah takipnea (laju pernapasan: > 30x/menit), gangguan pernapasan berat atau saturasi oksigen pasien <90% udara luar.

Dalam anamnesis, gejala yang dapat ditemukan ada tiga gejala utama yaitu demam, batuk kering (berlendir sedikit) dan kesulitan bernapas atau sesak napas. Kasus probable Pasien dalam pengawasan yang dites COVID-19 tetapi inkonklusif atau inkonklusif, atau seseorang dengan hasil konfirmasi positif pan-coronavirus atau beta-coronavirus 29.30 d. Saat ini penggunaan lopinavir dan ritonavir masih dipelajari untuk kemanjuran dan keamanannya dalam pengobatan COVID-19.

Kerangka Teoritis

KERANGKA KONSEP

Definisi Operasional

Hipotesis

METODOLOGI

Tempat dan Waktu

Populasi dan Sampel

  • Populasi
  • Sampel
  • Besar Sampel

Tempat pengambilan data dalam penelitian ini adalah Bidan Praktek Mandiri yaitu Bidan Neneng Hayati Bogor. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik populasi. Sehingga sampel tersebut merupakan bagian dari populasi yang ada, sehingga untuk pengambilan sampel harus menggunakan cara tertentu berdasarkan pertimbangan yang ada. Alasan pengambilan sampel total karena menurut Sugiyono (2007) jumlah populasi kurang dari 100 maka seluruh populasi digunakan sebagai sampel penelitian.

Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi. Misalnya peneliti mengambil sampel dari seluruh populasi akseptor KB jangka panjang yang berkunjung ke bidan PMB Neneng Hayati.

Instrumen Penelitian

Kisi-kisi kuesioner

Pengolahaan data dan analisa data

Biasanya pada saat pengkodean juga dibuatkan daftar kode pada selembar kertas, agar lebih mudah melihat letak dan arti kode dari variabel 4.6.1.3 Entri data. Analisis bivariat adalah analisis terhadap dua variabel yang dianggap berhubungan atau berkorelasi (Notoatmodjo. 2010) Uji yang digunakan adalah chi-square dengan batas daya α = 0,05.

Etika penelitian

Pada tabel 5.1.1 diketahui mayoritas pengadopsi KB yang berkunjung ke praktek Bidan Mandiri Neneng Hayati sebanyak 29 responden (72,5%) dan 11 responden (27,5%) yang tidak berkunjung. Distribusi frekuensi pengadopsi KB berdasarkan usia di Praktek Mandiri Bidan Neneng Hayati periode 23 Desember 2020 – 31 Januari 2021. Berdasarkan tabel 5.1.3 di atas terlihat bahwa pengetahuan pengadopsi KB pada masa pandemi Covid-19 pada Praktek Mandiri Bidan Neneng Hayati sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 20 responden (50,0%).

Hubungan usia akseptor KB dengan kunjungan akseptor KB pada masa pandemi Covid-19 di praktek bidan mandiri Neneng Hayati. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara usia dengan kunjungan KB pada masa pandemi Covid-19. Hubungan tingkat pengetahuan akseptor KB dengan kunjungan akseptor KB pada masa pandemi Covid-19 pada praktik kebidanan mandiri.

Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara minat dan kunjungan penjamin KB pada masa pandemi Covid-19. gt; 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan usia dengan kunjungan akseptor KB pada masa pandemi di praktek Bidan Mandiri Neneng Hayati.

Tabel Uji Validitas Perbandingan
Tabel Uji Validitas Perbandingan

Validitas dan Reabilitas

HASIL PENELITIAN

Tabel Bivariat

PEMBAHASAN

Distribusi frekuensi berdasarkan Pengetahuan

Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna/pengguna KB berdasarkan pengetahuan di Praktek Kebidanan Mandiri Neneng Hayati. Dengan pengetahuan seseorang akan memahami dan menerapkannya atau menanggapinya sesuai dengan keinginan sehingga timbul minat atau kehendak (aspek minat) (Notoadmodjo, 2010). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kartika Ayu Kinanti (2013) dengan judul “Deskripsi Tingkat Pengetahuan Tentang Kepatuhan Kunjungan Balik Penerima Kb Injector di Bps Siti Rahmah Surabaya”.

Berdasarkan hal tersebut, peneliti dapat berasumsi bahwa telah memiliki pengetahuan yang cukup tentang KB, bentuk-bentuk kontrasepsi serta kelebihan dan kekurangannya. Pengetahuan secara tidak langsung berpengaruh terhadap peningkatan status dan posisi sosial seorang wanita, sehingga memungkinkan dia untuk lebih banyak mengambil keputusan dan mengekspresikan dirinya dalam kehidupan, seperti kapan akan mengandung, melahirkan dan memilih jenis kontrasepsi. Semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang, semakin mudah mengolah semua informasi yang diperoleh, semua keputusan didasarkan pada pemikiran yang rasional.

Distrubusi frekuensi berdasarkan Minat

Menurut Hurlock (2012), Purwanto (2012:45) mendefinisikan minat sebagai sumber motivasi yang akan mengarahkan seseorang pada apa yang akan dilakukannya jika diberi kebebasan untuk memilih. Berdasarkan asumsi peneliti dapat disimpulkan bahwa minat dapat mempengaruhi motivasi dan keinginan seseorang untuk melakukan sesuatu.

Hubungan Antara Umur dengan kunjungan Akseptor KB pada masa

Asumsi peneliti berdasarkan hal tersebut bahwa usia tidak memiliki pengaruh besar terhadap kunjungan KB, baik pada usia subur yang sehat maupun pada usia reproduksi tua.

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan kunjungan Akseptor KB pada

Berdasarkan hasil analisis statistik dengan menggunakan uji chi-square pada tabel 5.2.3 diperoleh nilai p-value signifikan sebesar 0,000 (p > 0,05), dengan demikian H0 ditolak secara statistik sehingga ada hubungan yang signifikan antara faktor kepentingan dan Kunjungan Pengadopsi KB di Masa Pandemi Covid-19 di Praktek Bidan Mandiri Neneng Hayati, Bogor. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Elseria Saragih (2020) dengan judul “Hubungan pengetahuan dan motivasi pengguna KB suntik 3 bulan dengan kepatuhan kunjungan ulang di Puskesmas Desa Pandumaan” kunjungan KB menunjukkan ancaman adanya hubungan antara minat dan kepatuhan kunjungan KB, serta motivasi kepada pasangan usia subur tentang pentingnya melakukan kunjungan KB sesuai jadwal pada kehamilan yang tidak diinginkan. Diharapkan hal ini dapat menjaga dan meningkatkan pemberian informasi pengadopsi KB kepada wanita usia subur dengan memberikan ECV (komunikasi, informasi, edukasi) yang efektif yang dapat ditindaklanjuti dengan penyuluhan ibu dan pria mengenai pemahaman, macam-macam alat kontrasepsi , efek samping, pro dan kontra KB ini serta pentingnya kunjungan KB di masa pandemi covid-19.

Diharapkan dapat berkontribusi pada koleksi buku di perpustakaan mengenai kunjungan penerima KB di masa pandemi Covid-19 dan diharapkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk penelitian selanjutnya. Pelayanan KB oleh bidan praktik bidan swasta di Yogyakarta selama masa pandemi Covid-19. 2020) Hubungan pengetahuan dan motivasi pengadopsi KB suntik 3 bulan dengan kepatuhan kunjungan ulang di Poskesdes Pndumaan.

Sunarsih,- (2010) Hubungan antara tingkat pengetahuan akseptor Kb suntik 3 bulan dengan ketepatan kunjungan suntik tiga bulan dan ketepatan kunjungan suntik ulang di Bps Sunarsih Kecamatan Galuh Kabupaten Kulon Progo. Pendampingan perempuan pada pasangan usia subur dengan penggunaan alat kontrasepsi sebagai upaya menekan baby boomer di masa pandemi Covid-19.

Kerangka Teoritis

Kerangka Konsep

Hα : Terdapat hubungan usia, tingkat pengetahuan dan minat kunjungan KB pada masa pandemi Covid 19. Pada bab ini penulis akan memaparkan hasil survey yang dilakukan pada tanggal 23 Desember 2020 sampai dengan 31 Januari 2021 mengenai faktor pengaruh pendukung KB yang melakukan kunjungan KB di praktek Bidan Mandiri Neneng Hayati periode 23 Desember 2020 sampai dengan 31 Januari 2020. Tabel 5.1.2 menunjukkan bahwa mayoritas pendukung KB berdasarkan karakteristik umur. , diketahui bahwa usia peserta KB tertinggi di kantor Bidan Mandiri Neneng Hayati berusia 21-35 tahun sebanyak 32 responden (80,0%), dan terendah berusia <20 tahun sebanyak 2 responden. (5,0%).

Berdasarkan Tabel 5.1.4 di atas terlihat bahwa minat akseptor KB untuk berkunjung ke praktek bidan mandiri Neneng Hayati sebagian besar berada pada kategori tinggi sebanyak 30 responden (75,0%). Berdasarkan tabel 5.2.1 dapat disimpulkan bahwa hubungan usia dengan kunjungan akseptor KB dibuktikan dengan uji statistik chi square. Berdasarkan tabel 5.2.2 dapat disimpulkan bahwa hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kunjungan akseptor KB dibuktikan dengan uji statistik chi square.

Berdasarkan tabel 5.2.3 dapat disimpulkan bahwa hubungan tingkat pengetahuan dengan minat akseptor KB dibuktikan dengan uji statistik chi square. Berdasarkan hasil penelitian ini, dari 40 akseptor KB, 29 responden (72,5%) melakukan kunjungan KB dan 11 responden (27,5%) tidak melakukan kunjungan. Berdasarkan hasil survey diketahui bahwa sebagian besar KPM di Bidan Mandiri Neneng Hayati Praksis sebagian besar berusia 21-35 tahun yang melakukan kunjungan yaitu sebanyak 32 responden.

Ketika Pasangan Usia Subur (PUS) mengetahui hal ini, para pengguna KB dapat memilih KB yang akan digunakan sesuai dengan usianya, padahal penggunaan KB bekerja sebagai faktor intrinsik.

4.5  Tabel.4.5 Kisi-kisi kuesioner
4.5 Tabel.4.5 Kisi-kisi kuesioner

Bagan Variabel Penelitian…

Tabel Definisi Operasional

Tabel Kisi-kisi kuesioner

  • Gambaran cakupan Akseptor KB di Praktik Mandiri Bidan Neneng
  • Distribusi Frekuensi Akseptor KB berdasarkan Umur di Praktik Mandiri
  • Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Akseptor KB Pada
  • Distribusi Frekuensi Minat Akseptor KB Pada Masa Pandemi Covid-19
  • Hubungan Antara Umur Akseptor KB Dengan kunjungan Akseptor KB
  • Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Akseptor KB Dengan
  • Hubungan Antara Minat Akseptor KB Dengan Kunjungan Akseptor KB

Gambar

4.5  Tabel.4.5 Kisi-kisi kuesioner
Tabel Uji Validitas Perbandingan
Tabel Uji Reliability Pengetahuan

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan tabel diatas didapatkan ibu menyusui ASI Eksklusif yang bekerja mayoritas 30 responden dan ibu menyusui ASI Eksklusif yang tidak bekerja mayoritas 19