• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosentase Kelulusan Siswa dari Tahun

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Prosentase Kelulusan Siswa dari Tahun "

Copied!
73
0
0

Teks penuh

Pembelajaran kolaboratif merupakan strategi dalam proses pembelajaran yang memerlukan partisipasi dan kerjasama dalam kelompok, kerjasama dapat meningkatkan cara kerja siswa menjadi lebih baik, dan mengedepankan sikap gotong royong dalam perilaku sosial tertentu. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada peralatan makan dan minum dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Haqqul Yaqien NW Kecamatan Sayang-Sayang Cakranegara Kota Mataram tahun ajaran 2010/2011. Penelitian ini merupakan pengalaman belajar atau pengalaman baru dalam pembelajaran fikih dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw.

Pembelajaran kooperatif merupakan strategi dalam proses pembelajaran yang membutuhkan partisipasi dan kerjasama dalam kelompok; dengan kerjasama, cara kerja siswa ke arah yang lebih baik dapat meningkat, menumbuhkan sikap gotong royong dalam perilaku sosial tertentu.

Tipe Model Pembelajaran Jigsaw

Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja sama dengan anggota kelompok untuk memecahkan setiap masalah yang mereka hadapi. Dalam pembelajaran puzzle kolaboratif, siswa didorong untuk lebih aktif dan setiap pelajaran yang mereka selesaikan akan lebih bermakna. Pada level selanjutnya guru memberikan tes/kuis kepada siswa dengan tujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memahami materi dengan menggunakan metode cooperative learning of the puzzle.

Keterlibatan guru sebagai pusat kegiatan kelas dalam proses pembelajaran dengan model cooperative puzzle semacam ini berkurang.

Ilustrasi hubungan antara home teams (tim asal) dan expert team (tim  ahli).
Ilustrasi hubungan antara home teams (tim asal) dan expert team (tim ahli).

Hasil Belajar

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah kecakapan, sikap dan keterampilan yang diperoleh siswa setelah dilatih oleh guru sehingga dapat membangun pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum, hasil belajar sebagai mata pelajaran penilaian dapat dibagi menjadi tiga area, yaitu area kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ranah kognitif menyangkut hasil belajar intelektual, yang terdiri dari enam aspek, yaitu pengetahuan atau ingatan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi.

Dalam penelitian ini ranah yang dapat digunakan adalah ranah kognitif dan ranah afektif, karena dalam kegiatan belajar mengajar materi yang dibahas adalah makanan dan minuman. Jika mengacu pada rumusan operasional keberhasilan pembelajaran, maka pembelajaran dikatakan berhasil jika disertai dengan ciri-ciri sebagai berikut: keberhasilan dalam belajar mengajar. Hasil tes dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar pada materi tertentu dan pada waktu tertentu.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan taraf atau taraf keberhasilan belajar siswa dalam suatu periode pembelajaran yang diberikan. Alat penilaian keberhasilan belajar mengajar yang diuraikan di atas sangat penting untuk mengenali hasil belajar yang telah dilaksanakan dalam pembelajaran. Tujuan merupakan pedoman arah dan sekaligus suasana yang ingin dicapai dalam kegiatan belajar mengajar.

Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar (Strategi Mencapai Pembelajaran Bermakna dengan Mengajarkan Konsep Umum dan Konsep Islam, (Bandung: PT. Menyusun tes dengan demikian sangat penting untuk menilai ranah kognitif dan afektif pada materi makanan dan minuman untuk hasil belajar yang lebih baik dalam meningkatkan pembelajaran yang lebih dalam) secara optimal.

Materi Pembelajaran Makanan dan Minuman 1. Makanan dan Minuman Halal

Firman Tuhan di atas menegaskan atau mengisyaratkan agar kita sebagai umat Islam harus makan yang halal dan baik. Jenis makanan yang dihalalkan oleh Allah dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu jenis tumbuhan dan jenis hewan. Dalam kehidupan di bumi ini kita sudah mengetahui tentang air yang diciptakan oleh Tuhan.

Dan dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum datangnya rahmat (hujan)-Nya, dan Kami turunkan air suci dari langit.” Air olahan adalah air yang telah diolah secara kimiawi oleh pabrik dan menjadi minuman siap minum untuk konsumsi manusia 38 Kementerian Agama Republik Indonesia, Al-Quran dan terjemahannya, h. Sari buah adalah air yang dihasilkan dari jenis buah-buahan dan tumbuhan tertentu, seperti air nira yang dihasilkan dari Tumbuhan siwalan, air debu dan air kelapa e.

Makanan haram ialah sebarang jenis makanan yang tidak dibenarkan dimakan oleh orang Islam mengikut peraturan agama. Bangkai ialah segala jenis binatang yang mati tanpa disembelih, kecuali bangkai ikan dan belalang. Apa-apa sahaja yang membahayakan tubuh atau jiwa manusia adalah dilarang untuk dimakan. d) Binatang yang disembelih tidak menyebut nama Tuhan. e) Haiwan yang kotor dan menjijikkan.

Minuman haram ialah semua jenis minuman yang tidak boleh diminum menurut ketentuan agama atau semua jenis minuman yang memabukkan. Oleh itu, wajib bagi setiap orang Islam menjauhi minum arak yang haram.

Hipotesis Tindakan

Desain Penelitian (Rancangan Penelitian)

Setting Penelitian (Tempat Penelitian) 1. Tempat Penelitian

Dalam penelitian ini diamati hal-hal sebagai berikut: a) Situasi kegiatan belajar mengajar guru dan siswa b) Aktivitas siswa. Berupa uraian prosedur analitis hasil pemantauan dan refleksi mengenai proses dan dampak tindakan perbaikan yang dilaksanakan, serta kriteria dan rencana tindakan siklus selanjutnya. Analisis hasil pemantauan dan refleksi terkait dengan proses dan dampak tindakan perbaikan yang dilaksanakan, serta kriteria dan rencana tindakan siklus selanjutnya.

Indikator keberhasilan yang dicapai pada siklus ini diharapkan dapat berkembang minimal 10% dari siklus I, dengan melihat tingkat peningkatan minat dan motivasi untuk mempelajari makanan dan minuman halal dan haram. Indikator keberhasilan yang dicapai dalam siklus ini diharapkan. kemajuan minimal 10% dari Siklus II. untuk melihat tingkat peningkatan hasil belajar pada pembahasan makanan dan minuman.

Subjek Penelitian

Kolega dan kolaborator dimaksudkan sebagai sumber data untuk melihat pelaksanaan PTK secara komprehensif, baik dari segi siswa maupun guru. Sumber data penelitian ini adalah siswa dan pengumpulan data menggunakan tes harian dan lembar observasi. satu.

Analisis Data dan Refleksi

Data kuantitatif (hasil belajar siswa) dapat dianalisis secara deskriptif, misalnya dengan mencari persentase rata-rata keberhasilan belajar siswa dan lain-lain.

Prosedur penelitian

Personalia Penelitian

Jenis Instrumen dan Cara Penggunaannya

Pelaksanaan Tindakan dilaksanakan sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran

GAMBARAN UMUM MADRASAH IBTIDAIYAH HAQQUL YAQIEN NW SAYANG-SAYANG CAKRANEGARA KOTA MATARAM

Letak geografis MI Haqqul Yaqien NW Sayang- Sayang sangat strategis karena berada di kawasan yang mudah ditemukan karena berada di sebelah traffic light atau dekat jalan raya. Demikian gambaran singkat letak geografis MI Haqqul Yaqien NW, Desa Sayang-Sayang, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram. MI Haqqul Yaqien NW Sayang-Sayang Kecamatan Cakranegara yang terletak di Jalan Pangeran Diponeogoro No.38 Kota Mataram adalah sebuah lembaga pendidikan tingkat dasar di bawah bendera Pesantren Haqqul Yaqien NW. menurut sejarahnya, MI Haqqul Yaqien NW Sayang-Sayang merupakan pengembangan organisasi dan pendidikan NW untuk anak-anak di Desa Sayang-Sayang.

Madrasah ini didirikan atas hasil musyawarah para tokoh agama dan masyarakat di desa Sayang-Sayang yaitu pada tahun 1964. Kemudian pada tanggal 8 September 2007, MI Haqqul Yaqien NW Sayang-Sayang diakreditasi dengan piagam nomor: No.162/Akr. MI. B. Kondisi madrasah saat ini cukup baik, meliputi sarana dan prasarana, jumlah guru dan komponen lain yang mendukung berlangsungnya kegiatan pembelajaran di MI Haqqul Yaqien NW Sayang-Sayang. Dari dulu sampai sekarang perkembangan manajemen MI Haqqul Yaqien NW Sayang-Sayang tidak terlepas dari kepala sekolah, guru, siswa dan warga madrasah lainnya.

Struktur organisasi MI Haqqul Yaqien NW Sayang-Sayang Tahun Pelajaran 2011/2012 adalah sebagai berikut:48. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang kondisi guru MI Haqqul Yaqien NW Sayang-Sayang dapat dilihat pada tabel berikut: 50. Jumlah keseluruhan siswa di MI Haqqul Yaqien NW Sayang-Sayang tahun pelajaran 2011/2012 adalah 138 siswa, dengan rincian 79 siswa laki-laki dan 59 siswa perempuan.

Untuk mengetahui secara lebih jelas peningkatan atau penurunan mengenai kondisi siswa MI Haqqul Yaqien NW Sayang-Sayang dapat dilihat pada tabel berikut: 51. Untuk mengetahui kondisi lulusan MI Haqqul Yaqien NW Sayang-Sayang pada tiga tahun terakhir, mulai dari tahun pelajaran 2008/2009 sampai dengan 2010/2011.

Prosentase Kelulusan Siswa dari Tahun Pelajaran 2008/2009 s.d 2010/2011

  • HASIL PENELITIAN
  • PEMBAHASAN
  • Kesimpulan
  • Saran

Dari keterangan di atas dapat diartikan bahwa kegiatan pembelajaran yang dilakukan belum berhasil, karena persentase siswa yang tuntas belajar hanya mencapai 40,6% dari siswa kelas V. ketuntasan minimal 85% dari jumlah siswa pada kelas tersebut. Suasana kelas agak terganggu, dimana beberapa siswa kurang memperhatikan materi pembelajaran yang diberikan oleh peneliti.

Hal ini dikarenakan siswa sendiri sibuk menggali dan mencari di buku sumber, ada siswa yang tidak. Selama pertemuan tersebut, siswa kurang memperhatikan hal-hal penting yang perlu dipahami dan dipahami sehingga mengakibatkan penurunan kinerja siswa baik saat mengerjakan soal latihan maupun saat mengerjakan soal evaluasi. Analisis di atas menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti benar-benar berhasil karena persentase siswa yang menyelesaikannya adalah 93,75% dari jumlah siswa.

Dengan demikian hipotesis tindakan diterima yang berarti bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada materi makanan dan minuman dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V Madrasah Ibtidaiyah Haqqul Yaqien NW Sayang-Sayang Kecamatan Cakranegara Kota Mataram. Tahun Akademik 2011/2012. Pada siklus II pembelajaran agak tercapai dengan capaian skor siswa yang banyak menyelesaikan pembelajaran siklus I dan mencapai prosentase 71,88%, namun masih ada siswa yang tuntas. Dari analisis data terlihat bahwa kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti berhasil dari jumlah siswa namun ada dua siswa yang memerlukan perhatian khusus karena gelarnya belum selesai.

Metode pembelajaran Jigsaw ini dapat berhasil karena siswa aktif dan kreatif dalam bertanya, mengemukakan pendapat dan tidak merasa tertekan untuk menanggapi suatu masalah karena Jigsaw menuntut siswa untuk dapat bersosialisasi, bertanggung jawab dan bekerja sama dengan kelompok lain. Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan dan analisis data, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah: Pembelajaran kooperatif merupakan strategi dalam proses pembelajaran yang memerlukan partisipasi dan kerjasama dalam kelompok, kerjasama dapat meningkatkan cara kerja siswa ke arah perbaikan, dan mendorong kemajuan. sikap gotong royong dalam beberapa perilaku sosial. Pembelajaran tipe Jigsaw adalah metode pembelajaran kooperatif yang dikelompokkan dengan cara Jigsaw, yaitu setiap siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4 sampai 6 orang secara heterogen dan bekerja sama, mereka saling bergantung secara positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan mata pelajaran. mereka harus belajar.

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada materi makanan dan minuman dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V di.

28  Tabi’i  25  Tidak tuntas
28 Tabi’i 25 Tidak tuntas

Gambar

Ilustrasi hubungan antara home teams (tim asal) dan expert team (tim  ahli).
Ilustrasi model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw yang lebih detail /  spesifik sebagai berikut:
28  Tabi’i  25  Tidak tuntas
28  Tabi’i  65 Tuntas
+2

Referensi

Dokumen terkait

Identifikasi Jamur Fusarium Solani yang Berasosiasi Dengan Penyakit Busuk Batang pada Tanaman Buah Naga (Hylocereus sp) di Kecamatan Bangorejo.. E-Jurnal