PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Dalam hal ini menjelaskan pentingnya layanan purna jual bagi perusahaan dan lembaga keuangan lainnya. ANALISIS PELAYANAN PURNA JUAL SEBAGAI BENTUK PERLINDUNGAN BAGI NASABAH PENGGUNA KARTU ATM PADA PT BANK SYARIAH MANDIRI KC JEMBER.".
Fokus Penelitian
Bank Syariah Mandiri KC Jember dapat menentukan kebutuhan nasabah sebagai upaya memenuhi harapan atau keinginan serta meningkatkan perlindungan nasabah atas layanan APMK yang diberikan. Bagaimana langkah strategis PT Bank Syariah Mandiri KC Jember dalam layanan purna jual khususnya alat pembayaran menggunakan kartu ATM.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Meningkatkan pengalaman dan pengetahuan perlindungan nasabah dengan layanan purna jual bagi APMK di PT Bank Syariah Mandiri KC Jember. Menjadi bahan referensi untuk meningkatkan perlindungan nasabah APMK (konsumen) di PTBank Syariah Mandiri KC Jember.
Definisi Istilah
APMK ini dapat digunakan untuk melakukan pembayaran atas kewajiban-kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi, termasuk transaksi belanja atau untuk melakukan tarik tunai, dimana kewajiban pembayaran pemegang kartu terlebih dahulu dipenuhi oleh pihak pengakuisisi atau penerbit dan pemegang kartu wajib melakukan pembayaran atas jumlah yang telah disepakati. waktu dengan pengembalian dana sekaligus (kartu penukaran) dana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. APMK ini juga digunakan untuk melakukan penarikan tunai atau transfer dana dimana kewajiban pemegang kartu segera dipenuhi dengan mengurangi simpanan pemegang kartu pada bank atau lembaga yang berwenang dan juga digunakan untuk melakukan pembayaran atas kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi.
Sistematika Pembahasan
Bab IV merupakan bab yang membahas tentang penyajian data, analisis yang terdiri atas uraian tujuan penelitian, penyajian dan analisis data, serta pembahasan temuan. Bab V merupakan bab terakhir dari karya ilmiah ini, yang berisi kesimpulan dan saran.
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Penelitian Terdahulu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan purna jual terhadap kepuasan pelanggan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat muslim terhadap penggunaan alat pembayaran non-tunai di kota.
Kajian Teori
- Purna Jual (After Sale)
- Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK)
Perlindungan konsumen terhadap diperbolehkannya penggunaan barang/jasa yang bertentangan dengan prinsip sehingga melanggar hukum. Aspek pertama dalam upaya perlindungan konsumen adalah penerapan peraturan mengenai pentingnya tanggung jawab produsen atas potensi kerugian. Kemajuan teknologi dalam sistem pembayaran telah menggeser perlakuan terhadap uang tunai (mata uang) sebagai alat pembayaran nontunai yang lebih efisien dan ekonomis.38.
Berdasarkan beberapa pemikiran di atas, sejalan dengan hal tersebut, sejak tahun 2006 Bank Indonesia mempunyai tema program kerja penyempurnaan sistem pembayaran nontunai dengan instrumen melalui pengembangan Alat Pembayaran Kartu (APMK). Pembayaran Dengan Kartu (APMK) yang merupakan bagian dari sistem pembayaran nasional merupakan salah satu alat pembayaran yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. APMK merupakan alat pembayaran dengan kartu plastik untuk melakukan transaksi atau disebut juga dengan kartu bank.
Lokasi Penelitian
Subjek Penelitian
Data primer dikumpulkan peneliti untuk menjawab pertanyaan penulis tentang bentuk layanan purna jual menggunakan kartu ATM di PT Bank Syariah Mandiri KC Jember. Dalam penelitian ini data diperoleh tidak hanya dari sumber manusia saja tetapi juga dari sumber tertulis sebagai data tambahan. Data sekunder dalam penelitian diperoleh dari buku Layanan Purna Jual bagi nasabah pengguna kartu ATM, dokumentasi berupa foto, data tertulis, arsip yang disimpan oleh Bank dan hasil wawancara dengan informan serta dokumentasi terkait dengan layanan Purna Jual. bagi nasabah untuk menggunakan kartu ATM yang dapat mendukung penelitian.
Teknik Pengumpulan Data
Wawancara merupakan suatu teknik pengumpulan data untuk memperoleh informasi dari seorang informan melalui tanya jawab atau percakapan. Wawancara terstruktur dilakukan berdasarkan daftar pertanyaan agar dapat mengendalikan dan mengatur proses wawancara, baik dari pertanyaan yang diajukan maupun dari tanggapan yang dievaluasi oleh narasumber mengenai ruang lingkup permasalahan.50 Peneliti menggunakan teknik wawancara untuk menemukan dan menemukan sesuatu dari responden secara lebih mendalam berdasarkan sumber yang terpercaya. Proses observasi dalam penelitian ini menggunakan observasi pasif, dimana peneliti datang ke tempat yang diamati, namun tidak terlibat dalam kegiatan.
Kegiatan observasi dilakukan dalam bentuk mengamati kegiatan atau peristiwa yang menunjukkan gejala nilai guna dalam menjawab fokus penelitian. Objek pengamatan dalam penelitian ini adalah tempat, pelaku dan kegiatan yang berkaitan dengan layanan Purna Jual bagi nasabah simpanan di Bank Syariah Mandiri KC Jember. Studi dokumentasi merupakan pelengkap penggunaan metode wawancara dan observasi dalam penelitian kualitatif, sebagai bentuk dukungan yang kredibel/reliable dengan foto-foto yang mencerminkan keadaan aslinya.
Analisis Data
Verifikasi data dalam penelitian ini untuk menghasilkan kesimpulan yang kredibel, lebih tepat dan menjamin signifikansi hasil penelitian.
Keabsahan Data
Penyajian data merupakan upaya untuk menampilkan data yang diperoleh yang telah diorganisasikan, disusun dalam pola relasional, sehingga menjadi informasi yang mudah dipahami. Triangulasi menurut Lexi Moleong,52 adalah suatu teknik pemeriksaan keabsahan data yang menggunakan sesuatu selain data itu untuk keperluan pemeriksaan atau sebagai pembanding data melalui: a). perbandingan data observasi dengan hasil wawancara, b). membandingkan apa yang dikatakan seseorang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi, c). perbandingan apa yang dikatakan tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakan sepanjang waktu, d). membandingkan keadaan dan cara pandang seseorang yang menganggap dirinya rakyat biasa dengan mereka yang terpelajar dan pejabat, e).
Tahap – tahap Penelitian
Peneliti kemudian melakukan pengumpulan data dengan melakukan wawancara terhadap sumber data, observasi, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang diperlukan. Peneliti kemudian melakukan analisis data dan memeriksa kembali data yang diperoleh selama proses penelitian lapangan. Setelah mengumpulkan data, peneliti menarik kesimpulan berupa karya ilmiah berupa laporan penelitian dengan mengacu pada peraturan penulisan karya ilmiah pada program studi Perbankan Syariah IAIN Jember.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Objek Penelitian
Tim Pembina Perbankan Syariah meyakini pemberlakuan undang-undang ini merupakan momentum yang tepat untuk mentransformasikan PT Bank Susila Bakti dari bank konvensional menjadi bank syariah. Oleh karena itu, Tim Pengembangan Perbankan Syariah segera mempersiapkan sistem dan infrastruktur agar kegiatan usaha BSB berubah dari bank konvensional menjadi bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah dengan nama PT Bank Syariah Mandiri sebagaimana tercantum dalam akta notaris : Sutjipto, SH , TIDAK. Menyusul pengukuhan dan pengakuan sah tersebut, PT Bank Syariah Mandiri resmi mulai beroperasi pada hari Senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 November 1999.54.
PT Bank Syariah Mandiri Cabang Jember hadir, bangkit dan tumbuh sebagai bank yang mampu memadukan cita-cita bisnis dengan nilai-nilai spiritual yang mendasari kegiatan operasionalnya. Harmoni antara idealisme bisnis dan nilai-nilai spiritual inilah yang menjadi salah satu keunggulan Bank Syariah Mandiri Cabang Jember dalam kiprahnya di perbankan Indonesia. Penelitian ini dilakukan di PT Bank Syariah Mandiri KC Jember yang beralamat di Jl.PB Sudirman No.41-43, Pagah, Jember Lor, Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur 68118.
Penyajian Data dan Analisis
Dalam wawancara kegiatan yang dilakukan peneliti mengenai bentuk layanan purna jual untuk menyelamatkan nasabah menggunakan kartu ATM di PT Bank Syariah Mandiri KC Jember, Bapak Muntaha Mahfud selaku manajer cabang menyatakan hal itu. Langkah strategis PT Bank Syariah Mandiri KC Jember dalam layanan purna jual khususnya alat pembayaran menggunakan kartu ATM. Dalam kegiatan wawancara yang dilakukan peneliti mengenai langkah-langkah strategis layanan purna jual untuk menyelamatkan nasabah pengguna kartu ATM pada PT Bank Syariah Mandiri KC Jember milik Bapak. Muntaha Mahfud sebagai manajer cabang.
Pelayanan dapat disimpulkan langkah strategis layanan purna jual di Bank Syariah Mandiri KC Jember selalu responsif yaitu jika kartu ATM tertelan pihak bank dapat mengembalikannya dan menggantinya di bank dengan ketentuan yang disediakan oleh pihak bank dan ATM. juga memiliki layanan purna jual selama berada dalam domain perbankan.65. Dari penjelasan yang diberikan kepada Mbak Lila mengenai langkah strategis layanan After Sales pada kartu ATM yaitu penggantian ATM yang kadaluwarsa dengan syarat kartu ATM lama ditarik.66. Dari pemaparan yang disampaikan oleh Bapak Rudi selaku petugas penyimpanan BSM, layanan After Sales merupakan salah satu bentuk langkah strategis dalam layanan purna jual yang dilakukan BSM yaitu dengan melakukan pengaduan kepada pihak yang bertugas di BSM dengan adanya klaim, kemudian Bank Syariah Mandiri menyelesaikannya. mereka jika ini terjadi.. tertelan kartu ATM.67.
Pembahasan Temuan
Peneliti menemukan fakta di lapangan sudah sesuai dengan apa yang diharapkan, karena berdasarkan hasil wawancara antara Bank Syariah Mandiri KC Jember dengan salah satu deposan, cara penyampaian pengaduan ATM ke bank adalah dengan mendapatkan After Sales. . layanan, seperti melakukan transaksi gagal yaitu dengan melaporkan kepada Pelanggan. Berdasarkan pembahasan di atas, secara umum dapat diketahui bahwa berbagai langkah strategis PT Bank Syariah Mandiri KC Jember dalam bidang layanan purna jual khususnya alat pembayaran dengan menggunakan kartu ATM adalah sebagai berikut: (a) Pelayanan yang diberikan terfokus atas kebutuhan atau permasalahan nasabah (b) Memberikan jangka waktu untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi (c) Menyelesaikan permasalahan yang dihadapi nasabah sesuai dengan tindakan yang akan dilakukan (d) Jika berupa kartu ATM. Namun hal tersebut belum cukup jika melihat teori bahwa upaya perlindungan nasabah dalam layanan purna jual meliputi upaya yang dilakukan berdasarkan hasil wawancara antara Bank Syariah Mandiri Kc Jember dengan salah satu nasabah, sebagai berikut:
Langkah-langkah strategis PT Bank Syariah Mandiri KC Jember dalam layanan purna jual khususnya alat pembayaran menggunakan kartu ATM adalah sebagai berikut: (a) Pelayanan yang diberikan terfokus berdasarkan kebutuhan atau permasalahan nasabah (b) Memberikan jangka waktu untuk mengatasinya masalah-masalah itu, yang Anda hadapi. (c) Mengatasi permasalahan yang dialami nasabah sesuai tindakan yang akan dilakukan (d) Apabila kartu ATM melebihi masa tenggang yang terbatas, maka dapat diatasi dengan menarik ATM lama kemudian menggantinya dengan yang baru. Purna Jual (After Sales) sebagai bentuk perlindungan terhadap nasabah pengguna kartu ATM di PT Bank Syariah Mandiri KC Jember. Bagaimana langkah strategis PT Bank Syariah Mandiri KC Jember dalam layanan purna jual khususnya alat-alat.
PENUTUP
Kesimpulan
Bentuk layanan purna jual nasabah adalah berupa pelayanan yang diberikan bank kepada nasabah tanpa batas waktu. Dan kartu ATM kini ditingkatkan menjadi GPN untuk melindungi dari skimming. Jadi, apapun permasalahan yang dihadapi nasabah akan selalu diselesaikan oleh pihak bank karena ini merupakan salah satu bentuk layanan purna jual.
Menghimbau nasabah pengguna ATM untuk mengupgrade kartu debitnya dengan chip agar lebih aman dalam bertransaksi, karena masih banyak nasabah yang belum mengetahui tentang chip di ATM. Apa saja keuntungan yang ditawarkan bank kepada nasabah pengguna ATM di BSM KC Jember? Bagaimana strategi pemasaran bank untuk menarik minat masyarakat menggunakan produk ATM di BSM KC Jember.
Saran