• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proposal Bisnis Go-Snack: Solusi Mudah untuk Cari Snack Tanpa Ribet

N/A
N/A
Deva Dwi Cahyo

Academic year: 2025

Membagikan "Proposal Bisnis Go-Snack: Solusi Mudah untuk Cari Snack Tanpa Ribet"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL BISNIS KEI FUND CHALLENGE

Go-Snack : Solusi Cari Snack Tanpa Ribet

Tim Pengusul :

Nama Tim : Acalapati

Ketua : Deva Dwi Cahyo ( B0421016 ) Anggota : Siti Fatimah Isnaini ( B0121070 ) Adelia Dwi Putri ( K7621002 )

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

2022

(2)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI………. i BAB 1 PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ……….. 5 B. Visi-Misi Perusahaan……….. 6 C. Deskripsi Produk ……… 7 BAB 2 GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

A. Strategi Marketing……….. 8

B. Strategi Segmenting, Targeting, dan Positioning………. 9 C. Analisis Keuangan Bisnis……… 9 BAB 3 METODE PELAKSANAAN

A. Persiapan Kegiatan……….. 11 B. Pelaksanaan Kegiatan……….. 11 C. Keberlanjutan Usaha………... 11 BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

A. Anggaran Biaya……….…. 13 DAFTAR PUSTAKA………. 17 LAMPIRAN

(3)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Perkembangan teknologi yang semakin pesat dan terus maju membuat berbagai pihak terus bisa memanfaatkannya dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan nyata maupun dunia maya. Dunia maya atau yang sering kita sebut dengan kata “online” merupakan sebuah platform yang menggunakan jaringan internet dan dapat diakses siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Salah satu media yang digunakan secara online adalah media sosial.

Media sosial merupakan ruang virtual yang memfasilitasi para penggunanya untuk dapat berinteraksi dan berkomunikasi meskipun tidak bertemu secara tatap muka atau virtual society. Bentuk-bentuk dari media sosial seperti Microblogging, TikTok, Facebook, Instagram, dan WhatsApp tidak hanya sekedar untuk melihat dan mengunggah konten saja (teks, foto atau video). Akan tetapi, media sosial tersebut adalah arena tempat pemaknaan sebuah realitas virtual yang seiring berjalannya waktu menjadi semacam budaya internet. Teman- teman yang terkoneksi di media sosial merupakan anggota komunitas sekaligus anggota masyarakat atau negara yang lebih luas. Interaksi yang terjadi di antara anggota itu mengambil lokasi di perangkat media sosial layaknya tempat- tempat di dunia nyata.

Di balik kehidupan media sosial, masyarakat juga memiliki beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi di kehidupan nyata. Kebutuhan adalah segala sesuatu yang diperlukan manusia untuk kesejahteraan hidupnya. Manusia memiliki dua jenis kebutuhan, yaitu kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Kebutuhan primer atau kebutuhan pokok yang harus dipenuhi oleh manusia yaitu sandang, pangan, dan papan.

Sedangkan kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang tidak harus dipenuhi oleh manusia atau dapat dikatakan kebutuhan yang berusaha

(4)

menciptakan atau menambah kebahagiaan manusia. Dua aspek yang berkaitan antara media sosial dan kebutuhan.

Sekarang media sosial menjadi salah satu kebutuhan manusia.

Memang tidak harus menguasai atau ahli dalam bidangnya, tetapi teknologi yang semakin canggih juga menuntut manusia agar dapat memahami dan menggunakan media sosial. Hal ini dikarenakan penggunaan media sosial tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, salah satunya adalah sebagai perantara atau jembatan antara produsen, distributor, dan konsumen.

Go-Snack merupakan salah satu produk yang dalam produksi dan distribusinya menggunakan media sosial sebagai perantara untuk disampaikan kepada konsumen. Suatu kelompok dalam masyarakat ketika membuat sebuah acara atau forum pasti membutuhkan jamuan makan.

Akan tetapi, kebingungan dalam pencarian jamuan makanan yang akan disajikan menjadi satu masalah hingga saat ini. Zaman yang serba online menjadikan beberapa pihak malas untuk survei ke berbagai tempat makanan dan pengemasan jamuan makanan yang terkesan tidak praktis serta memakan banyak tenaga dan waktu. Beberapa pihak memilih untuk mencari jalan pintas dan mencari sesuatu yang dapat menghemat tenaga serta waktu. Maka dari itu, kami memiliki sebuah inovasi dan solusi untuk memecahkan masalah tersebut, yaitu dengan menciptakan suatu produk bernama Go-Snack.

B. Visi-Misi Perusahaan Visi

Menjadikan Go-Snack sebagai website pemesanan snack secara online dengan mudah, cepat, terpercaya dan banyak pilihan.

Misi

1. Menyediakan website pemesanan snack secara online yang dapat diakses dan mudah dipahami oleh orang awam.

2. Memberikan pelayanan terbaik dan customer service yang fast respon.

(5)

3. Menjaga dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap website Go-Snack.

4. Menyediakan berbagai variasi atau banyak pilihan snack.

5. Memberikan kesempatan pelanggan untuk menyampaikan aspirasinya melalui survei kepuasan pelanggan

C. Deskripsi Produk

Go-Snack merupakan solusi cari snack tanpa ribet. Sebuah produk snack yang digunakan untuk jamuan makan di sebuah acara atau event di berbagai kalangan baik dalam kelompok atau organisasi, mahasiswa maupun masyarakat luas dengan sasaran utama di lingkup Solo Raya. Go- Snack adalah satu inovasi yang kami ciptakan untuk mempermudah pencarian snack dengan menggunakan media digital. Media yang digunakan pada Go-Snack ialah linktree. Menurut kami, pemanfaatan web linktree ini dapat mempermudah komunikasi dan menjadi perantara dengan konsumen. Selain penggunaannya yang mudah dan dapat dipahami masyarakat luas, linktree juga merupakan sebuah layanan yang dapat menautkan penggunanya ke website, pengguna lain, blog maupun media sosial seperti kontak perusahaan (WhatsApp dan Line). Di dalam linktree berisi deskripsi secara singkat mengenai apa itu Go-Snack, tata cara pemesanan, link pemesanan, link formulir survei kepuasaan pelanggan, dan contact customer service yang kami miliki. Website Go-Snack dibuat dan dirawat oleh orang yang ahli dalam bidangnya jadi ketika terjadi suatu masalah atau error dalam proses pemesanan akan cepat terselesaikan.

Pelanggan tidak perlu khawatir dengan isi Go-snack karena kami menyediakan berbagai varian snack yang dapat dipilih oleh pelanggan secara bebas atau sistem customer choice. Selain dalam pemesanannya yang tergolong mudah, cepat, dan terpercaya, kami juga memastikan para pelanggan untuk dapat menentukan sendiri varian snack yang akan mereka pilih. Pilihan snack yang kami sediakan berdasarkan beberapa aspek, yaitu salah satunya berdasarkan umur. Snack yang kami sediakan dipastikan sesuai dengan selera dari masyarakat berumur muda sampai dengan lansia

(6)

karena Go-Snack bersifat untuk semua kalangan. Mengenai rasa, kami juga memastikan dalam pembuatan snack menggunakan bahan baku yang berkualitas dan tetap memperhatikan kebersihannya karena kami bekerja sama dengan supplier bahan baku yang dapat dipercaya.

Pelanggan juga tidak perlu khawatir mengenai pengemasan Go- Snack karena dapat dipastikan pengemasan yang kami pilih sesuai dengan ala kadarnya. Pengemasan Go-Snack tentu saja memperhatikan kebersihan dan kualitasnya baik pengemasan isi snack (plastik, cup, daun pisang, dsb.) maupun pengemasan secara keseluruhan, yaitu dengan menggunakan box. Go-Snack bekerja sama dengan supplier snack box dan custome box yang akan menarik perhatian pelanggan. Membuat dan memilih desain snack box yang sesimpel dan semenarik mungkin agar dapat dikatakan

"cocok" ketika disajikan saat acara atau event. Go-Snack memiliki tiga pilihan ukuran box, yaitu small, medium, dan large yang akan disesuaikan dengan kapasitas snack. Saat pengiriman, snack dipastikan aman karena dikirim menggunakan kendaraan sesuai jumlah pesanan pelanggan. Ongkir atau ongkos pengiriman Go-Snack sudah termasuk ke dalam harga produk yang dipesan karena jangkauan pengiriman kami yang hanya melingkupi area Solo Raya. Selain itu, Go-Snack tetap memanjakan pelanggannya dengan memberikan promo dan diskon sesuai S&K yang berlaku. Dua jenis pembayaran Go-Snack yang dapat dipilih pelanggan, yaitu melalui Transfer bank, e-wallet, dan Cash On Delivery (COD).

Tim manajemen Go-Snack membutuhkan sumber daya manusia (SDM) mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) dan seorang business influencer untuk turut mempromosikan produk kami. Dengan begitu, kami membuka dan merekrut para mahasiswa yang sedang mencari pengalaman dalam berbisnis, menambah relasi, dan menambah pengetahuan mereka akan bidang pemasaran. Alasan kami memilih mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang menjadi sasaran utama untuk turut mempromosikan produk kami karena selain letak Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) yang strategis dan berada di pusat Solo Raya juga

(7)

karena berpotensi dalam menyebarkan brosur dan penempelan brosur Go- Snack pada setiap sudut mading kampus.

(8)

BAB II

GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

A. Strategi Marketing 1. Content Marketing

Content marketing dengan merencanakan, mendistribusikan, dan membuat konten yang menarik melalui sharing content dan kreatifitas suatu isi konten dengan isi yang relevan, penuh arti, bernilai, dan mampu menjadi inspirasi bagi calon customer suatu perusahaan. Promosi dapat dilakukan dengan mengunggah tayangan di beranda akun dan melakukan live session.

2. Partnership Marketing

Go-Snack akan menjalin kerja sama dengan pihak-pihak yang diharapkan dapat mendorong perkembangan dan kemajuan bisnis.

Partnership marketing menggunakan bentuk program loyalti seperti membership loyalty, program loyalty event terbatas, dan program cashback. Selain itu, Go-Snack juga bekerja sama dengan food influencer dan Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan mempromosikan produk menggunakan brosur dan mading kampus.

3. Search Engine Marketing (SEM)

SEM atau Search Engine Marketing digunakan untuk meningkatkan traffic situs website melalui iklan online berbayar. Go- Snack akan menggunakan Pay Per Click Ads (PPC) menggunakan Facebook ads dan Instagram Ads. PPC Ads efektif karena dapat dengan mudah mengatur target konsumen seperti lokasi, usia, jenis kelamin, selera, dan lain-lain sehingga iklan dapat dijangkau oleh target yang tepat. Selain itu, PPC Ads bisa membuat daftar kata kunci yang relevan dengan bisnis sehingga iklan yang ditampilkan sesuai dengan yang diinginkan pengguna. Sementara itu, Go-Snack menggunakan model bisnis iklan mandiri dengan cara menawarkan lowongan iklan pada website dengan harga yang sudah ditentukan.

4. Social Media Marketing (SMM)

(9)

Strategi marketing produk “Go-Snack” akan menggunakan social media sebagai media promosi dengan cara membuat official account “Go-Snack” pada platform Instagram, Twitter, dan TikTok.

Kegiatan promosi berupa public relation dengan menggunakan product knowledge, story telling, entertainment, testimonial, dan user generated content (UGC). Marketing public relation ini berperan sangat besar terhadap naiknya tingkat penjualan dan membangun kesadaran brand (brand awareness).

B. Strategi Segmenting, Targeting, Positioning

Segmentasi pasar yang kami pilih dalam bisnis Go-Snack adalah masyarakat yang berada di kawasan Solo Raya. Proses targeting yang kami tuju adalah semua kalangan dalam kelompok, organisasi, dan forum yang sedang mengadakan sebuah event atau acara seperti pengajian, rapat, seminar, arisan, dan sebagainya. Hal dikarenakan Go-Snack terinspirasi dari tidak praktisnya menyiapkan segala macam snack untuk tamu pada suatu acara atau event.

Go-Snack diposisikan sebagai website pemesanan snack secara online dengan mudah, cepat, terpercaya, dan banyak pilihan. Go-Snack memposisikan diri untuk mereka yang ingin praktis dan cepat dalam menyiapkan hidangan menu untuk tamu pada suatu acara. Produk Go- Snack menawarkan nilai yang lebih dan nilai yang terbaik untuk harga.

Harga tersebut sebanding dengan penawaran kualitas yang diberikan produk Go-Snack.

C. Analisis Keuangan Bisnis

1. Analisis Break Event Point (BEP)

Analisis BEP atau Break Event Point bertujuan untuk menemukan titik dalam kurva biaya pendapatan yang menunjukan biaya sama dengan pendapatan selanjutnya. Analisis ini akan menunjukan banyaknya produk yang perlu dijual dan pendapatan yang

(10)

harus didapatkan agar suatu perusahaan mendapat keuntungan dari penjualan produk mereka.

a) Biaya Tetap

1) Biaya Penyusutan (Depresiasi)

Table 1: Biaya Penyusutan

Jenis Barang Jumlah Nilai Awal (Rp)

Umur Ekonomis

Depresiasi Per Tahun

(Rp) Kompor gas dan

tabung LPG 3 Kg

1 400.000 5 Tahun 80.000

Wajan, panci, dandang, dsb

1 400.000 3 Tahun 133.000

Timbangan 1 100.000 10 Tahun 10.000

Spatula, peniris, enthong, dsb

1 100.000 5 Tahun 20.000

Baskom besar 3 30.000 3 Tahun 10.000

Website development

1 2.500.000 10 Tahun 250.000

Total 503.000

2) Biaya Non Penyusutan

Table 2: Biaya Non Penyusutan

Uraian Biaya Per Bulan (Rp)

Biaya promosi dan pemasaran 150.000

Biaya listrik 100.000

(11)

Biaya kuota internet 100.000

Gaji karyawan 3.000.000

Total 3.350.000

Biaya Tetap = Biaya Penyusutan / 12 + Biaya Non Penyusutan

= Rp503.000 / 12 + Rp3.350.000

= Rp42.000 + Rp3.350.000

= Rp3.392.000

b) Biaya Variabel

Table 3: Biaya Variabel

Uraian Jumlah Harga Satuan

(Rp)

Jumlah (Rp)

Bahan baku 1.000 5.000 5.000.000

Box snack custom 1.000 850 850.000

Bungkus makanan (plastik, cup, daun pisang, dsb)

1.000 500 500.000

Isi tabung LPG 3 Kg 30 20.000 600.000

Biaya Transportasi 100 10.000 1.000.000

Total 7.950.000

Biaya Produksi / Total Cost (TC) = Biaya Tetap + Biaya Variabel = Rp3.392.000 + Rp7.950.000 = Rp11.342.000

(12)

Penentuan Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Harga Jual

Table 4: Penentuan HPP

Jenis Produk Biaya Produksi (Rp)

Jumlah Produk (box) Per Bulan

HPP

Snack 11.342.000 1.000 11.342

Ditentukan harga penjualan dengan mengambil keuntungan Rp3.658 / box maka harga jualnya adalah Rp15.000 / box. Kami memberikan target penjualan produk per bulan sebanyak 1.000 box, yaitu 10 acara atau event dengan setiap pemesanan sebanyak 100 box. Dalam jangka waktu 1 (satu) bulan, harga jual total yang didapatkan oleh Go-Snack sebagai berikut:

Harga Jual Total = Harga Jual x Total Barang Terjual = Rp15.000 x 1.000

= Rp15.000.000

Setelah dilakukan perhitungan dapat dilihat bahwa harga jual total yang akan didapatkan oleh Go-Snack dengan jangka waktu 1 (satu) bulan adalah sebesar Rp15.000.000.

Perhitungan Break Event Point (BEP) per unitnya adalah = a pb sedangkan Break Event Point (BEP) per rupiahnya adalah =

a (pb)

p

a = Biaya tetap

b = Biaya variabel per unit p = harga jual per unit BEP (Unit) = 3.392.000

15.000−7.956 = 3.392.000

7.044 = 481,5 ≈ 482 produk

(13)

BEP (Rupiah) =

3.392.000 7.044 15.000

= 3.392.000

0,4696 = Rp7.223.169

Berdasarkan hasil perhitungan Break Event Point (BEP) Go-Snack diatas menunjukan bahwa Go-Snack akan mendapat keuntungan jika berhasil menjual produk lebih dari 482 produk dengan target penjualan per bulan minimal 1.000 produk dan target penjualan per acara atau event minimal 100 produk. Dari hasil perhitungan tersebut dapat disimpulan bahwa Go-Snack memerlukan waktu ± 1 (satu) bulan untuk mendapatkan keuntungan.

2. Analisis Laba

Laba = (Harga Jual x Unit Produksi) - Total Variable Cost - Total Fixed Cost

= (15.000 x 1.000) - Rp7.950.000 - Rp3.392.000 = 3.658.000

Berdasarkan hasil perhitungan laba diatas menunjukan bahwa laba yang akan didapatkan oleh Go-Snack dengan jangka waktu 1 (satu) bulan adalah sebesar Rp3.658.000

3. Analisis Return On Investment (ROI)

Analisis ROI atau Return On Investment adalah salah satu teknik analisa laporan keuangan secara menyeluruh guna mengukur tingkat efektivitas seluruh operasional perusahaan.

Semakin tinggi rasio ROI menunjukan bahwa keadaan perusahaan yang semakin baik.

Rumus perhitungan ROI adalah = Total PenjualanNilai Investasi Nilai Investasi

x 100%

Go-Snack memiliki nilai investasi sebesar Rp9.500.000 dan dapat menghasilkan penjualan sebesar Rp15.000.000 dalam jangka waktu 1 (satu) bulan. Hal ini menunjukan bahwa Go-Snack akan

(14)

memperoleh laba sebesar Rp5.500.000. Maka presentase perhitungan ROI sebagai berikut:

ROI = Rp15.000 .000−Rp9.500 .000

Rp9.500 .000 x 100%

= Rp5.500 .000

Rp9.500 .000 x 100%

= 0.58 x 100%

= 58%

Berdasarkan hasil perhitungan Return On Invesment (ROI) diatas didapatkan tingkat ROI bernilai positif, yaitu sebesar 58%.

Hal ini menandakan bahwa biaya investasi yang didapatkan oleh Go-Snack dapat dikembalikan.

(15)

BAB III

METODE PELAKSANAAN

A. Persiapan Kegiatan

Dalam mensukseskan bisnis Go-Snack, kami mempersiapkan berbagai persiapan sebagai berikut:

1. Tim Manajemen

Jajaran manajemen yang ada di Go-Snack terdiri dari CEO, Manager Accounting, Manager Creative dan Marketing, Manager Producing, HRD, Staff Produksi, dan Staff Gudang.

2. Input Pra Produksi

a) Sebelum menyentuh pelaksanaan bisnis, kami mensurvei permasalahan dan memberikan solusi masalah yang tepat. Hal ini bertujuan untuk menciptakan inovasi, kondisi pasar, dan minat konsumen.

b) Setelah survey selesai dan dinyatakan pantas untuk direalisasikan, langkah selanjutnya adalah studi kelayakan usaha. Hal ini dilakukan agar bisnis yang kami bangun dapat dinyatakan layak dan siap untuk didebutkan.

c) Apabila bisnis sudah dinyatakan layak, setelah itu dilanjutkan dengan survei penyedia bahan baku dan perlengkapan bisnis.

B. Pelaksanaan Kegiatan

1. Peralatan dan Perlengkapan a) Peralatan

1) Kompor dan gas

2) Wajan, panci, dandang, dsb

3) Spatula, sendok sayur, centong, wisc, dsb 4) Baskom, nampan, talenan, dsb

5) Pisau, parutan, blender, timbangan, dsb b) Perlengkapan

1) Box/kardus snack

(16)

2) Bungkus makanan (plastik, cup, daun pisang, dsb) 3) Plastik kresek

2. Bahan Baku a) Minyak

b) Bahan-bahan kue (tidak tentu)

3. Proses Produksi

Proses produksi Go-Snack tidak dapat dijelaskan secara rinci karena kami menggunakan sistem consumer choice, yaitu produk yang kami buat dalam setiap pemesanan akan berbeda-beda sesuai permintaan konsumen dengan pilihan yang sudah kami sediakan.

Skema pemesanan Go-Snack sebagai berikut:

a) Konsumen membuka website Go-Snack.

b) Konsumen memilih menu "order your snacks".

c) Akan ditampilkan pilihan ukuran box, mulai dari small, medium, dan large.

d) Setiap ukuran box memiliki kapasitas snack yang berbeda.

e) Setelah itu memilih snack/makanan yang sudah disediakan di menu pilihan snack.

f) Setelah itu konsumen dialihkan pada menu nama acara/event dan alamat tujuan.

g) Akan ditampilkan tinjauan order agar konsumen dapat meninjau pesanan secara keseluruhan.

h) Konsumen meng-klik "send your order" untuk menyelesaikan pemesanan.

Setelah skema pemesanan Go-Snack diselesaikan maka kami akan segera memproses pesanan tersebut. Skema proses produksi Go- Snack sebagai berikut:

a) Pesanan yang sudah diselesaikan konsumen akan masuk ke smartphone perusahaan dengan munculnya notifikasi pesanan.

b) Tinjauan orderan akan kami print dan mulai dikerjakan.

(17)

c) Proses produksi dimulai dengan meninjau pesanan konsumen dan membuat/memasak snack yang masuk dalam list orderan tersebut.

d) Setelah proses memasak selesai dilakukan proses pengepakan.

e) Pesanan siap diantar ke alamat tujuan.

C. Keberlanjutan Usaha

Go-Snack merupakan rintisan bisnis baru di bidang F&B yang dipadukan dengan sentuhan teknologi dan informasi khususnya digital business. Kami akan selalu mempertahankan dan meningkatkan kualitas, mulai dari pelayanan yang ramah, akses yang mudah dipahami seluruh kalangan umur masyarakat, serta pengiriman yang cepat dan tepat. Kami juga menggunakan berbagai sistem pembayaran dan diunggulkan dalam sistem cashless, mulai dari transfer bank, e-money, maupun Cash On Delivery (COD). Kenyamanan pelanggan adalah prioritas utama kami.

Aspirasi, kritik, dan saran menjadikan Go-Snack semakin menuju pada kualitas terbaiknya.

(18)

BAB IV

BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

A. Anggaran Biaya

Table 5: Anggaran Biaya

Jenis Pengeluaran Jumlah Harga Satuan (Rp)

Jumlah (Rp)

A. Bahan habis pakai

Bahan baku 1.000 5.000 5.000.000

Box snack custom 1.000 850 850.000

Bungkus makanan (plastik, cup, daun pisang, dsb)

1.000 500 500.000

Isi tabung LPG 3 Kg 30 20.000 600.000

B. Peralatan

Kompor gas dan tabung LPG 3 Kg 1 400.000 400.000

Wajan, panci, dandang, dsb 1 400.000 400.000

Timbangan 1 100.000 100.000

Spatula, peniris, enthong, dsb 1 100.000 100.000

Baskom besar 3 10.000 30.000

C. Lain-lain

Biaya promosi dan pemasaran 10 15.000 150.000

Biaya transportasi 100 10.000 1.000.000

Biaya listrik 1 100.000 100.000

Biaya kuota internet 1 100.000 100.000

(19)

Gaji karyawan 3 1.000.000 3.000.000

Website development 1 2.500.000 2.500.000

Total 14.830.000

(20)

DAFTAR PUSTAKA

Nasrullah, Rulli. 2015. Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya dan Sosioteknologi. Bandung : Simbiosa Rekatama Media

Referensi

Dokumen terkait