PENDAHULUAN
DESKRIPSI RINGKAS
Dalam upaya kesejahteraan sosial lanjut usia sebagaimana tercantum dalam UU No. 13 Tahun 1998, baik bagi lanjut usia potensial maupun non potensial disebutkan bahwa lanjut usia berhak memperoleh pelayanan sosial sesuai dengan kebutuhan dan permasalahannya. Usia lanjut merupakan masa menurunnya kondisi fisik, sehingga tidak jarang dijumpai lansia yang tidak memahami isi pembicaraan orang lain, sehingga mudah tersinggung, dianggap remeh, atau minder. Oleh karena itu, tidak sedikit orang lanjut usia yang ingin menghabiskan masa tuanya dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT demi mencapai kedamaian dan indahnya akhir hidup (husnul khatimah).
Taman Lansia merupakan sekolah yang dirancang khusus bagi lanjut usia sebagai wadah berkreasi dan sarana bertemu serta berinteraksi dengan sesama lansia. Taman senior ini didedikasikan untuk memberikan kegiatan-kegiatan positif bagi para lansia dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup di hari tua dan menciptakan warga lanjut usia yang berketahanan. Manfaat bagi penyedia layanan antara lain adanya kemungkinan peningkatan wawasan dan pengalaman dalam memberikan pelatihan terkait pengembangan desa pionir ramah usia melalui taman lansia berbasis kesejahteraan psikologis, serta peningkatan wawasan dan pengetahuan dalam menentukan strategi penggunaan pendekatan yang tepat. yang sejalan dengan tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat Dusun Tanggulangin dalam memberdayakan dan mengoptimalkan potensi lansia.
Upaya tersebut hendaknya diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kesehatan lansia, serta menyediakan fasilitas umum ramah usia yang mendukung lansia agar dapat mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Harapan dibuatnya taman senior berbasis kesejahteraan psikologis ini adalah agar para lansia menjadi lebih sehat sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada anggota keluarganya.
LANDASAN HUKUM
MAKSUD DAN TUJUAN
Menciptakan rasa aman, nyaman dan tenteram bagi para lansia agar tetap dapat tinggal bersama keluarga dan tetap dapat mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Taman Senior.
SASARAN
Instansi setempat seperti kantor RT, RW, atau kelurahan sangat diharapkan dapat menggerakkan masyarakat, memfasilitasi, memanfaatkan berbagai kegiatan bagi lansia dan/atau memberikan dukungan berupa fasilitasi dan petugas penyelenggaraan taman lansia di wilayahnya.
PENGERTIAN
Para lansia akan dibekali berbagai kegiatan pemberdayaan dan pelatihan, agar tetap bisa beraktivitas setelah pensiun.
TAMAN LANSIA BERBASIS
- DIMENSI PENERIMAAN DIRI
- DIMENSI HUBUNGAN POSITIF
- DIMENSI OTONOMI / KEMANDIRIAN
- DIMENSI PENGUASAAN
- DIMENSI TUJUAN HIDUP
- DIMENSI PENGEMBANGAN PRIBADI
Kesejahteraan psikologis (PWB) adalah terwujudnya dan tercapainya potensi individu dimana individu dapat menerima kelebihan dan kekurangannya, mandiri, mampu membina hubungan positif dengan orang lain, dapat mengendalikan lingkungannya dalam arti memodifikasi lingkungannya agar sesuai dengan kebutuhan. . keinginannya, mempunyai tujuan hidup dan terus mengembangkan kepribadiannya (Diener, Oishi dan Lucas, 2003). Kesejahteraan psikologis (PWB) juga dapat diartikan sebagai kepuasan hidup, keadaan kesehatan mental, serta kebahagiaan yang sangat penting agar lansia dapat menjalani masa tuanya dengan baik. PWB terbagi menjadi enam dimensi, yaitu: dimensi penerimaan diri, dimensi hubungan positif dengan orang lain, dimensi otonomi, dimensi penguasaan lingkungan, dimensi tujuan hidup dan dimensi pengembangan pribadi (Diener, 1994).
Lansia dikatakan mampu menerima diri sendiri apabila mampu melihat dirinya secara realistis tanpa merasa malu dengan keadaannya, dengan cara mengoptimalkan kelebihan yang dimilikinya dan mampu mengenali kelemahannya tanpa harus menyalahkan diri sendiri maupun orang lain. Upaya meningkatkan penerimaan diri lansia dalam program ini dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan. Pasalnya, kegiatan di Taman Lansia berbasis PWB membantu para lansia menjadi lebih menerima keadaannya dan mampu menjaga kesehatannya.
Orang lanjut usia dikatakan memiliki hubungan yang positif dengan orang lain apabila mampu bersikap baik terhadap orang lain, dibuktikan dengan orang lain yang merasa nyaman dengan dirinya. Kegiatan yang diprogramkan di taman senior untuk mempererat hubungan positif dengan orang lain ini diperuntukkan bagi para lansia. Lansia dianggap mandiri jika tidak bergantung pada orang lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dikatakan bahwa lansia mempunyai kendali yang baik terhadap lingkungannya apabila mampu menyesuaikan lingkungan dengan minat dan kebutuhannya. Indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan ini adalah lansia dapat memilih atau menentukan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhannya. Kemampuan mengendalikan lingkungan dengan baik tercermin dari sejauh mana seseorang mampu memanfaatkan lingkungan sekitarnya.
Agar lansia memiliki tujuan hidup yang jelas, dikembangkan program berupa kajian agama rutin. Individu yang memiliki tujuan hidup yang baik akan menghargai kehidupannya dan percaya bahwa kehidupannya saat ini dan di masa lalu memiliki makna. Selain itu diharapkan para lansia dapat mengaplikasikan materi yang diperoleh dari ESQ pada dirinya, keluarga, anak, cucu dan lingkungannya.
PRINSIP PENDAMPINGAN LANSIA
- PRINSIP PEMBELAJARAN
- PRINSIP PELAYANAN
- PRINSIP PENDAMPINGAN
- TUJUAN PENYELENGGARAAN
- ALAT BANTU
- EVALUASI PEMBELAJARAN
Evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui respon jamaah terhadap proses pembelajaran di taman senior berdasarkan kesejahteraan psikologis. 38 Pedoman Pemberdayaan Taman Lansia Berbasis Kesejahteraan Psikologis.. catat di KMS atau buku catatan lainnya. Tujuan evaluasi adalah untuk mengetahui pelaksanaan, hambatan, dan menilai keberhasilan taman lansia berbasis kesejahteraan psikologis sebagai bahan acuan perbaikan program dan kebijakan selanjutnya.
56 Pedoman Penguatan Taman Lansia Berbasis Kesejahteraan Psikologis... serta komunitas yang memberikan layanan dan perlindungan sosial kepada lansia yang mengalami trauma fisik dan/atau psikologis, serta kepada keluarganya.
ORGANISASI TAMAN LANSIA BERBASIS
ORGANISASI
SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
TUGAS DAN FUNGSI
MEKANISME KERJA
Pengukuran tekanan darah dilakukan minimal sebulan sekali, namun bagi lansia yang menderita penyakit darah tinggi disarankan untuk melakukan pengukuran setiap minggu dan dapat dilakukan di puskesmas terdekat atau tenaga kesehatan. Namun bagi yang memiliki faktor risiko seperti diabetes keturunan, obesitas, sebaiknya dilakukan setiap 3 bulan sekali, dan bagi yang sudah menderita, setiap bulan. Setiap bulan kami memberikan penyuluhan dan edukasi kesehatan dan gizi untuk memantau faktor risiko penyakit degeneratif pada lansia.
Staf pelaksana sebagian besar adalah pengelola taman senior, namun jemaat juga dapat diberdayakan untuk membantu kegiatan senior taman sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Menumbuhkan rasa persaudaraan dan membangun ikatan emosional antar lansia sehingga memotivasi lansia agar rajin mengikuti pertemuan taman lansia.
PELAKSANAAN DAN
Indikator keberhasilannya terlihat dari semakin berkembangnya taman senior dan semakin besarnya dukungan masyarakat sekitar. 50 Pedoman pemberdayaan taman senior berbasis kesejahteraan psikologis.. kegiatan evaluasi ini dapat memperoleh informasi mengenai kecukupan atau ketidakkonsistenan dalam mencapai tujuan, hambatan yang dihadapi, dan perubahan yang diperlukan untuk meningkatkan taman senior yang berbasis kesejahteraan psikologis, dan bahan kebijakan membuat. Pemantauan lansia sakit dengan memberikan motivasi sehingga menimbulkan rasa optimis agar cepat sembuh dari penyakitnya;
Penyelenggaraan kegiatan taman lansia di masyarakat setempat akan memberikan hasil yang optimal apabila seluruh elemen yang terkait dengan pembinaan lansia ikut berperan. Keluarga mempunyai peranan penting dalam merawat lansia, baik di rumah maupun dalam kegiatan taman lansia. Taman Lansia merupakan wujud nyata partisipasi masyarakat dalam mewujudkan kualitas hidup lanjut usia, mencapai masa tua yang bahagia dan efektif dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat sesuai dengan keberadaannya.
Pedoman Penyelenggaraan Taman Lansia ini diharapkan dapat memberikan pedoman kepada masyarakat dan unsur terkait dalam pelaksanaan kegiatan Taman Lansia dengan pelayanan yang komprehensif. Kementerian Sosial Republik Indonesia Direktorat Pelayanan Sosial Lanjut Usia “Pedoman Bantuan Sosial Lanjut Usia Melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).
METODE PENDAMPINGAN LANSIA
KRITERIA PENDAMPING
TEKNIK PENDAMPINGAN
PERAN, FUNGSI, DAN TUGAS
ETIKA DAN PANDUAN
TAHAPAN DAN PROSES
METODE PENDAMPINGAN
SUBSTANSI DAN KONTEKS
METODE DAN TEKNIK
- PANDUAN PRAKTIS PENDAMPINGAN
PERAN LINTAS SEKTOR
PEMERINTAH
Namun terbatasnya jumlah PSTW yang memberikan pelayanan kepada lansia memberikan gambaran bahwa masih sedikit sekali sasaran pelayanan bagi lansia penerima layanan. Tindakan bunuh diri dilakukan oleh orang lanjut usia di atas 60 tahun yang ditandai dengan penyakit kronis dan depresi (Sucahyo, 2017). Hal ini akan diperburuk ketika banyak keluarga yang mengabaikan kesejahteraan lansia dengan membiarkan mereka hidup sendiri.
Berdasarkan penelitian Vaznoniene (2016), lansia memerlukan dukungan sosial dari keluarga dan pemerintah terutama dalam hal penyediaan fasilitas sosial seperti pelayanan kesehatan. Program kemitraan masyarakat ini berperan penting dalam membantu lansia di Dusun Tanggulangin dengan memberikan pelayanan psikologis kepada lansia, antara lain penyediaan fasilitas kesehatan bagi lansia serta penyuluhan psikologis, medis, dan keagamaan bagi masyarakat lanjut usia. Tujuan dilaksanakannya program kemitraan masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pemberdayaan dan optimalisasi potensi lansia, untuk meningkatkan kemampuan masyarakat tentang cara memberdayakan dan mengoptimalkan potensi lansia, untuk meningkatkan kesadaran setiap orang. individu untuk menjaga kesehatan. dan mempersiapkan masa tua dengan sebaik-baiknya dan sesegera mungkin serta gerak yang sehat hingga memasuki usia lanjut, serta meningkatkan kemandirian lansia.
Manfaat yang dapat diperoleh dari Program Kemitraan Masyarakat ini adalah sebagai sarana untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang cara memperkuat dan mengoptimalkan potensi lansia. Selain itu, keuntungan bagi lansia Dusun Tanggulangin adalah menjadi desa yang lebih peduli terhadap lansia.
MASYARAKAT
KELUARGA
Upaya di bidang ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia agar tetap berguna bagi keluarga dan masyarakat.
MEKANISME KERJA PENDAMPING
Menjalin hubungan kerja dengan otoritas setempat dan lembaga lain untuk berperan dalam menyediakan fasilitas yang dibutuhkan lansia. Menjalin hubungan kerja dengan lembaga pemerintah, swasta dan LSM seperti: PMI, BKKBN, program yang menyasar lansia dan keluarganya. Bertanggung jawab terhadap segala kegiatan yang dilakukan oleh pendamping lansia maupun kegiatan yang berkaitan dengan rekan kerja pada instansi yang ditugaskan.
Dalam menumbuhkan dan mengembangkan jaringan, seorang pendamping selalu berkoordinasi dengan koordinator lapangan dan lembaga tempat yang bersangkutan ditugaskan. Dalam hal ini keluarga juga dilibatkan dalam memberikan bantuan khususnya dalam menunjang kebutuhan lansia di rumah. Membentuk jaringan kemitraan dengan pihak-pihak terkait Dalam melaksanakan tugas membantu lansia perlu diciptakan jaringan kemitraan dengan pihak-pihak terkait.
Organizatat Joguvederuvare/Organizatat Sociale (PKK/PSM/BKL/PMI, Karang Taruna (KT), Posyandu, PKK, Mejlis Ta'lim, dkk.), m.
PENUTUP