PRODUKSI TERNAK UNGGAS ANATOMI UNGGAS
Kelompok 3
Mulyana 24032121012
Cindy Nabila N.A 24032121007
PROGRAM STUDI PETERNAKAN FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GARUT 2022
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya. Sehingga kami dapat meneyelesaikan tugas pembuatan makalah Produksi Ternak Unggas dengan judul “Anatomi Unggas” dengan sebaik-baiknya dan tepat pada waktunya.
Tidak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak khususnya kepada Ibu Ir. Titin Nurhayatin, M.P. Selaku dosen pengampu mata kuliah Produksi Ternak Unggas yang telah membimbing kami dalam proses pembuatan makalah ini, Sebagai penyusun kami tentu menyadari bahwa makalah yang kami buat ini masih jauh dari kata sempurna dan masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan didalam makalah ini. Maka dari itu, kritik dan saran dari para pembaca untuk makalah ini sangat diharapkan, agar nantinya makalah ini menjadi makalah yang jauh lebih baik lagi. Kemudian apabila dalam makalah ini terdapat banyak kesalahan kami mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya. Sekian, semoga makalah ini bermanfaat tidak hanya bagi kami saja tetapi juga bermanfaat untuk semua pihak yang membacanya, sekian dan terimakasih.
Garut, 08 Maret 2022
Kelompok 3
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...ii
BAB I PENDAHULUAN...1
1.1 Latar Belakang...1
1.2 Identifikasi Masalah... 1
1.3 Tujuan ... 2
BAB II PEMBAHASAN...4
2.1 Anatomi Unggas ...4
BAB III PENUTUP...4
3.1 Kesimpulan ... 4
DAFTAR PUSTAKA...13
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Anatomi adalah studi tentang struktur tubuh mulai dari sel, jaringan, organ dan
sistem. Pengetahuan tentang struktur ini membantu untuk memahami bagaimana mereka
berfungsi atau beroperasi dalam keadaan normal.
Unggas merupakan hewan ternak yang didalam kehidupan ternak sering dimanfaatkan untuk dikonsumsi. Baik daging maupun organ dalam unggas dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk diolah menjadi makanan. Untuk menjaga kualitas kesehatan unggas maka diperlukan basic knowledge untuk memahami organ tubuh unggas yang sering disebut sebagai antomi unggas.
Anatomi unggas merupakan ilmu yang mempelajari struktur dan bagian- bagian tubuh unggas. Ilmu ini merupakan basic knowledge dalam menegakkan diagnosa penyakit, tindakan kuratif melalui pembedahan, dan radiografi (membaca hasil foto rontgen).
1.2 Identifikasi Masalah 1.21 Anatomi unggas 1.3 Tujuan
1.31 Mengetahui anatomi unggas
BAB II PEMBAHASAN 2.1 Anatomi Unggas
Secara struktur Aves bersam-sama dengan mamalia merupakan vertebrata yang sangat mengalami spesifikasi.Modifikasi terbesar adalah adaptasi untuk terbang.Untuk memberikan efisiensi yang lebih baik kepada anggota tubuh ini sebagai alat untuk terbang ,maka tulang –tulang dan otot-ototnya mengalami perubahan. Manus (tangan) direduksi dengan menghilangnya jari dan konsilidasi metacarpus. Sehubungan dengan kemampuan untuk terbang, maka diperlukan syarat –syarat tertentu terhadap alat –alat respirasi. Saluran-saluran udara di dalam paru- paru dihubungkan dengan kantong-kantong hawa yang berdinding tipis didalam thorax dan abdomen , yang berhubungan dengan ruangan-ruangan udara di dalam sebagian tulang – tulang kerangka.paru- parunya sendiri melekat pada dinding thorax.selain itu kedudukan paru-paru dan kantong-kantong hawa mempunyai pengaruh yang nyata terhadap posisi titik berat tubuh . sehingga secara materi memberikan kemampuan pada burung untuk memelihara kesimbangan di udara.Anggota tubuh muka tidak berguna untuk berjalan, jika burung itu berdiri diatas tanah. Maka ia di paksa mengambil posisi tegak. Oleh karena itu ,persendian antara panggul dan paha ditempatkan sedemikian rupa sehingga burung bisa berjalan tegak.
Alat pencernaan memperlihatkan modifikasi yang diarahkan. Oesephagus mempunyai pelebaran (tembolok) , tempat makanan mengalami proses pelunakan karena tidak terdapat proses pengunyahan. Lambung terbagi dalam dua bagian yaitu ( 1 ) lambung kelenjar dengan banyak kelenjar – kelenjar pencernaan dan ( 2 ) lambung otot. Berdinding otot tebal berlapis tanduk ,tempat makanan digiling lebih efektif lagi melalui penghancuran makanan secara mekanis.
2.2 Kulit dan derivat kulit
Kulit ( Integumentum comunae ) dari unggas membentuk dan di tumbuhi bulu.bulu –bulu ini menutupi seluruh tubuh unggas yang
melindunginya terhadap keadaan dingin.temperatur tubuh normal berkisar antara 40,5o sampai 42,5o C.secara fungsional dapat dibedakan anatara (1) kulit yang ditumbuhi bulu , kulitnya tipis dan bulunya tertanam pada lapis subkutis yang subur dan (2) kulit yang tidak ditumbuhi bulu biasanya lebih tebal. Kulit unggas yang sebenarnya , Integementum proprium terdiri atas epitel permukaan (epidermis) dan lapisan jaringan ikat (cornum).
Secara umum kulit ayam tidak mengandung kelenjar-kelenjar keringat.kelenjar kulit yang ada pada unggas adalah kelenjar minyak dan hanya terdapat di tiga tempat yaitu (1) glandula uropygialis, kelenjar minyak yang terletak dibasis ekor,(2) glandula auricularis terletak dipintu telinga luar,(3) galndula venii yang bermuara dibibir kloaka.sekresi glandula uropygialis bersifak holokrin(dibentuk oleh sintegrasi sel-sel).dipergunakan pada unggas untuk membersihkan bulu-bulunya dan membuang anti air.warna kulit pada paruh dan kaki ditentukan oleh terdapatnya pigmen kuit.kaki yang kuning disebabkan oleh adanya pigmen lipochrome didalam epidermis sedangkan pigmen melanin tidak terdapat. Warna hitam dan variasi-variasinya tergantung dari ada tidaknya pigmen melanin ini.
Bulu ( Pennae) merupakan karakteristik dari unggas. Menurut teori evolusi,bulu-bulu pada unggas merupakan bentuk evolusi dari sisik reptil.bentuk dan warna bulu biasa dipakai untuk menentukan bangsa unggas.bulu-bulu ini tersusun dari baris-baris daerah tertentu yang disebut dengan saluran-saluran bulu( pterylae).sesuai dengan urutan pertumbuhannya,terdapat sepuluh saluran bulu utama yaitu : bahu, paha, badan, dada, leher, perut,kaki,pinggang,sayap dan kepala.struktur bulu secara umum dibentuk oleh (1) scapus,sumbu yang secara fungsional terdiri atas rachis (sumbu bebas) dan colammus ( sumbu yang tertanam).dan (2) vexilla ( vexillium = bandera).
Macam-macam bulu utama yaitu (1) bulu kontur yang terdiri atas bulu penutup (tecirices),bulu sayap ( reminges) dan bulu kemudi/ekor ( retrices),(2) bulu dons(plumae) yang terletak dibawah buluh kontur,(3) bulu dons halus (pulviplumae) dan (4) filiplumae.pada unggas terjadi proses pelepasan atau
pergantian bulu dengan maksud mengganti bulu-bulu yang tertua.proses ini disebut molting atau ekdysis,terjadi secara periodik karena beberapa faktor antara lain : pertumbuhan , silus seksual, masa mengeram.proses molting dapat terjadi sekaligus (total) pada waktu bersamaan ,seperti pada itik sehingga tidak mampu terbang atau sebagian secara berurutan sebagai berikut : kulit,leher , dada, badan, sayap dan ekor.
2.3 Sistem kerangka
Kerangka ayam yang terdiri dari ± 150 buah tulang , mempunyai 2 fungsi utama, yaitu sebagai rangka untuk pertautan oto-otot dan penunjang tubuh serta sebagai tempat menimbun kalsium dan fosfor terutama dalam bentuk garam- garam anorganik (dari komposisi tulang), adalah air, protein dan lemak yang merupakan unsur-unsur esensial bagi proses kehidupan unggas. Bagi ayam betina, kalsium sangat penting untuk pembuatan kerabang telur.
Secara umum, penamaan tulang-tulang pada unggas hamper sama dengan tulang-tulang pada mamalia. Pembagian skeleton unggas adalah 1). Tulang- tulang axial (axial skeleton), yaitu tulang-tulang kepala (termasuk apparatus hyoideus); 2). Collumna vertebrales, terdiri dari ossa vertebrae cervicales (berjumlah 13-14 buah), ossa vertebrae thoracales (berjumlah 7 buah, masing-masing berhubungan dengan tulang rusuk, ossa costales), os synsacrum (fusi antara tulang lumbal dan sacrum) dan pygostyle;
3). Extremitas pectoralis, terdiri dari 3 pasang tulang-tulang penyangga sayap, yaitu fusi dari ossa claviculares (disebut dengan os furcula), ossa coracoidea dan ossa scapulae, dan tulang-tulang kaki muka (sayap);
4). Extremitas pelvicis, terdiri atas tulang-tulang pelvis dan tulang-tulang kaki belakang.
Dari ketujuh pasang tulang rusuk, terdapat suatu penjuluran yang muncul dari facies lateralis corpus costae, perkecualian pada costae pertama dan dua (ayam, burung merpati) atau tiga (itik, angsa) costae terakhir, disebut dengan p rocessus uncinatus. Arah penjuluran ini caudodorsal sampai dengan permukaan luar costae dibelakangnya dan dihubungkan dengannya oleh suatu legamenta.
Tulang dada atau sternum pada unggas merupakan tulang pipih yang berbentuk quadripetal dengan penjuluran-penjuluran dari tiap sudut. Walaupun tulang dada pada unggas dewasa merupakan suatu kesatuan, secara umum dibagi atas corpus sterni yang terletak horizontal, rostrum sterni yang menjulur kearah craniomedial, dan carina sterni (crista sterni) suatu penjuluran seperti pelat panjang di sepanjang permukaan ventralnya.
Tulang-tulang kaki muka (sayap), terdiri atas os humerus, os radius, os ulna, os carpo-metacarpus dan ossa digitales. Os ulna lebih besar dibandingkan dengan os radius. Namun mempunyai panjang yang hamper sama. Os digit yang paling berkembang adalah os digit III yang mempunyai 2 ossa phalanges, sedangkan os digit II dan os digit IV masing-masing mempunyai 1 os phalanx.
Tulang-tulang panggul (pelvis), terdiri dari os ilium, os ischium dan os pubis. Tulang-tulang panggul membentuk hubungan yang kokoh dengan collumna vertebrales, yaitu adanya fusi antara ossa ilii dengan os synsacrum. Yang menarik adalah tidak adanya symphisis pelvis, mengingat hubungannya dengan perletakan telur yang relatif besar.
Tulang-tulang kaki belakang, terdiri atas os femur, os tibiotarsus, os tarsometatarsus (disebut demikian karena ada persejiwaan antara os tibia dan ossa tarsale, demikian pula antara ossa tarsale dan os metatarsus) dan ossa digitales. Pada ayam jantan terdapat suatu penjuluran di sisi medioplantar os tarsometatarsus yang berbentuk kerucut dan sedikit membengkok, berguna sebagai penunjang taji (processus calcaris).
2.4 Sistem Otot a. Diaphragma
Diaphragma pada unggas adalah rudimeter dan tidak merupakan suatu pemisah antara ruang thoraks dan ruang abdomen.otot ini terdapat sebagai suatu membram yang berurat yang terletak pada permukaan paru-paru dan beberapa serabut otot yang halus terlihat datang dari tulang rusuk.
b. Myologi umum pada unggas
Setiap otot bergaris melintang tersusun dari serabut otot skelet dan jaringan ikat.dibandingkan dengan otot –otot pada mamalia , maka otot-otot
pada unggas secara umum mempunyai serabut yang lebih besar dan padat serta tersusun secara kokoh.berdasarkan kandungannya myoglobinnya dapat dibedakan adanya serabut otot putih dan serabut otot merah.serabut otot merah banyak mengandung myoglobin dan cytochrome.serabut otot merah ini berkontraksi lebih lambat dibandingkan dengan serabut otot putih,namun dapat bekerja lebih lama dan kontraksinya lebih kuat.serabut otot putih mengandung lebih sedikit myologlobin dan cytochrome.kandungan mitochondria lebih sedikit, tetapi lebih kaya akan myofibril.kebanyakan otot-otot pada unggas mengandung baik serabut otot merah maupun serabut otot putih.
c. Otot-otot kulit (bulu)
Pada lapisan profundal dan corium dijumpai penyebaran otot-otot polos yang membentuk otot kulit atau otot bulu “ sejati “ yang disebut Mm.nonstriati dermatis, dan dapat dibedakan atas dua janis yaitu (1) mm.penales yang membentuk jaringan diantara batang-batang bulu terutama pada bulu kuntur sehingga dapat mengangkat ,menggeser maupun memutar bulu-bulu tersebut dan (2) mm.apteriales yang terdapat diantara pemetang bulu dan berfungsi untuk menegangkan kulit serta sebagai pelengkap dari keseluruhan sistem otot polos pada corium.
d. Otot-otot tubuh
Otot-otot tubuh menutup rongga tubuh secara keseluruhan dan juga berperanan sebagai otot pernapasan. Pada waktu proses pernapasan ,paru- paru udal relatif tidak mengalami perubahan volume.kantong-kantong hawa, yang terlatak diventral dan caudal di paru-paru yang bekerja seperti balon ,dipengaruhi oleh kontraksi otot-otot tubuh. Selain itu juga dibantu oleh keberadaan ossa costales dan os sternum. Pada waktu fase inspirasi ,ossa costalaes akan tertarik ke cranial dan os sternum tertarik ke ventral.gerakan ini terjadi akibat konteraksi dari otot –otot seperti Mm.levatores costarum, mm. Intercostales externi,m.scalenus dan m.
Costosternalis pars major.sedangkan pada fase ekspirasi akibat dari
kontraksi mm.intercostales interni, m. Costosternalis pars minor, dibantu oleh oleh otot-otot perut (abdomen) dan m.costosepialis.
e. Otot-otot ekor
Otot-otot ekor berperan dalam mengatur posisi dan gerakan pangkal ekor serta bulu-bulu kemudi.dari sudut topografi otot-otot cloaca dapat dimasukkan dalam kelompok otot-otot ekor.kelompok otot-otot ekor dapat dibagi dalam : (1) otot axial yaitu yang berorigo pada synsacrum dan berinsertio divertebrae caudalaes dan pangkal bulu kemudi.termasuk dalam kelompok ini adalah m. Levator caudae,m.lateralis caudae, m.depressor caudae dan mm.interspinales,(2) otot -otot yang berasal dari tulang pinggul ( ossa coxae ) menuju ke bulu kemudi yaitu m.pubocaudalis esternus, m.
Pubocaudalis internus dan m.caudo-femoralis dan (3) otot-otot yang terletak silang – menyilang diantara bulu kemudi yaitu m.bulbi retricium dan m.adductor retricium.
f. Otot-otot kaki
Hubungan antara daerah gelang pinggul dan collumna vertebralis sangat kokoh ,sehingga peranan otot-otot gelang pinggul tidak terlalu penting bahkan pada unggas tidak eksis.sedangkan untuk ruas tulang ekor ,cukup satu otot yang berjalan dari daerah paha atas ( os femur ) , m.caudofemoralis ,tetapi tidak berfungsi sebagi flexor kaki ,melainkan untuk ekstensor ekor.
Sementara itu dari daerah gelang pinggul ke arah distal terdapat sekumpulan otot yang berfungsi menggrakkan persendian lutut dan persendian paha.otot –otot ekstremitas tersusun sedemikian rupa,sehingga didaerah femur terdapat kelompok otot flexor persendian lutut dan extensor persendian paha yang terletak di sisi caudal (plantar).sebaliknya kelompok otot flexor persendian paha dan extensor persendian lutut terletak di sisi cranial (dorsal).
2.5 Sistem respirasi
Secara utuh, sistem respirasi pada unggas terdiri dari cavum nasi, larynx, trachea, syrinx, pulmo (berwarna merah muda, terdapat sepasang,
berukuran kecil, menempel di kiri-kanan collumna vertebralis pada septum dorsalis) dan sacci pneumatic.
Perbedaan dengan mamalia terletak pada (1).
Struktur trachea, trachea unggas merupakan suatu saluran yang dibentuk oleh cincin-cincin tulang rawan (cartilaginesis trachealis) yang sempurna dan satu sama lain dipertautkan oleh suatu ligamen yang sempit. (2). volume paru-paru yang konstan dan (3). Adanya kantong-kantong hawa (sacci pneumatic) yang merupakan kantong membran yang berdinding tipis, berisi udara yang dihubungkan bronchi secondary dan sistem kerangka (tidak berperan secara langsung dalam pertukaraan udara). Pada ayam yang baru menetas , umumnya telah mempunyai kantong-kantong hawa yang relatif besar, sehingga dapat menyuplai udara ke paru-paru dan semakin berkembang sejalan perkembangan umur ayam. Juga terdapat syrinx (organ pembentuk suara) yang dahulu disebut larynx caudalis dan hanya terdapat pada unggas, terletak pada bagian akhir trachea atau bagian awal bronchi.
2.6 Sistem pencernaan a. Ruang mulut dan pharynx
Cavum oris dan pharynx pada unggas membentuk suatu kesatuan ruangan yang diselenggarakan oleh ossa maxillae et palati dan ossa mandibulae.rahang atas dan bawah tersebut diselubungi oleh kulit berlapis tanduk membentuk paruh ( kostrum).lidah (lingua) terdapat didasar ruang mulut pada paruh madibulae (rostrum mandibulare ).pada bangsa ayam ,lidah berbentuk runcing (apes linguae) dan melebar ke arah caudal (radix linguae) sedangkan pada itik dan bebek ,apex linguae berbentuk tumpul.Cavum pharyngis melanjutkan ruangan mulut ke arah caudal.ditengah-tengah dinding atau langit-langit atas terdapat celah-celah yang sempit ( rima infudibuli) yang akan menuju ruangan gendang telinga(infidubulum pharygotypanicum).
b. Oeshopagus
Kerongkongan (oesephagus) meruapakan suatu saluran transport makanan yang bersifat sangat elastis ,sehingga pakan yang ukuran relatif besar dapat ditelan sekaligus .oesephagus yang menghubungkan pharynx dan lambung kelenjar berdasarkan letaknya terdiri atas : (1) bagian leher ( pars cervicalis) dan (2) bagian dada ( pars thoracica). Tebal epitel oesephagus pada berbagai jenis unggas sangat bervariasi mulai dari 10 um ( pada jenis burung hantu hutan,Asio otus) sampai lebih dari 350 um ( pada kalkun ,meleagris gallopavo)
c. Tembolok
Ingluvies merupakan suatu pelebaran dari bagian ventral dinding oesephagus yang dapat mencapai besar tertentu sesuai dengan funsinya sebagai tempat penampungan makanan sementara.mengenai fungsi dari oesophagus dan ingluvies adalah sebagai berikut : makanan akan ditransportasikan melauli oesephagus pars cervicalis ke arah distal dengan gerakan peristaltik.
d. Lambung
Lambung pada unggas dapat dibedakan dalam dua bentuk atau tipe .tipe 1 yang disesuaikan dengan fungsi menampung makanan pada unggas pemakan ikan dan daging.tipe 1 ini umumnya mempunyai lambung dengan jaringan otot yang tidak subur dan sedikit berbeda pada bentuk kantong lambung. Tipe 2 merupakan bentuk karateristik untuk unggas pemakan tumbuhan ,biji-bijian dan plakton dan memerlukan proses fisik dan kimia dalam pencernaan.lambung tipe 2 ini sangat jelas terbagi menjadi 2 bagian yang terpisah yaitu lambung kelenjar dan lambung otot.
Lambung kelenjar ( proventrikulus)
Dinding lambung kelenjar terdiri atas 4 lapisan yaitu tunika mucosa gatris, tela submucosa gastris, tunica muskularis dan tunica serosa gastris. Selaput lendir ( mukosa ) lambung kelenjar menghasilkan sekret mukopolisakarida yang akan melindungi epitel selaput lendir dari pengaruh asam cairan lambung.fungsi dari lambung kelenjar adalah” satasiun antara” sebelum makanan diteruskan ke
otot.pada saat ini makanan dilapisi dengan asam lambung,untuk kemudian dicernadi lambung otot.
Lambung otot ( ventrikulus)
Bagian utama dari lambung otot .corpus ,mempunyai dua sisi permukaan yaitu facies tendinae.dinding lambung otot lambung terdiri dari jaringan otot yang tebal, kuat, berwarna merah kebiruan yang disusun oleh 2 otot utama yaitu m.crassus caudodorsalis dan m.crassus cranioventralis.
e. Usus
Rata –rata panjang usus yang di ukur dari pylorus sampai dengan cloaca dibandingkan dengan panjang badan adalah pada ayam kurang lebih 5-6 kalinya.,pada itik dan angsa 4-5 kali, dan pada burung merpati 2-4 kali. Ukuran diameter saluran usus mulai dari pylorus sampai dengan cloaca makin lama makin mengecil.
Usus halus, Usus halus terutama berfungsi dalam proses pencernaan dan penyerapan makanan dan sebgimana pada mamlia terbagi atas duadenum,jejenum,dan ileum.namun demikian batas antara jejenum dan ileum tidak nampak jelas dan untuk menentukan didasarkan pada letak dari “Meckel’s divertcle “ ( diverticulum vitellinum).
Duodenum, Duodenum dimulai dari ostium pylorus pada sisi kanan dari lambung otot, membentuk suatu lengkungan berbentuk huruf “ U” yang disebut ansa duodenalis dengan sisi yang menurun ,pars descendens dan sisi yang melengkung ke atas ,pars ascendens, kemudian berakhir di flexura duodenojejunalis.
Jejenum dan ileum, Pada jejenum dan ileum terjadi proses pencernaan dan penyerapan makanan yang sebenarnya dengan bantuan dari kelenjar-kelenjar asesoris. Oleh karena itu bagian usus ini merupakan bagian yang terpanjang dari saluran pencernaan dan tersusun secara berkelok-kelok.
f. Usus besar
Usus besar secara umum lebih kecil dan tipis dibandingkan dengan usus halus terdiri atas sepanjang usus buntu (caeca)dan rectum yang pendek.
Caecum, Secara umum terdapat sepasang caeca, namum bentuk dan keberadaan usus bantu pada unggas sangat bervariasi. Usus buntu kanan dan kiri ,caecum dextrum et sinistrum,masing-masing dihubungkan dengan rectum melalui ostium caeci.pada usus buntu ini dijumpai terutama bahan tidak tercerna yang mengandung selulosa dan biasanya homogen berwarna kecoklatan.
Rectum berjalan hampir lurus diventral vertebrae, menghubungkan ileum dan cloaca.walaupun tidak jelas, besar kemungkinan sebagian awal dari rectum ini homolog dengan colon pada mamalia.
Kloaka, Saluran pencernaan diakhiri dicloaca ,yang juga merupakan muara dari apparatus urogenitalis.cloaca pada ayam mempunyai panjang 25 mm dengan diameter 20 mm, yang secara umum lebih luas dari rectum ,berbentuk seperti lonceng atau kantong. Selain sebagai tempat penampungan kotoran ( faeces ),juga sebagai “ kondor “ bagi produk-produk organ kelamin ,terutama unggas betina pada peletakan telur.
g. Kelenjar pencernaan asesoria
Pankreas, Pankreas merupakan suatu jaringan yang berwarna kuning pucat sampai merah pucat ( rosa ) yang terletak diantara lengkungan duodenum.secara definitif kelenjar pencernaan ini terdiri atas sedikitnya 3 bagian gelambir .bagian dorsal( lobus pacreatis dorsalis )terletak paralel terhadap pars descendens doudeni. Dan bagian ventral (lobus pancreatis ventralis ) mengikuti pars ascendens duodeni.
Hati (Hepar), Hati terdiri dari dua gelambir ,lobus hepatis sinister , dan lobus hepatis dexter.kedua gelambir ini dibentuk melalui adanya takik yang sempit,incisura interlobaris cranialis dan takik yang dalam,incisura interlobaris caudalis. Anatara kedua gelambir tersebut dihubungkan oleh “jembatan parenchym” yang terletak sentral ,pars interlobaris.
Kantong empedu (vesica fellea) terletak difacies visceralis dari gelambir kanan hati. Pada bangsa ayam berbentuk seperti buah “pir “ sedangkan pada itik dan angsa berbentuk seperti saluran pipa. Bangsa burung merpati ( Columbiformes) dan kakatua ( Psittaciformes ) tidak mempunyai vesica fellea.
2.7 Sistem peredaran darah dan sistem limfatika
Sistem sirkulasi terdiri dari atas sistem peredaran darah dan limfe. Darah yang berbedadibawah tekanan adalah sistem tranportasi dari tubuh dan mempunyai fungsi untuk mangangkut zat makanan ,air,hormon ,enzim dan oksigen ke sel-sel tubuh.
a. Darah
Darah adalah suatu campuran yang terdiri dari cairan ( 75 % ) dan zat-zat padat ( 25 %) ,mengalis melalui sistem sirkulasi.sebagian besar sel-sel darah dibagi dalam dua tipe,sel-sel darah merah (eritosit) dan sel –sel darah putih ( lukosit),eritrosit pada unggas mempunyai inti dan berbentuk lonjong.leukosit berukuran lebih besar dari eritrosit, namun jumlahya sedikit.
b. Sistem Vaskular
Sistem vaskuler dari unggas terdiri atas jantung dengan eampat ruangan ,pembuluh –pembuluh arteri dan vena, pembuluh kapiler dan darah.Vaskularisasi tubuh diselenggarakan oleh arteri yang pada mulanya berasal dari aorta yang dilepaskan oleh jantung.aorta ini kemudian ini akan bercabang dua yaitu aorta ascendens dan arcus aortae.
c. Sistem Limfatika
Sistem peredaran limfa terdiri dari limpa dan pembuluh-pembuluh limfe. Sistem ini penting sebagai alat pertahanan tubuh ,karena mempunyai mekanisme untuk membuat sel-sel darah putih.fungsi penting lainnya adalah peranannya dalam memelihara komunikasi antara darah dan jaringan-jaringan.
d. Limpa
Limpa berbentuk bulat ,kecil,berwarana hati.pada unggas dewasa,limpa penting dalam pembentukan beberapa tipe sel-sel darah putih yaitu limfosit dan sel-sel plasma .sel-sel ini berperan dalam pembentukan antibodi yang membantutubuh menanggulangi dan menghalau infeksi.
Limpa dianggap sebagai saringan yang mengeluarkan racun dari darah.
e. Kelenjar Thymus
Terdapat sepasang yang terlihat sebagai gelambir-gelambir berwarna merah muda terletak paralel dengan ossa vertebrae cervicales.kelenjar ini cuckup besar pada ayam, akan tetapi dengan bertambahnya umur ayam, kelenjar ini cepat sekali menjadi kecil atau tidak ditemukan pada unggas dewasa. Kelenjar thymus terdiri dari jaringan limfoid dan merupakan bagian dari sistem limfosit kecil yang berperan dalam sistem umun. Pada unggas dewasa limfosit –limfosit kecil dibuat dilimpa dan jaringan limfoid lainnya.
f. Bursa cloacalis (Fabricii)
Jaringan ini merupakan suatu alat yang berongga yang terletak didorsal kloaka.dengan suatu saluran yang bermuara didalamnya.bagian lauar dari bursa terlihat licin sedangkan rongga didalamnya mengandung banyak lipatan- lipatan.bursa terdiri dari jaringan limfoid dan diketahui sebagai asal dari sitem imun yang membuat imunitas terbesar dengan menghasilkan limfosit-limfosit besar dan sel-sel plasma. Bursa fabricius ini pada unggas dewasa akan menghilang (involusi ) dan fungsinya digantiakan oleh limpa dan jaringan limfoid lainnya.
2.8 Sistem syaraf
Unggas mempunyai sistem nervosa yang berkembang baik untuk pengliatan, pendengaran dan meraba, mencium bau masih dipertanyakan.
Sistem nervosa terdiri atas :
a. Sistem Syaraf Pusat (systema nervosum central)
Sistem syaraf pusat terdiri dari otak (encephalon) dan medulla spinalis (plexus brachialis menginervasi otot-otot daerah membrum
thoracium, plexus lumbosacralis menginervasi otot-otot daerah membrum pelvicum ), juga mencakup syaraf-syaraf cranial (nervi craniales) (membentuk sistem syaraf perifer) dan syaraf-syaraf spinal (nervi spinales).
b. Sistem Syaraf Otonom (systema nervosum autonomicum).
Sistem syaraf otonom dibagi menjadi sympaticus (divisio
thoracolumbalis) yang mempercepat suatu gerakan
dan parasympaticus (divisio craniosacralis) yang memperlambat suatu gerakan sehingga keduanya memelihara seluruh sistem dalam keseimbangan.
BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan
Anatomi adalah studi tentang struktur tubuh mulai dari sel, jaringan, organ dan sistem. Secara umum unggas adalah hewan ternak yang di domestikasi dan terbagi menjadi 3 kelompok, pertama kelompok unggas darat atau unggas yang tidak mempunyai kemampuan terbang, kedua unggas air atau unggas yang lebih sering hidup di air, dan yang terakhir adalah jenis unggas yang mempunyai kemampuan terbang.
Secara garis besar, anatomi unggas adalah sama, unggas mempunyai anatomi kerangka dan bulu, sistem otot, sistem respirasi, sistem pencernaan, sistem peredaran darah dan limfatika, dan sistem syaraf.
DAFTAR PUSTAKA
Hidayanti, A. 2013. Anatomi Unggas. Makalah Tugas FKH. FK Universitas Hasanuddin
Juarnida. 2020. Anatomi dan Fisiologi Ternak Unggas. Anatomi Dan Fisiologi Ternak Unggas [6ngevxz2p1lv] (idoc.pub). diakses pada 11 Maret 2023, pada pukul 10.00 WIB.
Vanawati, N. 2014. Kamus Dasar Biologi. Nuansa cendekia, komplek suku baru No. 23. Bandung.