• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROPOSAL TPBP (1)teknologi bahan pangan

N/A
N/A
22@015_TSAQIF MUTHOHAR

Academic year: 2025

Membagikan "PROPOSAL TPBP (1)teknologi bahan pangan"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL TPBP

Inovasi Produk Fruit Strips dengan Varian Rasa Stoberi, Mangga, dan Alpukat sebagai Cemilan Sehat dan Praktis

Kelompok 2A:

Andini Nur Aisyah NPM. 2210631230001 Naomi Jeris Simanjuntak NPM. 2210631230012

Izran Febrian NPM. 2210631230007

Kaori Amelia Putri NPM. 2210631230008 Tsaqif Muthohar NPM. 2210631230015

Dosen Pengampu:

Alfieta Rohmaful Aeni, S.Pd., M.Sc.

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG KARAWANG

2024

(2)

KATA PENGANTAR

Penulis berterima kasih kepada Allah Yang Maha Kuasa atas rahmat-Nya, dan diberi izin untuk menyelesaikan proposal berjudul "Inovasi Produk Fruit Strips dengan Varian Rasa Stoberi, Mangga, dan Alpukat sebagai Cemilan Sehat dan Praktis" dengan tepat pada waktunya.

Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan bantuan dalam menyelesaikan proposal ini.

Kami menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami dengan senang hati menerima kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan di masa yang akan datang.

Semoga proposal ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.

Karawang, 09 Desember 2024

Kelompok 2A

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...ii

DAFTAR ISI...1

DAFTAR GAMBAR... 2

DAFTAR TABEL...3

BAB I PENDAHULUAN... 4

1.1. Latar Belakang...4

1.2. Rumusan Masalah...5

1.3. Tujuan... 5

1.4. Keterbaruan...5

BAB II SPESIFIKASI PROSES... 7

2.1. Pemilihan Bahan Baku...7

2.2. Proses Pengolahan Bahan Baku...8

2.3. Alat Proses...11

BAB III RANCANGAN PRODUK...19

3.1. Rancangan Spesifikasi Ukuran Produk...19

3.2. Desain Visualisasi Produk...20

BAB IV EVALUASI EKONOMI...22

4.1. Biaya Produksi... 22

4.2. Harga Jual... 23

4.3. Break Event Point... 23

DAFTAR PUSTAKA...25

(4)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 BFD proses Pembuatan Fruit Strips...11

Gambar 2 Kemasan Produk Varian Stroberi...22

Gambar 3 Kemasan Produk Varian Mangga...23

Gambar 4 Kemasan Produk Varian Alpukat...23

(5)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Perhitungan Biaya Tetap...24 Tabel 2 Perhitungan Biaya Variabel...24

(6)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Perkembangan industri pangan saat ini semakin diarahkan pada inovasi produk yang tidak hanya enak, tetapi juga menyehatkan. Salah satu tren yang semakin populer adalah produk camilan berbasis buah. Buah- buahan alami menawarkan beragam manfaat kesehatan, mulai dari vitamin, serat, hingga antioksidan yang sangat baik untuk tubuh. Meskipun buah segar memiliki banyak manfaat, tantangan dalam pengolahan, penyimpanan, dan kemudahan konsumsi sering menjadi kendala, terutama bagi konsumen yang sibuk.

Untuk menjawab tantangan tersebut, inovasi produk pangan berupa fruit strips dari berbagai jenis buah seperti stroberi, alpukat, dan mangga menawarkan solusi yang menarik dan praktis. Fruit strips ini tidak hanya mempertahankan nilai gizi buah-buahan, tetapi juga meningkatkan daya tariknya sebagai camilan yang mudah dibawa dan dikonsumsi kapan saja.

Stroberi, misalnya, dikenal kaya akan vitamin C dan antioksidan yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Dengan mengolahnya menjadi fruit strips, konsumen dapat menikmati manfaat kesehatan ini dalam bentuk yang lebih praktis. Alpukat, di sisi lain, memiliki kandungan lemak sehat, vitamin E, dan serat yang berkontribusi pada kesehatan jantung dan pencernaan. Mengubah alpukat menjadi camilan ini juga memberikan alternatif yang lezat bagi mereka yang menginginkan makanan sehat.

Sementara itu, mangga yang kaya akan vitamin A dan serat baik untuk penglihatan dan sistem pencernaan, menjadikannya pilihan camilan yang menyegarkan dan bergizi.

Mengolah buah-buahan ini menjadi fruit strips memberikan nilai tambah dalam hal kepraktisan dan daya simpan, serta menawarkan konsumen alternatif camilan yang lebih sehat dibandingkan camilan olahan lainnya. Dengan demikian, inovasi ini tidak hanya memenuhi kebutuhan

(7)

konsumen akan camilan yang praktis, tetapi juga membantu mereka untuk tetap menjaga pola makan yang sehat, bahkan dalam gaya hidup yang sibuk.

Inisiatif ini menunjukkan bahwa industri pangan dapat beradaptasi dengan kebutuhan konsumen modern tanpa mengorbankan nilai gizi dan kesehatan.

1.2. Rumusan Masalah

1. Bagaimana cara mengembangkan produk fruit strips yang mempertahankan nutrisi asli dari buah stroberi, alpukat, atau mangga?

2. Bagaimana proses pengolahan dan pengeringan buah yang tepat untuk menghasilkan tekstur fruit strips yang menarik?

3. Apakah produk fruit strips dapat diterima oleh konsumen dari segi rasa, tekstur, dan kemasan?

4. Bagaimana daya simpan dan stabilitas kualitas produk fruit strips selama penyimpanan?

1.3. Tujuan

1. Mengembangkan inovasi produk pangan berupa fruit strips yang terbuat dari satu jenis buah, seperti stroberi, alpukat, atau mangga, dengan mempertahankan kandungan nutrisi utamanya.

2. Mengidentifikasi metode pengolahan yang optimal untuk menghasilkan fruit strips dengan rasa dan tekstur yang sesuai dengan preferensi konsumen.

3. Mengukur penerimaan konsumen terhadap produk fruit strips dari satu buah tertentu melalui uji coba pasar.

4. Menentukan daya simpan produk dan memastikan kualitas tetap terjaga selama proses distribusi dan penyimpanan.

1.4. Keterbaruan

Keterbaruan produk fruit strips terletak pada transformasi inovatif yang mengubah cara konsumen menikmati buah segar, menjadikannya camilan praktis dan bergizi. Di era di mana kepraktisan menjadi sangat penting, fruit strips hadir sebagai solusi menarik bagi mereka yang memiliki gaya

(8)

hidup sibuk. Dengan mengolah buah seperti stroberi, alpukat, dan mangga menjadi fruit strips, produk ini tidak hanya memberikan alternatif camilan yang enak, tetapi juga mempertahankan nilai gizi yang tinggi. Semua manfaat kesehatan dari buah-buahan ini tetap terjaga, sehingga konsumen dapat menikmati nutrisi penting dalam bentuk yang lebih mudah diakses.

Proses pembuatan fruit strips menggabungkan teknik pemrosesan yang cermat untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi. Dengan memperhatikan setiap langkah dalam pengolahan, mulai dari pemilihan buah segar hingga pengeringan dan pencampuran bahan, produsen dapat memastikan bahwa rasa dan tekstur alami buah tetap terjaga. Kelembutan dan kelezatan fruit strips memberikan pengalaman baru bagi konsumen yang ingin menikmati camilan sehat tanpa mengorbankan rasa.

Keberhasilan dalam menciptakan produk ini menunjukkan bahwa inovasi dapat meningkatkan daya tarik camilan sehat.

Keterbaruan produk ini juga mencerminkan tren konsumen yang semakin peduli terhadap kesehatan dan keberlanjutan. Dengan memilih menggunakan buah segar sebagai bahan baku, produsen tidak hanya mendukung pertanian lokal, tetapi juga memastikan bahwa produk yang dihasilkan bebas dari bahan tambahan yang tidak diinginkan. Selain itu, kemasan yang menarik menambah nulai jual produk ini dimata konsumen.

Dengan semua aspek ini, fruit strips bukan hanya sekadar camilan, melainkan sebuah inisiatif yang mendukung pola makan sehat dan gaya hidup berkelanjutan, menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.

(9)

BAB II

SPESIFIKASI PROSES

2.1. Pemilihan Bahan Baku 1. Bahan Baku Utama:

a. Buah Mangga (Mangifera indica):

Memilih varietas atau jenis mangga yang memiliki rasa manis dan keasaman seimbang, misalnya mangga harum manis atau mangga gedong. Mangga harus matang sempurna, tidak terlalu lembek, dan bebas dari cacat fisik. Buah mangga bisa didapatkan dari petani lokal atau pemasok buah dari daerah yang terkenal dengan produksi mangga, seperti di kota Cirebon, Indramayu, Jawa Timur.

b. Buah Stroberi (Fragaria ananassa):

Jenis atau varietas stroberi dengan warna merah cerah dan rasa manis yang dominan. Stroberi harus dipilih yang matang dan segar, dengan kandungan air yang tidak terlalu tinggi untuk meminimalkan penyusutan selama proses pengeringan. Stroberi dapat diperoleh dari perkebunan lokal di dataran tinggi seperti Lembang, Ciwidey, atau Bedugul.

c. Buah Alpukat (Persea americana):

Memilih alpukat matang dengan tekstur yang creamy dan sedikit manis. Varietas seperti alpukat hass memiliki kandungan lemak yang sesuai untuk menciptakan konsistensi lembut pada fruit strips.

Alpukat harus segar, matang, dan tidak terlalu berair. Alpukat dapat diperoleh dari petani lokal dengan varietas Alpukat Mentega dari Jawa Barat atau Hass dari Malang.

(10)

d. Gula

Gula yang umum digunakan dalam produksi fruit strips adalah gula pasir (sukrosa). Gula sebagai penambah rasa manis, yang meningkatkan cita rasa alami buah. Ini penting untuk buah-buahan dengan tingkat keasaman tinggi seperti stroberi. Gula pasir atau gula alami bisa diperoleh dari produsen lokal seperti pabrik tebu.

e. Pektin

Pektin adalah serat alami yang berasal dari dinding sel tanaman, terutama buah-buahan seperti apel, kulit jeruk, lemon, dan buah- buahan lain. Pektin diperoleh dengan mengekstraksi serat dari buah- buahan. Pektin termasuk ke dalam bahan nabati. Pektin ini dapat diperoleh dari pemasok bahan makanan besar yang menyediakan pektin dalam bentuk bubuk atau cairan.

f. Asam Sitrat

Di Indonesia, sebagian besar asam sitrat yang ada di pasaran dihasilkan melalui proses fermentasi gula (biasanya gula tebu) menggunakan mikroorganisme, seperti Aspergillus niger. Asam sitrat menambah rasa asam segar yang dapat menyeimbangkan rasa manis dari buah dan gula. Ini sangat penting pada buah-buahan yang lebih manis seperti mangga, dapat memberikan kombinasi rasa manis asam.

(11)

2.2. Proses Pengolahan Bahan Baku

a. Block Flow Diagram (Diagram Alir) Proses Pembuatan Fruit Strips

Gambar 1 BFD proses Pembuatan Fruit Strips b. Penjelasan Metode

1. Persiapan Bahan Baku:

a. Bahan baku (buah) seperti mangga, stroberi, dan alpukat diangkut dalam kontainer besar dan dimasukkan ke mesin pencuci

(12)

otomatis (fruit washing machine), proses pencucian menggunakan air bertekanan untuk membersihkan kotoran.

b. Setelah pencucian, buah diproses melalui mesin pemotong otomatis (fruit peeling and cutting machine) yang mengupas dan memotong buah sekaligus membuang biji atau bagian yang tidak diinginkan.

2. Penghalusan Buah:

Buah yang telah dipotong diangkut menggunakan conveyor menuju ke fruit crusher. Pada tahap ini, buah akan dihaluskan menjadi pasta buah.

3. Penambahan Bahan Tambahan:

Setelah penghalusan, buah masuk ke tangki pencampur (Mixing Tank). Gula, pektin, dan asam sitrat ditambahkan dalam proporsi tertentu. Dalam tangki pencampur, semua bahan akan tercampur dengan baik.

4. Pencampuran dan Pemanasan:

Steam-jacketed kettle digunakan untuk memanaskan campuran buah dan bahan tambahan pada suhu 70-85°C. Tangki ini dilengkapi dengan pengaduk otomatis untuk menjaga konsistensi campuran. Pada tahap ini, pektin diaktifkan oleh panas untuk mulai membentuk gel.

5. Pengentalan dan Pembentukan Gel:

Campuran kemudian dipindahkan ke evaporation tank untuk proses pengentalan lebih lanjut. Tangki ini menjaga suhu dan pengadukan campuran hingga mencapai kekentalan yang diinginkan. Proses ini penting untuk menciptakan tekstur yang kenyal dan elastis.

6. Penghamparan:

Campuran yang sudah mengental diangkut menggunakan conveyor belt. Campuran dihamparkan secara merata di atas conveyor dengan

(13)

ketebalan yang dapat diatur sesuai spesifikasi produk. Conveyor belt ini berjalan melalui serangkaian proses pengeringan berikutnya.

7. Pengeringan:

Setelah penghamparan, campuran yang masih basah masuk ke dalam oven dehidrator (Dehydrator). Suhu pengeringan diatur pada 50-60°C untuk mengurangi kadar air hingga mencapai 10-15%. Proses pengeringan ini dilakukan secara bertahap dan dengan ketebalan 0,25 cm (2,5 mm) dengan suhu sekitar 50-60°C dan kelembapan yang dikendalikan akan memerlukan waktu pengeringan sekitar 6-12 jam di oven dehidrator.

8. Pemotongan:

Setelah campuran mengering, mesin pemotong otomatis (Automatic Cutting Machine) memotong lembaran fruit strips sesuai ukuran dengan panjang 10 cm dan lebar 5 cm. Mesin ini sangat cepat dan dapat memotong dalam jumlah besar secara presisi.

9. Pendinginan:

Setelah pemotongan, fruit strips yang masih hangat dipindahkan ke conveyor pendingin (Cooling Conveyor) untuk mendinginkan produk sebelum dikemas. Conveyor pendingin berfungsi untuk menstabilkan tekstur dan mencegah kerusakan selama proses pengemasan.

10. Pengemasan:

Setelah didinginkan, fruit strips masuk ke mesin pengemas otomatis (Automatic Packaging Machine). Mesin ini mengemas produk kemasan fruit strips dirancang dalam bentuk lembaran (sheet) yang terbuat dari plastik berbasis poliolefin, dalam kemasan dalam kondisi kedap udara untuk menjaga kesegaran dan umur simpan.

11. Penyimpanan:

Fruit strips yang sudah dikemas dipindahkan ke gudang penyimpanan. Produk disimpan di tempat yang kering dan sejuk untuk

(14)

menjaga kualitas dan umur simpan. Gudang dilengkapi dengan kontrol suhu dan kelembapan yang ketat.

2.3. Alat Proses

a. Fruit Washing Machine

 Fungsi: Membersihkan buah dari kotoran, debu, sisa pestisida, dan mikroorganisme yang menempel pada permukaan buah sebelum diproses lebih lanjut.

 Cara Kerja:

1. Buah-buahan segar (misalnya mangga, stroberi, alpukat) ditempatkan pada conveyor yang membawa buah ke dalam mesin pencuci.

2. Mesin ini menggunakan air bertekanan tinggi atau sistem gelembung udara (bubble washing) untuk menghilangkan kotoran , yang dilengkapi dengan sikat untuk membersihkan permukaan buah lebih dalam.

 Spesifikasi:

1. Kapasitas besar, dapat mencuci 500 kg hingga beberapa ton buah per jam.

2. Terbuat dari stainless steel yang tahan terhadap korosi dan mudah dibersihkan, sesuai standar keamanan pangan.

3. Terdapat sistem otomatis untuk mengangkut buah setelah dicuci ke tahap berikutnya.

b. Fruit Peeling and Cutting Machine

 Fungsi: Mengupas kulit buah dan memotongnya menjadi potongan kecil untuk mempercepat proses penghalusan.

 Cara Kerja:

1. Setelah dicuci, buah dibawa melalui conveyor ke mesin pengupas yang secara otomatis mengupas kulit dan memotong buah menjadi potongan kecil.

(15)

2. Mesin ini mampu menangani berbagai jenis buah dengan ukuran berbeda, dan biasanya diatur sesuai kebutuhan jenis buah tertentu.

 Spesifikasi:

1. Material: Stainless steel untuk menjaga kebersihan dan ketahanan.

2. Kapasitas: Dapat mengupas dan memotong hingga 500-1000 kg buah per jam.

3. Beberapa mesin dilengkapi dengan sensor untuk menyesuaikan pisau dengan ukuran buah yang masuk.

c. Fruit crusher

 Fungsi: Menghaluskan buah menjadi puree atau pasta sebagai dasar pembuatan fruit strips.

 Cara Kerja:

Buah yang sudah dipotong masuk ke dalam mesin penggiling, di mana bilah tajam atau roller kuat menghancurkan buah menjadi pasta halus. Proses ini memastikan campuran buah memiliki tekstur yang s ama dan siap untuk pencampuran bahan tambahan.

 Spesifikasi:

1. Kapasitas: 500 kg hingga beberapa ton per jam, tergantung model.

2. Material: Stainless steel, dengan desain yang sesuai standar industri makanan.

3. Mesin ini dilengkapi dengan saluran keluar otomatis yang mengangkut puree ke tangki pencampuran.

d. Mixing tank

 Fungsi: Mencampur puree buah dengan bahan tambahan seperti gula, pektin, dan asam sitrat untuk memastikan homogenitas sebelum proses pemasakan.

 Cara Kerja:

(16)

1. Puree buah dipindahkan ke tangki pencampur yang dilengkapi dengan agitator (pengaduk otomatis). Bahan-bahan tambahan dimasukkan ke dalam tangki dan dicampur secara merata.

2. Pengaduk ini bekerja dengan kecepatan yang bisa disesuaikan, menjaga agar bahan tidak menggumpal dan tercampur dengan baik.

 Spesifikasi:

1. Kapasitas: 500 hingga 2000 liter atau lebih.

2. Terbuat dari stainless steel dan sering dilengkapi dengan sistem pemanas ringan untuk menjaga kestabilan bahan selama pencampuran.

3. Sistem kontrol digital yang memungkinkan penyesuaian kecepatan pengadukan dan waktu pencampuran.

e. Steam-jacketed kettle

 Fungsi: Memasak campuran puree buah dan bahan tambahan pada suhu tertentu untuk mengaktifkan pektin dan membuat campuran mengental.

 Cara Kerja:

Setelah pencampuran, campuran dimasukkan ke tangki pemasak yang memiliki jacket steam (lapisan pemanas berisi uap panas).

Suhu yang diatur berkisar antara 70-85°C, di mana pektin akan bereaksi dengan asam dan gula untuk membentuk tekstur kenyal.

Pengaduk otomatis menjaga campuran tetap bergerak, mencegah pembakaran atau penggumpalan di dasar tangki.

 Spesifikasi:

a. Kapasitas: 500-2000 liter atau lebih.

b. Lapisan luar tangki diisi uap atau air panas yang memanaskan campuran secara merata tanpa kontak langsung dengan sumber panas.

c. Kontrol suhu digital untuk memastikan suhu yang konsisten.

(17)

f. Evaporation tank

 Fungsi: Evaporator tank berfungsi untuk mengurangi kandungan air dari campuran puree buah setelah proses pencampuran di mixing tank . Proses ini untuk menghasilkan campuran yang lebih kental dan pekat sehingga dapat diolah lebih lanjut menjadi lembaran fruit strips dengan tekstur yang kenyal.

 Cara Kerja:

1. Puree buah yang telah dicampur di mixing tank dipindahkan ke evaporator tank menggunakan pompa.

2. Campuran puree dipanaskan secara bertahap di dalam evaporator tank menggunakan sistem pemanas berbasis steam (uap) atau listrik.

3. Pengaduk otomatis di dalam tangki bekerja secara perlahan untuk menjaga homogenitas campuran.

4. Proses penguapan dihentikan ketika puree buah telah mencapai tingkat kekentalan yang diinginkan (biasanya solid content sekitar 50-60%).

5. Setelah mencapai kekentalan yang diinginkan, puree kental dikeluarkan dari evaporator tank.

 Spesifikasi:

1. Terbuat dari stainless steel (SS304 atau SS316) yang aman untuk produk pangan, tahan korosi, dan mudah dibersihkan.

2. Kapasitas tangki bervariasi antara 200 hingga 2000 liter atau lebih, tergantung pada skala produksi.

3. Dilengkapi dengan agitator berkecepatan variabel untuk pengadukan yang homogen dan mencegah pembentukan kerak.

g. Conveyor belt

 Fungsi: Menghamparkan campuran puree buah yang sudah dimasak secara merata di atas conveyor atau tray sebelum pengeringan.

 Cara Kerja:

(18)

1. Campuran yang sudah kental dihamparkan di atas conveyor belt atau tray datar secara otomatis. Conveyor belt ini membawa campuran melewati proses pengeringan berikutnya.

2. Ketebalan lapisan dapat diatur, biasanya antara 3-5 mm tergantung pada ketebalan yang diinginkan untuk fruit strips.

 Spesifikasi:

1. Conveyor tahan panas dengan sistem kontrol otomatis untuk memastikan ketebalan yang seragam.

2. Bahan conveyor terbuat dari bahan food-grade yang aman dan tahan lama.

3. Kecepatan conveyor diatur agar sesuai dengan proses pengeringan.

h. Dehydrator

 Fungsi: Mengeringkan campuran yang sudah dihamparkan hingga kadar air turun sekitar 10-15%.

 Cara Kerja:

1. Setelah campuran dihamparkan, conveyor membawa campuran masuk ke dalam oven pengering atau dehidrator. Suhu diatur pada 50-60°C, dan proses pengeringan berlangsung secara bertahap agar tidak merusak tekstur dan warna.

2. Pengeringan bertingkat dapat digunakan untuk mempercepat proses tanpa mengurangi kualitas produk akhir.

 Spesifikasi:

1. Kapasitas: Oven bertingkat dengan conveyor belt atau dehidrator multi-lapisan.

2. Suhu dikendalikan secara otomatis dengan sistem sirkulasi udara panas yang merata.

i. Automatic Cutting Machine

 Fungsi: Memotong lembaran fruit strips yang sudah kering sesuai ukuran 5x10 cm setiap perlembar.

(19)

 Cara Kerja:

Setelah pengeringan, mesin pemotong otomatis memotong lembaran fruit strips menjadi potongan sesuai spesifikasi. Ukuran potongan dapat disesuaikan, misalnya panjang 10 cm atau sesuai dengan kebutuhan pasar.

 Spesifikasi:

1. Pemotongan presisi dengan bilah tajam yang terbuat dari stainless steel.

2. Kapasitas tinggi, dapat memotong ribuan potongan per jam dengan ukuran seragam.

j. Cooling Conveyor

 Fungsi: Mendinginkan fruit strips setelah dipotong untuk menjaga stabilitas tekstur sebelum dikemas.

 Cara Kerja:

Setelah dipotong, fruit strips masuk ke conveyor pendingin yang mendinginkan produk secara bertahap dengan udara dingin. Pendinginan ini penting untuk menjaga kualitas produk dan memastikan produk tidak rusak saat dikemas.

 Spesifikasi:

1. Conveyor belt dengan kontrol suhu otomatis.

2. Menggunakan sistem pendinginan udara yang menjaga suhu pada kisaran 15-25°C.

k. Automatic Packaging Machine

 Fungsi: Mengemas fruit strips dalam kemasan plastik food- grade yang kedap udara untuk menjaga kesegaran dan memperpanjang umur simpan.

 Cara Kerja:

Mesin pengemas otomatis ini dapat dikonfigurasi untuk mengemas fruit strips dalam ukuran satuan kecil (snack size)

(20)

atau dalam kemasan besar (bulk). Proses pengemasan dilakukan dalam suasana kedap udara untuk menghindari oksidasi.

 Spesifikasi:

1. Kapasitas: Mampu mengemas ratusan hingga ribuan kemasan per jam.

2. Mesin ini sering dilengkapi dengan vacuum sealer atau sistem pengemasan kedap udara.

3. Bahan kemasan food-grade yang tahan lama dan aman untuk produk makanan.

l. Fruit strips

Produk yang sudah selesai dari proses pengemasan, akan disimpan dalam gudang penyimpanan dan langsung didistribusikan ke berbagai daerah.

(21)

BAB III

RANCANGAN PRODUK

3.1. Rancangan Spesifikasi Ukuran Produk

 Dimensi produk makanan Panjang : 10 cm

Lebar : 5 cm

Ketebalan : 0,25 cm Berat produk : 15 gram

Dimensi Kemasan Produk

Kemasan fruit strips dirancang dalam bentuk lembaran (sheet) yang terbuat dari plastik berbasis poliolefin, yang memberikan ketahanan yang baik terhadap kelembapan, cahaya, dan oksigen. Bahan ini dipilih untuk memastikan kesegaran produk tetap terjaga, sekaligus memberikan fleksibilitas dan kemudahan dalam penyimpanan.

Kemasan ini juga dilengkapi dengan lapisan dalam berbahan alumunium foil, yang berfungsi sebagai penghalang tambahan untuk melindungi produk dari pengaruh luar.

Dengan ukuran sekitar 12x8 cm, kemasan ini dirancang agar praktis dan mudah disimpan dalam tas atau kantong, memudahkan konsumen untuk membawa camilan sehat ini ke mana saja. Desain yang inovatif ini tidak hanya melindungi produk, tetapi juga meningkatkan daya tarik visualnya, menjadikannya pilihan yang menarik di pasar camilan sehat.

Ratio komposisi

Produk fruit strips terdiri dari 80% buah segar dan 20% bahan tambahan, seperti pemanis alami atau bahan pengawet alami. Rasio ini dirancang untuk memastikan bahwa produk tetap lezat dan bergizi, sehingga memberikan manfaat kesehatan yang optimal dari buah segar.

(22)

Penggunaan bahan tambahan yang alami bertujuan untuk meningkatkan cita rasa dan daya simpan produk tanpa mengorbankan kualitas nutrisi yang ditawarkan.

Waktu Penyimpanan

- Suhu Ruangan (25-30°C): 6 hingga 12 bulan jika disimpan dalam wadah kedap udara.

- Suhu Lemari Pendingin (0-5°C): 12 hingga 18 bulan.

3.2. Desain Visualisasi Produk

Desain kemasan menarik, mencantumkan gambar buah dan informasi gizi dengan jelas. Ini akan membantu menarik perhatian konsumen dan meningkatkan daya tarik produk di rak toko. "Camilan Buah Praktis, Sehat, dan Nikmat!" Hadir dalam kemasan 15 gram yang praktis dibawa ke mana saja. Cocok untuk menemani aktivitas sehari-hari atau sekadar pelepas lapar di tengah kesibukan.

Gambar 2 Kemasan Produk Varian Stroberi

(23)

Gambar 3 Kemasan Produk Varian Mangga

Gambar 4 Kemasan Produk Varian Alpukat

(24)

BAB IV

EVALUASI EKONOMI

4.1. Biaya Produksi

Biaya Tetap

Keterangan Harga

Sewa Pabrik Rp100.000.000 Gaji Karyawan Rp30.000.000 Penyusutan Mesin Rp8.000.000

Listrik Rp100.000.000

Air Rp25.000.000

Total biaya tetap Rp263.000.000

Tabel 2 Perhitungan Biaya Variabel

Keterangan jumlah satuan harga kebutuhan satuan Total

Stroberi 1 kg Rp50.000 1000 kg Rp50,000.000

Mangga 1 kg Rp20.000 1000 kg Rp20,000.000

Alpukat 1 kg Rp60.000 1000 kg Rp60,000.000

Gula 1 kg Rp20.000 500 kg Rp10.000.000

Pektin 1 kg Rp150.000 1000 kg Rp150,000.000

Asam sitrat 1 kg Rp25.500 500 kg Rp12,750.000

Total biaya variabel Rp593.500 5000   Rp302,750.000

Total Biaya produksi = Biaya Tetap + Biaya Variabel Biaya Produksi = Rp263.000.000 + Rp302.750.000 Biaya Produksi = Rp565.750.000

Dalam 1 bulan pabrik dapat memproduksi 60.000 kemasan produk dengan rincian 20.000 produk pada masing masing varian rasa.

- Harga Kemasan Per unit:

Tabel 1 Perhitungan Biaya Tetap

(25)

Biaya Bahan Kemasan: Rp150.000.000

Jumlah Kemasan yang Diproduksi: 60.000 kemasan

Total Biaya Kemasan=Rp150.000 .000=Rp200.000 .000

Harga Kemasan per Unit=Rp150.000 .000

60.000 = Rp2.500 4.2. Harga Jual

 Rincian Produksi

- Jumlah Produksi per Bulan: 60.000 kemasan

- Jumlah Produk per Varian Rasa: 20.000 kemasan (untuk 3 varian) - Target laba 25% dari total biaya produksi dapat dihitung sebagai berikut:

Target Laba=Total Biaya Produksi × 30 100

Target Laba=Rp565.750 .000×0,3=Rp169.725 .000 -Total pendapatan yang diperlukan untuk mencapai target laba:

Total Pendapatan=Total Biaya Produksi+Target Laba

Total Pendapatan=Rp565.750 .000+Rp169.725 .000=Rp735.425,000 - Dengan jumlah produksi 60.000 kemasan, kita bisa menghitung harga jual per unit:

Harga Jual per Unit=Total Pendapatan

Jumlah Produksi + Biaya kemasan

Harga Jual per Unit=Rp735.425,000

60.000 +Rp2500=Rp14.757 Harga jual per unit setelah dibulatkan menjadi Rp15.000 4.3. Break Event Point

Menghitung BEP dalam Unit

- BEP dihitung dengan rumus:

(26)

BEP(unit)= Total Biaya Tetap

Harga Jual per UnitBiaya Variabel per Unit

- Biaya Variabel per Unit:

Biaya Variabel per Unit=Rp302.750 .000

60.000 =Rp5.045 Jadi, BEP per unit

BEP(unit)= Rp565.750 .000

Rp15.000−Rp5.045=56.830Unit

Didapatkan harga jual sebesar Rp15.000 dengan laba sebesar 30%, serta BEP dengan penjualan unit sekitar 56.830 unit.

(27)

DAFTAR PUSTAKA

Rasmikayati, E. (2021). ANALISIS KARAKTERISTIK KONSUMEN PRODUK OLAHAN MANGGA DITINJAU DARI ASPEK DEMOGRAFIS, GEOGRAFIS, PSIKOGRAFIS SERTA PERILAKU KONSUMEN SEBELUM DAN SAAT PANDEMI COVID-19 . MIMBAR AGRIBISNIS.

Sasvia Ayu Puzianti, T. P. (2022). Analisis Mutu Produk Pengolahan Hasil Pertanian: Fruit Strips Frutivez. Jurnal Agrikultura.

Yuniar Dianti Fauziah, E. R. (2021). ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK OLAHAN MANGGA. MIMBAR AGRIBISNIS - Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis.

Referensi

Dokumen terkait