• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN TADRIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS TARBIYAH DAN TADRIS "

Copied!
162
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Identifikasi Masalah

Batasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

LANDASAN TEORI

Pengertian Pendidikan Islam

Selama ini buku-buku pendidikan Islam setidaknya mengenalkan tiga kata yang berkaitan dengan pendidikan Islam, yaitu al-tarbiyah, al-ta'lim dan al-ta'dib. Marimba, itu; “Pendidikan Islam merupakan bimbingan jasmani dan rohani menuju pembentukan kepribadian utama menurut standar.”

Dasar Pendidikan Islam

Menurutnya, undang-undang ini menjadi landasan dasar pendidikan Islam karena relevan dengan proses pendidikan Islam. Menurut penulis, dasar pendidikan Islam yang diberikan oleh para tokoh pendidikan Islam didasarkan pada ajaran agama Islam.

Tujuan Pendidikan Islam

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan Islam adalah penyiapan, pengembangan dan pembinaan manusia yang beriman kepada Allah. Tujuan pendidikan Islam dirumuskan oleh nilai-nilai filosofis yang kerangka dasarnya terdapat pada filsafat pendidikan Islam.

Kurikulum Pendidikan Islam

Bila dikaitkan dengan filsafat dan sistem pendidikan Islam, maka kurikulum pendidikan Islam mencakup pengertian serangkaian program yang mengarahkan kegiatan belajar mengajar yang direncanakan secara sistematis dan terarah, serta menggambarkan cita-cita ajaran Islam. Dari keterangan tentang kurikulum di atas dapat disimpulkan bahwa kurikulum Islam adalah serangkaian kegiatan program yang mencakup tujuan, isi, strategi dan evaluasi pendidikan di lembaga pendidikan Islam.28.

Metode Pendidikan Islam

Dalam memilih metode atau metode ini, guru berpedoman pada filosofi pendidikan yang dianut guru dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan sifat siswa yang ingin Anda didik dan materi pembelajaran yang ingin Anda sampaikan.

Konsep Insan Kamil

  • Pengertian Insan Kamil
  • Kriteria Insan Kamil
  • Ciri-ciri Insan Kamil

Pendidikan Integral Berbasis Tauhid dalam Pembentukan Manusia Kamil (Studi Kasus di Pondok Pesantren Ar-Rohmah Putri Malang). Pada tataran ini, Insan Kamil harus berperan sebagai realitas cinta Tuhan (al-haqāiq ar-rahmāniyah).

Telaah Pustaka

42 Mas Muhammad Iqbal Al Afghani “Review Pemikiran Muhammad Iqbal Tentang Konsep Pendidikan Islam Dalam Penciptaan Manusia”. Bedanya, penelitian ini didasarkan pada konsep Insan Kamil Ibnu 'Arabi dari sudut pandang transpersonalis, sedangkan peneliti didasarkan pada pemikiran Ahmed Tafsir.

Kerangka Teoritik

Jenis Penelitian

Yang dimaksud dengan data definitif disini adalah data yang benar-benar tampak apa adanya, bukan data yang sekedar dilihat atau diucapkan, melainkan data yang mengandung makna di balik apa yang dilihat dan dikatakan. 4 Interpretasi terhadap data diperlukan untuk memperoleh makna dari data, sehingga data yang dikumpulkan berupa kedalaman informasi suatu gejala. Oleh karena itu, peneliti ingin menyajikan data mendalam dari teks-teks Tafsir Ahmad berupa uraian Pendidikan Islam dalam pembentukan Insan Kamil (Kajian Analitik Pemikiran Ahmad Tafsir). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu metode yang digunakan untuk meneliti suatu objek yang memuat informasi faktual yang secara sistematis dan akurat menggambarkan segala sesuatu mengenai peristiwa sejarah dan peristiwa pemikiran.

Data dan Sumber Data

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu metode yang digunakan untuk menyelidiki suatu objek yang berisi informasi faktual yang secara sistematis dan akurat menggambarkan segala sesuatu yang berkaitan dengan peristiwa sejarah dan peristiwa pemikiran.6. b) Ilmu Pendidikan Perspektif Islam karya Ahmad Tafsir yang diterbitkan oleh PT Teen Rosdakarya di Bandung pada tahun 2014. Sumber data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya diperoleh melalui pihak lain, atau pihak lain. dokumen. 9 Dokumen sekunder dalam penelitian ini merupakan dokumen yang membantu peneliti menganalisis isi dan memahami sumber data primer.

Teknik Pengumpulan Data

Peneliti telah mengelompokkan sumber data peneliti menjadi data primer dan data sekunder yang mendukung tujuan penelitian dan metode penelitian. Data yang telah dikonfirmasi kemudian diinterpretasikan sehingga dapat dikelompokkan sesuai dengan sistem penelitian yang telah dibuat. Teks merupakan wujud kebahasaan yang mempunyai keselarasan antara isi yang ingin disampaikan dengan bentuk tuturan di tengah situasi dan kondisi yang ada. 13 Pernyataan kebahasaan yang diwujudkan dalam suatu teks pada umumnya berbentuk bahasa tulis seperti , puisi, cerita pendek, novel, dll.

Wacana adalah setiap pernyataan yang berbentuk tuturan lisan atau tulisan yang berupa kumpulan kalimat yang saling berhubungan dan membentuk suatu makna tunggal.14 Dalam ilmu linguistik, struktur wacana merupakan satuan kebahasaan tertinggi dalam hierarki kebahasaan. Analisis wacana digunakan untuk menganalisis teks, konteks15 dan konteks16 yang merupakan unsur wacana. Dengan menggunakan teknik ini, peneliti akan mengumpulkan data melalui pembacaan yang cermat dan kritis terhadap karya-karya Ahmad Tafsir.

Hal ini bertujuan agar peneliti dapat memperoleh pemahaman tentang pendidikan Islam dalam pembentukan umat berdasarkan pemikiran Ahmad Tafsir.

Teknik Keabsahan Data

Untuk meningkatkan ketekunan dalam penelitian ini, penulis membaca kembali beberapa referensi yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Penulis akan membaca setiap referensi yang ada dengan teliti, cermat dan hati-hati agar data yang dihasilkan bukanlah data yang tidak berdasar.

Teknik Analisis Data

Jenis pendekatannya adalah pendekatan sintagmatik17 dimana teks atau kalimat dalam karya Ahmad Tafsir akan dibaca dan diteliti secara mendalam untuk diambil kesimpulan. Tujuannya untuk membedah dan menafsirkan pemikiran Ahmad Tafsir tentang pendidikan Islam dalam membentuk manusia seperti yang terkandung dalam karya-karya Ahmad Tafsir. Sehingga kita dapat mengetahui dan menyimpulkan isi pemikiran Ahmad Tafsir tentang pendidikan Islam dalam pembentukan manusia yang terdapat dalam karya Ahmad Tafsir.

Menentukan topik kajian berbentuk Pendidikan Islam dalam pembentukan insan kamil (kajian analisis pemikiran Ahmad Tafsir). Klasifikasi pemikiran Ahmad Tafsir tentang pendidikan Islam dalam pembentukan insan kamil termasuk dalam karya-karya Ahmed Tafsir. Menganalisis setiap teks dan wacana tentang Pemikiran Ahmad Tafsir tentang Pendidikan Islam dalam Pembentukan Insan Sempurna yang terkandung dalam karya-karya Ahmed Tafsir.

HASIL PENELITIAN

Biografi Ahmad Tafsir

Ia banyak diundang dalam seminar dan berani mengajukan pertanyaan di luar disiplin keilmuannya, yaitu pertanyaan tasawuf dalam konteks konstruksi Kamil Manusia. Tak heran jika makalahnya diterbitkan dalam bentuk buku, misalnya pada buku Tasawuf Menentang Formasi Insan Kamil, beliau menyatakan bahwa perkembangan tasawuf mempunyai arti tersendiri ketika muncul guru-guru tasawuf. Jadi menurut Ahmad Tafsir, tasawuf berlangsung pada fase pertama dalam arti asketisme dan ibadah sunnah.

Karya-karya Ahmad Tafsir

Sedangkan Metodologi Pengajaran Islam yang dibahas dalam buku ini adalah teori-teori tentang langkah-langkah pengajaran dalam pengajaran Islam, namun kenyataannya yang dibahas adalah teori-teori perancangan kurikulum Islam. Dalam bukunya Ahmad Tafsir menjelaskan bahwa orang yang mempelajari bahasa Arab mengalami sedikit kebingungan ketika dihadapkan pada kata “ilmu”. Dalam buku ini tidak hanya ilmu-ilmu yang dipaparkan saja, semua ilmu yang disebut juga diuraikan, termasuk ilmu-ilmu “aneh” seperti pelet, kebal, ilmu hitam, saefi dan lain-lain.

Dalam buku ini dijelaskan bahwa manusia sejak lahir membawa kesadaran (innate) (suara batin), yang merupakan suatu keharusan. Ilmu sejarah memuat teori-teori sejarah; Ilmu pengetahuan alam (fisika) memuat teori-teori tentang dunia fisik. Jadi muatan ilmu pendidikan adalah teori-teori pendidikan; Pendidikan Islam merupakan kumpulan teori-teori pendidikan yang berdasarkan pada ajaran Islam.

Pemikiran Ahmad Tafsir tidak hanya membahas tentang pendidikan Islam dalam arti sempit saja, namun sebagai seorang pakar pendidikan Islam, kita dapat melihat pemikirannya mengenai permasalahan ekonomi dan sosial.

Pendidikan Islam Menurut Ahmad Tafsir

Kemungkinan kedua, misalnya saja, ketika Anda mengatakan "pendidikan", yang Anda maksud adalah definisi yang luas, dan itulah pendidikan. Secara umum kegiatan pendidikan dapat dibedakan menjadi tiga: (1) kegiatan pendidikan oleh diri sendiri, (2) kegiatan pendidikan oleh lingkungan, dan (3) kegiatan pendidikan oleh orang lain terhadap orang tertentu. Secara umum pembangunan pendidikan menyangkut tiga bidang: (1) bidang fisik, (2) bidang mental, dan (3) bidang hati.

12Ahmad Tafsir, Kajian Pendidikan dalam Perspektif Islam, hal. 26. Setiap orang) lebih suka mengartikan pengertian pendidikan hanya dalam arti sempit, yaitu pendidikan sebagai bimbingan secara sadar seseorang (pendidik) kepada orang lain (peserta didik) agar menjadi pribadi yang lebih baik. Setelah memberikan pengertian pendidikan oleh para ahli, Ahmad Tafsir mengemukakan pendapatnya bahwa pendidikan dalam arti luas adalah pengembangan pribadi dalam segala aspeknya, menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan pengembangan pribadi adalah yang meliputi pendidikan diri sendiri, pendidikan orang lain. lingkungan dan pendidikan oleh orang lain (guru). Belajar mandiri juga cukup sulit untuk diatur dan teorinya tidak terlalu berkembang.

Sekarang jelas menurut Ahmed Tafsir bahwa pendidikan adalah bimbingan yang diberikan kepada seseorang agar ia dapat berkembang secara maksimal.

Insan Kamil Menurut Ahmad Tafsir

Al-Qur'an merupakan kitab yang telah terbukti secara ilmiah mengandung firman Tuhan dan masih asli. Dalam surat al-A'raf ayat 31 Allah berfirman bahwa makan dan minum merupakan suatu kebutuhan bagi manusia, hal ini menandakan bahwa manusia mempunyai unsur jasmani. Al-Syaibani mengutip tiga hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan bahwa manusia mempunyai aspek jasmani.

Hakikat eksistensi lainnya adalah manusia merupakan makhluk yang perkembangannya dipengaruhi oleh alam dan lingkungan. Jika demikian, maka dapat disimpulkan bahwa penelitian Piaget dan Kohlberg menyimpulkan bahwa manusia membutuhkan agama. Kedua, manusia adalah makhluk utuh yang mempunyai inti potensi fisik, intelektual, dan spiritual.

Jadi dapat disimpulkan bahwa manusia sempurna dalam pandangan Islam adalah orang yang hatinya penuh keimanan atau ketaqwaan kepada Tuhan.

Analisis data

  • Analisis Upaya Pendidikan Islam dalam Membentuk Insan Kamil

Umat ​​Kamil dengan tujuan pendidikan Islam mempunyai tanggung jawab dan tantangan yang sama sesuai dengan dinamika masyarakat. Kedekatan Insan Kamil dengan pendidikan Islam sebenarnya karena keduanya mempunyai hubungan timbal balik yang saling mengikat. Pendapat Ahmad Tafsir tersebut menunjukkan bahwa orang yang sehat, kuat, cerdas dan bertakwa merupakan ciri-ciri pribadi orang.

Kehadirannya begitu penting sehingga pendidikan Islam berupaya keras mewujudkan dan melahirkan Insan Kamil di dunia ini. Konsep Ahmad Tafsir tentang keseimbangan seluruh potensi manusia (fitrah) dalam pembentukan pribadi sangat sejalan bila dikembangkan dalam pendidikan Islam. Upaya pembentukan Kamil Manusia untuk pendidikan Islam adalah dengan menumbuhkan dan mengembangkan potensi dasar (fitrah) yang sudah ada pada diri peserta didik.

Insan Kamil dalam Tesis Doktor Al-Quran (Tafsir al-Misbah), UIN Raden Intan Lampung.

PENUTUP

Saran

Meski konsep Insan Kamil menurut Ahmad Tafsir kurang memuaskan atau masih bisa dibilang belum memadai dalam menyikapi permasalahan perkembangan saat ini, namun setidaknya bisa menjadi masukan bagi masyarakat khususnya orang tua dan pendidik. Konsep figur ini dapat digunakan oleh peneliti lain sebagai studi banding dalam menciptakan santri yang Insan Kamil. Tujuan Pendidikan Islam Dalam Membangun Karakter Siswa di Era Digital (Studi Analisis Pemikiran Pendidikan Islam Abuddin Nata).

Konsep Perspektif Insan Kamil Abdul Karim Al-Jilli dan Pentingnya di Era Modern, Skripsi, Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin dan Ilmu Keagamaan, UIN Raen Intan Lampung.

Referensi

Dokumen terkait