VOL 1 (2017): PROSIDING KONFERENSI NASIONAL KOMUNIKASI TABLE OF CONTENTS
Articles
Strategi Sales Promotion Lembaga Kursus Informal Alpha Smart Education dengan Penguatan Aspek Psikologis Fun, Focus, dan Fantastic
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.1 Abdul Aziz, Umaimah Wahid
Komunikasi Pemerintah Daerah Berkaitan dengan Kawasan Lindung Karst Citatah- Rajamandala Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.2
Ade Kadarisman, Yustikasari Yustikasari
Exploitation Phenomenon of Integrated TV News Reporter in Indonesia (Commodification of Media Workers at MM Media)
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.4
Amalia Permata Wijaya, Metha Madonna
Communications Strategies of Marketing to Encourage Investment on Special Economic Zones in Palu City
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.52 Muhammad Khairil
Implementasi Bauran Promosi untuk Mencapai Kekuatan Merek pada Bisnis Start Up Kuliner Nasi Jinggo Kedai Tiang Jakarta Selatan
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.33 Ferrari Lancia, Umaimah Wahid
Studi Pendekatan Sejarah Komunikasi: Beberapa Catatan Pengalaman Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Brawijaya
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.8
Antoni Antoni, Nisa Alfira, Sri Handayani
Berkomunikasi Saat Krisis: Strategi Penggunaan Media Internet dalam Menghadapi Krisis di Era Digital
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.9 Aqida Nuril Salma
Communications Group Pattern of Kompas Images Division: Descriptive Qualitative on Production Video Feature and Documentary Program at Kompas.com
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.10 Arbi Cristional Lokananta
Pertarungan Simbolik dalam Konflik Internal PDI Era Rezim Orde Baru (Studi Sejarah Penyerangan Kantor PDI pada 27 Juli 1996)
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.11
Ari Sulistyanto, Atwar Bajari, Suwandi Sumartias, Ari Djuneidi
Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran Politik Hary Tanoesoedibjo (Studi Kasus
Program UMKM sebagai Political Branding Partai Perindo) PDF
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.13
Arnoldus Dillon Hastomo, Muhammad Aras
Konstruksi Sosial terhadap Berita Hiburan di Media Sosial (Followers Akun Instagram @Lambe_turah)
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.14 Arsyi Koes Anggita
Pencarian Informasi Kesehatan dan Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di Kota Banjar dan Kabupaten Majalengka - Jawa Barat
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.15 Atwar Bajari
Penggunaan Model Sebagai Medium Komunikasi Pemasaran Ditinjau dari Teori Masyarakat Konsumsi
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.20 Chrisdina Chrisdina
Pengaruh Tayangan Film “Guru Bangsa: Tjokroaminoto” terhadap Rasa Nasionalisme Siswa-Siswi SMUN 4 Depok
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.21 Damayanti Damayanti, Azwar Azwar
Komunikasi Keluarga Masyarakat Urban DOI : 10.25008/pknk.v1i1.24
Dini Safitri
Pemaknaan Followers terhadap Gaya Hidup Selebgram (Studi Resepsi pada Viewers Vlog Akun Youtube Karin Novilda)
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.32 Fasya Syifa Mutma
Komunikasi Remaja dengan Keluarga di Era Digital DOI : 10.25008/pknk.v1i1.34
Firdanianty Pramono, Djuara P. Lubis, Herien Puspitawati, Djoko Susanto
Perbandingan Frame Berita tentang Kasus Korupsi Proyek Pengadaan KTP Elektronik Antara Suratkabar Kompas dan Koran Tempo
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.35 Firdha Junita, Mulharnetti Syas
Komunikasi Budaya Digital DOI : 10.25008/pknk.v1i1.122 Zikri Fachrul Nurhadi
Penggunaan Bahasa Indonesia dalam Komunikasi Keluarga Berbeda Suku dengan Masyarakat Sekitar di Bandung
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.50 Kismiyati El Karimah
Selera Budaya Priyayi Jawa dalam Konteks Komunikasi Budaya Tradisional (Studi
pada Budaya Rias Pengantin Jawa di kalangan Priyayi) PDF
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.18 Bhernadetta Pravita Wahyuningtyas
Bankingless Direct pada Produk Branchless Banking dalam Meningkatkan Digitalisasi Nasabah PT. BTPN Syariah
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.25
Doddy Agung Faiskara, Umaimah Wahid
Efektifitas Sosialisasi Pembatalan Undang-Undang Sumber Daya Air DOI : 10.25008/pknk.v1i1.68
Nia Sarinastiti, Dorien Kartikawangi, Yohannes Temaluru
Evaluasi Pelaksanan Program Corporate Social Responsibility dalam Mengubah Sikap dan Perilaku Masyarakat terhadap Perusahaan (Kasus Program Corporate Social Responsibility PT Bhimasena Power Indonesia)
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.27 Dwinanda Rendy Friadi, Effy Rusfian
Asesmen Guru Sekolah Dasar terhadap Kreasi Media Pembelajaran Bahasa Sunda Berbasis Audio
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.116
Efi Fadilah, Pandan Yudhapramesti, Nuryah Asri Sj
Konstruksi Media Republika on-line terhadap Pidato Pelantikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.47 Izzatul Muslimah
Evolusi Majalah Gadis dalam Beradaptasi terhadap Perubahan Struktur Pasar Media di Indonesia
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.49 Joe Harrianto Setiawan
Relasi Sosial dalam komunikasi di Media Sosial Instagram Mahasiswa DOI : 10.25008/pknk.v1i1.56
Lidya Wati Evelina
Survivalitas Media Lokal di Nusa Tenggara Barat (Praktik Komodifikasi di Harian Lombok Post dan Suara NTB)
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.65
Muhlis Muhlis, Diyah Indiyati, Siti Chotijah
Consumtion Value Smartphone dalam Pandangan Pengelola Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Pemanfaatannya sebagai Media Komunikasi Pemasaran Online
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.76 Nurprapti Wahyu Widyastuti
Ragam Kreativitas Program Jurnalistik pada Radio Siaran di Indonesia DOI : 10.25008/pknk.v1i1.78
Pandan Yudhapramesti, Efi Fadilah, Sahala Tua Saragih
Bias Gender Dalam Konstruksi Media Cetak (Studi Kasus Rubrik Berita “Nah Ini Dia” Di Pos Kota)
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.87
Rangga Galura Gumelar, Iman Mukhroman
Perilaku Komunikasi Peziarah Kubur Jamaah Syatariah DOI : 10.25008/pknk.v1i1.90
Rinaldi Rinaldi, Dalmenda Dalmenda, Rizki Putra Aslendra
Konstruksi Sensualitas Tubuh Laki-Laki Pada Media Massa (Analisis Tekstual Rubrik Man Manual Majalah Cosmopolitan Indonesia)
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.96 Santi Isnaini
Mempertahankan Tarian Klasik Sunda dengan Cinta dan Inovasi DOI : 10.25008/pknk.v1i1.97
Santi Susanti, Sukaesih Sukaesih
Positioning Lombok Sebagai Destinasi Wisata Halal Di Indonesia (Comparative Study Lombok Dengan Berbagai Destinasi Halal Di Indonesia)
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.98 Siti Chotijah
Sipakatau, Sipakainge, Sipakalebbi And Sipattokong As Falsafah And Value Of Local Etnic Bugis (Intercultural Communication Studies Of Bugis Perantau In Palu Central Sulawesi)
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.101 Sitti Murni Kaddi, Rahmi Surya Dewi
Makna Profesi Jurnalis Perempuan Di Kota Ambon DOI : 10.25008/pknk.v1i1.105
Sulaeman Sulaeman
Masa Depan Jaringan 5G dan Perilaku Komunikasi Digital DOI : 10.25008/pknk.v1i1.111
Topan Yuniarto
Personal Image Generasi Millennial Korban Cyberbullying Pada Akun Instagram dan Ask Fm Di Jakarta
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.117
Taufan Teguh Akbari, Alphana Christy Falopenia
Digital Platform sebagai Upaya Memperluas Jaringan (Studi Kasus Pemanfaatan Digital Platform oleh Kompas TV dan NET.)
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.118 Veronika Veronika
Evaluasi Komunikasi dalam Kegiatan Kehumasan pada Mata Kuliah Audit Humas DOI : 10.25008/pknk.v1i1.119
Yanti Setianti, Kokom Komariah, Evi Novianti, Aat Ruchiat, Lukiati Komala
Penggunaan Media Baru untuk Komunikasi Politik Pemerintah di Sumatera Barat PDF
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.120
Yayuk Lestari, Diny Amenike, Alna Hanana, Latifah Gusri
Peran Bahasa dan Identitas Kultural (Studi Kasus Kalangan Warga Masyarakat Tionghoa Yang Tergabung Dalam Perkumpulan Masyarakat Surakarta) DOI : 10.25008/pknk.v1i1.57
Lukas Maserona Sarungu, Pawito Pawito, Sri Hastjarjo
Komunikasi Organisasi Pengelolaan APBD (Kebijakan Tata Kelola APBD Berbasis E-Government Plus Pada Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah) DOI : 10.25008/pknk.v1i1.121
Rachmi Kurnia Siregar, Wenny Maya Arlena
Strukturasi Gender dalam Iklan Kondom Sutra “Enaknya Mana Tahan”
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.46
Isnawijayani Isnawijayani, Retna Mahriani
Peta Komunikasi Kesehatan : Identifikasi Profil Dokter Kandungan Favorit Menurut Persepsi Pasien
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.48 Jenny Ratna Suminar, Susanne Dida
DESAIN LOGIS KOMUNIKASI PUBLIK DAN PEMERINTAHAN ( Perspektif Daniel O’Kaffee dalam menilik Pidato Pertama Anies di Panggung Pemerintahan DKI Jakarta )
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.55 Lely Arrianie
Strategi Marketing Politik Pasangan Jokowi – Jusuf Kalla pada Pemilihan Presiden 2014
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.72
Novita Damayanti, Prasetya Yoga Santoso
Media Sosial Youtube sebagai Sarana Membentuk Citra Diri (Studi Kasus Personal Branding Laurentius Rando )
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.73 Nur Kholisoh, Dwi Esti Wahyuni
Sinergi Pemerintah dan Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata Suntenjaya Sebagai Community Based Tourism
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.77
Nuryah Asri Sjafirah, Dian Wardiana Sjuchro, Heru Ryanto Budiana
Kompetensi Komunikasi Penyandang Kanker Serviks Dalam Pemenuhan Kebutuhan Informasi Kesehatan Di Jawa Barat
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.81
Purwanti Hadisiwi, Jenny Ratna Suminar, Hadi Suprapto Arifin
Evaluasi Implementasi Program Komunikasi Pemasaran Event Ecofest Di Mal Ciputra Cibubur
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.92 Risma Kartika, Hana Cyntia
Gaya Komunikasi Dalam Komunikasi Pasangan Etnis Campur Di Pondok Cina- depok Jawa Barat
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.95 Santa Lorita Simamora
Ketertarikan Remaja Pada sinetron Aku Anak Indonesia di Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI)
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.107 Suraya Suraya, Yulia Yasmasari
Youth’s and Social Media: A Media Literacy Study DOI : 10.25008/pknk.v1i1.36
Fitrie Handayani, Vivien Sylvina, Arsiyanti Lestari
Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultural di Desa Balun, Kecamatan Turi, Kabupeten Lamongan
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.41 Ilham Gemiharto, Sukaesih Sukaesih
Implementasi Sinergi Humas Pemerintah Indonesia Pascapenetapan INPRES No.9 Tahun 2015
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.123
Yuliana Riana Prasetyawati, Rani Chandra Oktaviani
Pola Pencarian Informasi Tentang Reproduksi Seksual Pada Mahasiswa Universitas Sriwijaya
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.75
Nurly Meilinda, Sena Putra Prabujaya, Krisna Murti
Penggunaan Media Digital sebagai Keterampilan Dasar Literasi Informasi dan Media
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.83
Putri Limilia, Benazir Bona Pratamawaty
Iklan Audio Visual Sebagai Kampanye Politik : Analisis Resepsi Pada Film Kampanye Pemilihan Gubernur Jakarta Tahun 2017 di Media Sosial DOI : 10.25008/pknk.v1i1.124
Muhammad Irawan Saputra, Dewanto Putra Fajar, M. Fikri AR
Motif Aparatur Sipil Negara Menjadi Pejabat Humas DOI : 10.25008/pknk.v1i1.28
Dyah Rachmawati Sugiyanto, Suwandi Sumartias, Neni Yulianita, Lukiati Komala
Komunikasi Keteladanan Dan Nilai-Nilai Adat Masyarakat Melayu DOI : 10.25008/pknk.v1i1.125
Bangun P. Lubis, Adi Inggit Handoko
The Simultaeous and Partial Effects of Socil Media: e-Marketing Towards Consumer Shopping Behavior
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.12 Arius Krypton
Alih Media Pengetahuan Tradisional dan Ekspresi Budaya Tradisional untuk Pengembangan Industri Kreatif di Kota Padang
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.16 Azwar Azwar, Ahmad Zakki Abdullah
Konvergensi Media dan Mediamorfosis: Evaluasi Strategi Digitalisasi Media Cetak di Majalah Tempo Tema: Kajian Media dan Jurnalistik
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.37
Fransisca Hana, Cici Eka Iswahyuningtyas
Opini Perempuan sebagai Bagian Kelompok Masyarakat Pascaprogram Penertiban Pemukiman Kampung Pulo dan Kalijodo di Jakarta
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.54 Lasmery RM Girsang
Facebook Sebagai Media Baru dalam Komunikasi Pertemanan dan Perjodohan DOI : 10.25008/pknk.v1i1.58
Meilani Dhamayanti, Elva Ronaningrum
Konstruksi Pendidikan Virtual: Studi Netnografi Pembelajaran pada Facebook DOI : 10.25008/pknk.v1i1.74
Nuriyati Samatan, Dinda Rakhma Fitriani, Noviawan Rasid Ohorela
Media Komunikasi dalam Branding Parawisata Kota Padang DOI : 10.25008/pknk.v1i1.89
Revi Marta, Ilham Havifi
Studi Politainment dalam Perspektif Ekologi Media dalam Industri Televisi Indonesia
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.94 Sandy Allifiansyah
Penggunaan Model Non Public Figure Sebagai Model Sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.103 Sri Dewi Setiawati, Reddy Anggara
Pengaruh Tayangan Laptop si Unyil terhadap Minat Belajar Anak di SMPN 5 Depok – Jawa Barat
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.106 Sumiyati Sumiyati
Branding Kota Batam melalui Dimensi Multikultural DOI : 10.25008/pknk.v1i1.112
Ulani Yunus
Analisis Pengembangan Pemasaran Potensi Kabupaten Blitar sebagai Destinasi Wisata
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.126
Wayan Weda Asmara Dewi, Fitria Avicenna
Dakwah Sebagai Komunikasi Publik PDF
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.22 Deddy Irwandy
Kontestasi Identitas di Media Sosial (Diskursus tentang Karakter dan Bahasa Banyumas di Weblog, Twitter dan Facebook)
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.29 Edi Santoso
Kemiskinan Dan Budaya Konsumtif: Sebuah Paradoks Pada Masyarakat Indramayu
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.102 Slamet Mulyana, Meria Octavianti
Otonomi Daerah Dan Sistem Komunikasi Pemerintah Dalam Pengembangan Kambing Kaligesing Di Kabupaten Purworejo
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.109 Tatag Handaka
Pengaruh Media Online Terhadap Perilaku Keseharian Masyarakat DOI : 10.25008/pknk.v1i1.71
Novi Andayani Praptiningsih, Ami Kusuma Handayani
Industri Suratkabar di Indonesia: Hidup Segan Mati Tak Mau DOI : 10.25008/pknk.v1i1.86
Rajab Ritonga, Eko Nugroho
Televisi Sebagai Pembentuk Budaya Pola Makan Sehat Pada Remaja Di Kota Bogor
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.88
Ratih Siti Aminah, Bimo Dwi Cahyanto
Jurnalisme di Era Tsunami Informasi: Studi Kasus Harian Kompas DOI : 10.25008/pknk.v1i1.70
Ninok Leksono, Maria Advenita Gita Elmada
Model Komunikasi Coaching dalam Menyelesaikan Konflik Hubungan Industrial DOI : 10.25008/pknk.v1i1.127
Wulan Furrie Lenggana
Strategi Mengurangi Ketidakpastian Informasi dalam Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Etnik Papua dan Mahasiswa Etnik Jawa di Universitas Kristen Indonesia Jakarta
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.128 Chontina Siahaan, Donal Adrian
Partisipasi Publik terhadap Kesimpangsiuran Informasi melalui Penyelenggaraan Event “Tur bersama 11 Lembaga Arsitektur Melihat RPTRA di Jakarta”
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.129 Melati Mediana Tobing
Pencitraan Melalui Media Daring: Analisis Framing Situs Gubernur Sumatera
Barat PDF
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.130 Mohammad Isa Gautama
The Management of Conflict and Negotiation Process between The Bandung Zoo and Scorpion Wildlife Foundation in the Animal Welfare Dispute
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.140
Herlina Agustin, Rinda Aunillah Sirait, Dandi Supriadi
Media Relation dalam Organisasi Pemerintah: Studi Terhadap Humas BKKBN Provinsi Sumatera Selatan
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.132
Raden Ayu Wulantari, Adi Inggit Handoko
Youth and Information Technology: An Indonesian Case Study of Indonesian Millennials’ Views on U.S. Election
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.133 Suzie S Sudarman
Analisis Interaksi Simbolik Atas Perilaku Pekerja Seks Komersial (PSK) di Tegal Rotan, Tangerang Selatan)
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.134 Umaimah Wahid, Ardini Yati
Dakwah dan Humor: Sisipan Pesan Dakwah dalam Program Siaran Humor Radio DOI : 10.25008/pknk.v1i1.135
Uwes Fatoni, Sri Feni Hartati
Dominasi ke Islaman di dalam Identitas Indonesia: Arena Politik Identitas Indonesia dalam Festival Video Edukasi 2013
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.136 Vani Dias Adiprabowo
Analisis Media Literasi Masyarakat Desa Jawa Timur dalam Sistem Informasi Desa
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.137 Yayan Sakti Suryandaru
Pengelolaan Media Sosial Wikidpr Dalam Mengedukasi Masyarakat Mengenai Politik Dan Anggota Legislatif
DOI : 10.25008/pknk.v1i1.138
Prasetya Yudha Pratama, Kokom Komariah, Ade Kadarisman
Edukasi Citizen Journalism (Studi pada Kegiatan Seminar NET TV) DOI : 10.25008/pknk.v1i1.139
Yuvita Dhita Hermayanti, Mulatua Hasiholan
E-ISSN: 2113-9790 Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi, Vol. 01, No.01, 2017
146 PROSIDING
Komunikasi Keluarga Masyarakat Urban
Dini Safitri
11Universitas Negeri Jakarta
Jl. Rawamangun Muka, Jakarta 13220, Indonesia
Abstract
The task of educating children, not only the task of educators in schools, but also parents. Therefore, good communication is required in the family. This study aims to describe how the description of the communication problems of urban families and at the same time to provide recommendations as suggestions for improvement.
Using the phenomenology approach, the authors found some description of the problems of urban community communication in the city of Jakarta. First, the problem of planting the value and attitude of children in home study, especially in fulfilling the obligation of praying five times. Second, the role of parenting father is less in the family. Third, the harmonious communication between mother and father around parenting, which affects the nurturing style. Fourth, contemporary family issues such as drugs and divorce. To overcome these problems, the authors provide recommendations to build affective communication to children, through six ways. First, say in the right words to the child. Second, communicate with good word to the child. Third, communicate with a gentle word to the child. Fourth, communicate with appropriate words for the child's age. Fifth, communicate with the things that imprint on the child's soul. Sixth, Saying with honorable words and act to children.
Keywords: Family communication, urban community, affective communication, parents, children
Abstrak
Tugas mendidik anak, tidak hanya tugas pendidik di sekolah, namun juga orangtua. Oleh karena itu, diperlukan komunikasi yang baik dalam keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengambarkan bagaimana gambaran permasalahan komunikasi keluarga masyarakat urban dan sekaligus untuk memberikan rekomendasi sebagai saran perbaikan. Menggunakan pendekatan fenomenologi, penulis menemukan beberapa gambaran permasalahan komunikasi masyarakat urban di kota Jakarta. Pertama, masalah penanaman nilai dan sikap anak dalam belajar dirumah terutama dalam menunaikan kewajiban sholat lima waktu. Kedua, peran pengasuhan ayah yang kurang dalam keluarga. Ketiga, komunikasi yang tidak harmonis antara ibu dan ayah seputar pengasuhan, yang berimbas terhadap gaya pengasuhan. Keempat, masalah keluarga kontemporer seperti narkoba dan perceraian. Untuk mengatasi masalah tersebut, penulis memberikan rekomendasi untuk membangun komunikasi afektif kepada anak, melalui enam cara. Pertama, berkata dengan perkataan yang benar kepada anak. Kedua, berkomunikasi dengan perkataan yang baik kepada anak. Ketiga, berkomunikasi dengan perkataan yang lembut kepada anak. Keempat, berkomunikasi dengan perkataan yang pantas untuk usia anak. Kelima, berkomunikasi dengan hal yang membekas kepada jiwa anak. Keenam, Berkata dengan tutur kata yang mulia dan penuh penghormatan kepada anak.
Kata Kunci: Komunikasi keluarga, masyarakat urban, komunikasi afektif, orangtua, anak
Copyright © 2017 Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia. All rights reserved
Konferensi Nasional Komunikasi
E-ISSN: 2113-9790 Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi, Vol. 01, No.01, 2017
147 Pendahuluan
Komunikasi merupakan hal yang penting di dalam keluarga untuk membangun harmoni, nilai- nilai keluarga dan keseimbangan hidup (Pramono, 2017). Keluarga merupakan kelompok sosial pertama, dimana manusia belajar mengenal dirinya adalah mahluk sosial. Karakter manusia juga terbentuk dari komunikasi keluarga. Namun akhir- akhir ini, banyak persoalan komunikasi di dalam keluarga. Bahkan bagi sebagian anggota keluarga, rumah menjadi tempat yang tidak nyaman bagi mereka. Bila kita ketik kata kasus anak pada mesin pencari di internet, maka akan keluar ribuan artikel yang telah dirangkum oleh media massa. Kasus anak yang menjadi tempat teratas dalam mesin pencari adalah kasus kekerasan terhadap anak.
Kekerasan tersebut adalah kekerasan fisik yang menimpa anak, akibat kurang sabarnya orang tua dalam mendidik anak. Kemudian kasus kedua adalah kekerasan seksual yang terjadi pada anak.
Dari sekian banyak kasus kekerasan yang terjadi kepada anak, penyebab utamanya adalah hubungan orangtua yang tidak harmonis, dan kemudian berimbas kepada anak. Padahal, peran orang tua dalam keluarga memiliki peranan penting, terutama dalam proses pembentukan kesehatan mental anak.
Menurut Setiyawati dalam Ika (2016), pola komunikasi dan interaksi yang dijalankan dalam keluarga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan dan pembentukan kesehatan mental pada anak. Pola orang tua dalam menghadapi dan menyelesaikan persoalan, diturunkan kepada anak melalui modelling. Misalnya, anak-anak yang mempunyai orang tua pencemas, memiliki kecenderungan sifat serupa dengan orang tuanya.
Mereka juga akan cenderung mudah cemas dan tegang dalam menghadapi berbagai hal. Demikian halnya, anak-anak yang tumbuh dengan orang tua agresif, cenderung menunjukkan sikap agresif dalam berinteraksi. Jadi, cara keluarga dalam mengekspresikan dan mengomunikasikan sesuatu, bisa membentuk kesehatan atau kesakitan pada mental anak.
Lebih lanjut, Setiyawati mengatakan, Ayah dan ibu memiliki peran penting dalam pengasuhan anak di dalam keluarga. Cara keduanya mengasuh anak, akan menghasilkan efek yang sama pada perilaku anak. Ketika peran ayah dalam keluarga hilang, maka bisa mengembangkan psikopatologi pada anak. Anak-anak yang kehilangan sosok ayah sangat rentan menjadi korban maupun pelaku kekerasan seksual. Oleh Karena itu, Ayah dan Ibu
harus bekerja sama dalam pengasuhan anak, karena keduanya memiliki peran yang sama dalam membesarkan anak.
Anak-anak harus dididik dalam keseimbangan. Dari Ayah, anak belajar tentang kekuatan dan pengalaman Ayanh yang lebih luas.
Sedangkan dari Ibu, Anak belajar tentang kelembutan dan hal-hal yang detail. Kehadiran Ayah dan Ibu penting untuk perkembangan kesehatan mental anak. Dan juga untuk menyeimbangkan dominasi dalam pengasuhan. Namun kenyataanya, akhir-akhir ini, justru angka perceraian tinggi.
Akibatnya peran Ayah dan Ibu dalam pengasuhan menjadi tidak seimbang.
Penelitian Losa (2016) mengenai Pola Komunikasi Ibu Single Parent Terhadap Pembentukan Konsep Diri Anak di Kelurahan Tingkulu, mengungkap bagaimana sulitnya seorang ibu menghidupi anak-anaknya setelah menjadi single parent. Walaupun ibu sudah bersusah payah untuk menghidupi anak, namun banyak anak dalam keluarga single parent, tidak memahami tentang kondisi keluarga mereka.
Hidup tanpa ayah, tidak memotivasi anak untuk dapat berkembang dan dapat membanggakan ibunya. Tidak banyak hal positif yang dapat dilakukan anak-anak yang diasuh oleh single parent.
Mereka juga tidak dapat mandiri dan dapat belajar membantu perekonomian orang tua. Bahkan hal tersebut membuat anak-anak tersebut putus asa, dan banyak yang tidak menjalani hidup dengan baik.
Oleh karena itu, penelitian ini berusaha membuat gambaran bagaimana permasalahan komunikasi keluarga masyarakat urban untuk dibuatkan rekomendasi sebagai saran perbaikan.
.
Kerangka Teoritis
1. Pengertian Keluarga
Keluarga adalah sebuah institusi yang terbentuk karena ikatan perkawinan. Didalamnya hidup Bersama, pasangan suami istri secara sah karena pernikahan. Di dalam keluarga, terbentuk hubungan yang saling berinteraksi di antara mereka.
Terkadang, interaksi ini melahirkan dinamika kelompok, karena adanya berbagai kepentingan.
Dinamika kepentingan ini terkadang dapat memicu konflik dalam keluarga. Oleh karena itu, konflik dalam keluarga harus diminimalkan untuk mewujudkan keluarga seimbang dengan cara memperbaiki cara berkomunikasi di dalam keluarga.
Keluarga seimbang adalah keluarga yang ditandai keharmonisan hubungan atau relasi, antara
E-ISSN: 2113-9790 Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi, Vol. 01, No.01, 2017
148 ayah dan ibu, antara ayah dan anak, serta antara ibu
dan anak. Setiap anggota keluarga mengetahui dan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya masing- masing dan juga saling mempercayai satu sama lain.
Keluarga mewakili suatu konstelasi hubungan yang sangat khusus. Hubungan yang khusus tersebut terjalin melalui komunikasi keluarga.
2. Komunikasi Kelurga
Menurut Friendly (2002), komunikasi dalam keluarga juga dapat diartikan sebagai kesiapan membicarakan dengan terbuka setiap hal dalam keluarga baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan, juga siap menyelesaikan masalah-masalah dalam keluarga dengan pembicaraan yang dijalani dalam kesabaran dan kejujuran serta keterbukaan.
Berdasarkan pengertian tokoh di atas, kita mendapatkan gambaran bahwa di dalam keluarga, terdapat kesiapan untuk terbuka membicarakan hal- hal yang terjadi pada setiap individu. Komunikasi yang dijalin merupakan komunikasi yang dapat memberikan solusi kepada setiap anggota keluarga.
Dengan adanya komunikasi, permasalahan yang terjadi diantara anggota keluarga dapat dibicarakan dengan jujur dan terbuka.
Devito (2011) mengungkapkan empat pola komunikasi keluarga pada umumnya. Pertama, Pola Komunikasi Persamaan (Equality Pattern). Dalam pola ini, tiap individu membagi kesempatan komunikasi secara merata dan seimbang, peran yang dimainkan tiap orang dalam keluarga adalah sama.
Tiap orang dianggap sederajat dan setara kemampuannya, bebas mengemukakan ide-ide, opini, dan kepercayaan. Komunikasi yang terjadi berjalan dengan jujur, terbuka, langsung, dan bebas dari pemisahan kekuasaan yang terjadi pada hubungan inerpersona lainnya. Dalam pola ini tidak ada pemimpin dan pengikut, pemberi pendapat dan pencari pendapat, tiap orang memainkan peran yang sama. Komunikasi memperdalam pengenalan satu sama lain, melalui intensitas, kedalaman dan frekuensi pengenalan diri masing-masing, serta tingkah laku nonverbal seperti sentuhan dan kontak mata yang seimbang jumlahnya.
Kedua, Pola Komunikasi Seimbang Terpisah (Balance Split Pattern). Dalam pola ini, persamaan hubungan tetap terjaga, namun dalam pola ini tiap orang memegang kontrol atau kekuasaan dalam bidangnya masing-masing. Tiap orang dianggap sebagai ahli dalam wilayah yang berbeda.
Contohnya, suami dipercaya untuk bekerja mencari nafkah untuk keluarga, sementara istri dipercaya
untuk mengurus anak dan memasak. Dalam pola ini, bisa jadi semua anggota keluarga memiliki pengetahuan yang sama mengenai agama, kesehatan, seni, dan tidak ada pihak yang dianggap lebih dari yang lain. Konflik yang terjadi tidak dianggap sebagai ancaman karena tiap orang memiliki wilayah sendiri-sendiri.
Ketiga, Pola Komunikasi Tak Seimbang Terpisah (Unbalanced Split Pattern). Dalam pola ini terdapat satu orang yang mendominasi. Satu orang tersebut dianggap sebagai ahli dalam keluarga. Satu orang yang mendominasi ini sering memegang kontrol. Satu orang yang mendominasi ini, dianggap lebih cerdas atau berpengetahuan lebih, atau secara fisik lebih menarik atau berpenghasilan lebih besar.
Keempat, Pola Komunikasi Monopoli (Monopoly Pattern). Dalam pola ini, terdpat satu orang yang dipandang memiliki kekuasaan lebih.
Orang ini lebih bersifat memerintah daripada berkomunikasi, memberi wejangan daripada mendengarkan umpan balik orang lain. Pemegang kekuasaan tidak pernah meminta pendapat, dan ia berhak atas keputusan akhir. Maka jarang terjadi perdebatan karena semua sudah mengetahui siapa yang akan menang.
Selain mengungkapkan empat pola komunikasi keluarga, Devito juga mengungkapkan lima kualitas umum yang dipertimbangkan dalam efektivitas komunikasi interpersonal yang dapat diterapkan dalam komunikasi keluarga, yakni keterbukaan (openness), empati (empathy), sikap mendukung (supportiveness), sikap positif (positiveness) dan kesetaraan (equality).
3. Media Komunikasi Keluarga
Dalam kehidupan masyarakat modern saat ini, media komunikasi memiliki peran penting dalam mempererat hubungan anggota masyarakat satu dan yang lain. Termasuk hubungan orang tua dan anak.
Bahkan melalui media komunikasi, jarak yang jauh antara anak dan orang tua, masih mampu terjalin dengan baik.
Media Komunikasi yang banyak digunakan dalam komunikasi sebuah keluarga saat ini adalah Telepon dan saluran komunikasi gratis di dunia maya seperti facebook dan beragam faslitas komunikasi yang ada. Bahkan dengan tingkat gerak teknologi yang semakin canggih, melalui webcam atau video call, anggota keluarga yang berjauhan sekalipun, bisa berkomunikasi dengan melihat wajahnya secara langsung.
Tentu dengan memanfatkan teknologi yang canggih, tidak ada alasan dalam keluarga untuk tidak
E-ISSN: 2113-9790 Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi, Vol. 01, No.01, 2017
149 berusaha mempererat hubungan emosional antara
satu dan yang lain. Terutama hubungan orang tua dan anak. Sebab dengan melakukan komunikasi yang rutin dalam sebuah keluarga, orang tua mampu memberikan suport terhadap anaknya dalam meraih cita-citanya.
Seringkali, orang tua akibat kesibukan yang mereka kerjakan, kurang meluangkan waktu menggunakan media komunikasi untuk menyapa anaknya. Apakah menanyakan keadaan sekolah ataupun aktifitas lain yang sedang dikerjakan anak.
Dalam hal ini, Banyak karena alasan kesibukan berkerja, orang tua membiarkan anaknya tumbuh tanpa perhatian. Terlebih lagi di satu sisi, kehadiran media komunikasi, baik berupa media elektronik maupun cetak, semakin memiliki peran penting dalam menggantikan posisi orang tua. Bahkan benda-benda tersebut, lebih mempengaruhi perkembangan anak, terutama yang menyangkut pola pikir dan gaya hidup. Oleh karena, orang tua tidak memberikan perhatian kepada anak, maka anak memanfaatkan media komunikasi seperti handphone atau internet untuk mencari perhatian baru yang tidak di dapat dari orangtuanya.
Metode Penelitian
Penelitian ini memakai pendekatan fenomenologi. Pendekatan fenomenologi adalah pendekatan yang dipakai untuk membuat gambaran bagaimana makna dan pemahaman individu terhadap fenomena yang dialami dirinya. Pendekatan ini memaparkan pemahaman mendalam mengenai fenomena seperti yang dialami oleh individu yang menjadi responden penelitian.
Menurut Cresswell (2014) studi fenomenologi, digunakan untuk mengetahui pengalaman yang sama dan sangat penting atau bermanfaat bagi kelompok. Oleh karena itu, fokus dari studi fenomenologis adalah mencari tahu makna bersama dari sejumlah individu mengenai pengalaman dalam hidupnya. Dalam penelitian ini, fenomenologi dipakai sebagai metode untuk mengambarkan pengalaman hidup komunikasi keluarga masyarakat Urban. Penelitian dilakukan kepada delapan orang responden yang mewakili keluarga urban di Jakarta Pusat, yaitu pada warga RW.01 Kelurahan Johar Baru. Keluarga urban tersebut dipilih karena merupakan peserta pelatihan komunikasi keluarga yang mengajukan konsultasi lebih dalam kepada peneliti pasca pelatihan. Dan ternyata permasalahan keluarga mereka cukup kompleks.
Hasil Penelitian
Secara garis besar, delapan orang responden mengakui bahwa ada empat permasalahan utama yang dihadapi dalam komunikasi keluarga. Pertama, masalah komunikasi afektif dalam hal penanaman nilai dan sikap anak saat berada di rumah. Rata-rata responden mengatakan kesulitan untuk meminta anak belajar dirumah dan juga sulit untuk mengajak anak menunaikan kewajiban sholat lima waktu bila ada di rumah.
Responden merasa kesulitan untuk dapat mengingatkan anak agar belajar kembali di rumah setelah mendapatkan pelajaran di sekolah. Selain itu responden juga merasa kesulitan untuk membiasakan anak sholat lima waktu. Responden juga kesulitan untuk meminta anaknya agar tidak pergi menghabiskan waktu mainnya untuk pergi ke warnet. Responden juga menguatirkan pergaulan anak dengan teman sebaya nya. Responden juga kuatir terhadap lingkungan sekitar yang membahayakan untuk kepribadian anak. Menurut responden, banyak perilaku anak yang tidak baik, di dapat dari lingkungan di luar keluarga, terutama teman sebaya yang sering membawa pengaruh buruk. Kekuatiran responden juga dipicu oleh masalah komunikasi yang kedua.
Masalah komunikasi kelurga yang kedua, istri merasa peran ayah dalam pengasuhan kurang. Ibu banyak merasa terbebani untuk mengurus anak.
Sementara ayah, seperti acuh terhadap anak. Banyak Ibu yang bercerita Ayah Karena perilaku Ayah seperti itu, para ibu merasa diserahi tugas mendidik anak sendirian. Masalah Ketiga adalah komunikasi yang tidak harmonis antara ibu dan ayah seputar pengasuhan, yang berimbas terhadap gaya pengasuhan. Ayah dan Ibu sering bertengkar di depan anak, bahkan di depan rumah, dan dipertontonkan tetanga. Terkadang ledakan emosi tersebut bias diledakan dimana saja dan kapan saja.
Masalah keempat, masalah komunikasi keluarga masyarakat urban yang menyebabkan perceraian dan pelarian kepada narkoba.
Untuk kasus narkoba, seorang responden mengatakan Ayah menjadi pecandu narkoba dan sering mempertontonkan kegiatan suntik menyuntik di depan anak. Responden lain bercerita, bahwa ia akhirnya bercerai dengan suami, namun anak belum mengetahui. Berdasarkan gambaran di atas, penulis membuat sebuah pelatihan untuk responden dan komunitasnya mengenai enam cara membangun komunikasi afektif kepada anak.
E-ISSN: 2113-9790 Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi, Vol. 01, No.01, 2017
150 Penulis melihat di dalam komunikasi keluarga
masyarakat urban, komunikasi keluarga merupakan sesuatu yang harus dibina, sehingga anggota keluarga merasakan hubungan yang harmonis dan saling membutuhkan. Keluarga merupakan kelompok primer yang paling penting dalam masyarakat. Keluarga merupakan miniatur terkecil dari masyarakat, negara, dan dunia. Banyaknya konflik dalam keluarga, akan berimbas dengan banyaknya konflik dalam masyarakat, negara dan dunia. Untuk itu, konflik di dalam keluarga harus di redam. Penulis menawarkan rekomendasi komunikasi afektif kepada anak.
Komunikasi afektif kepada anak, dalam Safitri (2017), adalah proses penyampaian pesan kepada anak yang bertujuan untuk membentuk watak perilaku anak, yang meliputi perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Komunikasi afektif terdiri dari dua kata, komunikasi dan afektif. Komunikasi merupakan proses menyampaikan pesan. Sedangkan afektif adalah suatu hal yang berkaitan dengan perasaan, minat, sikap, emosi dan nilai. Bila kedua hal tersebut digabungkan, maka komunikasi afektif adalah proses penyampaian pesan yang berkaitan dengan perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai.
Safitri (2017) juga menguraikan enam cara membangun komunikasi afektif kepada anak.
Menurutnya, enam cara tersebut, ternyata ersebut sudah tersurat di dalam Al Qur’an. Berikut ini enam cara membagun komunikasi afektif kepada anak, yang disarikan dari ayat-ayat Al Qur’an. Pertama, berkata dengan perkataan yang benar kapada anak (Qaulan sadida). Kedua, berkomunikasi dengan perkataan yang baik kepada anak (Qaulan Ma'rufa).
Ketiga, berkomunikasi dengan perkataan yang lembut kepada anak (Qaulan Layyinan). Keempat, berkomunikasi dengan perkataan yang pantas untuk usia anak (Qaulan maisura). Dan, keenam, berkata dengan tutur kata yang mulia dan penuh penghormatan kepada anak (Qaulan Karima).
Kesimpulan
Komunikasi keluarga masyarakat urban memiliki peta permasalahan komunikasi keluarga yang beragam. Penelitian yang dilakukan kepada delapan responden pada RW.01 Johar Baru, Jakarta Pusat merangkum empat permasalahan yang sering terjadi.
Masalah keluarga tersebut, dimulai dari kurang harmonisnya hubungan suami istri, dimana
suami sering terlibat konflik dengan istri di depan anak, sampai suami terjerumus menjadi pecandu narkoba. Konflik tersebut ada yang mengakibatkan kepada perceraian. Perceraian tersebut rawan terjadi kepada keluarga muda di Masyarakat Urban. Sedangkan keluarga yang masih bertahan, juga memiliki beberapa masalah dalam pola asuh, seperti mengalami kesulitan dalan membiasakan anak untuk rajin sholat dan belajar. Selain itu, responden juga memiliki kekuatiran terhadap lingkungan pergaulan sekitar yang rawan narkoba dan bullying.
Daftar Pustaka
Asmani, Jamal Ma’mur. 2009. Manajemen Strategis Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta:
Diva Press.
Devito, Joseph A. 2011. Komunikasi Antarmanusia. Tangerang: Karisma Publishing Grup.
Effendy, Onong Uchjana. 2003. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Cet ke-3, Bandung: Citra Aditya Bakti.
Hasan, Maimunah. 2011. Pendidikian Anak Usia Dini. Yogyakarta: Diva press
Istiyanto, S. Bekti. 2007. Pentingnya Komunikasi Keluarga: Menelaah Posisi Ibu antara Menjadi Wanita Karir atau Penciptaan Keluarga Berkualitas. Komunika Vol. 1 (2)
Kurniadi, O. 2001. Pengaruh Komunikasi Keluarga terhadap Prestasi Belajar Anak. MediaTor Vol. 2 (2) 267-290
Losa, Tirza Juwita, Antonius Boham dan Stefi Harilama. 2016. Pola Komunikasi Ibu Single Parent Terhadap Pembentukan Konsep Diri Anak Di Kelurahan Tingkulu. Acta Diurna Vol. V (2)
Mansyur. 2005. Pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Mulyana, Deddy. 2005. Nuansa-nuansa Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya
Pramono, Firdanianty, Djuara P. Lubis, Herien Puspitawati, Djoko Susanto. Communication Pattern and Family Typology of High School Adolescents in Bogor – West Java. Jurnal
Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia.
Vol 2(1): 12-18.
Santoso, Edi dan Mite Setiansah. 2010. Teori Komunikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Safitri, Dini. 2017. Membangun Komunikasi Afektif kepada Anak dalam Mata Pena: Pemikiran-
E-ISSN: 2113-9790 Prosiding Konferensi Nasional Komunikasi, Vol. 01, No.01, 2017
151 Pemikiran Pendidikan Konstruktif. Jakarta: Yayasan
Sabilina
Sofyan. 2011. Konseling Keluarga. Bandung:
Alfabeta.
Suyadi. 2010. Psikologi Belajar Paud. Yogyakarta: Pedagogia.
Turner B & West C. 2006. The Family Communication Sourcebook, SAGE: Publication, Inc.(terj).
Ika. 2016. Pola Komunikasi Keluarga Memengaruhi Kesehatan Mental Anak.
https://ugm.ac.id/id/berita/12604-
pola.komunikasi.keluarga.memengaruhi.kesehatan.
mental.anak, diakses 21 Febuari 2017