• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM EDUKASI GIZI PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA LANSIA MELALUI PENDEKATAN LANSIA C.E.R.D.A.S.

N/A
N/A
Aditya Suryaputra

Academic year: 2023

Membagikan "PROGRAM EDUKASI GIZI PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA LANSIA MELALUI PENDEKATAN LANSIA C.E.R.D.A.S."

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Masalah Hipertensi Pada Lansia di Jawa Tengah?

RINGKASAN EKSEKUTIF

Program Edukasi Gizi Pencegahan Hipertensi pada Lansia melalui Pendekatan Lansia C.E.R.D.A.S.

bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman lansia tentang pentingnya gizi dalam pencegahan hipertensi. Program ini mendorong perubahan perilaku positif dan menyediakan dukungan untuk lansia agar dapat menjalani gaya hidup sehat. Rekomendasi kebijakan ini mendukung upaya untuk mengurangi beban penyakit hipertensi di antara lansia dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Kenapa Lansia Perlu Perhatian Khusus?

Populasi lansia akan terus mengalami peningkatan. Sesuai dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah lansia di Indonesia sampai tahun 2019 sebanyak 9,6% dari total penduduk Indonesia. Untuk usia diatas 60 tahun (>60 tahun) sebanyak 10% dari seluruh penduduk.

World Health Organization (WHO) menyampaikan bahwa hampir 1 milyar orang di dunia mengalami hipertensi.

Asia berada pada urutan ke-2 di dunia dengan lansia diatas 60 tahun yaitu sebanyak 549,2 juta penduduk atau 57,1%

dari populasi. Data Riskesdes, pada tahun 2018 didapatkan prevalensi Hipertensi di Indonesia pada urutan pertama.

Prevalensi Hipertensi usia 55- 64 tahun sebanyak 45,9%. Pada usia 65-74 tahun sebanyak 57,6%. Sedangkan pada usia lebih dari 75 tahun (>75 tahun) sebanyak 63,8%. Depkes RI, 2007 menentukan prevalensi Hipertensi meningkat sejalan dengan perubahan gaya hidup misalnya merokok, obesitas, aktivitas fisik, ataupun stress psikososial.

1

Gizi yang baik adalah kunci untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah terjadinya hipertensi pada lansia.

Untuk itu perlu ada program edukasi gizi yang memadai untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang hipertensi dan cara mencegahnya. Lansia C.E.R.D.A.S. adalah pendekatan holistik yang berfokus pada Kesehatan, Edukasi, Relaksasi, Diet, Aktivitas, dan Sosialisasi.

Hasil Riskesdas Provinsi Jawa Tengah tahun 2013 prevalensi hipertensi usia 55-64 sebesar 18,30%, usia 64-74 24,20%, dan usia 75 tahun ke atas 27,50%. Sedangkan berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 prevalensi hipertensi pada usia lanjut mengalami kenaikan yaitu pada usia 55-64 sebesar 53,34%, usia 64-74 62,76% Dan usia 75 ke atas 69,23%.

Jika dilihat dari kepatuhan minum obat hanya sekitar 60%

saja yang rutin minum obat, sedangkan sisanya tidak meminum obat dan tidak secara rutin.Tidak rutin minum obat hipertensi pada lansia bisa memiliki konsekuensi serius. Beberapa akibat yang mungkin timbul jika lansia tidak rutin minum obat hipertensi adalah peningkatan risiko komplikasi kesehatan, penurunan kualitas hidup, dan kecenderungan kejadian darurat medis.

18,30% 24,20% 27,50%

53,34% 62,76% 69,23%

55-64 64-74 75+

Prevalensi Hipertensi Pada Lansia Tahun 2013-2018 Provinsi Jawa Tengah

Riskesdas 2013 Riskesdas 2018

0 10 20 30 40 50 60 70

Rutin Tidak Rutin Tidak Miunum Obat

Proporsi Kepatuhan Minum Obat 2018 P r o p o r s i K e p a t u h a n M i n u m O b a t

PROGRAM EDUKASI GIZI PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA

Kelompok IV

1. Annisa Khaira Ummah (22030123410003) 2. Fajriah Purnama (22030123410012) 3. Edarni Zebua (22030123410019) 4. Lestari Suryaningsih (22030123410031) 5. Aditya Suryaputra (22030123410015) 6. Yumaizar Fitria (22030123410040) MAGISTER ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2023

(2)

Bagaimana Tren Hipertensi pada lansia Sekarang?

Meningkatnya umur harapan hidup memberikan dampak pada meningkatnya kejadian hipertensi pada lanjut usia yang berdampak pada pergeseran pola penyakit dari penyakit infeksi ke penyakit degeneratif, yang salah satunya adalah hipertensi.

Perilaku lansia dalam memenuhi asupan nutrisinya mempengaruhi munculnya penyakit degeneratif seperti hipertensi. Lansia yang memiliki perilaku makan yang buruk lebih rentan terkena hipertensi, kebiasaan makan, yang tinggi lemak dan kurang mengkonsunsi sayur dan buah salah satu penyebab hipertensi pada lansia.

Bagaimana dampak Hipertensi pada lansia?

Hipertensi menduduki peringkat ketiga penyakit terbanyak pada lansia yang menyebabkan dampak yang dapat berpengaruh negatif terhadap kualitas hidup pasien sehingga kualitas hidupnya akan semakin menurun, Kepatuhan terhadap pengobatan farmakologis hipertensi memiliki dampak positif pada domain mental dan fisik serta pada skor kualitas hidup pasien hipertensi.3

Rekomendasi Kebijakan

1. Mendukung Program Edukasi Gizi: Mendukung dan mempromosikan program edukasi gizi yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan LSM terkait. Program ini harus mencakup informasi tentang pentingnya diet seimbang, pengurangan garam, dan konsumsi makanan rendah lemak.

2. Pendanaan Untuk Program Lansia C.E.R.D.A.S.: Alokasikan anggaran tambahan untuk mendukung program Lansia C.E.R.D.A.S. yang melibatkan pemberian edukasi, dukungan psikososial, dan promosi gaya hidup sehat kepada lansia.

3. Kemitraan dengan Komunitas: Bentuk kemitraan dengan komunitas lokal, rumah sakit, dan klinik kesehatan untuk menyelenggarakan lokakarya, seminar, dan penawaran layanan kesehatan gizi bagi lansia.

4. Pemantauan dan Evaluasi Berkelanjutan: Lakukan pemantauan dan evaluasi terus-menerus atas efektivitas program edukasi gizi dan dampaknya terhadap penurunan tingkat hipertensi pada lansia.

Berdasarkan data disamping alasan tidak meminum obat ada beberapa faktor seperti sering lupa, obat tidak tersedia, hanya minum obat tradisional, dan beberapa factor lainnya. Tetapi, faktor penyebab ketidakpatuhan minum obat yang paling banyak adalah karena tidak rutin berobat dan kebanyakan penderita merasa tubuh mereka sehat saja.

Faktor yang juga berperan menjadi penyebab meningkatnya prevalensi hipertensi adalah tidak rutinnya penderita memeriksakan kesehatannya terutama mengukur tekanan darah. Data menunjukkan hanya sekitar 16% saja yang rutin melakukan pengukuran tekanan darah sedangkan sisanya kadang-kadang dan tidak pernah

11%

3%

7%

4%

1%

48% 15%

11%

Proporsi Alasan Tidak Minum Obat

Sering Lupa Obat tidak tersedia minum obat tradisional tidak tahan ESO Tidak mampu beli obat rutin tidak rutin berobat merasa sudah sehat lainnya

Rutin 16%

Kadang-kadang 52%

Tidak 32%

Proporsi Mengukur Tekanan Darah Tahun 2018

Rutin Kadang-kadang Tidak

PROGRAM EDUKASI GIZI

PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA

LANSIA

(3)

KESIMPULAN

1. Pencegahan hipertensi pada lansia adalah tugas yang penting dalam perbaikan kesehatan masyarakat kita.

2. Program Edukasi Gizi dan Pendekatan Lansia C.E.R.D.A.S. adalah langkah penting dalam mencapai tujuan ini.

3. Rekomendasi kebijakan ini memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan positif dalam kesejahteraan lansia dan harus menjadi prioritas dalam agenda kebijakan kesehatan kita.

Daftar Pustaka

1. Saputri, Nurnaini Dwi, Sri Sat Titi Hamranani M. HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN STADIUM HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA SUDIMORO. 2022;

2. Studi Kesehatan Masyarakat P, Bina Cipta Husada Purwokerto Jl Pahlawan Gg Stik V. GAMBARAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA ADISARA KECAMATAN JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2022 Khusnul Khotimah.

J Kesehat Dan Sci. 2023;XIX(1):858–4616.

3. Fitria SN, Prameswari GN. Faktor Risiko Kualitas Hidup Lansia Penderita Hipertensi. Indones J Public Heal Nutr [Internet].

2021;1(1):472–8. Available from: http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/IJPHN 4. UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. 2023;

5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan. 2019.

6. Yanti RD, Latifin K, Muharyani PW. Hubungan Status Sosial Ekonomi Petani Karet dan Pola Makan dengan Kejadian Hipertensi pada Masa Pandemi COVID-19. Semin Nas Keperawatan [Internet]. 2022;8(1):1–8. Available from:

http://conference.unsri.ac.id/index.php/SNK/article/view/2663

7. Putra MM, Widiyanto A, Bukian PAW, Atmojo JT. Hubungan Keadaan Sosial Ekonomi Dan Tingkat Stres Dengan Kejadian Hipertensi. Intan Husada J Ilmu Keperawatan. 2019;7(2):1–13.

PROGRAM INDIKATOR KEGIATAN SASARAN TARGET MONEV

Partisipasi aktif di Posyandu

lansia

Peningkatan Pengetahuan Tentang Hipertensi

Peningkatan Aktifitas Fisik

LANSIA

C.E.R.D.A.S.

Posyandu Lansia

Penyuluhan Hipertensi

Senam lansia

Peningkatan Konsumsi makanan sehat

& Diet Rendah Garam

Lansia, Kader Lansia

Lansia, Komunitas

lansia

Lansia, Komunitas

lansia

Pembuatan Media KIE

LANSIA C.E.R.D.A.S.

90%

80%

80%

Lansia &

Keluarga

- Kehadiran Lansia

- Terpantaunya status gizi lansia - Terpantaunya status

keseahatan lansia

- Pre Test & Post Test - Hasil Pengukuran

Tekanan Darah

Pengukuran Kebugaran Lansia

- Hasil Recall 24 Jam &

FFQ

- Hasil Pengukuran Tekanan darah

Kegiatan Terlaksana

80%

WAG Lansia Cerdas Partipasi Aktif

Dukungan Keluarga

- Kepatuhan Minum Obat

- Hasil pengukuran tekanan darah

Lansia &

Keluarga

80%

Stakeholder Collaboraton

Seminar, MCU, Lokakarya, dll

Dinas Sosial, Klinik Kesehatan, RS

100%

Referensi

Dokumen terkait