Kemampuan siswa penyandang disabilitas membuat kerajinan tangan dari bahan tempurung kelapa di Sekolah Luar Biasa (SLB) "Mutmainnah" Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Dibimbing oleh Ali Ahmad Muhdy dan Benny Subiantoro. Pembahasan ini mengacu pada materi pokok terkait kemampuan siswa penyandang disabilitas membuat seni dan kerajinan dari bahan batok kelapa di Sekolah Luar Biasa (SLB) "Mutmainnah" di Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sampai saat ini batok kelapa banyak dijumpai dalam kehidupan kita sehari-hari, sebagian besar masyarakat hanya memanfaatkan isi kelapanya dan membuang batok kelapanya saja. Dengan alasan di atas maka peneliti terdorong untuk melakukan penelitian yang berjudul: “Kemampuan siswa penyandang disabilitas dalam berkreasi seni kerajinan dari bahan tempurung kelapa di Sekolah Luar Biasa (SLB) di Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. "
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
- Kemampuan Anak Disabilitas a. Pengertian Kemampuan
- Bahan dan Peralatan dalam Pembuatan seni kerajinan dari Bahan Tempurung Kelapa Tempurung Kelapa
- Teknik Berkarya Seni kerajinan dari Bahan Tempurung Kelapa
Unsur seni yang mempengaruhi proses pembuatan kerajinan dengan menggunakan bahan tempurung kelapa. Bahan dan perlengkapan pembuatan seni dan kerajinan dari batok kelapa Batok kelapa Batok kelapa.
Kerangka Pikir
Jenis dan Lokasi Penelitian 1.Jenis penelitian 1.Jenis penelitian
Variabel dan Desain Penelitian 1.Variabel Penelitian 1.Variabel Penelitian
Definisi Operasional Variabel
- Populasi
- Sampel
Jika seseorang ingin meneliti seluruh unsur yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitian tersebut adalah penelitian populasi, sedangkan jika kita ingin meneliti sebagian dari populasi saja, maka penelitian tersebut disebut penelitian sampel. Berdasarkan definisi tersebut di atas, maka populasi penelitian dalam hal ini adalah seluruh siswa di SLB “Mutmainnah”, Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Populasi guru dan siswa di SLB “Muttmainnah” Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat Tahun 2015.
Sumber data: Sekolah Luar Biasa (SLB) “Muttmainnah” Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Melihat tabel di atas, terlihat jumlah guru dan siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB) "Mutmainah" Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, cukup banyak. Oleh karena itu, peneliti berinisiatif untuk mengambil sebagian populasi saja sebagai sampel, sehingga peneliti dapat lebih mudah melakukan penelitian di sekolah. Sampel merupakan atau mewakili populasi yang diteliti. Jika subjeknya kurang dari 100, sebaiknya diambil semuanya sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi, dan jika jumlah subjeknya lebih banyak (lebih dari 100), maka sampelnya 10-15% atau 20-25. bisa % atau lebih diambil.
Dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel sebesar 25% berdasarkan pendapat Arikunto, jika lebih dari 100 maka dapat diambil sampel sebesar 10-15% dan 20-25% yang dapat mewakili populasi itu sendiri. Keadaan sampel Sekolah Luar Biasa (SLB) Mutmainnah di Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat.
Instrumen Penelitian
Tes Hasil Belajar merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam membuat seni kerajinan dari batok kelapa. Tes hasil belajar digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan atau bakat siswa terhadap materi dan latihan setelah proses pembelajaran. Wawancara merupakan suatu tindakan komunikasi atau perbincangan dengan responden yang tujuannya adalah untuk memperoleh data dan informasi yang akurat mengenai permasalahan yang dirumuskan penulis, melakukan tanya jawab dengan para pendidik khususnya dengan guru seni budaya dan siswa penyandang disabilitas di sekolah. Sekolah Luar Biasa "Mutmainnah" (SLB). Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.
Dokumentasi merupakan suatu bentuk pengumpulan data dengan cara mengumpulkan atau memotret secara langsung pada saat proses pembuatan karya seni dan kerajinan dari bahan tempurung kelapa.
Teknik Pengumpulan Data
Observasi mengamati secara langsung aktivitas dan kemampuan siswa penyandang disabilitas di Sekolah Luar Biasa (SLB) "Mutmainnah" Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat dalam pembuatan karya seni dan kerajinan dari batok kelapa. Suruh anak menempelkan bahan batok kelapa sesuai gambar sketsa. Memberikan penilaian terhadap pekerjaan yang diselesaikan menurut kriteria yang telah ditentukan yaitu proporsi, komposisi, kreativitas dan kerapian.
Wawancara dilakukan dengan cara menanyakan secara lisan kepada guru atau siswa mengenai kesulitan dan kendala yang dihadapi dalam pembuatan karya seni kerajinan dari batok kelapa. Data dibahas secara menyeluruh dan langsung sesuai dengan asumsi yang ada untuk diambil kesimpulannya. Kemampuan siswa penyandang disabilitas dalam membuat karya seni dari bahan batok kelapa, proses pembuatan karya seni dari bahan tempurung kelapa oleh siswa penyandang disabilitas serta faktor pendukung dan penghambat dalam membuat karya seni dari bahan tempurung kelapa di Sekolah Luar Biasa (SLB) “Desa Mutmainnah Bajo , Kabupaten Bima, Kecamatan Soromandi, Nusa Tenggara Barat.
Gambaran Umum Tentang Sekolah Luar Biasa (SLB) “Mutmainah” Desa Bajo Kecematan Soromandi Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat
Dalam pembahasan mengenai kesepakatan pembentukan struktur sekolah, Bapak. Saifuddin S.Pd.I terpilih sebagai ketua dan Bapak. Suherman S.Pd menjadi sekretaris. Mutmainnah” Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat saat ini mempunyai 3 jenjang pendidikan sekaligus yang masing-masing terdiri dari 2 jenjang SDLB, 3 jenjang kelas. Nama-nama pendidik atau guru yang bertugas di SLB “Mutmainnah” di wilayah tersebut Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Daftar Sarana dan Prasarana SLB “Mutmainnah” Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat Tahun 2014/2015. Daftar Peralatan Penunjang di SLB "Mutmainnah" Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat.
Deskripsi Kemampuan Anak Didik Disabilitas Dalam Pembuatan Seni Kerajinan Dari Bahan Tempurung Kelapa Di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kerajinan Dari Bahan Tempurung Kelapa Di Sekolah Luar Biasa (SLB)
Daftar Nilai Siswa SLB “Mutmainnah” Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat dalam membuat kerajinan seni. Daftar Nilai Siswa Difabel di SLB “Mutmainnah” Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat diulas. Berikut hasil frekuensi kumulatif beserta persentase kemahiran siswa penyandang disabilitas di SLB “Mutmainnah” Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat dalam membuat karya seni kerajinan dari bahan tempurung kelapa ditinjau dari aspek kreatifitas dan kebersihan. .
Frekuensi kumulatif dan persentase kemampuan siswa penyandang disabilitas di SLB “Mutmainnah” Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat dalam membuat karya seni dan kerajinan dari batok kelapa dari aspek Kreativitas. Mutmainnah” Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat dalam pembuatan seni kerajinan dari bahan batok kelapa ditinjau dari aspek kebersihan. Hasil skor dari tabel diatas menunjukkan bahwa kemampuan siswa penyandang disabilitas di SLB “Mutmainnah” Desa Bajo Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat dalam membuat seni kerajinan dari bahan batok kelapa ditinjau dari aspek kebersihan berdasarkan tabel yaitu terdapat 5 siswa (16,7%) yang mempunyai nilai mendapat nilai 8 sampai 9 yang berarti kreatif, 18 siswa (60%) yang mendapat nilai 6 sampai 7 yang berarti berkembang dan 7 siswa (23,3%) yang mendapat nilai 0 sampai 5 yang berarti belum berkembang. dalam menggambar dengan oil pastel direvisi dari aspek kerapian.
Mutmainnah” Desa Bajo, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat dalam pembuatan seni dan kerajinan dari batok kelapa. Deskripsi proses pembuatan kerajinan tangan dari bahan batok kelapa oleh siswa penyandang disabilitas di sekolah luar biasa (SLB) Kelapa oleh siswa penyandang disabilitas di sekolah luar biasa (SLB).
Deskripsi proses pembuatan seni kerajinan dari bahan tempurung kelapa oleh anak didik disabilitas di Sekolah Luar Biasa (SLB) kelapa oleh anak didik disabilitas di Sekolah Luar Biasa (SLB)
Hasil skor dari tabel di atas menunjukkan bahwa kemampuan siswa penyandang disabilitas dalam membuat seni kerajinan menggunakan bahan tempurung kelapa dilihat dari dua aspek yaitu aspek kreativitas dan aspek kebersihan. Terdapat 10 siswa (16,7%) yang mendapat nilai 8 sampai 9 yang berarti kreatif, 35 siswa (58,3%) yang mendapat nilai 7 sampai 6 yang berarti berkembang, dan 15 siswa (25%) yang mendapat nilai dari 5 dari 0 yang artinya: belum berkembang. Deskripsi proses pembuatan kerajinan tangan dari bahan batok kelapa oleh siswa penyandang disabilitas di sekolah luar biasa (SLB) Kelapa oleh siswa penyandang disabilitas di sekolah luar biasa (SLB). A). Bahan tambahan adalah bahan yang digunakan dalam pembuatan karya seni kriya, tidak termasuk batok kelapa (bahan baku).
Digunakan untuk memotong atau membentuk batok kelapa menjadi pola yang diinginkan dalam pembuatan kerajinan. Berfungsi untuk merekatkan atau merekatkan bahan baku dan bahan tambahan sehingga mudah dirancang sesuai sketsa seni dan kerajinan. 1. Apa langkah pertama yang akan kamu lakukan setelah semua bahan untuk membuat kerajinan batok kelapa sudah tersedia?
Pilih potongan batok kelapa yang akan digiling terlebih dahulu, lalu oleskan lem untuk menempelkan batok kelapa pada area gambar. 3. Bentuk atau outline apa yang memudahkan siswa dalam membuat kerajinan batok kelapa ini, alasannya.
Deskripsi Faktor Penujang dan Penghambat dalam Membuat Seni Kerajinan dengan Bahan Tempurung Kelapa oleh Anak Didik Disabilitas Kerajinan dengan Bahan Tempurung Kelapa oleh Anak Didik Disabilitas
Yang perlu diperhatikan adalah permukaan cangkangnya, karena permukaan ini memang perlu diampelas secara merata. Peralatan dan bahannya sederhana sehingga peserta penyandang disabilitas mudah memperoleh dan menggunakannya. Dengan kegiatan belajar mengajar yang melibatkan siswa secara langsung dan didukung dengan kondisi yang kondusif maka siswa akan merasa diterima dan terbantu, sehingga dapat memotivasi siswa untuk aktif dan kreatif.
Karena siswa yang saya teliti mempunyai kelainan fisik atau mental, maka peneliti kesulitan dalam berkomunikasi secara verbal dan tidak dapat menjelaskan secara detail karena keterbatasan kemampuannya dalam berkomunikasi. Keterbatasan waktu membuat siswa terburu-buru dalam melakukan kegiatan prakarya sehingga hasilnya kurang memuaskan.
Pembahasan
Pada tahap ini guru harus menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktik penciptaan karya seni, seperti bahan baku, bahan tambahan, dan peralatan pendukung dalam produksi karya seni. Siapkan alat, bahan, dan sketsa di atas meja, lalu ratakan atau hancurkan bahan tersebut agar sesuai dengan area gambar. Pilih batok kelapa yang akan digiling terlebih dahulu, lalu oleskan lem untuk menempelkan batok kelapa pada area gambar. Pilihlah sketsa yang sederhana agar penempatan bahannya mudah. 3. Faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembuatan produk seni dan kerajinan.
Faktor pendukung dalam proses pembuatan ini adalah sebagai berikut: peralatan dan bahan sederhana yang mudah diperoleh dan digunakan oleh anak penyandang disabilitas, dengan kegiatan belajar mengajar yang melibatkan siswa secara langsung dan didukung dengan lingkungan yang kondusif dengan kondisi tersebut maka anak akan merasakan diterima dan dibantu, sehingga dapat memotivasi anak untuk melakukannya.
KESIMPULAN
SARAN
- fungsi seni
Seni Rupa untuk SMP/MTs Kelas VII, VII dan IX. Jakarta: PT Sinergi Pustaka Indonesia. Soedarso Sp.2000 Sejarah Perkembangan Seni Modern Yogyakarta: CV Studio Eighty Enterprise & BP Isi Yogyakarta. Dalam proses kreatif, unsur-unsur atau unsur-unsur karya harus disusun menurut prinsip komposisi yang runtut.
METODE PEMBELAJARAN ;
Mengidentifikasi berbagai jenis, bentuk, teknik produksi, fungsi dan makna karya seni terapan pribumi. Uraian Tes Berikan 1 contoh karya seni rupa terapan dan 5 contoh karya seni rupa murni di daerah anda.