• Tidak ada hasil yang ditemukan

18512192 Redesain Kompleks Pasar Amahami Kota Bima

N/A
N/A
Fauziah Izetta

Academic year: 2023

Membagikan "18512192 Redesain Kompleks Pasar Amahami Kota Bima"

Copied!
109
0
0

Teks penuh

Judul final studio perancangan arsitektur: Redesain Komplek Pasar Amahami Kota Bima dengan pendekatan arsitektur berkelanjutan. Alhamdulillah atas segala pertolongan, rahmat dan kasih sayang-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Studio Tugas Akhir Arsitektur yang bertajuk “Redesain Komplek Pasar Amahami Kota Bima dengan Pendekatan Arsitektur Berkelanjutan. Penyelesaian Studio Desain Akhir Arsitektur tidak bisa dibiarkan begitu saja. terlihat mendapat manfaat dari bantuan dan dukungan berbagai pihak.

Gambar 1.1 Peta Pasar Raya Amahami dan sekitarnya Sumber: Google Maps (2022)
Gambar 1.1 Peta Pasar Raya Amahami dan sekitarnya Sumber: Google Maps (2022)

Kapasitas Berlebih1

Limbah Kotor

Proyek pasar yang bermotif reklamasi sebagian besar kawasan hutan mangrove itu sendiri justru akan menimbulkan permasalahan lingkungan baru yang belum pernah dihadapi sebelumnya seperti erosi, hilangnya ekosistem yang dapat menjaga dan mengatur kualitas air dan udara, serta seperti tidak adanya aspek yang dapat menjaga iklim dan cuaca disekitarnya.

Tergerusnya Ekosistem Bakau

RUMUSAN PERMASALAHAN DESAIN

TUJUAN DAN SASARAN PERANCANGAN

BATASAN PERMASALAHAN

KERANGKA BERFIKIR

PETA PERMASALAHAN

KEUNGGULAN, ORIGINALITAS, & KEBARUAN

Persamaan: Jurnal ini membuka topik terkait revitalisasi Pasar Johar di Semarang, dengan permasalahan yang timbul akibat kelebihan kapasitas dalam pembangunan pasar. Kawasan Pasar Amahami berada di kawasan Amahami, Desa Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasar Raya Amahami merupakan pasar yang fokus menjual hasil laut, sehingga lokasi pasar juga dekat dengan kolam, pantai, dll.

KAJIAN LOKASI

Kawasan pasar ini merupakan hasil reklamasi laut yang menghabiskan sebagian besar lahan produktif pohon bakau. Pasar yang diresmikan pada Mei 2016 ini menampung ribuan pedagang yang sebagian besar menjual ikan laut. Dekat jalan nasional, tambak, sawah, perkebunan, fasilitas umum dan angkutan umum, serta kawasan pendidikan.

KAJIAN KONTEKS SITE

PELAKU PASAR

Kondisi di sekitar kawasan pasar didominasi oleh ruko atau bangunan semi permanen yang dibangun oleh para pedagang yang tidak mempunyai ruang berdagang di dalam bangunan pasar. Ruko dan bangunan semi permanen ini didominasi oleh pedagang kebutuhan pokok, ikan, sayuran, dan rempah-rempah. Pada jam tutup, bangunan semi permanen dengan atap kain dan terpal ini tidak terlalu menarik untuk dilihat.

KONDISI LINGKUNGAN

Kota Bima mempunyai wilayah daratan berupa: persawahan seluas 1.923 hektar (94,90% merupakan sawah beririgasi), hutan seluas 13.154 ha, padang rumput dan kebun seluas 13.154 ha. 3.632 ha, ladang dan manusia seluas 1.225 ha dan luas pantai 26 km. Kondisi tanah di wilayah Kota Bima yang cenderung berbatu, gersang dan didominasi dataran rendah menyebabkan suhu di wilayah Kota Bima cenderung hangat merata.

Radar Iklim Kota Bima

Arsitektur berkelanjutan atau dikenal juga dengan istilah arsitektur berkelanjutan atau arsitektur hijau merupakan pendekatan arsitektur yang ramah lingkungan. Arsitektur berkelanjutan merupakan pendekatan arsitektur yang berupaya meminimalkan berbagai dampak negatif terhadap manusia dan lingkungan dalam proses perancangan bangunan. Tujuan utamanya adalah mewujudkan eco-design, arsitektur ramah lingkungan, arsitektur yang memiliki risiko rendah terhadap kerusakan lingkungan, arsitektur alami dan berkelanjutan.

KAJIAN TEMA PERANCANGAN

Penerapan prinsip arsitektur berkelanjutan selaras dengan variabel desain berbasis kinerja seperti pengembangan lokasi yang tepat, efisiensi energi dan konservasi air untuk memaksimalkan prinsip keberlanjutan pada bangunan. Berdasarkan hasil kajian mengenai arsitektur berkelanjutan, 3 prinsip arsitektur berkelanjutan yaitu konservasi energi, bekerja dengan iklim, dan menghormati medan diterapkan dalam berbagai aspek. Orientasi bangunan yang merespon sinar matahari, bukaan pada bangunan yang menerapkan sistem ventilasi silang, dan penerapan ekosistem mangrove lokal sebagai pengatur iklim.

KAJIAN KONSEP & FUNGSI BANGUNAN

Tempat jual beli barang dan jasa. Pasar sebagai fungsi ekonomis merupakan lokasi jual beli

Banyaknya pasar modern dengan fasilitas dan pelayanan yang memadai akan mengurangi peran pasar tradisional. Revitalisasi bertujuan untuk memperbaiki struktur dan peran pasar tradisional agar tidak kalah bersaing dengan pasar modern. Program revitalisasi pasar tradisional harus konsisten dan berpedoman pada Standar Nasional Indonesia (SNI) yang telah ditetapkan.

Karakteristik warung ikan yang akan dijadikan acuan akan menggunakan pendekatan terhadap limbah cair yang dihasilkan oleh pabrik pengolahan ikan. 519 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pasar Sehat sempat disinggung terkait baku mutu air limbah pasar tradisional. Pada huruf c disebutkan bahwa baku mutu air limbah pasar tradisional sesuai dengan keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 112 Tahun 2003.

Berdasarkan hasil kajian terhadap pengelolaan air limbah tradisional di pasar, maka dirancanglah rancangan yang dapat mengimplementasikan sistem pengelolaan limbah cair yang berasal dari gudang basah dengan aktivitas perdagangan yang mengikuti aktivitas pengguna gudang basah di pasar Amahami Raya. Hal-hal yang berkaitan dengan teknik pembuangan limbah cair mengikuti poin-poin yang diuraikan berdasarkan acuan Keputusan Menteri Kesehatan No. 519 Tahun 2008, yaitu saluran air mempunyai kemiringan tertentu yang mengacu pada fasilitas, saluran air tidak terletak di bawah bangunan kandang/kios, selokan atau saluran air yang tertutup.

KAJIAN PRESEDEN

Memadukan tradisi dan inovasi, pasar ikan seluas 4.000 meter persegi ini dirancang untuk memadukan gaya lama dan baru dengan anggun. Mengacu pada bekas tepi laut dan kelanjutan dari corniche, pasar ikan mendefinisikan batas-batas ruang publik yang menghubungkan kota, pegunungan, dan laut. Konsep arsitekturnya terinspirasi oleh kualitas cahaya dan bayangan yang menyenangkan melalui bentuk dinding radial ganda yang menjadi tulang punggung pasar ikan baru.

Perancangannya dimulai dengan memperhatikan kondisi tanah di pesisir pantai yang dapat mempengaruhi kondisi dan kekerasan tanah, kemudian memperhatikan kondisi iklim daerah seperti kecepatan angin hingga kualitas sinar matahari dan orientasinya. kemudian dihubungkan dengan variabel-variabel prinsip arsitektur berkelanjutan.

Gambar 2.20 Suasana Bagian Dalam Mega Foodwalk Sumber: archdaily.com
Gambar 2.20 Suasana Bagian Dalam Mega Foodwalk Sumber: archdaily.com

STRATEGI DESAIN

Hal ini dapat menentukan bentuk, orientasi, selubung dan struktur bangunan apa yang akan digunakan pada lokasi menurut data tersebut. Komposisi massa bangunan memanfaatkan angin regional untuk ventilasi sesuai kebutuhan dengan mengendalikan angin masuk dengan bukaan dan angin yang diredam oleh tumbuh-tumbuhan. Penerapan bukaan atau rongga dengan massa bangunan dipecah agar cahaya dapat masuk ke bagian tengah bangunan.

Bukaan pada massa bangunan yang berfungsi untuk sirkulasi udara pada massa panjang dan tipis. Toko/kios/kios buah yang menjual buah-buahan dan sayur-sayuran yang tidak terkena sinar matahari langsung, area ruang pasar yang memperhatikan sirkulasi angin untuk meminimalisir bau barang basah demi kenyamanan dan kesehatan penggunanya serta area pasar yang dapat memanfaatkan sinar matahari secara alami. lighting op tidak mempengaruhi kualitas barang basah dengan mengoptimalkan penggunaan pencahayaan pada area dengan intensitas cahaya rendah. Tata letak pasar mengikuti standar kawasan ritel, kios, dan lapak dalam Pedoman Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Pasar Kementerian PUPR.

RUMUSAN PERSOALAN DESAIN

Penataan kawasan (area hijau, trotoar, area dasar bangunan) mengikuti peraturan daerah setempat mengenai koefisien hijau dasar. Lansekap yang dapat memulihkan dan melestarikan seluruh ekosistem mangrove yang hilang dan ekosistem mangrove baru. Bukaan pada selubung bangunan yang dapat memanfaatkan dan mengontrol masuknya sinar matahari sebagai penerangan alami dan angin sebagai ventilasi alami.

Selain itu, jalan yang berada tepat di sebelah utara atau di depan gedung induk merupakan jalan dua arah menuju dan dari peternakan dan gudang perusahaan, sehingga banyak truk besar yang menggunakan jalan ini setiap harinya. Tidak hanya pintu masuk, pintu keluar pasar ini juga terletak di sebelah utara massa bangunan utama, sehingga mengakibatkan padatnya lalu lintas pedagang, pembeli, distributor dan kendaraan lain yang menggunakan jalan dua arah tersebut.

ANALISIS KONTEKS SITE

ANALISIS AKSESIBILITAS

RESPON TERHADAP AKSESIBILITAS

ANALISIS MATAHARI

RESPON TERHADAP MATAHARI

Dari data yang diperoleh, angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan hingga 33 mph mendominasi dalam setahun. Angin dengan kecepatan normal dapat digunakan sebagai pengkondisi alami, namun bila angin bertiup di atas rata-rata maka perlu dilakukan respon terhadap angin tersebut agar tidak terjadi kerusakan.

ANALISIS ANGIN

RESPON ANGIN

ANALISIS PERATURAN BANGUNAN

ANALISIS ZONA PASAR

ANALISIS POTENSI KAWASAN

ANALISIS KONSEP TEMA PERANCANGAN

Di lahan seluas 50.000 m2 ini, sekitar 15.000 m2 kawasan mangrove terkuras akibat kegiatan reklamasi laut saat pembangunan Pasar Amahami.

ANALISIS PASAR VERTIKAL

KONSEP DESAIN PERANCANGAN

PASAR VERTIKAL

EKOSISTEM MANGROVE

RAMAH LINGKUNGAN

Konsep Desain Konservasi Mangrove

ANALISIS KONSEP FUNGSI PERANCANGAN & PERSOALAN DESAIN

Konsep Desain Respon Matahari

Ventilasi silang terletak pada sisi bangunan atau sisi tenggara dan barat laut untuk merespon kecepatan angin regional sebagai media ventilasi alami pada ruang. Penyusunan massa dilakukan secara horizontal timur-barat dengan ventilasi silang yang terletak pada sisi selatan dan utara, yang strategis untuk memanfaatkan angin melintasi ruangan dan menjaga ventilasi dalam ruangan. Mengacu pada konsep dan esensi pendekatan arsitektur berkelanjutan, komposisi massa dirancang diperluas dengan massa yang ramping untuk memanfaatkan potensi sinar matahari untuk penerangan dalam ruangan.

Menggunakan sistem dinding tirai yang dirancang berada di sisi depan dan belakang bangunan atau hanya di sisi timur laut dan barat daya untuk memanfaatkan sinar matahari pagi dan sore di dalam ruangan. Massa bangunan dibuat tipis dan dibagi antar massa untuk memanfaatkan ruang sebagai void guna memaksimalkan pemanfaatan sinar matahari di dalam ruangan. Sultan Muhammad Salahuddin yang merupakan jalan satu arah dari selatan ke utara, sehingga pembeli datang dari selatan, masuk kawasan pasar dan keluar di sisi utara agar sesuai dengan pola lalu lintas kawasan tersebut.

Gambar 3.22 Konsep Cross Ventilation Sumber: Ananalisis Penulis
Gambar 3.22 Konsep Cross Ventilation Sumber: Ananalisis Penulis

Konsep Desain Tapak

ANALISIS KONSEP FUNGSI PERANCANGAN

Konsep Luas Toko

KONSEP JUMLAH PENGGUNA

Hal ini juga berlaku pada barang-barang yang basah, lembap, dan kering, serta barang-barang yang tahan lama, sedikit awet, dan tidak tahan lama, baik pakaian maupun makanan.

Analisis Zonasi Pasar

Klasifikasi Zona Ruang Pasar

PROPERTY SIZE

Eksplorasi Gubahan Massa

Pengujian dengan software Velux dilakukan untuk mengukur kualitas sinar matahari yang mempengaruhi kualitas pencahayaan dalam ruangan. Area berwarna hitam merupakan area perbelanjaan yang berdinding batu bata kokoh sehingga pencahayaan alami yang memanfaatkan sinar matahari kurang optimal pada area tersebut.

Eksplorasi Gubahan Massa dengan Pengujian Velux

Diagram di atas menunjukkan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan di pasar tradisional menghasilkan limbah cair. Limbah cair ini didominasi oleh aktivitas pengguna yang membeli dan menjual barang-barang kebutuhan pokok seperti daging, ikan, dan jenis sayur-sayuran. Barang-barang tersebut banyak menghasilkan limbah cair karena beberapa proses pengolahan produk masih dilakukan di pasaran, seperti memasak, membersihkan, memotong daging/ayam, serta proses-proses lain yang melibatkan peran air dalam prosesnya, seperti pembersihan. sayuran, buah-buahan dan produk ikan. , dan lain-lain.

Air limbah dari stand perdagangan akan masuk ke sistem IPAL, dan air limbah dari toilet, wastafel, ruang makan, dan wastafel akan masuk ke septic tank. Limbah cair yang dihasilkan dari aktivitas yang dilakukan oleh pengguna di Pasar Amahami telah menjadi suatu kekhawatiran tersendiri. Terdiri dari proses sedimentasi agar air bebas dari sedimen berbahaya, proses filtrasi dengan filter anaerobik, dan proses solidifikasi dimana limbahnya dapat dimanfaatkan untuk keperluan seperti menyiram taman dan kebutuhan toilet.

Skema pengolahan sampah seperti gambar dibawah ini menunjukkan sampah masuk ke dalam tangki kontrol yang selanjutnya akan melewati proses layer strip tebal yang merupakan proses penyaringan sampah padat berukuran besar.Setelah melewati proses penyaringan sampah penyaringan akan masuk ke komunikator yang akan memecah padatan menjadi ukuran kecil, sekitar 6-20 mm tanpa menghilangkan padatan tersebut dari air limbah (Metcalf dan Eddy, 2003). Dari komunikator, air limbah akan masuk ke sistem aerasi yang diperluas, limbah akan masuk ke tangki aerasi. Oksigen selanjutnya akan dialirkan ke dalam tangki aerasi menggunakan diffuser sebagai wahana bakteri untuk menguraikan kandungan organik pada air limbah.

Lumpur yang mengendap akan disirkulasikan kembali ke dalam tangki aerasi untuk meningkatkan efisiensi tangki aerasi.

Gambar 3.27 Skema Pengolahan Limbah Sumber: Ananalisis Penulis
Gambar 3.27 Skema Pengolahan Limbah Sumber: Ananalisis Penulis

RANCANGAN TAPAK/ SITEPLAN

RANCANGAN BANGUNAN

RANCANGAN UTILITAS

RANCANGAN KESELAMATAN BANGUNAN

RANCANGAN BARRIER FREE

ARSITEKTURAL KHUSUS

HASIL UJI DESAIN

PENGUJIAN DAYA TAMPUNG 15 TAHUN KE DEPAN

HASIL RANCANGAN RUANG DAN MASSA BANGUNAN

MASSA BANGUNAN LAMA MASSA BANGUNAN LBARU

PENGUJIAN PERHITUNGAN LUAS MANGROVE YANG DI KEMBALIKAN

Kawasan ekosistem mangrove terus dijaga hingga akhirnya dilakukan reklamasi lahan untuk memperluas kawasan pasar Amahami. Dari total kehilangan lahan mangrove awal sebesar 15.000 m2 atau 1,5 ha, berarti hasil desain menunjukkan luas lahan mangrove bertambah 9.854.072 m2 dibandingkan luas lahan mangrove yang hilang akibat proses reklamasi lahan. .

HASIL RANCANGAN LAHAN MANGROVE

PENGUJIAN PERHITUNGAN KEBUTUHAN IPAL

KETERANGAN PLAGIASI

APREB

Gambar

Gambar 1.1 Peta Pasar Raya Amahami dan sekitarnya Sumber: Google Maps (2022)
Gambar 1.2 Klasifikasi kawasan sekitar pasar Sumber: Google Maps (2022)
Gambar 1.4 Pedagang yang berdagang diluar bangunan uatama dikarenakan kapasitas yang terbatas
Gambar 1.5 Kondisi Area Pasar Amahami
+7

Referensi

Dokumen terkait