IDENTIFIKASI KASUS
Klien mengalami masalah dalam memilih jurusan kuliah yang tidak sesuai harapannya dan tidak didukung oleh orang tuanya. Konselor menerapkan Pendekatan Humanistic Fenomenology dengan mendengarkan keluhan klien, memberikan dorongan positif, dan membantu klien menemukan solusi dengan merencanakan langkah selanjutnya.
Peran :
Indrayani Alwi : Seorang Konselor
Sofia : Seorang Klien / konseli PERCAKAPAN KONSELING
Penerimaan Konselor (Attending Skill)
Klien : Assalamualaikum wr.wb.. (mengetuk pintu)
Konselor : Waalaikum Salam wr.wb. mari mba silahkan masuk... (mempersilahkan masuk) Klien : Iya bu.. (dengan wajah menunduk dan berjabat tangan)
Konselor : Silahkan duduk mba, ini air putih boleh diminum dulu..!!
Klien : Iya bu.. Terima kasih
Konselor : Sebelumnya ada yang bisa saya bantu mba? (keterampilan bertanya) Klien : Emmmm... (diam)
Konselor : Ya sudah.. Coba mba tarik nafas dulu, terus keluarkan pelan-pelan..!! (memberikan kenyamanan pada klien)
Klien : Hhhhzzz... Fiuuuhhh.. (tarik nafas)
Konselor : Gimana mba? Sudah agak lega kan? Ibu juga suka melakukan hal itu kok..!!
Klien : Alhamdulillah.. Lumayan bu. (klien malu-malu dan agak takut)
Konselor : Jangan takut..!! Anggap saja ibu ini saudara mba sendiri.. Oh ya, saya lupa perkenalan. Nama saya Raya, kalau mba siapa? (berjabat tangan)
Klien : Saya Sofia bu..!! (masih berjabat tangan)
Konselor : Kamu nyaman tidak di panggil mba? (sambil tersenyum) Klien : Nyaman kok buu.. Hehehe (tersenyum)
Konselor : Baiklah kalau begitu. Sepertinya ada sesuatu yang pengen mba sofia ungkapkan yah? Oh iya, sebelumnya mba pernah melakukan konseling belum? (structuring) Klien : Belum buu..!! (wajah menengadah)
Konselor : Udah pernah dengar belum Konseling itu seperti apa? (structuring)
Klien : Kata temen-temen saya kalau datang kesini, semua masalah bisa terselesaikan bu.
Bener ga bu? (wajah diangkat)
Konselor : Tujuan dari konseling adalah membantu Anda untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi saat ini. Saya yakin, yang paling tahu mengenai masalah yang Anda hadapi adalah Anda sendiri. Sehingga konseling ini tidak akan ada manfaatnya jika
TUGAS UAS TEKNIK & KETERAMPILAN BKI Nama : Indrayani Alwi (224130024)
Sofia (224130029) Dosen Pengampu : Rizqa Sabrina B, M.Psi
Kelompok : 3
Semester/Kelas : 5/BKI 1
ada tidak terbuka. Anda tidak perlu ragu sebab kerahasiaan Anda akan saya jamin sepenuhnya. Jadi mba disini jangan takut untuk mengungkapkan semua unek-unek mba kepada saya yah..!! (structuring)
Klien : Iya bu... (malu-malu)
(Tahap Identifikasi Masalah) Keterampilan Mendengarkan
Konselor : Sepertinya ada beban didalam diri mba sofia yah..? (Refleksi Perasaan)
Klien : Emmm.. Di jurusan yang saat ini saya ampuh, kira-kira nanti saya jadi apa yah bu?
(wajah bingung)
Konselor : Maaf, bisakah kamu menjelaskan bagaimana perasaan bingung yang kamu maksudkan itu? (Eksplorasi Perasaan)
Klien : Saya merasa tidak cocok bu dengan jurusan kuliah ini, saya ingin keluar saja buu..!!
(wajah sedih)
Konselor : Memangnya kenapa dengan jurusan kamu yang sekarang) (keterampilan bertanya) Klien : Tidak sesuai cita-cita yang saya harapkan bu..!! (wajah sedih)
Empati Skill
Konselor : Iya, Ibu mengerti apa yang kamu rasakan sekarang, pasti kamu sangat merasa bingung yah? (empati)
Klien : Iya bu.. Kenapa ya semua ini terjadi padaku? (bingung) Keterampilan Refleksi
Konselor : Apakah yang kamu maksudkan, tidak sesuai dengan yang kamu rencanakan sebelumnya yah? (paraphrasing)
Klien : Iya buu, sirna sudah harapanku (sedih) Keterampilan Eksplorasi
Konselor : Bisakah kamu sampaikan kepada saya, kenapa kamu tidak masuk jurusan sesuai dengan keinginan mu sendiri? (Clarifying)
Klien : Mungkin ini KARMA kali bu? (wajah murung)
Konselor : Kalau boleh tau jurusan apakah yang kamu sukai? (pertanyaan terbuka) Klien : Pokoknya yang berbau hukum bu..!!
Keterampilan Bertanya
Konselor : Apakah yang membuat kamu menyukai tentang hukum? Adakah yang menarik dengan jurusan yang kamu sukai ini? (pertanyaan terbuka)
Klien : Yang bikim saya tertarik dengan hukum ini tuh karena gemes aja bu sana-sini dengar hukum yang tidak jelas kemana arahnya, yang salah tidak diberikan sesuai hukumnya, trus yang tidak salah malah dihukum yang tidak sesuai dengan aturannya. (marah)
Keterampilan Menangkap Pesan
Konselor : Jadi kamu tidak terima yah dengan hukum yang berjalan sekarang, terus kamu pengen gantikan posisi penegak hukum yang berbuat tidak benar, gitu ya?
(tersenyum)
Klien : Banget buu, kemaren yang lagi rame ituloh bu ada seorang nenek yang dituduh mencuri 7 batang kayu divonis hukuman 1 tahun penjara dan denda Rp500 juta
subsider 1 hari penjara, sementara si koruptor yang merugikan negara Rp300 triliun dan tindak pidana pencucian uang divonis 6,5 tahun penjara dan dikenakan denda hanya 1 miliar saja. Masuk akal ga bu? Mau jadi apa bangsa ini? Sekalian pengen aku jebloskan itu penegak hukumnya, tapi sayang semuanya sirna bu. (kesal) Keterampilan Memberikan Dorongan
Konselor : Niat kamu bagus loh, punya jiwa patriotisme, punya niatan yang mulia, Indonesia tentu bangga punya pemuda seperti kamu ini. (menepuk pundak)
Klien : Iya buu.. Tapi percuma semua ini. Harapan dan impianku tidak ada artinya sekarang (wajah murung)
(Tahap Pertengahan)
Keterampilan Menyimpulkan Sementara (Summarizing)
Konselor : Intinya dengan jurusan yang kamu jalankan sekarang ini tidak cocok yah? Juga ada yang tidak membuat semua ini terlaksana yah? Seperti itu..!! (tersenyum {menyimpulkan})
Klien : Iya buu, mereka tidak tau kalau masuk dijurusan hukum itu prospeknya akan cerah!
Pasti banyak uang juga yang saya dapatkan dan itu pastinya buat mereka juga.
(masih dalam keadaan marah)
Keterampilan Memimpin
Konselor : Bagaimana kalau kita membicarakannya satu persatu dahulu. Tadi kamu mengatakan bahwa kamu merasa tidak cocok dengan jurusan yang sedang kamu jalani ini dan kamu ingin keluar saja. Daripada kamu melakukan hal yang merugikan diri kamu sendiri dan orang tua kamu, mengapa kamu tidak mencoba untuk belajar hukum di luar kampus? (tersenyum {memimpin})
Klien : Iya sih buu.. Tapi kan tidak sama. Dan juga saya sudah terlanjur drop bu. (murung lagi)
(Tahap Pemilihan Teknik/Strategi) Keterampilan Memfokuskan
Konselor : Kira-kira harapan orang tua kamu apa sih sebenarnya? (menatap klien {memfokuskan})
Klien : Orang tua ingin aku kuliah yang dekat dari rumah bu, terutama yang berbau agama atau pesantren. (bernafas dalam dengan nada rendah)
Keterampilan Konfrontasi
Konselor : Bolehkah saya tahu, apa yang sering orangtua kamu katakan kepadamu?
(tersenyum {konfrontasi})
Klien : Tidak tahu bu, biasanya mereka Cuma ngatur saja. (kesal)
Konselor : Memangnya apa yang mereka katakan saat kamu di atur-atur? (refleksi) Klien : Cerewet lah bu mereka (kesal)
Keterampilan Menjernihkan (Clarifying)
Konselor : Bisakah kamu sampaikan kepada saya, apa sih yang sekarang membuat kamu rugi akibat mereka? (menjernihkan)
Klien : Tidak ada juga sih bu, tapi prinsip saya, saya tuh orangnya tidak suka diatur, saya ini sudah dewasa dan mandiri. (wajah diangkat)
Keterampilan Memudahkan (Facilitating)
Konselor : Saya sangat menghargai kamu karena mau bercerita banyak ke ibu, alangkah baiknya apa sih yang kamu rasakan atau apa yang kamu harapkan? (memudahkan) Klien : Saya benci dengan apa yang saya hadapi sekarang bu. Saya benar-benar tidak suka
diatur, emangnya saya anak kecil apa? (sedih dan marah)
Keterampilan Mengarahkan (Directing)
Konselor : Bisakah kamu memperagakan bagaimana sikap atau kata-kata yang dulu orang tua mu mau?
Klien : Begini bu, mereka berkata “Nak, kuliahnya ambil yang didekat rumah saja yah kau bisa ambilnya jurusan tentang tafsir alquran, yang penting kamu serius itu sama saja kan? Ibu pengen kamu ngerti soal agama dulu, baru yang lain baru nyusul nak”.
(Klien mempraktekkan)
Padahal saya juga kan tidak mau merepotkan mereka bu. Saya bisa kuliah di luar kota sambil kerja apa saja kok bu.
Keterampilan Sailing/Diam Konselor :... (Diam)
Klien : -
Keterampilan Mengambil Inisiatif
Konselor : Bagaimana jika seandainya kamu udah kuliah jurusan hukum diluar kota sedangkan kamu disana kesulitan untuk cari kerja? Terus orang tuamu tidak mampu untuk membiayai kamu kuliah disana, apa yang akan kamu lakukan? (mengambil inisiatif)
Klien : Emmmmmmmmmmm... (diam dan berfikir) Keterampilan Memberi Nasehat (Advice)
Konselor : Kamu beruntung banget mba sofia, punya orang tua yang mengerti kamu, kamu adalah harapan mereka..!! Mereka mungkin berfikir bagaimana jika mereka meninggalkan kamu sendirian merantau diluar sana dengan kondisi ekonomi yang yang sulit bagi mereka..! (memberi nasehat)
Apakah kamu merasa saya pantas untuk memberikan pandangan ini kepada kamu?
Klien : Iya bu, setelah ibu mengatakan seperti itu saya berfikir saya merasa bersalah dengan kelakuan saya yang seperti ini kepada mereka (menyadari kesalahan dan bersikap malu)
Konselor : Banyak loh diluar sana yang tidak seberuntung kamu (memuji)
Klien : Iya bu, sahabat-sahabat saya juga sering menasehati saya seperti yang ibu katakan, tapi jarang saya dengarkan, ya allah aku merasa bersalah sekali bu dengan orang tua dan semuanya. (merasa bersalah)
Keterampilan Menafsirkan (Interpretasi)
Konselor : Hidup ini membutuhkan keberanian kita untuk menjalaninya. Kalau kamu berpikir hidupmu tidak ada artinya atau orang tuamu tidak bisa memahami kamu, itu tidak benar. Kamu sendirilah yang membuat stetment seperti itu melalui pikiranmu sendiri. Jika saja kamu bisa merubah pikiran-pikiran itu dan kamu bisa bersyukur
bahwa kamu sangat beruntung memiliki orang tua dan para sahabat yang memperhatikanmu. Bukankah begitu?
Klien : Iya bu, apa yang ibu katakan itu benar harusnya aku sangat beruntung punya orang tua dan sahabat yang sangat memperhatikanku. (wajah mulai diangkat)
(Tahap Evaluasi)
Keterampilan Menyimpulkan (Summarize)
Konselor : Saya rasa kamu telah mengalami beberapa kemajuan yang berarti didalam proses konseling ini, oleh karenanya bisakah kita buat kesimpulan akhir dari pembicaraan kita ini?
Klien : Alhamdulillah kalau begitu. Baik buu..
Keterampilan Merencanakan
Konselor : Proses konseling ini telah berakhir, lalu rencana apakah yang akan kamu lakukan setelah ini?
Klien : Aku ingin giat dengan semangat membara lagi bu, toh jurusan ini juga membantu orang lain meluruskan orang yang salah di jalannya sama halnya dengan bidang hukum (dengan semangat penuh tekad)
Keterampilan Menilai
Konselor : Baik. Anggaplah semua yang kamu lakukan sebagai sebuah tanggung jawab yang besar bagi kamu dan untuk orang tua kamu. Bagaimana?
Klien : Siap bu..!! Aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk semuanya terutama untuk orang tuaku. (bernafas lega)
Keterampilan Mengakhiri
Konselor : Sepertinya sudah sangat sore yah, belum sholat ashar kan mba? (time limit) Klien : Iya bu belum. Aku juga jarang sholat bu, mungkin aku sudah semakin jauh dengan
Allah. Aku pengen berubah..!! (wajah diangkat)
Konselor : Baiklah mba sofia. Sudah banyak yang telah saya dengar tentang kamu dan masalah kamu. Dalam beberapa hal, kamu telah mengambil Langkah-langkah yang ternyata memang sudah membantuumu dalam meringankan beban masalah yang kamu alami. Saya yakin selanjutnya kamu lebih mampu mengatasi masalahmu dengan lebih baik. Namun jika masih memerlukan bantuan, saya untuk bertukar pikiran, Anda boleh datang kepada saya tentunya saya dengan senang hati akan menyediakan waktu untuk mba sofia , asalkan saya dihubungi terlebih dahulu.
Klien : Oke.. Baik buu (tersenyum) Konselor : Lakukan yang terbaik yah..!!
Klien : Siaap bu..! Assalamualaikum (berdiri) Konselor : Waalaikum Salam, salam ya buat keluarga..!!
Klien : Iya bu, Makasih banyak bu. Permisi..!! (berjabat tangan) Konselor : Iya sama-sama, mari saya antar (berjalan keluar ruangan)