Jika dibedah lebih detail, sebenarnya faktor struktural lebih banyak menyumbang munculnya radikalisme dan terorisme. Pemberantasan terorisme hanya melalui pendekatan kekerasan terbukti tidak menghilangkan ideologi radikalisme dan gerakan teroris.
RADIKALISASI PEMAHAMAN AGAMA 1
8 Fakhrurrazi, "Islam Radikal antara Pemikiran dan Gerakan: Analisis Kajian Dalam Perspektif Agama," 3, verkry op 18 Mei 2012, www. 32 Fakhrurrazi, Islam Radikal antara Pemikiran dan Gerakan: Analisis Kajian Dalam Perspektif Agama, Referaat gepubliseer dalam www.
يف دابعلا حلاصمو مكحلا اهساسأو اهانبم ةعيرشلا نإ ةمحرو ،اهلك حلاصمو ،اهلك لدع يهو ،داعملاو شاعملا
Proses radikalisasi ditandai dengan menyebarnya pemikiran radikal di masyarakat, serta perekrutan anggota oleh kelompok radikal atau kelompok teroris. Proses radikalisasi ditandai dengan menyebarnya pemikiran radikal di masyarakat, serta perekrutan anggota oleh kelompok radikal atau kelompok teroris.
MEDIA ONLINEDAN RADIKALISASI PEMAHAMAN AGAMA
Radikalisasi & deradikalisasi | 51 Selanjutnya, dampak negatif belajar agama di media online adalah radikalisasi paham keagamaan. Radikalisasi paham keagamaan di media online D. HomeLand Security Institute mempublikasikan bahwa penggunaan internet di kalangan anak muda berkembang pesat, bahkan meroket.
DERADIKALISASI PEMAHAMAN AGAMA DAN PERAN LEMBAGA PENDIDIKAN
208 Suparni, Deradikalisasi Pendidikan Agama di SMP Kota Metro, 25 Agustus 2016; Wawancara dengan direktur SMAN 1 Metro. 212 Eka Safrianto, Deradikalisasi pendidikan agama di SMA Kota Metro, 25 Agustus 2016; Wawancara dengan guru agama di SMA 1 Metro. 214 Safrianto, Deradikalisasi Pendidikan Agama di SMA Kota Metro; Wawancara dengan guru agama di SMA 1 Metro.
218 Safrianto, Deradikalisasi Pendidikan Agama di SMA Kota Metro; Wawancara dengan ustadz di SMAN 1 Metro. 229 Gunawan, Deradikalisasi Pendidikan Agama di SMP Kota Metro, 27 Agustus 2016; Wawancara dengan Guru Fiqh di MAN 1 Kota Metro.
PONDOK PESANTREN
DAN DERADIKALISASI PEMAHAMAN AGAMA : PEMIKIRAN DAN PRAKTIK ISLAM RAMAH
Keberadaan pondok pesantren di Indonesia karena adanya tuntutan masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang mendapat tempat khusus di mata masyarakat. Bahkan tatanan moral pesantren menjadi ciri khas pesantren itu sendiri. Hasil kajian juga menunjukkan bahwa moderasi keislaman dan nasionalisme di kalangan pesantren juga baik.
MENGAJI DAN MENJINAKKAN TEKS-TEKS “RADIKAL”
Munculnya paham radikalisme yang berlatar belakang agama antara lain akibat dari membaca dan menafsirkan ayat dan hadits, dimana ayat atau hadits yang dibaca secara harafiah tanpa melihat konteks dan sejarah yang melatarbelakanginya (asbabun nuzul) justru dapat menimbulkan sikap kaku. dan bahkan pemahaman radikal. Yusuf Qarad}āwi mencatat bahwa kemunculan radikalisme dalam agama adalah akibat dari pemahaman yang dangkal terhadap ajaran agama Islam dan pemahaman tekstual-literalis terhadap teks-teks agama.223 Oleh karena itu, wajar jika Esposito menduga faktor kekerasan dalam nama agama berasal dari agama para anggotanya.
Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang sesat dari jalan-Nya, dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." Maksudnya: "Jika mereka terus berpaling, maka sesungguhnya kewajipan yang diwajibkan kepadamu (Muhammad) hanyalah kepada sampaikanlah (perintah Allah) dengan jelas." Maksudnya: "Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pemurah (ialah) orang-orang yang berjalan di atas muka bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang jahil memberi salam kepada mereka, ucapkanlah perkataan (yang mengandungi) keselamatan."
Maksudnya: "Katakanlah kepada orang-orang yang beriman supaya memaafkan orang-orang yang tidak takut kepada hari-hari Allah, kerana Dia akan memberi balasan kepada suatu kaum atas apa yang telah mereka kerjakan."
Umat Islam yang berperang tidak boleh membunuh wanita, anak-anak atau orang tua, apalagi ketika mereka tidak berdaya. Bahkan dalam situasi perang, membunuh orang yang lemah dianggap berlebihan atau berlebihan oleh umat Islam, sedangkan Allah tidak menyukai orang yang berlebihan, bahkan membenci dan menghukumnya. Ayat ini diturunkan setelah kaum musyrik membuat persiapan untuk memerangi Nabi dan kaum muslimin saat itu.233 Sebagaimana ulama lainnya, al-Zuh}aili> menegaskan bahwa tidak boleh membesar-besarkan dalam pertempuran dengan membunuh anak, istri, orang tua. 234 Al-Suyut}ī juga mengartikan ungkapan “اودتعتلاو”, yaitu larangan membunuh orang lemah.
Sebagaimana ayat-ayat lain yang berkaitan dengan peperangan, ayat ini juga merupakan perintah untuk berperang apabila umat Islam ditindas, digeruni dan diserang oleh kaum musyrikin.236 Jika kita teliti tafsiran ayat ini berdasarkan pendapat ulama Mesir kontemporari, maka perintah berperang dalam ayat di atas ditetapkan sementara, maksudnya tidak mutlak. Umat Islam diperintahkan memerangi kaum musyrikin selama mereka mengganggu dan menyerang Nabi dan kaum Muslimin. Jika mereka menahan diri dan tidak menyerang, maka umat Islam juga diperintahkan untuk menahan dan menghentikan peperangan.
Maksudnya: "Dan perangilah mereka supaya tidak timbul fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Ibnu Katsir menyatakan bahawa perintah membunuh orang-orang musyrik sebagaimana yang terdapat dalam ayat tersebut adalah umum, tetapi takhsin} dengan ayat 191 surah al- Baqarah iaitu melarang membunuh ketika berada di dalam Masjidil Haram.239 Selain itu, walaupun ada perintah membunuh, tetapi perintah itu tidak termasuk membunuh wanita, kanak-kanak.Abu Laits al-Samarqandī menegaskan bahawa ayat ini ditulis dengan 70 ayat dalam Al-Quran, yang bercakap tentang keamanan, perjanjian, penghentian perang dan seumpamanya.
Maksudnya: "Apabila telah habis bulan-bulan Haram, maka bunuhlah orang-orang musyrik itu di mana sahaja kamu temui mereka dan tangkaplah mereka. Perintah itu ada pengecualiannya, iaitu kecuali orang-orang yang bertaubat dan hendak mengerjakan solat serta menunaikan zakat. Maksudnya: "Mereka itulah orang-orang , untuk hati siapa Allah mengetahui.
Mengenai surat at-Taubah, ayat 5, Ibnu 'Asyur menyatakan bahwa perintah membunuh kaum musyrik dalam ayat ini menunjukkan.
Ajaran Islam menuntut dan membimbing umatnya untuk menegakkan syiar Islam dengan cara yang sopan, baik dan bermaruah serta tidak mendatangkan kemudaratan. Ia sama seperti menyalahgunakan ayat atau merampas ayat-ayat suci al-Quran untuk memusnahkan ayat-ayat Allah yang lain. Jihad sebagai ajaran Islam mempunyai landasan epistemologi yang sangat kuat, baik dari Al-Qur’an, As-Sunnah maupun para Sahabat.
Abdullah bin Yusuf memberitahu kami, dari Yusuf, dari Malik dari Abu Zanad, dari al A'raj dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah saw. atasnya, berkata: Allah menjamin kepada orang-orang yang berperang di jalan-Nya, tidak ada yang mengusirnya melainkan kerana dia kehendaki. berjihad di jalan-Ku, dia beriman bersama-Ku & merestui rasul-rasul-Ku, kemudian Aku menjamin akan memasukkannya ke dalam syurga atau mengembalikannya ke rumahnya dengan kemenangan berupa pahala dan rampasan. Di antara pengertian jihad yang dapat penulis sampaikan disini ialah 1) berperang di jalan Allah, 2) haji yang sah, 3) menyampaikan kebenaran kepada penguasa yang zalim, 4) berbakti kepada orang tua, 5) menuntut ilmu. dan pembangunan pendidikan dan 6) Menahan nafsu. Penulis membentangkan dalam sub-bab sebelum ini tentang peperangan yang dihalalkan oleh ayat dan hadis.
Memperjuangkan Hukum Allah 1. Penulis mengemukakan tentang peperangan yang dihalalkan oleh ayat-ayat dan hadis-hadis dalam sub-bab sebelumnya. Ia berdasarkan nas-nas dalam ayat-ayat dan hadis-hadis serta amalan-amalan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW 249 Terdapat beberapa ayat dan hadis yang menyinggung pengertian jihad sebagai peperangan, antara lain firman Allah dalam surat al-Taubah ayat 111: . di jalan Allah; kemudian mereka membunuh atau dibunuh. Artinya: “Mengapa Engkau tidak mahu berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, perempuan dan anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) orang-orang yang zalim itu dan berilah kami perlindungan. dari Engkau, dan berilah kami penolong dari sisiMu!”.
Maksudnya: "Musa bin Ismaili menceritakan kepada kami, Hamid meriwayatkan dari Humaid dari Anas bahawa Nabi s.a.w bersabda: "Perangilah orang-orang musyrik dengan hartamu, dengan jiwamu dan dengan lidahmu." Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepadamu: “Pergilah (berperang) di jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tetap di tempatmu. Malah salah satu syarat melaksanakannya ditegaskan secara langsung oleh Allah dalam Surah Ali Imran ayat 97 iaitu mampu.:.
Dalam batin, orang yang menunaikan ibadah haji harus sabar dan menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang hina (fusuq), menghindari perselisihan (jidal) baik secara jasmani maupun rohani. Apalagi bagi masyarakat yang berasal dari daerah yang iklim dan cuacanya berbeda dengan Arab Saudi. Maka sangat wajar jika perjuangan orang yang menunaikan ibadah haji secara rukun dan rukun serta dilandasi niat yang ikhlas akan diganjar pahala dan dikategorikan sebagai jihad.
Berdasarkan hadits di atas, jihad dalam arti perang bukanlah jihad yang paling mulia bagi perempuan. Abdullah bin Abdul Muba>rak menyatakan bahwa berpikir dengan sungguh-sungguh untuk mengendalikan hawa nafsu dan menahan hawa nafsu adalah Jihad yang terbesar dan Jihad yang hakiki. Bagi pemimpin yang jujur, kewenangan ini dijadikan dalil untuk menyebarkan kebaikan melalui kesejahteraan rakyat yang dipimpinnya.
Radikalisasi & penyahradikalisasian | 167 Berbuat baik kepada kedua ibu bapa dikategorikan sebagai jihad kerana kemuliaan mereka yang dikurniakan Allah. Berjihad dengan berkhidmat dan berbuat baik kepada orang tua dalam keadaan tertentu perlu diutamakan dan lebih utama daripada berjihad dengan senjata di medan perang. Sedangkan berbakti dan berbuat baik kepada kedua orang tua adalah fardhu 'ain, atau wajib bagi setiap anak.
Begitu pentingnya pencarian ilmu dan pengembangan pendidikan, sampai-sampai orang yang meninggal dunia saat menuntut ilmu dikategorikan sebagai syahid fi sabililah. Selain itu, jihad dengan harta juga bisa berupa memberikan bantuan keuangan kepada orang yang membutuhkan, fakir, miskin atau orang yang mengemis. Seolah-olah orang yang berjihad di medan perang hanya mencari mati syahid, yaitu setelah mati orang yang berjihad langsung masuk surga.
داهجلا نإ“ لوقي ثيح ،كراعملا يف توملا سيلو ةماركب ةايحلا قح عازتنا
274 للها ليبس يف ايحن نأ نكلو للها ليبس يف تومن نأ سيل مويلا
Jihad harus diartikan sebagai penggunaan kekuatan intelektual, moral, emosional dan finansial dalam perjuangan melawan nafsu dan musuh bersama peradaban manusia. Alangkah indahnya jika tenaga, pikiran dan dana yang digunakan untuk membunuh sesama saudara digunakan untuk melawan dan menghancurkan musuh bersama peradaban manusia. Semua bangsa, negara, dan agama bertekad memerangi dan memberantas kebodohan, kemiskinan, korupsi, perubahan iklim, dan aksi teror yang mengancam kelangsungan peradaban manusia.
DAFTAR PUSTAKA
Musnad Ahmad, Digital Library, al-Maktabah al-Sya>milah al-Is}da>r al-Tsa>ni>. Mustafavi, Sayyid Jawad, Huqu>q al Insan fi al-Islam, Beirut: Munazham al-I'lam al-Islam, 1987. On the Moral Justifiability of Terrorism (State and Otherwise)”, Osgoode Hall Law Journal, (Summer/ Efterår, 2003) Nisa>bu>ri, Muslim bin al-H}ajja>j Abu al-H}asan al-Qusyairi> al-.