MENINGKATKAN KARAKTER PELAJAR DENGAN LITERASI RELIGIUS
Training for Trainer – AISI Foundation
Selasa, 31 Mei 2022 di Balaikota Depok
Muhammad Yusro (Anggota BAN-S/M)
Rapor Pendidikan Indonesia
“
3
“
4
“
5
“
6
“
7
“
8
“
9
“
10
“
11
“
12
“
13
“
14
“
15
“
16
“
17
“
18
“
19
“
20
“
21
“
22
“
23
“
24
“
25
“
26
“
27
Memahami Hasil Indeks Karakter
pada Rapor Pendidikan
“
29
“
30
“
31
“
32
“
33
“
34
“
35
“
36
“
37
“
38
Instrumen Akreditasi Sekolah/Madrasah
(IASP2020) terkait Karakter Siswa
“
40
“
41
Potret Rapor Pendidikan
SMP/sederajat di Kota Depok
“
43
Sumber : https://pusmendik.kemdikbud.go.id/profil_pendidikan/profil-wilayah.php
“
44
“
45
“
46
SMP/sederajat – Status Negeri di Kota Depok
“
47
“
48
Tantangan Pendidikan Karakter
Pelajar di Kota Depok
“
50
“ ▸ Kota Depok di Jawa Barat menempati urutan paling bawah dalam indeks kota toleran hasil riset Setara Institute tahun 2021. Riset tersebut mengukur skor toleransi terhadap 94 kota di seluruh Indonesia (empat kota administrasi di Jakarta dijadikan satu) menggunakan delapan indikator.
▸
Kota Depok memperoleh skor 3,577, di bawah Pariaman (Sumatera Barat), Cilegon (Banten), dan Banda Aceh. Produk-produk hukum di Depok dianggap diskriminatif dan tindakan wali kotanya dinilaitidak mempromosikan toleransi. Depok dinilai amat terdominasi oleh salah satu agama dalam berbagai ruang-ruang publik,
termasuk hingga sektor properti.
51
“ ▸ Era digital telah banyak mengubah cara hidup dan bekerja dengan menciptakan masyarakat berbasis pengetahuan. Teknologi telah mengubah dunia pendidikan secara drastis. Saat ini, terdapat kekhawatiran tentang perilaku siswa di era digital, dari cyberbullying hingga pelanggaran hak cipta.
52
Tantangan Pendidikan Karakter di Era Digital
“
▸
Aspek keseimbangan mengharuskan guru untuk memahami efek masa lalu, sekarang, dan kemungkinan masa depan dari suatu teknologi.▸
Aspek keselamatan dan keamanan mengharuskan guru untuk menyadari sepenuhnya bahwa tindakan online dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain.▸
Aspek perundungan siber (cyberbullying) mengharuskan guru untuk memahami dampak yang berpotensi merusak dari penindasan maya dan bagaimana hal itu melanggar prinsip-prinsip etika integritaspribadi, kasih sayang, dan perilaku yang bertanggung jawab.
▸
Aspek hak cipta dan plagiarisme mengharuskan guru untuk mengajarkan penghormatan terhadap hak kekayaan intelektual orang lain danmerefleksikan legalitas dan etika penggunaan materi online tanpa izin.
53
54
PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS
▪ Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 tahun 2003 bahwa pendidikan adalah
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara
.▪ Pendidikan karakter berlandaskan pada karakter dasar manusia yang bersumber pada
nilai moral universal (bersifat absolut) yang bersumber dari agama yang juga disebut golden rule.
▪ Penyelenggaraan pendidikan karakter di sekolah harus berpijak pada
nilai-nilai karakter dasar manusia
. Selanjutnya, dikembangkan menjadinilai-nilai yang lebih banyak atau tinggi (yang bersifat tidak absolut, relatif)
sesuai kebutuhan, kondisi, dan lingkungan sekolah itu sendiri.
55
PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS
▪
Penanaman nilai kepada warga sekolah maknanya bahwa pendidikan karakter baru akan efektif jika tidak hanya siswa,
tetapi juga para guru, kepala sekolah dan tenaga non-pendidik di sekolah semua harus terlibat dalam pendidikan karakter
▪
Pendidikan di sekolah terutama pendidikan agama mempunyai
peranan yang sangat besar dalam pembentukan karakter religius
seseorang . Undang-Undang No 2 Tahun 1989 yang menyatakan
bahwa sasaran yang ingin dicapai dari pendidikan agama adalah
membentuk manusia beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT,
berbudi pekerti luhur, berkepribadian, disiplin, bekerja keras,
tanggung jawab, mandiri, terampil, sehat jasmani dan rohani
56
PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS
▪
Guru merupakan faktor penting yang besar pengaruhnya terhadap keberhasilan pendidikan karakter di sekolah ,
bahkan sangat menentukan berhasil tidaknya peserta didik dalam mengembangkan pribadinya secara utuh, karena
guru merupakan figur utama, serta contoh dan teladan bagi peserta didik .
▪
Konstruk character building , menyatakan bahwa dimensi
religius sangat penting dikembangkan semaksimal mungkin
di mana sekolah dan orang tua memiliki peran dan tanggung
jawab yang besar dalam menumbuhkembangkan karakter
religius.
57
MENUMBUHKAN PROFILE PELAJAR PANCASILA
▪ Sumber Daya Manusia yang berkualitas adalah pembelajar sepanjang hayat (long life learner) yang mempunyai kemampuan global dan bertindak berdasarkan nilai-nilai Pancasila.
▪ Usaha untuk menciptakan Profil Pelajar Pancasila tidak saja merupakan gerakan dalam sistem pendidikan, namun juga merupakan gerakan masyarakat. Penguatan pendidikan karakter juga perlu dilaksanakan pada tiga pusat pendidikan, yaitu rumah, sekolah, dan masyarakat untuk membentuk profil Pelajar Pancasila.
▪ Dengan pendidikan karakter diharapkan peserta didik dapat secara mandiri meningkatkan serta menerapkan wawasannya, menganalisis, dan menginternalisasi, serta memersonalisasi perilaku dan akhlak luhur agar dapat tercermin dalamsikap keseharian.
58
Sumber Pustaka / Rujukan
▪ Paparan Final Mendikbudristek tentangMerdeka Belajar Episode 19 –Rapor Pendidikan Indonesia, Maret 2022
▪ Paparan tentang Evaluasi Sistem Pendidikan dan Profil Pendidikan, Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Mei 2022
▪ Buku Panduan Capaian Hasil Asesmen Nasional untuk Satuan Pendidikan, Pusat Asesmen Pendidikan, BSKP, Kemendikbudristek, Mei 2022
▪ Paparan tentang Kerangka Kerja Penyusunan Standar (SKL/STPPA, S. Isi, S.Proses, S. Penilaian), BSKAP-Kemendikbudristek
▪ https://pusmenjar.kemdikbud.go.id/
▪ https://bansm.kemdikbud.go.id/
▪ https://raporpendidikan.kemdikbud.go.id/app
▪ https://anbk.kemdikbud.go.id/
▪ https://nasional.kompas.com/read/2022/03/30/17352071/depok-kota-paling-intoleran-berdasarkan-riset-setara- institute-2021
▪ https://ditpsd.kemdikbud.go.id/artikel/detail/membangun-potensi-dan-karakter-peserta-didik-untuk-mewujudkan- profil-pelajar-pancasila
▪ https://journal.uny.ac.id/index.php/civics/article/view/35476#:~:text=Beberapa%20tantangan%20yang%20harus%20dih adapi,sexting%2C%20hak%20cipta%20dan%20plagiarism.