PURWARUPA SISTEM PENDETEKSI KEBAKARAN DALAM RUANGAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ARDUINO
BERBASIS SMS GATEWAY
Uning Lestari1*, Amir Hamzah2, Wafikulinuha3
Jurusan Informatika, Institut Sains & Teknologi AKPRIND, Yogyakarta1,2,3 e-mail: [email protected]1, [email protected]2, [email protected]3
Abstrak
Alat pendeteksi kebakaran merupakan salah satu pendukung strategis dalam upaya mendeteksi adanya kebakaran dalam ruangan, jika salah satu rumah mengalami kebakaran maka api akan mudah menyebar ke rumah lainnya. Untuk menghindari hal itu dibutuhkan alat pendeteksi api dan asap agar dapat meminimalisir dampak kerugian yang diterima pemilik rumah. Pada penelitian ini, dibuat purwarupa sistem pendeteksi kebakaran menggunakan mikrokontroler arduino berbasis SMS gateway yang dapat melakukan pendeteksian jika akan terjadi kebakaran dan mengirimkan SMS notifikasi peringatan saat terdeteksi api atau asap. Sistem ini menggunakan sensor MQ-2 untuk mendeteksi gas dan asap, flame sensor KY-026 untuk mendeteksi api, buzzer bunyi sebagai alarm peringatan dalam ruangan serta SIM800L untuk mengirimkan SMS notifikasi kepada nomor tujuan. Seluruh komponen tersebut dikontrol menggunakan mikrokontroler arduino. Purwarupa sistem pendeteksi kebakaran berbasis SMS Gateway ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif sistem keamanan rumah.
Kata Kunci : Deteksi Kebakaran; Mikrokontroler; Sensor MQ-2; Sensor KY-026; SMS Gateway
Abstract
Fire detection devices are one of the strategic supporters in an effort to detect the presence of fires in a room, if one house experiences a fire, the fire will easily spread to other homes. To avoid this fire and smoke detection devices are needed in order to minimize the impact of losses received by homeowners. In this study a prototype of a fire detection system was made using an Arduino microcontroller based on an SMS gateway that can detect if there will be a fire and send a warning SMS when a fire or smoke is detected. This system uses MQ-2 sensor to detect gas and smoke, KY-026 flame sensor to detect fire, sound buzzer as an indoors warning alarm and SIM800L to send SMS notifications to the destination number. All components are controlled using an Arduino microcontroller. The prototype of the fire detection system based on the SMS gateway is expected to be an alternative home security system
Keywords : Fire detection; Mikrokontroler; Sensor MQ-2; Sensor KY-026,’ SMS Gateway
I. PENDAHULUAN
Sistem keamanan otomatis saat ini banyak dibutuhkan karena dapat mengurangi dan mencegah kejahatan dan kerugian musibah akibat yang ditimbulkan oleh faktor manusia, teknis ataupun afktor alam..
Kebakaran merupakan salah satu musibah yang tidak dapat diprediksi. Kejadian kebakaran dapat disebabkan oleh faktor alam, faktor non-alam, ataupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis. Sebagian besar api merupakan campuran gas-gas panas yang terjadi akibat oksidasi cepat suatu material pada proses kimia eksotermik pembakaran dengan melepaskan panas, cahaya, dan berbagai hasil reaksi lainnya. Penanganan kebakaran yang terlambat akan mengakibatkan kerugian yang besar. Keterlambatan terjadi oleh beberapa faktor diantaranya terlambat diketahui terjadinya kebakaran, terlambatnya informasi diterima petugas, padatnya lalu lintas menuju lokasi kejadian, dan kurangnya kesiapan petugas [1].
Kemajuan teknologi elektronika sangat membantu dalam pengembangan sistem keamanan yang handal. Salah satunya digunakan untuk sistem keamanan rumah yang dapat mendeteksi adanya kebakaran secara otomatis, sehingga pemilik rumah dapat mengetahui adanya kebakaran di rumahnya pada saat pemilik rumah tidak berada dalam rumah. Sistem keamanan deteksi dini kebakaran biasanya merupakan gabungan rangkaian elektronik seperti mikrokontroler (Arduino, sensor, aktuator dan media komunikasi antara pengguna dengan sistem. [2]. Sistem deteksi kebakaran yang diterapkan dalam rumah (Smart Home Warning System) juga banyak dijual, tetapi harganya relatif mahal. Alat- alat yang beredar dipasaran tersebut juga masih menggunakan tenaga baterai, padahal alat tersebut harus dalam keadaan hidup
selama 24 jam sehingga boros dalam pemakaian, dan jika baterainya telah habis tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan akan bermasalah jika rumah ditinggal lama oleh penghuninya [3].
Seiring perkembangan teknologi kendali otomatis dan terprogram menggunakan alat mikrokontroler arduino, sebagai pengontrol rangkaian alat elektronik, semakin banyak peralatan yang bisa digerakkan secara otomatis dan terprogram. Arduino uno merupakan mikrokontroller berbasis ATmega328 yang memiliki banyak kemudahan, salah satunya dapat diisambungkan dengan komputer tanpa harus menambah komponen lain, cukup dengan dikoneksikan menggunakan kabel USB. Ketersediaan teknologi Arduino Uno yang mudah digunakan, mudah didapatkan, dan murah tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat sistem pendeteksi kebakaran dalam ruangan[4].
Pada penelitian ini dibuat sistem yang bekerja berdasarkan prinsip penginderaan asap dan nyala api menggunakan flame sensor. Flame sensor berfungsi untuk mendeteksi kebakaran jika terdapat percikan cahaya api maupun asap dari api tersebut.
Hasil deteksi percikan cahaya api maupun asap dari api akan diinformasikan melalui Short Message Servive (SMS Gateway) , pengiriman pesan SMS dilakukan menggunakan modul GSM yang tersedia pada Arduino.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Penelitian deteksi dini kebakaran dalam ruang telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya. Sebagian para peneliti menggunakan teknologi Internet of Things (IoT) untuk membangun sistem deteksi kebakaran gedung [5], [6]. Pembuatan sistem kemananan rumah berbasis RFID juga telah dibuat oleh peneliti sebelumnya [7][8].
Beberapa peneliti juga telah membuat alat pendeteksi kebakaran menggunakan
mikrokontroller Arduino Uno dan berbasis SMS Gateway sebagai pengiriman notifikasi terjadinya kebakaran [9], [10].
Pengembangan deteksi kebakaran pada aplikasi smart home juga telah dilakukan dengan menggunakan teknologi berbasis SMS gateway dengan Raspberry Pi yang di kombinasikan dengan mikrokontroler Arduino Uno, sensor asap MQ-7, sensor PIR HC-SR501 [11]
2.1 Mikrokontroler
Mikrokontroler adalah mikroprosesor yang dikhususkan untuk instrumentasi dan kendali. Mikroprosesor merupakan suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan dan keluaran serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus. Mikrokontroler merupakan komputer di dalam chip yang digunakan untuk mengontrol peralatan elektronik, yang menekankan efesiensi dan efiktifitas biaya.
Mikrokontroler pada suatu rangkaian elektronik berfungsi sebagai pengendali yang mengatur jalannya proses kerja dari rangkaian elektronik. IC mikrokontroler terdapat CPU, memori, timer, saluran komunikasi serial dan paralel, port input/output, ADC, dan peralatan internal lainnya yang saling terhubung dan terorganisir dengan baik [12].
Mikrokontroler standar memiliki tiga komponen utama yaitu : 1). Central Processing Unit (CPU)
merupakan bagian utama mikrokontroler. 2). Read Only Memory (ROM) merupakan memori yang sifatnya hanya dibaca saja. 3). Random Acces Memory (RAM) adalah memori selain dapat dibaca juga dapat ditulis berulang kali. 4).
Input/Output (I/O) untuk berkomunikasi yang digunakan untuk masukan atau keluaran. 5). Komponen lainnya beberapa mikrokontroler memiliki timer atau counter,
ADC (Analog to Digital Converter), dan komponen lainnya.
Arduino UNO adalah sebuah board Mikrokontroler yang didasarkan pada ATmega328. Arduino UNO mempunyai 14 pin digital input/output (6 di antaranya dapat digunakan sebagai output PWM), 6 input analog, sebuah osilator Kristal 16 MHz, sebuah koneksi USB, sebuah power jack, sebuah ICSP header, dan sebuat tombol reset. Arduino UNO memuat semua yang dibutuhkan untuk menunjang mikrokontroler, mudah menghubungkannya ke sebuah komputer dengan sebuah kabel USB atau mensuplainya dengan sebuah adaptor AC dan menggunakan baterai untuk memulainya [13].
2.2 Sensor Api dan Sensor Gas
Sensor adalah peralatan yang digunakan untuk merubah suatu besaran fisik menjadi besaran listrik sehingga dapat dianalisa dengan rangkaian listrik tertentu.
Hampir seluruh peralatan elektronik yang ada mempunyai sensor didalamnya. Sensor berfungsi untuk melakukan sensing atau
“merasakan dan menangkap” adanya perubahan energi. Sensor api merupakan salah satu alat instrument berupa sensor yang dapat mendeteksi nilai instensitas dan frekuensi api dalam suatu proses pembakaran, dalam hal ini pembakaran dalam boiler pada pembangkit listrik tenaga uap.
Sensor api KY-026 berfungsi sebagai inputan yang mampu mendeteksi api apabila terjadi kebakaran dalam ruangan. Alat ini mampu mendeteksi adanya api dengan sudut kerja 60 deraja
t.Sedangkan sensor Asap MQ2 merupakan sensor yang difungsikan untuk mengamati tingkat kontaminasi udara yang disebakan oleh asap pembakaran, dan gas-gas lainnya yang mempunyai konsentrasi rendah seperti halnya Ammoniak, dan Gas H2S yang disebabkan dari asap hasil pembakaran
material rumah tangga, pada sensor MQ2 mempunyai tingkat sensitifitas yang tinggi terhadap perubahan asap dan gas [14]
2.3 SMS Gateway
Short Message Service (SMS) merupakan salah satu tipe Instant Messaging (IM) yang memungkinkan pengguna untuk bertukar pesan singkat kapanpun, walaupun pengguna sedang melakukan panggilan data/suara. SMS dihantarkan pada channel signal GSM (Global System for Mobile Communication). SMS juga digunakan pada teknnologi GPRS dan CDMA. SMS menjamin pengiriman pesan oleh jaringan, jika terjadi kegagalan pesan akan disimpan dahulu di jaringan, pengiriman paket SMS bersifat out of band dan menggunakan bandwidth rendah. Bentuk teks dengan panjang maksimal sebanyak 160 karakter untuk alfabet latin dan 70 karakter.
SMS gateway merupakan program aplikasi yang menghubungkan antara semua SMS yang dikirim dan diterima ke sebuah PC dengan menggunakan jaringan GSM.
Bagian ini berfungsi membaca SMS dari Message Service (MS), mengirimkannya kembali SMS balasan ke pada yang mengaksesnya. Jaringan GSM yang terintegerasi dengan layanan SMS memiliki tambahan subsistem. SMS dapat dikirim ke perangkat Stasiun Seluler Digital lainnya hanya dalam beberapa detik selama berada pada jangkauan pelayanan GSM. Lebih dari sekedar pengiriman pesan biasa, layanan SMS ini memberikan garansi SMS akan sampai pada tujuan meskipun perangkat yang dituju sedang tidak aktif yang dapat disebabkan kerena dalam kondisi mati atau berada diluar jangkauan [15].
III. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alat dan bahan Penelitian
Aplikasi pendeteksi kebakaran pada rumah ini menggunakan komponen yaitu : 1. Laptop,
2. Mikrokontroler Arduino Uno CH 340 , berperan sebagai komponen utama yang bertugas untuk mengontrol keseluruhan komponen yang digunakan,
3. Kabel Jumper, kabel digunakan sebagai media penghubung antar komponen, menyampaikan arus listrik dan media transfer data ke dalam Mikrokontroler 4. Buzzer, adalah komponen elektronika
yang berfungsi untuk mengubah getaran listrik menjadi getaran suara.
5. Sensor asap MQ-2 sebagai komponen inputan yang mampu mendeteksi sensitif sensitif terhadap LPG, metana, alkohol, dan asap. Selain itu bisa digunakan dalam peralatan mendeteksi kebocoran gas.
6. Sensor api KY-026 berfungsi sebagai inputan yang mampu mendeteksi api apabila terjadi kebakaran dalam ruangan.
7. Modul GSM SIM800L digunakan sebagai notifikasi untuk memberikan informasi berupa SMS gateway apabila terjadi kebakaran.
3.2 Arsitektur dan Desain Sistem Desain sistem pada penelian ini menggunakan software fritzing untuk mengetahui skema hardware pada tiap sensor yang dihubungkan dengan Arduino.
Desain hardware aplikasi terdiri dari komponen Mikrokontroler Arduino Uno CH 340, Sensor GSM SIM 800L, sensor api KY- 026,sensor asap MQ-2, buzzer,, dan kabel ditunjukkan pada Gambar 1. Arsitektur sistem aplikasi dapat dilihat pada Gambar 2 dan alur proses sistem pendeteksi kebakaran
berbasis SMS gateway dapat dilihat pada Gambar 3.
Gambar 1. Diagram Blok Hardware Sistem Aplikasi Deteksi Kebakaran Sumber: Hasil Desain Blok Hardware Menggunakan Software Fritzing
Gambar 2. Arsitektur Sistem Deteksi Kebakaran dalam rumah Sumber: Hasil Desain Arsitektur Sistem Menggunakan Software Fritzing
Gambar 3. Proses Sistem Deteksi Kebakaran Pada Ruangan Sumber: Hasil Flowchart Menggunakan Shape Pada MS Word.
Pada sistem aplikasi ini ada tiga status kondisi yang dikirim sms pengguna pada saat sensor-sensor mendeteksi adanya asap atau api dapat dilihat pada Tabel 1
Tabel 1. Status kondisi Sensor
Kode Status Aksi
1 Aman, tidak dianggap sebagai kebakaran karena ada api tetapi tidak ada asap.
Menyalakan alarm (buzzer), mengirimkan SMS peringatan.
Contoh: Kertas yang dibakar 2 Status yang tidak
dianggap sebagai kebakaran karena ada asap tetapi tidak ada api
Menyalakan alarm (buzzer), mengirimkan SMS peringatan.
Contoh: Kertas yang dibakar 3 Status yang
dianggap aman karena tidak ada api dan asap
Menampilkan status “Aman”
pada serial monitor.Contoh:
Pada saat
inisialisasi sensor Sumber : Hasil Penelitian, 2021
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Tampilan Purwarupa Alat Deteksi
Kebakaran
Bagian mekanik sistem pendeteksi kebakaran mempunyai komponen utama Mikrokontroler Arduino, sensor asap MQ-2 sebagai deteksi asap, sensor api KY-026 sebagai deteksi api, buzzer sebagai alarm dalam ruangan, project board sebagai alat penghubung kabel jumper, dan SIM800L sebagai indikator untuk mengirim pesan SMS. Adapun rangkaian awal hardware sistem pendeteksi kebakaran menggunakan Mikrokontroler Arduino berbasis SMS gateway ditunjukkan pada Gambar 4.
Pada Gambar 4, tampak sensor MQ-2 memiliki 4 kaki yang terdiri dari A0, D0, GND, dan VCC. Pin kaki A0 dihubungkan ke pin data analog A0, pin GND dan VCC dihubungkan dengan pin GND 5V pada
Arduino. Sensor api pada pin DO di sensor api dihubungkan ke pin 4 digital Arduino Uno. Pin VCC dan GND pada sensor api dihubungkan ke pin 5V dan GND pada Arduino. Pin + buzzer dihubungkan dengan pin 5 Arduino dan pin – dihubungkan pada pin GND Arduino, Modul GSM SIM800L
dihubungkan dengan pin 3 dan 2 Arduino Uno sebagai media RX dan TX bagi SIM800L. Pin GND pada modul SIM800L dihubungkan pada pin GND Arduino dan pin VCC pada modul SIM800L dihubungkan ke pin 5V Arduino.
Gambar 4. Rangkaian elektronik sistem deteksi kebakaran ruangan.
Sumber : Hasil Penelitian, 2021 Tampilan depan purwarupa terlihat
pada Gambar 5 (a) menampilkan keadaan sensor api dan sensor asap di tempat yang berbeda menyesuaikan ruangan, sedangkan Gambar 5 (b) menampilkan bagian sisi belakang pada purwarupa yang terdapat hasil rancangan hardware. Pada Gambar 6 terdapat purwarupa yang terhubung pada laptop saat sistem deteksi kebakaran akan di jalankan, pada percobaan purwarupa sistem pendeteksi kebakaran laptop pertama kali dalam kondisi on dan terhubung pada kabel USB hardware, sehingga hardware
pendeteksi kebakaran akan aktif dan dapat digunakan. Adapun dalam kondisi ini pada percobaan penelitian sistem pendeteksi kebakaran menggunakan Mikrokontroler Arduino tidak harus dengan menghubungkan pada USB laptop untuk mengaktifkan hardware, tetapi dapat menggunakan kabel adaptor yang menyambungkan rangkaian pada hardware untuk mendapatkan power listrik dengan percobaan ini hardware sistem pendeteksi kebakaran dapat digunakan.
Gambar 5. (a) (b) Purwarupa Alat Deteksi Kebakaran pada ruangan Sumber : Hasil Penelitian, 2021
Gambar 6. Implementasi Sistem Deteksi Kebakaran Sumber : Hasil Penelitian, 2021
4.2 Hasil Running Arduino
Hasil running dari pembacaan resistansi pada sensor api dan sensor asap akan ditampilkan pada serial monitor menggunakan software Arduino IDE.
Program memberikan hasil running maka yang pertama dilakukan oleh program adalah membaca jaringan Modul GSM SIM800L untuk mencari koneksi GSM, apabila koneksi jaringan GSM pada program yang di tampilkan melalui seria monitor dengan status koneksi gagal, maka hardware pada sistem belum dapat digunakan, Modul GSM akan terus mencari jaringan pada SIM800L agar dapat koneksi jaringan GSM
sehingga hardware dapat digunakan untuk deteksi api, asap, dan pengiriman SMS gateway.
Pada Gambar 7 menampilkan apabila sumber api terdeteksi maka sensor api dan pada Gambar 8 menampilkan jika mendeteksi adanya asap. Setelah sensor- sensor tersebut mendeteksi adanya api atau asap maka akan memberikan nilai data pada Mikrokontroler dan program akan menampilkan nilai intensitas 0 pada serial monitor sebagai status Api Terdeteksi, sehingga buzzer bunyi dan SIM800L akan mengirim SMS gateway pada nomor tujuan.
Gambar 7. Hasil Running Api Terdeteksi Sumber : Hasil Penelitian, 2021
Gambar 8. Hasil running asap terdeteksi Sumber : Hasil Penelitian, 2021 4.3 Interface SMS Gateway
Proses pengiriman pesan SMS gateway berfungsi sebagai notifikasi adanya bahaya kebakaran dari hasil deteksi pada sensor asap MQ-2 dan sensor api KY-026.
SIM800L berfungsi sebagai indikator untuk mengirim pesan SMS. Proses pengiriman SMS gateway sesuai dengan hasil deteksi pada sensor asap dan api ditunjukkan pada Gambar 9.
Gambar 9. Interface GSM Gateway Sumber : Hasil Penelitian, 2021
4.4 Hasil Pengujian Sensor Asap MQ-2 Pengujian sensor asap pada purwarupa sistem pendeteksi kebakaran dalam ruangan menggunakan Mikrokontroler Arduino Berbasis SMS gateway dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Sebagian Pengujian Sensor Asap MQ-2
Jarak (cm)
Nilai Sensor Pada Detik
Ke- 5(s) 10(s) 15(s)
Skenario
Pengujian Hasil Pengujian
-
80 ppm 81 ppm 85 ppm
Tidak terdapat sumber asap dan gas pada sensor MQ-2.
Tidak terdeteksi asap, Buzzer tidak bunyi, dan tidak mengirim SMS peringatan.
0-4 cm
380 ppm 437 ppm 450 ppm
Mendekatkan sumber asap dan gas pada sensor MQ-2.
Asap terdeteksi Buzzer bunyi, dan memberi SMS peringatan.
4-8 cm
368 ppm 430 ppm 442 ppm
Mendekatkan sumber asap dan gas pada sensor MQ-2.
Asap terdeteksi Buzzer bunyi, dan memberi SMS peringatan.
8-12 cm
287 ppm 360 ppm 416 ppm
Mendekatkan sumber asap dan gas pada sensor MQ-2.
Asap terdeteksi Buzzer bunyi, dan memberi SMS peringatan.
Sumber : Hasil Penelitian, 2021
4.5 Hasil Pengujian Sensor Api KY-026 Pengujian sensor api pada purwarupa sistem pendeteksi kebakaran dalam ruangan menggunakan Mikrokontroler Arduino Berbasis SMS gateway dapat dilihat pada Tabel 3. Pengujian sensor api ini menggunakan korek api, untuk peletakan sensor api berada pada langit-langit ruangan berdekatan dengan sensor asap MQ-2.
Sensor ini akan bekerja apabila telah mendeteksi api sesuai dengan nilai yang telah ditentukan. Pada Tabel 3, dapat dilihat pengujian yang dilakukan pada sensor api.
Dari pengujian ditetapkan nilai batas sensor api dikatakan terdeteksi api adalah nilai biner 0. Apabila nilai yang diterima sensor adalah 1 dari nilai yang ditentukan maka sistem menganggap tidak terdeteksi
api, pada keadaan awal saat sensor api baru dinyalakan, nilai yang didapat pada detik ke- 5 yaitu 1, Nilai yang diberikan oleh sensor ini dari 1 ke 0 yang berarti saat sensor bernilai 1 tidak mendeteksi api sedangkan jika sensor bernilai 0 maka sensor mendeteksi api. intensitas nilai yang dihasilkan agar terbaca dengan optimal.
Maka dapat disimpulkan bahwa semakin jauh jarak sumber api yang dibakar terhadap sensor api akan berpengaruh terhadap nilai yang dihasilkan oleh sensor tersebut.
Tabel 3. Hasil Pengujian Sensor Api
Jarak (cm)
Nilai Sensor
Pada Detik Ke- 5(s) 10(s) 15(s)
Skenario Pengujian
Hasil Penguji an
-
1 1 1
Tidak terdapat sumber api pada sensor KY-026.
Tidak terdeteksi api, Buzzer tidak bunyi, dan tidak mengirim SMSperingatan.
20-24 cm
1 0 0
Mendekatkan sumber api menggunakan korek api pada sensor KY-026.
Api terdeteksi Buzzer bunyi, dan memberi SMS peringatan.
24-28 cm
1 1 0
Mendekatkan sumber api menggunakan korek api pada sensor KY-026.
Api terdeteksi Buzzer bunyi, dan memberi SMS peringatan.
28-32 cm
1 1 1
Mendekatkan sumber api menggunakan korek api pada sensor KY-026.
Tidak terdeteksi api, Buzzer tidak bunyi, dan tidak mengirim SMS peringatan.
32-36 cm
1 1 1
Mendekatkan sumber api menggunakan korek api pada sensor KY-026.
Tidak terdeteksi api, Buzzer tidak bunyi, dan tidak mengirim SMS peringatan.
36-40 cm
1 1 1
Mendekatkan sumber api menggunakan korek api pada sensor KY-026.
Tidak terdeteksi api, Buzzer tidak bunyi, dan tidak mengirim SMS peringatan.
Sumber : Hasil Penelitian, 2021
V. KESIMPULAN
Dari hasil analisis dan ujicoba purwarupa sistem deteksi kebakaran dalam ruangan menggunakan sensor api KY-026 dan sensor asap MQ-2 menggunakan Mikrokontroler Arduino berbasis SMS gateway dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Pada sistem pendeteksi api mampu deteksi sumber api dengan jarak tertentu dan mampu membedakan antara api dan cahaya.
2. Pada sistem pendeteksi asap mampu deteksi sumber asap dan gas dengan ketebalan asap dan mampu membedakan antara asap dan uap.
3. Pada sensor api memiliki kemampuan akurasi kecepatan menghitung partiker api dari jarak tertentu.
4. Pada sensor asap memiliki akurasi menghitung partikel pada ketebalan sumber asap.
5. Terdapat buzzer yang mampu memberikan informasi alarm dengan jangka waktu panjang dalam ruangan apa bila sensor api dan asap terdeteksi.
VI. SARAN
Saran untuk pengembangan sistem antara lain dengan menambahkan modul suara yang dapat mengeluarkan peringatan selain suara alarm misal suara manusia, menambahkan waktu digital pada pengiriman SMS gateway untuk informasi waktu pengiriman SMS saat terdeteksi kebakaran, meningkatkan kemampuan sistem agar dapat mendeteksi adanya api dan/atau asap secara lebih luas dan lebih akurat, memperluas penerapan sistem untuk banyak pengguna pada suatu kawasan tertentu sehingga melibatkan database yang berfungsi sebagai penyimpanan data hasil pencatatan nilai dari sensor api KY-026, sensor MQ-2, dan pengguna.
VII. DAFTAR PUSTAKA
[1] D. Yendri, W. Wildian, en A. Tiffany,
“PERANCANGAN SISTEM
PENDETEKSI KEBAKARAN
RUMAH PENDUDUK PADA
DAERAH PERKOTAAN
BERBASIS MIKROKONTROLER”, in Prosiding Semnastek, 2017, bll 1–
10.
[2] Q. I. Sarhan, “Arduino Based Smart Home Warning System”, 2020 IEEE 6th Int. Conf. Control Sci. Syst. Eng.
ICCSSE 2020, bll 201–206, 2020.
[3] O. Oktafianto en P. Ponidi, “Sistem Keamanan Gedung Berbasis Sms Gateway Dan Media Sosial Dengan Mikrokontroller Atmega328”, Explor. J. Sist. Inf. dan Telemat., vol 9, no 2, bll 271–276, 2018.
[4] Q. I. Sarhan, “Systematic Survey on Smart Home Safety and Security Systems Using the Arduino Platform”, IEEE Access, vol 8, bll 128362–128384, 2020.
[5] A. M, Z. A, Z. B, en T. M, “A review of smart home applications based on internet of things”, J. Netw. Comput.
Appl., vol 97, bll 48–65, 2017.
[6] D. A, B. A, en K. L, “Iot and big data analytics for smart buildings: A survey”, Procedia Comput. Sci., vol 170, bll 161–168, 2021.
[7] M. S en A. Dumka, “RFID Device Based Home Security System to Detect Intruder Trespassing”, in International Confrerence on Intelligent Communication, Control and Devices, 2017, bll 1445–1454.
[8] Š. M, D. U, en M. E, “Smart Home System - Remote Monitoring and Control Using Mobile Phone”, in International Sym_posium on Innovative and Interdisciplinary Applications of Advanced Technologies, 2018, bll 409–419.
[9] T. H. Iskandar Alam, R. Soekarta, en W. Ramadhan, “Rancang Bangun Prototype Alat Pendeteksi Kebakaran Menggunakan Arduino Uno Dilengkapi Pemadam Dan Notifikasi Sms Gateway”, Insect (Informatics Secur. J. Tek. Inform., vol 5, no 1, bl 21, 2019.
[10] S. P. Sari, O. Candra, en J. Asmi,
“Alat Pendeteksi Kebakaran Menggunakan SMS”, JTEIN J. Tek.
Elektro Indones., vol 1, no 2, bll 251–
254, 2020.
[11] H. Isyanto en D. Arsito, “Sistem Pengaman Rumah dan Peringatan Dini Kebakaran Berbasis SMS dengan Menggunakan Raspberry Pi”, vol 1, no 1, bll 13–26, 2015.
[12] Sumardi, Mikrokontroler Belajar AVR Mulai Dari Nol. Yogyakarta:
Graha Ilmu, 2013.
[13] A. Adriansyah en O. Hidyatama,
“Rancang Bangun Prototipe Elevator Menggunakan Microcontroller Arduino Atmega 328P”, J. Teknol.
Elektro, vol 4, no 3, bll 100–112, 2013.
[14] K. B. Susatyo, “Sistem Pencegah Kebakaran Pada Perkebunan Jambu Biji Menggunakan Sensor Suhu Lm35 Dan SMS Gateway Berbasis Arduino Uno”, Elkom J. Elektron.
Dan Komput., no Vol 12, No 1 (2019), bll 13–22, 2019.
[15] Awan Pribadi Basuki, Membangun Aplikasi SMS Gateway Berbasis Web dengan Codeigniter &
Bootstrap. Jakarta: Lokomedia, 2017.