• Tidak ada hasil yang ditemukan

PREVALENSI GRADE OSTEOARTHRITIS LUTUT BERDASARKAN INDEKS MASSA TUBUH PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS LUTUT PERIODE JULI-NOVEMBER 2021 DI RS FMC BOGOR

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "PREVALENSI GRADE OSTEOARTHRITIS LUTUT BERDASARKAN INDEKS MASSA TUBUH PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS LUTUT PERIODE JULI-NOVEMBER 2021 DI RS FMC BOGOR"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Selain itu, belum ada penelitian yang dilakukan di rumah sakit mengenai prevalensi dan korelasi indeks massa tubuh dengan derajat osteoarthritis lutut. Ada hubungan yang signifikan antara obesitas dengan derajat osteoarthritis lutut pada lansia di Prof. Rumah sakit.

Rumusan Masalah dan Pertanyaan Penelitian

  • Rumusan Masalah
  • Pertanyaan Penelitian

Namun, tidak ditemukan penelitian prevalensi derajat osteoarthritis berdasarkan indeks massa tubuh di rumah sakit FMC. Bagaimana prevalensi derajat osteoarthritis berdasarkan indeks massa tubuh pada pasien osteoarthritis lutut selama periode Juli–November 2021 di FMC Hospital?”.

Tujuan Penelitian

  • Tujuan Umum
  • Tujuan Khusus

Indeks massa tubuh dapat memperburuk gejala yang dialami oleh pasien osteoarthritis dan berhubungan dengan kerusakan anatomi lutut pada pasien osteoarthritis.

Manfaat Penelitian

  • Bagi Akademis
  • Bagi umum/Masyarakat
  • Bagi Peneliti

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya pada pasien dengan indeks massa tubuh di atas normal yang terdiagnosis Osteoarthritis lutut dan dapat dijadikan pedoman untuk melakukan tindakan preventif dan kuratif pada masyarakat umum dan pasien osteoarthritis lutut. . . Bermanfaat untuk menambah pengetahuan dalam mempelajari, mengidentifikasi masalah, menganalisis, mengambil kesimpulan dan tentunya menambah pemahaman penulis tentang bagaimana prevalensi dan korelasi derajat indeks massa tubuh terhadap osteoarthritis lutut.

KAJIAN PUSTAKA

  • Osteoarthritis Lutut
    • Definisi
    • Etiologi
    • Patofisiologi
    • Gejala dan Tanda Klinis
  • Indeks Massa Tubuh
  • Klasifikasi Osteoarthritis menurut Kellgren-Lawrence
  • Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Osteoarthritis
  • Keterbatasan Penelitian

Angka kejadian arthrosis lutut yang ditemukan pada penderita di negara-negara Eropa dan Amerika tidak jauh berbeda, sedangkan sebuah penelitian membuktikan bahwa orang Afrika-Amerika memiliki risiko 2 kali lebih besar untuk menderita arthrosis lutut daripada orang Kaukasia. Pengaruh faktor genetik memberikan kontribusi sekitar 50% terhadap risiko terjadinya osteoartritis tangan, pinggul dan sebagian kecil osteoartritis lutut. Kelainan lokal pada sendi lutut yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya osteoarthritis lutut antara lain adalah varum lutut, valgus lutut, penyakit Legg - Calve - Perthes, displasia acetabulum dan kelemahan ligamen pada sendi lutut.

Atlet dari olahraga high-impact dan olahraga yang menekan lutut seperti sepak bola, lari maraton, dan kung fu berisiko lebih tinggi menderita osteoartritis lutut. Di sisi lain, seseorang yang minim aktivitas sehari-hari juga berisiko mengalami osteoarthritis lutut. Berdasarkan gambaran radiografi tersebut, derajat kerusakan osteoarthritis lutut ditentukan dengan grading menurut Kellgren dan Lawrence dengan membagi osteoarthritis menjadi empat grade.

Peran obesitas dalam progresivitas osteoarthritis lutut melalui dua mekanisme yaitu stress mekanik (biomekanikal) dan perubahan biokimia pada sendi lutut 24. Semakin besar kerusakan tulang rawan sendi, maka gejala osteoarthritis lutut yang dirasakan penderita akan semakin meningkat , terutama nyeri. Berbagai sumber nyeri pada osteoartritis lutut adalah iskemia tulang subkondral, pertumbuhan osteofit, radang membran sinovial dan kerusakan jaringan periartikular, seperti ligamen, kapsul sendi, tendon, dan otot.

Penelitian ini membahas indeks massa tubuh sebagai variabel bebas dan mempengaruhi derajat osteoarthritis lutut.

Gambar 2.1 Gambaran foto X-ray menurut Kellgren-Lawrence  (sumber: Chen et al,. 2019)
Gambar 2.1 Gambaran foto X-ray menurut Kellgren-Lawrence (sumber: Chen et al,. 2019)

KERANGKA KONSEP, DEFINISI OPERASIONAL DAN HIPOTESA

Kerangka Berfikir

Definisi Operasional

Data yang dimasukkan adalah data indeks massa tubuh dan grade osteoarthritis (masing-masing variabel). Analisis bivariat pada penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variabel bebas dan variabel terikat yaitu derajat osteoarthritis dan indeks massa tubuh. Jika % prevalensi penderita kelebihan indeks massa tubuh tinggi, maka % derajat penderita osteoarthritis juga tinggi.

Jika % prevalensi pasien dengan indeks massa tubuh berlebih kecil, maka % rate pasien osteoarthritis juga rendah. Karakteristik indeks massa tubuh pasien osteoartritis lutut terbanyak pada obesitas kategori I dengan jumlah sebanyak 17 orang (53,1%), kemudian pada obesitas kategori II sebanyak 6 orang (18,8%), pada kategori normal sebanyak 6 orang (18,8%). ) dan pada kategori overweight sebanyak 3 orang (9,4%). Mutiwara, Endang, Najirman Najirman dan Afriwardi Afriwardi, Hubungan indeks massa tubuh dengan derajat kerusakan sendi pada pasien osteoarthritis lutut di RSUP Dr.

6 Mutiwara, Endang, Najirman Najirman, dan Afriwardi Afriwardi, Hubungan indeks massa tubuh dengan derajat kerusakan sendi pada pasien osteoarthritis lutut di RSUP Dr. 32 Mutiwara, Endang, Najirman Najirman and Afriwardi Afriwardi, 'Hubungan indeks massa tubuh dengan derajat kerusakan sendi pada pasien.

Tabel 3.1 Definisi Operasional
Tabel 3.1 Definisi Operasional

METODE PENELITIAN

Desain Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik dimana penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan terjadi. Sedangkan pendekatan waktu yang digunakan adalah desain cross-sectional pada “Prevalensi Grade Osteoartritis Berdasarkan Indeks Massa Tubuh pada Pasien Osteoarthritis Lutut Bulan Juli-November 2021 di RS FMC Bogor”, dimana pengambilan data dilakukan dalam waktu yang bersamaan. , artinya subjek penelitian diamati hanya sekali. Dalam penelitian ini digunakan data sekunder untuk pengumpulan data dimana data diambil dari rekam medis pasien yang berobat ke rumah sakit.

Pada penelitian ini pengolahan data menggunakan SPSS, dimana uji analisis univariat dilakukan untuk mengetahui karakteristik sampel dan analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui prevalensi grade osteoarthritis lutut berdasarkan indeks massa tubuh.

Tempat dan Waktu Penelitian

  • Tempat Penelitian
  • Waktu Penelitian

Populasi dan Sampel

  • Populasi
  • Sampel

Teknik Sampling

Kriteria inklusi dan eksklusi

  • Kriteria Inklusi
  • Kriteria eksklusi

Pengumpulan Data

  • Prosedur pengambilan data

Proses Pengukuran Data

  • Indeks Massa Tubuh

Pengolahan Data dan Analisis Data

  • Pengolahan data

Pendaftaran dalam penelitian ini dilakukan setelah semua data yang diperlukan diisi dengan lengkap dan benar serta dilakukan pengkodean, maka langkah selanjutnya adalah mengolah data tersebut agar dapat dianalisis. Cleaning atau pembersihan data adalah kegiatan peneliti untuk mengecek kembali data yang dimasukkan ke dalam aplikasi pengolah data, apakah data tersebut ada kesalahan atau tidak dan ada data yang hilang atau tidak. Variabel indeks massa tubuh dan osteoarthritis lutut disajikan dalam nilai rata-rata, minimum, maksimum dan 95% CI.

PR diperoleh dengan membandingkan prevalensi pasien yang menderita osteoartritis derajat rendah dengan obesitas ringan dan osteoartritis derajat tinggi dengan obesitas berat. Buat indeks massa tubuh kategori dan data grade, lalu klik Analisis > statistik deskriptif > tab silang > masukkan grade osteoarthritis di kolom baris, masukkan indeks massa tubuh di kolom > lalu pilih OK.

Hipotesis

Etika Penelitian

Alur Penelitian

Ada 3 kategori kategori indeks massa tubuh, berdasarkan WHO, kategori BMI dibagi menjadi 5, namun tidak ada kategori underweight pada penelitian ini. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa rerata indeks massa tubuh pasien osteoarthritis lutut adalah 25,80 dengan tingkat kepercayaan 95%, indeks massa tubuh minimal 19,23, dan indeks massa tubuh maksimal 39,02. Responden yang diikutsertakan dalam penelitian ini memiliki kriteria obesitas indeks massa tubuh I terbanyak yaitu sebanyak 47 orang (N=88) dengan persentase sebesar 53,4%.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Jason dan Frans, kesimpulan dari penelitian yang dilakukan adalah rata-rata responden memiliki indeks massa tubuh dengan kriteria gemuk dan obesitas. Berdasarkan hasil prevalensi yang didapatkan, grade osteoarthritis berdasarkan indeks massa tubuh terbanyak berada pada grade 2 dengan indeks massa tubuh obesitas I yaitu sebanyak 23 orang atau dalam 0 persen 26,1%. Disarankan bagi tenaga kesehatan khususnya yang memberikan perawatan pada pasien osteoarthritis lutut untuk memberikan pengetahuan dan edukasi tentang hubungan indeks massa tubuh dengan osteoarthritis lutut serta faktor risiko terjadinya osteoarthritis lutut.

Arvin, Jason dan Frans Pangalila, 'Deskripsi indeks massa tubuh pasien osteoarthritis lutut di Rumah Sakit Royal Taruma Tahun Tarumanagara. 22 Mutiwara, Endang, Najirman Najirman and Afriwardi Afriwardi, Hubungan indeks massa tubuh dengan derajat kerusakan sendi pada penderita osteoarthritis lutut di RSUD Dr.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Profil Rumah Sakit FMC

Rumah Sakit FMC merupakan pusat pelayanan kesehatan swasta, dibangun di atas tanah seluas 6700 m². Berlokasi strategis di jalan utama penghubung Kota Bogor dan Kota Jakarta, serta pintu gerbang utama Jalan Lingkar Luar Kota Bogor yang menghubungkan Sentul hingga Kota Bogor, memudahkan pasien untuk mengangkut kendaraan baik pribadi maupun umum dari segala arah (24 jam). Terdiri dari 2 lantai yang terdiri dari IGD, 22 Poliklinik Spesialis, 3 Ruang Bedah Pusat, Ruang HCU, Ruang Perinatal, Ruang Kebidanan/Persalinan dan Ruang Perawat saat ini menampung 73 tempat tidur dan pada tahun 2020 Rumah Sakit FMC akan menambah jumlah tempat tidur menjadi 100 tempat tidur . tempat tidur.

Rumah Sakit FMC merupakan rumah sakit yang memiliki sekitar 300 SDM dan didukung oleh teknologi medis yang canggih sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.

Gambaran Sampel Penelitian

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa berdasarkan jenis kelamin, di antara penderita osteoarthritis lutut, wanita lebih mendominasi dibandingkan pria, dengan proporsi wanita 73,9% (65 orang) dan pria 26,1% (23 orang). ). Berdasarkan hasil perhitungan prevalensi terlihat prevalensi tertinggi pada obesitas stadium II dan IMT dengan prevalensi 26,1%.

Tabel 5.1 Frekuensi Jenis Kelamin pasien Osteoarthirtis  lutut
Tabel 5.1 Frekuensi Jenis Kelamin pasien Osteoarthirtis lutut

Karakteristik Pasien Osteoarthritis Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin

Prevalensi Grade Osteoarthritis berdasarkan Indeks Massa Tubuh

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang memiliki IMT berlebih didominasi oleh responden yang berusia di atas 40 tahun karena pola makan, aktivitas olahraga dan faktor lainnya. Salah satu teori oleh Dyrby dan Andriaccini masing-masing pada tahun 2005; peningkatan beban pada sendi lutut. Peningkatan beban pada sendi lutut yang dikelilingi oleh otot-otot yang lemah akan menyebabkan penurunan kemampuan otot menahan tekanan yang akan menimbulkan trauma pada tulang rawan.

Jika ketegangan dan trauma ini berlanjut, pasien akan merasa lebih sakit dan tidak kuat untuk berjalan. Menurut Bennel et al., tahun 2008, keadaan ini akan menyebabkan pasien mengurangi aktivitasnya, sehingga dapat terjadi pengecilan otot (atrofi), yang selanjutnya memperparah kelemahan sendi lutut. Sebuah studi tahun 2008 oleh Heim et al menemukan bahwa obesitas akan menyebabkan perubahan struktur dan komposisi kartilago artikular.

Proses awal kerusakan kartilago artikular akan menyebabkan pembentukan kartilago abnormal dan aktivasi kaskade inflamasi yang secara enzimatis akan merusak sendi lutut.19 Teori ini juga didukung oleh Iannone pada tahun 2010 yang menyatakan bahwa obesitas dapat meningkatkan produksi proinflamatori. sitokin. seperti IL-6, IL-1, IL-8 dan TNF-α, yang distimulasi oleh jaringan adiposa. Sebuah studi tahun 2007 oleh Simoupolou et al menemukan bahwa ada hubungan antara peningkatan level.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Saran

Chen, Pingjun, Linlin Gao, Xiaoshuang Shi, Kyle Allen, and Lin Yang, 'Fully Automatic Knee Osteoarthritis Severity Grading Using Deep Neural Networks with a Novel Ordinal Loss', Computerized Medical Imaging and Graphics lt;https://doi.org/ 10.1016 /j.compmedimag gt;. Debbi, Ganit Segal, Amir Haim, Nahum Halperin, Gabriel Agar and others, 'Sex and Body Mass Index Correlate with Western Ontario and McMaster Universities Osteoarthritis Index and Quality of Life Scores in Knee Osteoarthritis', Archives of Physical Medicine and Rehabilitation lt; https://doi.org/10.1016/j.apmr gt;. Dekker, 'Joint proprioception, muscle strength and functional ability in patients with osteoarthritis of the knee', Arthritis Care and Research.

I, Genu, Lansia Di, Rsud Prof, dan W Z Johannes Kupang, 'Hubungan antara obesitas dan derajat sumbatan hidung', Diponegoro Medical Journal (Journal of Diponegoro Medicine. Suparasa, 'No Title', in Nutrition Education and Consultation ( Jakarta: EGC, 2012 ) Widhiyanto, Lukas, Andre Triadi Desnantyo, Lilik Djuari and Maynura.10 Maharani, Eka Prawati, 'Faktor Risiko Osteoartritis Lutut', tesis, 2007 11 Maharani, Eka Prawati dari Kishrnee Factorisoar, 'Faktor Risiko'. Skripsi, 2007 12 Maharani, Eka Prawati, 'Faktor Risiko Osteoarthritis Lutut', Skripsi, 2007.

Factors associated with osteoarthritis of the hip and knee in Hong Kong Chinese: obesity, joint injuries and occupational activities', American Journal of Epidemiology. Joint proprioception, muscle strength and functional ability in patients with osteoarthritis of the knee, arthritis care and research.

Gambar

Gambar 2.1 Gambaran foto X-ray menurut Kellgren-Lawrence ...............................
Tabel 1.1 Penelitian Sejenis
Gambar 2.1 Gambaran foto X-ray menurut Kellgren-Lawrence  (sumber: Chen et al,. 2019)
Tabel 3.1 Definisi Operasional
+7

Referensi

Dokumen terkait