• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT. HADJI KALLA CABANG ENREKANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PT. HADJI KALLA CABANG ENREKANG "

Copied!
91
0
0

Teks penuh

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh nilai merek terhadap keputusan pembelian mobil Toyota Avanza dari PT. Hasil perhitungan regresi pada penelitian ini menunjukkan bahwa 62,3% konsumen memutuskan untuk membeli mobil Toyota Avanza di PT.

Latar Belakang Masalah

Survei brand di Indonesia yang dijadikan indikator kinerja suatu brand adalah Top Brand Award. Konsep Top Brand mengenai merek suatu produk didasarkan pada tiga parameter, yaitu: merek yang paling diingat (top of mind), merek yang terakhir dibeli atau dikonsumsi (last use), dan merek yang akan diingat. dipilih lagi di masa depan (niat masa depan).

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan mengenai pengaruh ekuitas merek, maka penelitian ini diberi judul : “PENGARUH EKUITAS MEREK TERHADAP PEMBELIAN MOTOR TOYOTA AVANZA PADA PT. Mempunyai ekuitas merek yang terdiri dari kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas dan loyalitas merek” berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan konsumen dalam pembelian mobil merek Toyota Avanza dari PT.

TujuanPenelitian

ManfaatPenelitian

Pengertian Pemasaran

Kegiatan pemasaran yang terkoordinasi dan terpadu berarti setiap orang dan bagian perusahaan ikut serta dalam upaya terkoordinasi untuk memberikan kepuasan konsumen guna mencapai tujuan. Kepuasan konsumen menjadi salah satu faktor penentu perusahaan memperoleh keuntungan, dimana konsumen yang puas cenderung melakukan transaksi pembelian berulang atau menjadi media promosi yang efektif bagi calon konsumen lainnya dengan menceritakan pengalamannya yang memuaskan.

Manajemen pemasaran

Manajemen pemasaran adalah suatu kegiatan terencana dan terorganisir yang meliputi pendistribusian barang, penetapan harga dan pengawasan kebijakan yang dibuat dengan tujuan untuk memperoleh tempat di pasar guna mencapai tujuan utama pemasaran. (http://gudangupil.com, Maret 2010).

Bauran pemasaran (Marketing Mix)

Pengertian harga adalah sejumlah uang sebagai alat ukur untuk memperoleh suatu produk atau jasa.Perusahaan harus dapat menggunakan harga yang tepat dalam memasarkan produknya, karena harga merupakan satu-satunya unsur bauran pemasaran yang memberikan hasil bagi perusahaan. dengan menghasilkan sejumlah pendapatan dan keuntungan tertentu.Sedangkan ada tiga unsur yaitu produk lainnya, distribusi dan promosi menyebabkan terciptanya biaya.Harga suatu produk atau jasa merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi permintaan pasar.Harga dapat mempengaruhi posisi kompetitif dan pangsa pasar suatu perusahaan. Promosi merupakan suatu kegiatan pemasaran yang memungkinkan perusahaan untuk berkomunikasi/menginformasikan, membujuk dan mengingatkan konsumen untuk membeli produknya.

Pengertian merek (Branding)

Merek Dagang: bagian dari suatu merek yang dapat dikenali tetapi tidak diucapkan, seperti lambang, desain, penggunaan warna khusus atau huruf tertentu. Radiosunu menyatakan bahwa: “Merek adalah suatu nama, ekspresi, tanda, simbol, desain, atau kombinasi di antaranya yang digunakan sebagai tanda pengakuan atas suatu barang atau jasa dari seorang atau sekelompok penjual dan untuk membedakan barang atau jasa pesaing.”

Pengertian Ekuitas Merek (Brand Equity)

Kesadaran merek merupakan tingkat kesadaran yang dibutuhkan seseorang untuk mengenali bahwa suatu merek merupakan bagian dari suatu kategori produk. Loyalitas merek merupakan ukuran kedekatan konsumen terhadap merek dan perasaan positif terhadap merek tersebut.

Pengertian Konsumen

Freddy Rangkuti mengatakan: “Konsumen adalah orang yang mengkonsumsi atau menggunakan produk jasa.” Seseorang biasa disebut konsumen tanpa harus membeli suatu produk atau jasa, melainkan cukup dengan mengkonsumsi produk atau jasa tersebut. Konsumen tidak bergantung pada kita, tapi pada mereka yang bergantung pada mereka, Konsumen tidak pernah ikut campur dalam pekerjaan kita, karena merekalah tujuan dari pekerjaan kita. Kita tidak berbuat baik dengan melayaninya, namun konsumenlah yang memberi kita kesempatan untuk melayaninya.

Tidak ada yang bisa menang jika berdebat dengan konsumen karena konsumen adalah orang yang menuntun kita dalam memenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu tugas kita adalah untuk dapat memperlakukan konsumen dengan cara yang menguntungkan bagi konsumen dan juga bagi perusahaan kita.

Keputusan Konsumen

Keputusan proses adalah keadaan akhir dari proses yang lebih dinamis yang kita sebut sebagai pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan penting bagi kemajuan dan kemunduran suatu organisasi, terutama karena masa depan organisasi sangat bergantung pada pengambilan keputusan saat ini. Pentingnya pengambilan keputusan dilihat dari kewenangan pengambilan keputusan, yaitu apakah akan mengikuti model sentralisasi atau desentralisasi.

Peranan seseorang (bukan pembeli utama) dalam proses pengambilan keputusan pembelian produk harus diketahui oleh para pemasar, karena diantara mereka terkadang justru menjadi pendorong yang sangat kuat dalam pengambilan keputusan pembelian. Keterlibatan psikologis dalam proses pengambilan keputusan pembelian berbeda-beda tergantung dari sifat keputusan itu sendiri, yaitu pengambilan keputusan yang kompleks, (pengambilan keputusan yang rumit), pengambilan keputusan yang terbatas dan pengambilan keputusan yang berdasarkan kemampuan. Proses pengambilan keputusan pembeli berakhir pada tahap perilaku pasca pembelian dimana konsumen merasa bahwa tingkat kepuasan atau ketidakpuasan yang dirasakan akan mempengaruhi perilaku selanjutnya.

Perilaku Konsumen

Ujang Sumarwan menyatakan bahwa: “Perilaku konsumen adalah tindakan yang terlibat langsung dalam memperoleh, mengonsumsi, dan mengonsumsi produk dan jasa, termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan tersebut.” American Marketing Association yang dikutip oleh Amirullah (2002: 2) mendefinisikan bahwa: “Perilaku konsumen adalah interaksi dinamis antara afek dan kognisi, perilaku dan peristiwa di sekitar kita di mana orang melakukan aspek pertukaran dalam kehidupannya.” Husain Umar bahwa: “Perilaku konsumen diartikan sebagai suatu tindakan langsung dalam memperoleh, mengkonsumsi dan mengkonsumsi produk dan jasa, termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan tersebut.”

Perilaku konsumen menggambarkan bagaimana konsumen membuat keputusan pembelian dan bagaimana mereka menggunakan dan mengelola pembelian barang dan jasa.Studi tentang perilaku konsumen juga melibatkan analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian dan penggunaan produk. Perilaku konsumen mengacu pada perilaku pembelian konsumen akhir individu dan rumah tangga yang membeli barang dan jasa untuk konsumsi pribadi. Dari berbagai definisi yang disebutkan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah segala kegiatan, tindakan dan proses psikologis yang mendorong tindakan tersebut sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, membelanjakan, produk dan jasa setelah melakukan hal-hal di atas atau kegiatan mengevaluasi.

Kerangka Pikir

Hipotesis

Waktu dan Tempat Penelitian

Metode Pengumpulan Data

Jenis dan Sumber Data

Karena populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh masyarakat konsumen mobil Toyota Avanza di Enrekang sangat besar (tersebar dan sulit diketahui secara pasti), maka diambillah sampel untuk penelitian ini. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik non-probability sampling dengan pendekatan purposive sampling yaitu peneliti memilih sampel secara purposive secara subyektif (Ferdinand, 2006).Pemilihan sampel secara purposive ini dilakukan karena kemungkinan peneliti telah memahami bahwa informasi yang diperlukan dapat diperoleh dari kelompok sasaran tertentu mampu memberikan informasi yang diinginkan karena memilikinya dan memenuhi kriteria yang ditetapkan peneliti. Calon responden harus mempunyai kriteria tertentu yaitu responden yang dipilih adalah konsumen mobil Toyota Avanza yang bertempat tinggal tetap di Kabupaten Enrekang. Dalam penelitian multivariat (termasuk yang menggunakan analisis regresi multivariat), jumlah sampel minimum dihitung berdasarkan rumus berikut (Ferdinand, 2006).

Analisis Data Kualitatif

Analisis Data Kuantitatif

Analisis Regresi Linear Berganda

Defenisi Operasional Variabel

Berkat kegigihan dan kerja kerasnya, perusahaan ini memiliki beberapa anak perusahaan yang tergabung dalam satu platform yaitu Hadji Kalla Group. Menjalankan usaha niaga umum khususnya perdagangan hasil pertanian, hasil hutan, hasil kelautan, dan hasil industri secara lokal, antar pulau (antar pulau), ekspor dan impor. Menyelenggarakan usaha perjalanan, perkantoran, katering, pariwisata, serta agen perwakilan maskapai penerbangan dalam negeri.

Bukaka Teknik Utama, bergerak dalam bidang pemuatan alat konstruksi berat, alat pemadam kebakaran dan perencanaan pencampuran aspal. Hadji Kalla saat ini merupakan mobil merek Toyota dan merupakan distributor tunggal wilayah pemasaran Sulawesi, salah satu dealer PT. Hadji Kalla Group juga peduli terhadap pendidikan dan kesejahteraan umat Islam pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Struktur Organisasi Perusahaan dan pembagian tugas

Petugas lini terdiri dari: Manajer Divisi Toyota, Manajer Divisi Keuangan, Manajer Divisi General Merchandising dan Manajer Divisi Administrasi Personalia. Petugas personalia terdiri dari: perencanaan perusahaan dan pengendalian internal (perencanaan perusahaan dan audit internal) dan sekretaris perusahaan.

PSDM

Visi dan Misi

Responden dalam penelitian ini adalah seratus (100) orang pengguna produk mobil Toyota Avanza yang berada di wilayah Kabupaten Enrekang yang penulis temui selama penelitian. Terdapat tiga karakteristik responden yang dimasukkan dalam penelitian, yakni berdasarkan jenis kelamin, usia, dan pekerjaan/profesi. Untuk memperjelas karakteristik responden yang bersangkutan, disajikan tabel mengenai responden sebagaimana dijelaskan di bawah ini.

Berdasarkan tabel 5.1 yaitu gambaran profil responden berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa laki-laki sebanyak 61 responden atau 61% dan perempuan sebanyak 39 responden atau 39%. Berdasarkan Tabel 5.2 terlihat bahwa dari 100 orang yang dijadikan sampel pada penelitian ini didominasi oleh responden dengan usia antara 30-35 tahun yaitu 38 orang atau 38%.Dapat disimpulkan bahwa mayoritas pelanggan atau konsumen Toyota Avanza produk dibeli oleh pelanggan yang berusia antara 30-35 tahun.

Analisis Data

  • Analisis Data Deskriptif
  • Uji Validitas
  • Uji Reliabilitas
  • Analisis Regresi Linier Berganda
  • Uji Koefisien Determinasi (R 2 )
  • Pengujian Hipotesis a. Pengujian Parsial (uji t)

Ho : β1≤ 0 Tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel kesadaran merek pelanggan terhadap keputusan pembelian. Ha : β1 > 0 Terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel kesadaran merek pelanggan terhadap keputusan pembelian. Hasil uji regresi variabel kesadaran merek terhadap keputusan pembelian menunjukkan nilai thitung = 2,797 dengan nilai signifikansi sebesar 0,006.

Hasil uji regresi variabel Asosiasi Merek dalam keputusan pembelian menunjukkan nilai thitung = 2,301 dengan nilai signifikansi sebesar 0,024. Hasil uji regresi variabel Persepsi Kualitas Terhadap Keputusan Pembelian menunjukkan nilai t hitung = 3,156 dengan nilai signifikansi sebesar 0,002. Ho : β1≤ 0 Tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel loyalitas merek pelanggan terhadap keputusan pembelian.

Ha : β1 > 0 Terdapat pengaruh positif dan signifikan variabel loyalitas merek pelanggan terhadap keputusan pembelian. Hasil uji regresi variabel loyalitas merek terhadap keputusan pembelian menunjukkan nilai thitung = 3,903 dengan nilai signifikan sebesar 0,000.

Tabel  5.9  menunjukkan  bahwa  semua  indikator  yang  digunakan  untuk  mengukur  variabel-variabel  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  mempunyai  koefisien korelasi yang lebih besar dari rtable = 0,197 (nilai r tabel untuk n=100)
Tabel 5.9 menunjukkan bahwa semua indikator yang digunakan untuk mengukur variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai koefisien korelasi yang lebih besar dari rtable = 0,197 (nilai r tabel untuk n=100)

Saran

Berdasarkan uraian yang telah disampaikan, data penelitian yang telah terkumpul selanjutnya diolah mengenai ekuitas merek yang terdiri dari kesadaran merek, persepsi kualitas, asosiasi merek dan loyalitas merek terhadap keputusan konsumen dalam pembelian mobil merek Toyota Avanza dari PT. Muhammadiyah Makassar atas pendidikan, ilmu dan ilmu yang diberikan kepada penulis selama masih kuliah. Seluruh jajaran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah yang telah banyak membantu penulis selama ini.

Hadji Kalla Cabang Enrekang dan seluruh jajaran yang telah memberikan arahan, data-data yang diperlukan, dukungan dan semangat bagi penulis selama melakukan penelitian. Maradona.S.Sos yang kini telah menjadi pribadi yang istimewa, telah mencurahkan waktu, tenaga dan pikirannya serta selalu mendampingi penulis untuk menyelesaikan skripsi ini. Terima kasih kepada semua teman-teman yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini, yang namanya tidak dapat saya sebutkan satu persatu. Penulis menyadari bahwa perjalanan dalam penulisan skripsi ini masih panjang.

Gambar

Gambar 2.1 Kerangka Pikir  PT. Hadji Kalla
Tabel 5.3 menunjukkan bahwa dari 100 orang responden yang diteliti, 36  orang  atau  36%  diantaranya  merupakan  Pegawai  Negeri,  39  orang  atau  39%
Tabel  5.9  menunjukkan  bahwa  semua  indikator  yang  digunakan  untuk  mengukur  variabel-variabel  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  mempunyai  koefisien korelasi yang lebih besar dari rtable = 0,197 (nilai r tabel untuk n=100)
Tabel 5.12  Koefisien Determinasi
+3

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji Determinasi menunjukkan bahwa besarnya nilai Brand Extension terhadap Citra Merek adalah sebesar 41% sedangkan selebihnya yaitu 59% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak