PROSIDING
KONSER KARYA ILMIAH TINGKAT NASIONAL (KKIN) TAHUN 2022
“Pemanfaatan Green Technology dalam Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan di Era Industri 5.0”
KAMIS, 17 NOVEMBER 2022
FAKULTAS PERTANIAN DAN BISNIS UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA
KKIN 2022 “Pemanfaatan Green Technology dalam Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan di Era Industri 5.0” | ii
KATA PENGANTAR
Aktivitas akademik dalam menghidupkan tradisi kecendiakawanan di kalangan kampus, baik dosen maupun mahasiswa menjadi sebuah keniscayaan dan kebutuhan esensial; terutama berkenaan dengan upaya peningkatan kapasitas intelektual dan kematangan kepribadian serta untuk menghidupkan suasana akademik di kalangan komunitas Pendidikan Tinggi. Aktivitas yang berupa penelitian (riset) dan publikasi; pendidikan dan pengajaran; dan pengabdian masyarakat merupakan hakikat, eksistensi, serta bagian yang integral dari berdirinya Pendidikan Tinggi. Salah satu bentuk nyata dari pengkomunikasian hasil riset oleh Fakultas Pertanian dan Bisnis adalah melalui kegiatan Seminar Nasional, namun kami memakai istilah Konser Karya Ilmiah Nasional (KKIN) karena kami mengambil konsep sebuah bentuk pertunjukkan atau pameran atau pemaparan hasil-hasil penelitian para dosen, mahasiswa, peneliti, dan praktisi. Dalam pertunjukkan inilah diharapkan terjadi komunikasi-komunikasi yang intensif yang bermuara pada publikasi dan desiminasi hasil yang dapat dimanfaatkan oleh para akademisi maupun masyarakat luas. Kegiatan ini diselenggarakan pada tingkat Nasional sehingga terbuka untuk para dosen, mahasiswa, peneliti dan praktisi dari seluruh Indonesia.
Output/ luaran dari kegiatan ini berupa karya ilmiah (scientific paper) dalam KKIN ini adalah naskah/laporan tertulis yang diterbitkan dalam bentuk prosiding “Konser Karya Ilmiah” ber-ISSN yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Diselenggarakannya kegiatan KKIN Tahun 2022 ini juga merupakan bentuk pertanggungjawaban akademik dari para peneliti kepada pihak yang telah mendanai serta memenuhi kewajiban untuk diseminasi dan publikasi hasil penelitian. Dengan forum yang diselenggarakan ini, setiap dosen, mahasiswa, peneliti serta praktisi diharapkan dapat memiliki kesempatan untuk mengkomunikasikan dan mempublikasikan hasil penelitian maupun kajian pustaka yang telah dilakukan.
Salatiga, 17 November 2022 Salam,
Ruth Meike Jayanti, M.Sc
KKIN 2022 “Pemanfaatan Green Technology dalam Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan di Era Industri 5.0” | iii
DAFTAR ISI
Hal.
Judul i
Kata Pengantar ii
Daftar Isi iii
1 Keanekaragaman Hama Tanaman Kedelai dan Musuh Alaminya yang ditemukan di Pertanaman Demplot Desa Kadirejo – Kabupaten Semarang A W Setiawan, Y H Agus, N Widyawati
1-7
2 Analisis Keragaman Dan Heritabilitas Pada Klon - Klon Krisan Varietas Puspita Nusantara Hasil Iradiasi Sinar Gamma
C N L Putirulan, D Murdono, L L Sanjaya
8-15
3 Pengaruh Pupuk Bokashi Kotoran Sapi Dan Daun Kirinyuh Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bayam (Amaranthus sp.)
E N Nggaba, Y M Killa, M H Ndapamuri
16-20
4 Pengaruh Penanaman Terhadap Karakter Morfologi Dan Agronomi Pada Kacang Babi (Vicia faba L.)
N Ikawati
21-26
5 Kajian Potensi dan Keragaan Tanaman Kedelai Varietas Sugentan 2 di Desa Kadirejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang
P A A Rofiq, N Widyawati
27-31
6 Pengaruh Aplikasi Pupuk Organik Cair Daun Kirinyuh Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kubis (Brassica oleracea L. Var. Capitata L)
Y Takandiwa, Y M Killa, S K K L Kapoe
32-36
7 Evaluasi Estetika Taman Bunga Celosia, Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah Berdasarkan Presepsi Masyarakat
S H Giawa, E Pudjihartati
37-44
8 Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.)
Y Apriliana, A W Setiawan
45-53
9 Pengaruh Konsentrasi Iba Dalam Formulasi Clonex Pada Bahan Stek Satu Buku Terhadap Pertumbuhan Bibit Bahan Stek Tanaman Vanili (Vanilla planifolia) M W Faisalma, D Murdono
54-59
10 Analisis Fisiologi dan Sifat Fisik Buah Mangga: Respon terhadap Pengaruh Pasca Panen
N I D Arista, P Ariansah
60-67
11 Periode Kritis Persaingan antara Tanaman Jagung Manis (Zea mays L.
Saccharata) dengan Gulma Terhadap Pertumbuhan dan Hasil F Pratama, Y H Agus
68-75
KKIN 2022 “Pemanfaatan Green Technology dalam Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan di Era Industri 5.0” | iv Hal.
12 Respon Pemberian Kombinasi Kotoran Sapi Dan Abu Sekam (50:50) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Merah (Vigna angularis) Lokal
H M Wula, U P Jawang, L D Lewu
76-80
13 Pengaruh Kombinasi Kotoran Sapi Dan Abu Sekam ( 25 : 75 )Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Merah (Vigna angularis) Lokal
J L Nggongu, U P Jawang, M H Ndapamuri
81-85
14 Identifikasi Tahapan Penanganan Pasca Panen Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Di Kelurahan Malumbi, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur
M P Epa, M U Nganji, M H Ndapamuri
86-90
15 Keragaan Hasil 10 Varietas Gandum Tropika Di Desa Wates, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah
Y O Saputro, D Murdono
91-94
16 Formulasi Beras Analog Kombinasi Umbi Garut (Maranta arundinacea L.) dan Rumput Laut (Caulerpa sp.) untuk Memperkuat Ketahanan Pangan
A W S Ratri, D Puspita, P Nugroho
95-100
17 Karakterisasi Dan Hubungan Kekerabatan Klon-Klon Krisan Varietas Puspita Nusantara Hasil Iradiasi Sinar Gamma
P E M P Leihitu, D Murdono, L L Sanjaya
101-110
18 Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) Campuran Urine Sapi, Tepung Darah Sapi Dan Sabut Kelapa Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi Sendok (Brassica rapa subsp. chinensis)
D Finus, B H Simanjuntak
111-118
19 Pengaruh Penaungan Terhadap Karakteristik Fisiologi Dan Kandungan Artemisinin Artemisia cina Berg Ex Poljakov Poliploid
M M Herawati, E Pudjihartati, A W Setiawan, A Purwanto, E Sulistyaningsih, S Pramono
119-127
20 Potensi Kandungan Mineral dan Karakter Fisikokimia Beberapa Jenis Arang untuk Diterapkan Sebagai Pupuk Arang Aktif dan Arang Nano
A R Gintu
128-141
21 Pupuk Bio-Anorganik Mud Volcano Yang Diperkaya Partikel Nano Untuk Mendukung Pertanian Tanaman Pangan Di Kawasan Sangiran
A R Gintu
142-152
22 Uji Hedonik Formulasi Beras Analog dari Porang (Amorphophallus muelleri) yang Berpotensi sebagai Diet Penderita Diabetes Melitus
D Puspita, E I Christin, S Palimbong
153-159
23 Pengaruh Hara Makro (NPK) Terhadap Keragaan Tanaman Viola Di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang
A Emollio, Suprihati
160-165
KKIN 2022 “Pemanfaatan Green Technology dalam Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan di Era Industri 5.0” | v Hal.
24 Pertumbuhan Dan Hasil 3 Varietas Tomat Besar Dari Perancis Yang Ditanam Di Dataran Tinggi
C W Sofiandri
166-171
25 Pengawetan Olahan Singkong Keju (Manihot esculenta) dengan Teknologi Hurdle
K B Lewerissa, S Palimbong, M M Mulyanto
172-177
26 Evaluasi Status Kesuburan Tanah Pada Lahan Pertanian Di Desa Cukilan Y J Kho, A W Setiawan
178
27 Kesesuaian Lahan Kakao Di Desa Cukilan Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang
F A T Nawastatrai, A W Setiawan
179-180
28 Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Buah-Buahan Di Desa Cukilan, Kecamatan Suruuh, Kabupaten Semarang
O K Kristanti, A W Setiawan
181
29 Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Pengembangan Komoditas Rempah Utama Di Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang
C V Feronica, A W Setiawan
182
30 Penilaian Kualitas Visual Terhadap Pemanfaatan Pekarangan Pada Pemukiman Terencana Dan Tidak Terencana
A J Sutrisno, A P Astuti
183
31 Inovasi Produk Olahan Tepung Gandum Utuh Menjadi Kue Bolen K Andrianto, A W Setiawan
184
32 Identifikasi Potensi Beras Berpemutih Di Kota Salatiga D Puspita, R Kristiyani, M Sihombing
185-188
33 Kajian Awal Persepsi Mahasiswa Pertanian terhadap Tanaman Pangan Lokal Suprihati
189-195
34 Penggunaan Larutan Air Perasan Jeruk Nipis Untuk Melindungi Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frustescens L.) Terhadap Penyakit Pucuk Kuning
R Wagiman, Y H Agus, B H Simanjuntak
196-203
35 Keragaan Dan Saat Kemasakan Fisiologis Benih Kedelai Varietas Gamasugen 2 Berdasarkan Pendekatan Studi Fenologi
M J T Simorangkir, E Pudjihartati
204-210
36 Respon Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Terhadap Kombinasi Pupuk Kendang Sapi Dan Abu Sekam
L D Lewu, I S Rihi, U P Jawang
211-215
37 Partisipasi Dan Keberhasilan Program Desa Wisata Budaya Di Dusun Tanon Desa Ngrawan, Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang
A A Pranata, T M Prihtanti
216-223
KKIN 2022 “Pemanfaatan Green Technology dalam Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan di Era Industri 5.0” | vi Hal.
38 Korelasi Unsur Marketing Mix 7p Dengan Tingkat Penjualan Tanaman Hias Kaktus Dalam Pot Di Desa Agrowisata Dukuh Kopeng, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah
G T Ada’, T M Prihtanti
224-232
39 Potensi Nilai Tambah Tepung Gandum Utuh Menjadi Pangan Olahan L Simamora, D D N Zebua
233-241
40 Kelayakan Usahatani Penangkaran Benih Varietas Unggul Kedelai Umur Genjah (Studi Kasus Demplot Kedelai di Desa Kadirejo Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang)
Yuliawati, Maria, T M Phrihtanti, B Nuswantara
242-249
41 Analisis Faktor Marketing Mix Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Konsumen Minuman Kopi (Studi Kasus Di Jendral Coffee Salatiga)
A O Irawati, Yuliawati
250-257
42 Pemasaran Dan Transmisi Harga Cabai Merah Besar Di Desa Ngargoloka, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali
Riyanto, Yuliawati
258-264
43 Korelasi Unsur Marketing Mix 7P Dengan Tingkat Penjualan Sayuran Pakcoy Organik Di Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang
E I Prasetyo, T M Prihtanti
265-274
44 Aspek Yang Berhubungan Dengan Tindakan Pengelolaan Sampah Makanan Skala Rumah Tangga Di Kelurahan Sidorejo Lor, Kota Salatiga
D D N Zebua, L Simamora, W Handayani
275-280
45 Analisis Perbandingan Produktivitas Dan Pendapatan Usahatani Sayur Dengan Menggunakan Screen House Dan Tanpa Screen House
S N Nugroho, T M Prihtanti, D Murdono
281-288
46 Persepsi Dan Tingkat Adopsi Inovasi Petani Pada Pembangunan Screen House D D Salvira, Maria
289-296
KKIN 2022 “Pemanfaatan Green Technology dalam Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan di Era Industri 5.0” | 189
Kajian Awal Persepsi Mahasiswa Pertanian terhadap Tanaman Pangan Lokal
Preliminary Study Perception of Agricultural Students on Local Food Crops Suprihati 1*
1Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana, Jalan Diponegoro 66, Salatiga, 50711
*E-mail: [email protected]
Abstract. Local food has an important role in food sufficiency, food resilience, and biodiversity. Perceptions are influenced by culture and towards on decision making. This preliminary study aims to determine the perception of agricultural students on local food crops. The classroom action research was conducted in December 2021 using a survey method. The respondents were 48 from West, Central, and East Indonesia Region. The results of the study show that 64% of respondents know at least 3 types of local food crops other than rice and 70%
of respondents consume local food at least every 2 months. Local food is prospectively as food processing industry. Agricultural students have a positive perception of local food crops.
Keywords: perception, agricultural students, local food, prospect
Intisari. Pangan lokal memiliki peran penting dalam kecukupan dan kemandirian pangan serta biodiversitas. Persepsi, pemberian arti atas pangan lokal diwarnai budaya dan akan mempengaruhi pengambilan keputusan. Kajian awal ini bertujuan mengetahui persepsi mahasiswa pertanian terhadap tanaman pangan lokal. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada bulan Desember 2021 dengan metode survei. Responden sejumlah 48 orang berasal dari Kawasan Indonesia Barat, Tengah, dan Timur. Hasil kajian menunjukkan 64% responden mengetahui minimal 3 jenis tanaman pangan lokal selain padi dan 70% responden konsumsi pangan lokal paling tidak 2 bulan sekali. Pangan lokal dipersepsikan prospektif sebagai daya ungkit industri olehan. Mahasiswa pertanian memiliki persepsi positif terhadap tanaman pangan lokal.
Kata kunci: Persepsi, mahasiswa pertanian, pangan lokal, prospek PENDAHULUAN
Pangan lokal memiliki peran strategis dalam masyarakat ataupun bangsa dan negara. Menjadi pilar kecukupan pangan yang menopang kemandirian pangan. Secara ekokultural pangan lokal penting sebagai kekayaan biodiversitas.Persepsi merujuk kepada proses pemberian arti terhadap lingkungan oleh individu. Pemberian arti tanaman pangan lokal oleh mahasiswa pertanian, dasar bertindak dan stimulasi gagasan. Irwansyah dan Munasiah (2018) menyatakan hubungan erat antara persepsi positif, kemampuan berpikir kritis dan kemampuan merumuskan gagasan argumentatif.
Penelitian tentang persepsi masyarakat atas pangan lokal untuk dasar pengembangan banyak dilakukan. Semisal oleh Sungkawa et al., 2015 untuk pengambilan keputusan pembelian buah lokal.
Pangan lokal sagu di Kota Kendari oleh Abidin dan Musadar (2018). Anita dan Sutrisno (2022) menganalisis persepsi masyarakat terhadap pengolahan pangan lokal untuk pencegahan stunting di Jawa Timur.
KKIN 2022 “Pemanfaatan Green Technology dalam Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan di Era Industri 5.0” | 190 Mahasiswa sebagai komponen masyarakat dengan karakter yang khas. Berpengetahuan memadai, sebagai calon agen pembaharu dalam pembangunan nasional. Dekat dengan media social untuk mengakses dan diseminasi informasis berbasis teknologi digital.
Mahasiswa fakultas pertanian saat ini adalah bagian dari generasi Z yang secara sistem pendidikan secara khusus belajar tentang ilmu pertanian. Mereka merupakan komponen penting sumber daya manusia dalam pembangunan pertanian. Insan yang berperan sebagai pembawa perubahan (agent of change).
Mengetahui persepsi mahasiswa pertanian terhadap tanaman pangan lokal sangatlah penting.
Persepsi awal yang ditengarai dengan pengetahuan, mencakup jenis, peran, keterkaitan dan prospek tanaman pangan lokal. Diikuti dengan pertimbangan dalam tindakan konsumsi. Menstimulasi gagasan/konsep peningkatan peran pangan lokal
Kajian awal ini bertujuan mengetahui persepsi mahasiswa pertanian terhadap tanaman pangan lokal. Secara operasional disusun: (1) mengidentifikasi pengetahuan mahasiswa pertanian tentang tanaman pangan lokal dan frekuensi tindak konsumsinya; (2) mengetahui pertimbangan mahasiswa pertanian dalam konsumsi pangan lokal; (3) mengidentifikasi pengetahuan mahasiswa pertanian tentang peranan tanaman pangan lokal; (4) mengetahui persepsi mahasiswa pertanian akan keterkaitan pangan lokal; (5) mengidentifikasi persepsi mahasiswa pertanian akan prospek pangan lokal; dan (7) mengidentifikasi gagasan atau konsep mahasiswa pertanian untuk meningkatkan peran pangan lokal.
METODE PENELITIAN
Kajian awal ini merupakan penelitian tindakan kelas bagi mahasiswa tahun ke 3 selaku peserta mata kuliah Tanaman Pangan di Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya
Wacana (UKSW). Responden memiliki karakteristik gen Z yang diharapkan sebagai agen pembaharu. Pewakil gambaran kebhinekaan mahasiswa UKSW.
Pelaksanaan kajian awal pada bulan Desember 2021, periode semester gasal 2021/2022. Survei dilakukan dengan google form, mencakup pertanyaan terbuka dan tertutup/pilihan. Jumlah responden/populasi yang mengisi dan mengembalikan kuesioner 48 mahasiswa.
Kuesioner dirancang untuk mengidentifikasi pengetahuan, peran serta dalam konsumsi pangan lokal. Memantik pemahaman tentang peran, prospek dan gagasan ataupun konsep pengembangan pangan lokal.
Data yang diperoleh direkapitulasi lalu dianalisis deskriptif dengan statistik sederhana. Artikel disajikan secara deskriptif naratif untuk menjawab tujuan yang dirumuskan.
HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden
Jumlah responden sebanyak 48 orang terdiri dari 16 perempuan dan 32 orang laki-laki, disajikan pada Tabel 1. Usia berkisar antara 19-23 tahun, berdasarkan tahun kelahiran termasuk generasi pasca milenial khususnya generasi Z. Generasi yang akrab dengan teknologi dan informasi.
Rakhmah dan Azizah (2020) merangkum karakter generasi ini mencakup identitas yang sulit didefinisikan mengingat sering berubah-ubah (Undefined ID), memandang kehidupan secara realistis (Realistic), serta menyukai kehidupan berkomunitas (Communalholic). Karakter tersebut mempengaruhi cara belajar mereka.
Karakter khas gen Z akan mempengaruhi persepsi, preferensi dan pengambilan keputusan atas pangan lokal. Pada tataran mahasiswa mempengaruhi cara pandang akan prospek dan diwujudkan pada tatanan gagasan konseptual dalam peningkatan peran pangan lokal.
KKIN 2022 “Pemanfaatan Green Technology dalam Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan di Era Industri 5.0” | 191 Tabel 1. Karakteristik responden berdasarkan usia, jenis kelamin dan provinsi asal
Karakteristik Responden Jumlah Persentase
Usia (tahun) 19 2 4.2
20 28 58.3
21 13 27.1
22 4 8.3
23 1 2.1
48 100
Jenis kelamin Perempuan 16 33.3
Laki-laki 32 66.7
48 100
Provinsi Asal Jawa Barat 7 14.6
Jawa Tengah 21 43.8
Jawa Timur 2 4.2
Kalimantan Barat 5 10.4
Kalimantan Timur 1 2.1
Lampung 1 2.1
NTT 2 4.2
Riau 2 4.2
Sulawesi Tengah 1 2.1
Sumatera Barat 1 2.1
Sumatera Selatan 1 2.1
Sumatera Utara 4 8.3
48 100
Berdasarkan sebaran asal, responden dari 12 Provinsi. Mencakup Kawasan Indonesia bagian Barat, Tengah, dan Timur. Dominasi asal adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Kalimantan Barat.
Sebaran asal mencakup variasi budaya lokal yang dianut. Persepsi, baik dari pemaknaan pengetahuan maupun sikap terhadap pangan lokal dipengaruhi oleh nilai budaya daerah asal responden.
Identifikasi pengetahuan mahasiswa pertanian akan jenis tanaman pangan dan frekuensi konsumsi Pertanyaan terbuka diajukan untuk mengidentifikasi pengetahuan responden akan jenis tanaman pangan lokal (sumber karbohidrat, protein dan lemak nabati). Variasi jawaban mulai dari mampu menyebutkan hanya beras hingga 22 jenis tanaman pangan lokal
Hasil olahan data menunjukkan cukup tinggi/memadainya tingkat pengetahuan mahasiswa pertanian akan jenis tanaman pangan lokal, disajikan pada Tabel 2. Sebanyak 64% responden mengetahui dengan menuliskan minimal 3 jenis tanaman pangan lokal selain padi.
Tabel 2. Pengetahuan mahasiswa pertanian akan jenis pangan lokal
Jenis tanaman pangan lokal yang diketahui jumlah responden persentase
Beras/nasi saja 3 6.3
1-2 jenis selain beras 14 29.2
3-4 jenis selain beras 14 29.2
minimum 5 jenis selain beras 17 35.4
48
Persepsi pemaknaan dimulai dengan memperhatikan jenis tanaman pangan lokal. Berikutnya mempengaruhi tindakan mengkonsumsinya. Frekuensi responden konsumsi pangan lokal disajikan pada Gambar 1.
KKIN 2022 “Pemanfaatan Green Technology dalam Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan di Era Industri 5.0” | 192 Gambar 1. Frekuensi responden mengkonsumsi pangan lokal
Sebanyak 70% responden menyatakan konsumsi pangan lokal paling tidak 2 bulan sekali.
Informasi ini sangat berharga mengingat generasi Z yang sangat lekat dengan pola konsumsi instan.
Minat konsumsi menjadi daya ungkit dasar perakitan inovasi olahan pangan lokal. Baik dari variasi sajian maupun teknik penjualan hingga ke tangan konsumen.
Pada era digital diiringi dengan tumbuhnya platform bisnis digital. Semisal food delivery online platform yang dapat diakses dengan perangkat pintar. Penyediaan konsumsi yang erat dengan teknologi komunikasi yang disukai gen Z, sedangkan pangan lokal belum semuanya ramah dengan aplikasi ini.
Persepsi responden terhadap konsumsi pangan lokal
Faktor yang menjadi pertimbangan responden untuk mengkonsumsi pangan lokal disajikan pada Tabel 3 dan Gambar 2. Faktor rasa, nilai gizi, harga dan kemudahan mendapatkan menjadi pertimbangan penting dan sangat penting bagi responden dalam konsumsi pangan lokal.
Tabel 3. Pertimbangan mahasiswa pertanian dalam konsumsi pangan lokal
Sangat penting Penting Kurang penting Tidak penting
Rasa 41.7 45.8 10.4 2.1
Nilai gizi 47.9 47.9 4.2 0
Harga 45.8 43.7 10.4 0
Kemudahan mendapatkan 33.3 53.3 8.3 0
Nilai gizi dan rasa merupakan atribut pertimbangan utama responden pangan lokal. Hal ini mengait pentingnya inovasi dan edukasi pangan lokal. Inovasi sajian pangan lokal yang diselaraskan dengan minat gastronomi generasi Z. Edukasi yang mengoptimalkan peran teknologi komunikasi.
Hasil penelitian Sungkawa et al., 2015 menunjukkan bahwa persepsi konsumen mempengaruhi pengambilan keputusan pembelian buah lokal. Persepsi konsumen diwakili oleh komponen pengetahuan dan nilai gizi. Penelitian dilakukan di Pasar Harjamukti, Pasar Pagi, dan Pasar Kanoman Kota Cirebon.
Penelitian Abidin dan Musadar (2018) menunjukkan bahwa aspek kemudahan dalam mendapatkan adalah parameter yang tertinggi untuk persepsi masyarakati terhadap pangan lokal sagu di Kota Kendari. Diikuti parameter kemudahan dalam penyajian dan harga. Jumlah responden yang dilibatkan sebanyak 150 orang dengan variasi etnik.
Persepsi masyarakat dan preferensi terhadap olahan pangan lokal tidak selalu sejalan. Penelitian Anita dan Sutrisno (2022) menunjukkan persepsi masyarakat terhadap olahan pangan lokal untuk pencegahan stunting termasuk kategori baik. Sedangkan preferensi masyarakat atas produk tersebut pada kategori biasa.
KKIN 2022 “Pemanfaatan Green Technology dalam Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan di Era Industri 5.0” | 193 Gambar 2. Pertimbangan utama responden tentang pangan lokal
Persepsi mahasiswa pertanian tentang peranan tanaman pangan lokal
Responden menjelaskan ragam peranan tanaman pangan lokal. Rangkuman identifikasi peran disajikan pada Tabel 4. Tanaman pangan lokal dipersepsikan berperan secara langsung, secara agregat nasional, pengungkit ekonomi hingga peran identitas daerah dan budaya.
Tabel 4. Rangkuman identifikasi peranan tanaman pangan lokal Peran Tanaman Pangan Lokal
Mencukupi kebutuhan akan pangan dan gizi Diversifikasi pangan
Stok pangan
Kemandirian pangan Bahan baku industri
Kesempatan lapangan kerja Membantu perekonomian Kesejahteraan masyarakat
Memberikan daya tarik orang akan produk tanaman lokal daerah
Identitas daerah
Budaya dan kearifan lokal
Seiring dengan hasil penelitian Latue et al., 2018 tentang peran pangan lokal di Negeri Riring Kecamatan Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat. Pangan lokal dipandang penting dari segi ekonomi, segi sosial budaya dan segi kesehatan.
Satu hal menarik, responden menyatakan pangan lokal dapat menjadi identitas daerah dan menarik wisata. Persepsi baik dari generasi Z dengan tingkat pengetahuan memadai memandang pangan lokal sebagai bagian dari promosi wisata daerah.
Penelitian Adjani et al..2019, sebanyak 53,33% masyakarat Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul memiliki persepsi yang tidak baik terhadap pangan lokal sebagai pendukung pariwisata. Persepsi tidak baik cenderung dimiliki oleh masyarakat berumur diatas 40 tahun dengan tingkat pengetahuan rendah.
Persepsi atas keterkaitan pangan lokal (kecukupan pangan bangsa, biodiversitas dan kemandirian pangan)
Responden mempersepsikan keterkaitan antara pangan lokal dengan kecukupan pangan, biodiversitas dan kemandirian pada tataran penting dan sangat penting, Tabel 5. Secara agregat peran pangan lokal dipersepsikan paling penting bagi kecukupan pangan, Gambar3.
KKIN 2022 “Pemanfaatan Green Technology dalam Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan di Era Industri 5.0” | 194 Tabel 5. Persepsi atas keterkaitan pangan lokal dengan kecukupan pangan bangsa, biodiversitas dan kemandirian pangan
Sangat penting Penting Kurang penting Tidak penting
Kecukupan Pangan 50 43.8 4.1 2.1
Biodiversitas 29.2 64.6 6.2 0
Kemandirian Pangan 39.6 56.3 4.1 0
Gambar 3. Persepsi peran pangan lokal
Secara umum ketersediaan pangan lokal menjadi pendukung kecukupan pangan yang pada gilirannya mengarah kepada kemandirian pangan. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan perubahan dalam pola konsumsi dan komitmen. Hasil identifikasi yang dilakukan oleh Aninda dan Rijanta (2017), pangan lokal belum mampu berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga tanpa dibarengi kebiasaan rutin mengkonsumsinya.
Persepsi terhadap prospek pangan lokal
Gambar 4. Persepsi atas prospek pangan lokal
Lebih dari 90% responden menyatakan pangan lokal prospektif hingga sangat prospektif. Pangan lokal dinilai memiliki prospek pengembangan dalam pengolahan. Menjadi daya ungkit industri olahan dan berimplikasi pada kesempatan kerja dan nilai ekonomis bisnis.
Identifikasi gagasan atau konsep mahasiswa pertanian untuk meningkatkan peran pangan lokal
Persepsi positif responden terlihat dari pengetahuan dasar tentang pangan lokal. Mewujud dalam pengambilan keputusan dalam konsumsi pangan lokal. Terakumulasi dalam kemampuan menyatakan gagasan atau konsep peningkatan peran pangan lokal. Rangkuman identifikasi gagasan yang disjukan melalui pertanyaan terbuka disajikan pada Tabel 6.
KKIN 2022 “Pemanfaatan Green Technology dalam Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan di Era Industri 5.0” | 195 Tabel 6. Rangkuman identifikasi gagasan konsep peningkatan peran pangan lokal
Gagasan konsep peningkatan peran pangan lokal Edukasi: pelaku bisnis maupun konsumen Inovasi produk sehat: on farm maupun off farm Kemudahan akses pasar
Diseminasi dengan media sosial Aktivasi kelompok
Menjadikan habit bagian menu keseharian
Kajian awal menunjukkan kemampuan responden dalam menyatakan gagasan atau konsep peningkatan peran pangan lokal. Dimulai dengan edukasi, inovasi, kemudahan akses pasar, aktivasi kelompok hingga diseminasi dengan media social. Menarik pernyataan gagasan menjadikan pangan lokal sebagai habit bagian menu keseharian.
Irwansyah dan Munasiah (2018) menyimpulkan adanya hubungan erat antara persepsi positif dengan kemampuan berpikir kritis yang dilanjutkan dengan keterampilan menyatakan gagasan yang argumentatif. Hasil ini senada dengan temuan kajian awal yang dilakukan.
Sebagai rangkuman hasil: (1) 64% responden mengetahui minimal 3 jenis tanaman pangan lokal selain padi dan 70% responden konsumsi pangan lokal paling tidak 2 bulan sekali; (2) nilai gizi dan rasa merupakan atribut pertimbangan responden konsumsi pangan lokal; (3) mahasiswa pertanian teridentifikasi memiliki cukup pengetahuan tentang peranan tanaman pangan lokal; (4) persepsi keterkaitan pangan lokal paling erat dengan kecukupan pangan; (5) tanaman pangan lokal dipersepsikan prospektif; dan (6) mahasiswa pertanian teridentifikasi mampu menyampaikan gagasan pengembangan tanaman pangan lokal.
KESIMPULAN
Mahasiswa pertanian memiliki persepsi positif terhadap tanaman pangan lokal.
DAFTAR PUSTAKA
Abidin, Z. dan Musadar. 2018. Analisis persepsi masyarakat terhadap pangan lokal sagu di Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Berkala Ilmiah Agribisnis AGRIDEVINA: Vol. 7 No.1, Juli 2018:1-13.
Adjani. G, S. P. Wastutiningsih dan R. I. Wati. 2019. Persepsi masyarakat terhadap pangan lokal sebagai pendukung pariwisata di Desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo Kabupaten Gunungkidul. Skripsi, UGM.
Aninda, Aruni R., and R. Rijanta. 2017. "Kajian Pemanfaatan Sumberdaya Pangan Lokal terhadap Ketahanan Pangan Rumah Tangga Kabupaten Kulon Progo." Jurnal Bumi Indonesia, vol. 6, no. 2, 2017.
Anita dan E. Sutrisno. 2022. Analisis persepsi masyarakat terhadap pengolahan pangan lokal untuk pencegahan stunting di Jawa Timur. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan Volume 4 Nomor 1 Tahun 2022 Halm 456- 466.
Irwansyah, N. dan Munasiah. 2018. Hubungan antara persepsi dan kemampuan berpikir kritis siswa dengan keterampilan menulis karangan argumentasi di SMA Tugu Ibu Depok. DEIKSIS. Vol. 10 No.03, September-Desember 2018:280-290.
Latue, B. D., A. E. Pattiselanno, A. M. Sahusilawane. 2018. Peran pangan lokal di Negeri Riring Kecamatan Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat. AGRILAN: Jurnal Agribisnis Kepulauan Volume 6 No. 2 Juni 2018:187-198.
Rakhmah, D. N. W. dan S. N. Azizah. 2020. Memahami generasi pascamilenial: sebuah tinjauan praktik pembelajaran siswa. Masyarakat Indonesia, Vol. 46 (1), JUNI 2020:49- 64.
Sungkawa, I., D. Purnomo dan E. Fauziah. 2015. Hubungan antara persepsi dan preferensi konsumen dengan pengambilan keputusan pembelian buah lokal (Studi kasus di Pasar Harjamukti, Pasar Pagi, dan Pasar Kanoman Kota Cirebon). JURNAL AGRIJATI VOL 28 NO 1, APRIL 2015: 79-99.