Hak cipta dan penggunaan kembali:
Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bukan untuk kepentingan komersial, selama anda mencantumkan nama penulis dan melisensikan ciptaan turunan dengan syarat yang serupa dengan ciptaan asli.
Copyright and reuse:
This license lets you remix, tweak, and build upon work
non-commercially, as long as you credit the origin creator
and license it on your new creations under the identical
terms.
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) merupakan kota-kota metropolitan yang saling terkoneksi satu dengan yang lain dan disebut sebagai kawasan megapolitan terbesar kedua di dunia dengan jumlah penduduk sekitar 32 juta (Ramdhini, 2016, para. 1).
Dengan jumlah penduduk yang cukup banyak sebagai sebuah kawasan megapolitan, maka kebutuhan akan informasi yang dibutuhkan masyarakat di kawasan tersebut pun cukup tinggi dan menjadi fokus tersendiri bagi media- media yang ada di Indonesia.
Media yang sebelumnya hanya berupa media lama atau konvensional, sekarang telah bertransformasi menjadi media baru atau new media. Munculnya media baru erat kaitannya dengan kehadiran internet dan perkembangan teknologi komunikasi. Menurut McQuail (2011, p.42), istilah media baru sudah mulai digunakan sejak tahun 1960-an dan mencakup teknologi komunikasi terapan yang semakin berkembang dan beragam.
Media online sebagai bagian dari media baru memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan media lain, yaitu cepat dalam menyajikan informasi, praktis, dan fleksibel karena dapat diakses dari mana saja dan kapan saja.
Faiz Nashrillah menulis tentang survei Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) menyebutkan jumlah pengguna internet di Indonesia
143,2 juta pengguna atau setara dengan 54,7 persen dari total populasi di Indonesia.Jumlah pengguna jasa internet yang cukup banyak, membuat kebutuhan akan informasi di internet juga tinggi. (2018, para. 5).
Jabodetabek yang termasuk ke dalam karakter masyarakat urban, menurut survei APJII pada 2017 memiliki penetrasi terhadap penggunaan internet sebesar 72,41 persen (Kominfo, 2017). Survei tersebut membuktikan mayoritas masyarakat urban telah menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari.
Kompas Gramedia Group sebagai salah satu perusahaan media ternama di Indonesia, melalui Kompas.com mencoba untuk memenuhi kebutuhan informasi melalui fasilitas internet yang masyarakat butuhkan.
Kompas.com yang memiliki kanal news terbagi menjadi beberapa bagian atau bidang seperti Nasional, Megapolitan, Regional, dan Internasional. Khusus bagian Megapolitan Kompas.com membuat bagian itu untuk memenuhi kebutuhan informasi tentang kawasan Jabodetabek melihat dari jumlah penduduk yang cukup banyak dan merupakan salah satu kawasan yang vital dikarenakan di dalamnya terdapat pusat pemerintahan. Berdasarkan Alexa.com pada Maret 2019, Kompas.com berada di posisi ke-9 dalam
kategori top sites di Indonesia.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis ingin mengetahui dan mempelajari secara langsung bagaimana alur kerja bagi seorang jurnalis megapolitan yang ada di suatu media khususnya di Kompas.com. Keputusan tersebut juga didukung fakta bahwa Kompas.com adalah sebuah media online di Indonesia yang di dalam kanal beritanya memiliki bagian khusus megapolitan.
1.2 Tujuan Kerja Magang
Tujuan penulis melakukan praktek kerja magang untuk menerapkan ilmu jurnalistik yang telah diterima selama kuliah secara langsung dalam dunia kerja. Dalam menjadi jurnalis megapolitan kemampuan dalam ilmu jurnalistik yang paling digunakan adalah penulisan berita, bahasa jurnalistik serta pemahaman tentang online journalism.
Selain itu, praktek kerja magang ini merupakan kewajiban bagi penulis untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan untuk mendapat gelar sarjana dari Universitas Multimedia Nusantara.
1.3 Waktu dan Prosedur Kerja Magang
1.3.1 Waktu Pelaksanaan Kerja Magang
Penulis telah melakukan kerja magang selama 61 hari kerja, mulai pada tanggal 10 Oktober 2018 – 10 Januari 2019. Berlokasi di Gedung Kompas Gramedia, Unit II Lt. 5, Jl. Palmerah Selatan No. 22 – 28 Jakarta,penulis mengikuti pola waktu kerja yang diterapkan pada desk tempat penulis melakukan kerja magang, yaitu fleksibel
berdasarkan penugasan yang diberikan.
1.3.2 Prosedur Pelaksanaan Kerja Magang
Sebelum melakukan praktik kerja magang, penulis diharuskan untuk memenuhi persyaratan akademik. Persyaratan tersebut terdaftar sebagai mahasiswa aktif di Universitas Multimedia Nusantara dan telah lulus sekurang-kurangnya 110 SKS tanpa nilai E. Setelah penulis memenuhi berbagai persyaratan akademik, penulis diberikan
beberapa rekomendasi. Penulis telah menghubungi beberapa perusahaan media, seperti National Geographic Indonesia dan Kompas.com. Penulis mengirimkan lamaran ke perusahaan yang bersangkutan. Penulis mengirimkan beberapa berkas, seperti curriculum vitae (CV), portofolio, dan surat pengantar kerja magang
(KM-02).
Dalam mengurus surat pengantar kerja magang, penulis sebelumnya diharuskan mengisi formulir KM-00 untuk pengajuan kerja magang yang harus ditandatangani oleh Ketua Program Studi Jurnalistik dan KM-01 untuk ditandatangani oleh Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi. Setelah menyerahkan forrmulir KM-00 dan KM-01 kepada admin prodi Ilmu Komunikasi, penulis mendapatkan surat pengantar kerja magang KM-02 yang telah ditanda tangani oleh Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi.
Dari dua media yang penulis hubungi, hanya Kompas.com yang menindaklanjuti terkait permohonan kerja magang. Pada tanggal 1 Oktober 2018, penulis dihubungi oleh pihak HRD Kompas.com terkait surat permohonan kerja magang yang diajukan.
Dua hari kemudian yaitu pada tanggal 3 Oktober 2018, penulis melakukan wawancara oleh pihak HRD Kompas.com dan diperbolehkan melakukan kerja magang di Kompas.com bagian reporter Megapolitan. Setelah itu, penulis diminta untuk bisa mulai bekerja pada tanggal 10 Oktober 2018 dan langsung ditugaskan meliput di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.