Untuk menjelaskan pengaruh penggunaan media sosial (youtube dan whatsapp) terhadap kreativitas siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP 6 Kota Bengkulu. Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Kreativitas Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX SMP 6 Kota Bengkulu”.
Identifikasi Masalah
Pembatasan Masalah
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Untuk menjelaskan pengaruh penggunaan media sosial (youtube dan whatsapp) terhadap kreativitas siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP 6 Kota Bengkulu. Kami berharap hasil penelitian ini dapat digunakan oleh guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan guru kelas dalam menyelesaikan permasalahan yang muncul selama kegiatan proses pembelajaran.
Sistematika Pembahasan
Kajian Tentang Media Pembelajaran a. Pengertian Media Pembelajaran
Media pembelajaran merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan pesan serta dapat merangsang perasaan perhatian dan kesiapan melaksanakan proses pembelajaran. Media pembelajaran menurut Seels dan Glasgow terbagi menjadi 2 bagian antara lain: media tradisional dan media premium.
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa media kolektif di dunia maya memungkinkan pembeli untuk mewakili diri mereka sendiri dan berinteraksi, berkolaborasi, berkomunikasi dengan pengguna melalui counter dan membangun definisi kolektif yang efektif. YouTube Collective Media adalah praktik media yang mengoperasikan dan mengatur situs web dengan menyediakan pengiriman video, termasuk gambar dan video bertema heavy metal yang dibuat oleh pembeli di aplikasi YouTube.
Kajian Tentang Media Sosial Whatshapp a. Pengertian Media Sosial whatshapp
Tidak hanya obrolan ringan individu saja, kami juga lebih merupakan kumpulan percakapan yang melibatkan banyak pengguna WhatsApp OTC. Kami menjalin hubungan dengan mitra kontrak bebas, sehingga berbagi wawasan dan indikasi menjadi mudah. Pelampung persistensi WhatsApp mengeluarkan klasifikasi dokumen tanpa batas seperti foto, video, pesan artikulasi, file kerja, atau aplikasi lainnya.
Kegigihan di Whatsapp ini meningkatkan makna lebih lanjut dari partisipasi untuk kelanjutan sebelum akhir pembelian eufemistik yang dijual bebas dari pembelanja eufemistik yang dimiliki sebelumnya ini dan partisipasi lebih lanjut dari penempatan pengguna dengan energi pertama sebelum akhir keduanya dan penempatan kontemporer.
Pada tahap ini, ciri-ciri berusaha menghimpun pencerahan atau kumpulan untuk menguraikan pokok-pokok pertentangan yang dimaksud. Pada tahap ini fitur non-standar untuk menyelamatkan ahli patch dari kesulitan yang dihadapinya, jangan terus mengetahuinya secara sadar sebaliknya menyimpannya di alam bawah sadar. Pada tahap ini, penemuan atau navigasi konsep-konsep kontemporer bermula sama bermanfaatnya dengan proses intelektual yang memformalkan dan muncul dari semantik kognitif dari pertunjukan atau gagasan kontemporer.
Pada tahap ini konsepsi-konsepsi yang muncul muncul secara kritis dan berjalan seiring serta mendekati kenyataan.. keadaan rasional dan mental yang tidak terencana ini harus diikuti dengan pemikiran yang membeda-bedakan dan bijaksana.
Ketertarikan Penggunaan Media Sosial Youtube Terhadap Kreativitas Siswa
Penelitian Relevan
Hasil refleksi tersebut terdapat pengaruh yang cukup besar di kalangan media kolektif youtube terhadap perilaku arogan siswa kelas 5 MI Nurul Iman Kebonsari Madiun tahun pelajaran 2019/2020. Reaksi berantai penerapan media kolektif youtube terhadap kedaulatan keilmuan organisasi siswa IX SMP Negeri 2 Pontianak adalah 9. Reaksi berantai penerapan media kolektif youtube terhadap kedaulatan keilmuan organisasi siswa IX SMP Negeri 2 Pontianak.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa responden memberikan tanggapan terbaik terhadap penggunaan media kolektif Twitter.
Kerangka Berpikir
Persamaan penelitian ini dengan penelitian saya yang berjudul Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Kreativitas Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas IX SMP 6 Kota Bengkulu sama-sama menggunakan metode penelitian kuantitatif. Perbedaan Perbedaannya terletak pada teknik analisis datanya dimana penelitian ini menggunakan teknik analisis data regresi linier sederhana sedangkan saya menggunakan teknik analisis data regresi linier berganda. Sebagai variabel bebas atau bebas adalah media pembelajaran (X), sedangkan variabel terikat atau terikat adalah kreativitas siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
Pengajuan Hipotesis
Ho: Tidak terdapat pengaruh secara parsial antara penggunaan media pembelajaran YouTube terhadap kreativitas siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Ha : Terdapat pengaruh secara parsial antara penggunaan media pembelajaran youtube terhadap kreativitas siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas IX SMP 6 Kota Bengkulu. Ho : Tidak terdapat pengaruh secara parsial media pembelajaran WhatsApp terhadap kreativitas siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas IX SMP 6 Kota Bengkulu.
Ha : Terdapat pengaruh secara parsial media pembelajaran whatsapp terhadap kreativitas siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas IX SMP 6 Kota Bengkulu.
Variabel bebas adalah variabel yang mendukung akibat atau variabel yang menunjang akibat terhadap suatu variabel yang didalamnya terdapat variabel utama yang mengatur dirinya sendiri. Variabel terikat merupakan variabel arbitrer yang dapat memodifikasi diri sendiri karena akibat dari sewenang-wenang dalam perspektif ini (Y) adalah kreativitas peneliti.
Hal ini mengingat kesediaan untuk pergi ke sana bukan contoh jika tidak ada warga di sana. Menurut Suharsimi Harikunto, jika bagiannya kurang dari 100, maka lebih tepat dicocokkan masing-masing sehingga evaluasinya adalah survei populasi. 20 x 34 = 4 orang siswa terdukung persuasi di surga karena bagiannya lebih besar dari 100 maka peneliti mengambil sampel yang ada sebanyak 20%.
Teknik Pengumpulan Data
Kuesioner adalah teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan analisis mempelajari perilaku, keyakinan, sikap dan karakteristik beberapa orang penting dalam organisasi yang mungkin terpengaruh oleh sistem yang diusulkan atau sistem yang ada. 63 Subyek angket ini adalah siswa SMP 6 Kota Bengkulu. Klasifikasi kuesioner eufemistik yang dimiliki sebelumnya merupakan prasyarat untuk orkestrasi dan kuesioner organik bagi responden, di mana setiap pertanyaan dilengkapi dengan jawaban tambahan yang mendukung individu yang mereka pilih. Peeling Likert merupakan eufemisme awal untuk mengukur sikap, cara pandang, dan pemahaman individu atau akumulasi keadaan atau fenomena kolektif.64 Dengan skala Likert, variabel berubah dari variabel terukur menjadi variabel indikator.
Didukung oleh penafsiran para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa kajian-kajian tersebut di atas merupakan kumpulan seruan untuk melakukan evaluasi terpadu terhadap cuaca lingkungan berwujud, yang memudahkan kegiatan evaluasi, sehingga diperoleh representasi yang mengkristal dari pertimbangan. fenomena penilaian.
Delimitasi Operatif Yang Dapat Diubah
Keandalan atau sastra menggambarkan malam perjumpaan ketergantungan yang dimaksud ketika akibat dari belenggu tekad dapat diyakini. Tekad yang terombang-ambing pada diri sendiri dapat dipercaya apabila kepastian dalam setiap kepastian mengorbankan arah Alpha Cronbach yaitu: 72.
Teknik Analisis Data
Dengan demikian, pendekatan psikoanalisis terhadap koleksi pelampung dipahami sebagai tindakan melakukan psikoanalisis terhadap koleksi dengan cara mengolah koleksi tersebut untuk menjelaskan fitur atau perangkat koleksi yang dapat diakses tanpa hambatan dan berguna dalam menanggapi kesulitan. yang menyertai kegiatan penilaian, seperti. terkait dengan datanya. Himpunan ketentuan eufemistik psikoanalitik yang berkaitan dengan hal tersebut sebelumnya dalam pertimbangan ini adalah untuk membuktikan ada tidaknya konsekuensi antara variabel kardinal self-governing videlicet media youtube (X_1) dan media whatsapp (X_2) dengan variabel self-governing videlicet university ability ( kamu). Untuk menarik kesimpulan dari kumpulan yang diperoleh, prosedur analisis eufemistik yang sebelumnya dikuasai adalah statistik bawah tanah dengan rumus regresi agregat unidimensi.
Umi Narimawati (2008) mengatakan bahwa regresi agregat merupakan kemitraan psikoanalitik yang bersifat eufemistik dan dimaksudkan untuk menganalisis sekaligus menganalisis reaksi berantai variabel utama atau imbalan pada individu yang dapat diubah sesuai dengan skala pemisahan. Regresi Linier : Model persamaan untuk menghitung regresi linier berganda yaitu: 1 1 2 2+.
Hipotesis Statistik =
Lokasi Lembaga
Profil Sekolah a. Identitas Sekolah
Visi dan Misi Sekolah
Visi Sekolah “ Berkualitas, Bernuansa, IPTEK dan IMTAQ”
Misi Sekolah
Struktur Organisasi Lembaga
Deskripsi Tugas Komponen Organisasi
Guru BP merupakan pengambil keputusan yang paling penting dan bertanggung jawab dalam penyusunan program BP/bk, berkoordinasi dengan wali kelas dalam mengatasi kesulitan universitas yang berkaitan dengan kesulitan pengetahuan, asalkan bimbingannya bermanfaat bagi mahasiswa. unggul dalam pembelajaran. memberikan kecerdasan dan perhatian kepada peneliti dalam memperoleh gambaran pengajaran dan pekerjaan yang sangat penting, mengklasifikasikan sertifikat bimbingan dan konseling, menyusun statistik akibat dari klasifikasi bimbingan dan konseling, melakukan psikoanalisis sebagai hasil evaluasi pembelajaran, menyusun dan membawa. menerbitkan pemberitahuan untuk ujian ulang orientasi dan penasehat, penyusunan tindakan orientasi dan penasehat. Pustakawan bekerjasama dengan kepala sekolah dalam kegiatan: pengadaan buku koleksi elektronik, pengelolaan jasa koleksi, pemilihan dan perbaikan buku koleksi elektronik. Pendukung wilayah mendukung hal-hal terpenting dalam kegiatan-kegiatan yang disebutkan di bawah ini: menjamin pengadaan peralatan dan bahan daerah, menyusun rencana dan kemajuan pelaksanaan laboratorium, menyusun inventarisasi dan pengawasan peralatan wilayah yang disetujui, menyusun uraian tentang tindakan kegiatan daerah.
Imajinasi TU bertugas melakukan pengawasan terhadap sekolah di tempat lain dan pengambilan keputusan menjadi hal utama dalam kegiatan-kegiatan yang disebutkan di bawah ini: menyiapkan program kerja keras, mengelola departemen pengelolaan uang sekolah, mengelola administrasi departemen dan universitas, pendidikan dan karir pembinaan staf TU, penyusunan administrasi perlengkapan sekolah, penyusunan dan penelaahan kumpulan statistik sekolah, koordinasi dan pelaksanaan 6k, penyusunan uraian sertifikat kemudahan mutasi administrasi.
Uji Validitas
Uji angket pada penelitian ini digunakan untuk memperoleh data mengenai pengaruh penggunaan media sosial (youtube dan whatsapp) terhadap kreativitas siswa kelas 9 SMPN 6 Kota Bengkulu. Dari tabel diatas terlihat bahwa seluruh item pertanyaan media sosial youtube diberi r-score > r tabel, sehingga seluruh item pertanyaan media sosial youtube dikatakan valid. Dari tabel diatas terlihat bahwa seluruh item pertanyaan media sosial WhatsApp telah mendapatkan r-score > r tabel sehingga seluruh item pertanyaan media sosial WhatsApp dikatakan valid.
Dari tabel diatas terlihat bahwa seluruh item soal kreativitas siswa mencapai rhitung > r tabel, sehingga seluruh soal kreativitas siswa dikatakan valid.
Uji Reliabelitas
Dari tabel tersebut diperoleh nilai uji Cronbach Alpha sebesar 0,862 > 0,7 sehingga seluruh item pertanyaan pada media sosial YouTube dikatakan reliabel. Dari tabel tersebut diperoleh nilai uji Cronbach Alpha sebesar 0,907 > 0,7 sehingga seluruh item pertanyaan pada media sosial WhatsApp dikatakan reliabel. Dari tabel tersebut diperoleh nilai tes Cronbach Alpha sebesar 0,779 > 0,7 sehingga seluruh butir soal kreativitas siswa dikatakan reliabel.
Uji Linearitas
Karena p-value (Sig) > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan linier yang signifikan antara media sosial YouTube dengan kreativitas siswa.
Uji Homogenitas
Karena nilai p (Sig) > 0,05 maka data media sosial WhatsApp dengan kreativitas siswa dikatakan sama atau homogen. Karena p-value > 0,05 maka data media sosial WhatsApp dengan kreativitas siswa dikatakan sama atau homogen.
Uji Regresi Linear
Dari tabel diatas diketahui nilai f hitung sebesar 32,108 dengan tingkat signifikansi 0,00 < 0,05, hal ini membuktikan adanya pengaruh media sosial WhatsApp terhadap kreativitas siswa. Pengaruh Penggunaan Media Sosial YouTube Terhadap Kreativitas Mahasiswa Dari tabel di langit diketahui pengeluaran F hitung sebesar 34,758 dengan signifikansi ekuivalen 0,00 < 0,05 hal ini membuktikan adanya pengaruh media kolektif terhadap kreativitas perguruan tinggi. Pengaruh Penggunaan Media Sosial Whatsapp Terhadap Kreativitas Mahasiswa Dari tabel di langit diketahui f beban yang dapat dihitung sebesar 32,108 dengan signifikansi proporsional 0,00 < 0,05 hal ini membuktikan adanya pengaruh media kolektif terhadap kreativitas perguruan tinggi.
Artinya variabel media sosial YouTube (X1) dan media sosial WhatsApp (X2) mempunyai kontribusi mempengaruhi kreativitas siswa (Y) sebesar 65,4%, sedangkan 34,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Saran-Saran
Bagi guru yang mengajar di SMP 6 Kota Bengkulu hendaknya dijadikan bahan masukan agar dalam proses pembelajaran guru juga dapat memperhatikan faktor lain yang mempengaruhi belajar siswa.