• Tidak ada hasil yang ditemukan

Refleksi Mandiri Agama 20 Januari 2022

N/A
N/A
Cornelius Andrew

Academic year: 2024

Membagikan "Refleksi Mandiri Agama 20 Januari 2022 "

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Refleksi Mandiri Agama 20 Januari 2022

85/4/Cornelius Andrew Gabriel Kurniawan Rumus:

1. Cerita 2. Perasaan

3. Opini pribadi (Note: Nomor 1-3 digabung) 4. Nilai-nilai yang didapatkan

5. Kesimpulan

6. Niat yang akan dilakukan untuk masa depan dari pelajaran hari ini

Pembelajaran hari ini sungguh berkesan karena menyadarkan saya tentang berbagai hal sebagai kanisian saya harus lakukan. Pembelajaran dimulai dari saya masuk ke breakout room dan Pak Dhita menyapa di dalam breakout room, kemudian dilanjutkan dengan Pak Wayan membuka dengan doa agar pembelajaran pada hari ini berlangsung dengan lancar.

Pak Wayan kemudian melakukan absensi dan menyampaikan bahwa Pak Wayan senang bahwa para kanisian dapat bertemu dengan Pater Koko secara offline, tapi ternyata tidak disangka bahwa pembelajaran harus berlangsung secara online kembali. Saya juga merasa sedih karena berlangsung secara online, Pak Wayan juga berharap bahwa para kanisian tetap semangat meskipun secara online, sehingga saya berpendapat bahwa online ini diberikan sekaligus juga sebagai tes apakah tetap semangat ketika online kembali setelah offline selama 1 minggu atau justru tidak semangat.

Pak Wayan juga memberikan apresiasi kepada siswa yang rajin dan saya merasa senang, sekaligus juga sadar bahwa usaha tidak pernah mengkhianati hasil dan saya melakukan refleksi tidak hanya untuk nilai, tapi juga saya mendapatkan nilai-nilai dan berbagai hal yang bermanfaat yang diajarkan di Kolese Kanisius agar saya dapat terus berkembang dari refleksi saya. Pak Wayan juga menegur mereka yang kurang di dalam tugas-tugasnya, sekaligus juga menyampaikan bahwa yang bisa merubah diri sendiri hanyalah diri sendiri, jadi saya merasa bahwa ini merupakan sesuatu yang apakah kita sadar atau tidak.

Pak Wayan kemudian membacakan Surat Paulus kepada Timotius 1:1-2, 18-20 Pak Wayan menyampaikan bahwa Paulus mengingatkan kita semua mengenai hati nurani untuk mengingatkan kita semua tentang perilaku buruk yang kita lakukan selama PJJ. PJJ ini sudah berat, tapi apakah hati nurani kita masih bekerja atau kita justru melakukan hal-hal yang lain?

Mari kita refleksikanlah bersama-sama.

Pak Wayan kemudian menjelaskan tentang 4 nilai penting yang sudah dilebur dalam 4C, ini merupakan 4 nilai penting yang diberikan:

(2)

4 nilai penting (Sudah dilebur di dalam 4C):

1. Kedisiplinan diri 2. Komitmen diri 3. Tanggung Jawab 4. Kejujuran

Setelah menjelaskan tentang 4 nilai penting yang sudah dilebur di dalam 4C, Pak Wayan memberikan pesan untuk menjalankan kewajiban dengan sebaik-baiknya, karena Tuhan melihat segalanya, bapak ibu guru bisa terus dibohongi tapi Tuhan tidak bisa, sama seperti pikiran saya dari sebelumnya, dan saya merasa senang karena hal tersebut.

Pak Wayan memberitahukan bahwa semester ganjil pernah diberikan cuplikan mengenai gamelan bali. Pak Wayan memberitahukan bahwa “itulah yang terjadi, itulah yang aku sering buat” Hal ini berkesan bagi saya untuk selalu menjadi bahan refleksi tidak hanya di dalam sekolah tapi juga di dalam hidup saya, untuk mengurangi segala dosa saya, selalu berefleksi, selalu menjadi kanisian yang magis.

Pak Wayan menyampaikan untuk melihat bagaimana mereka di Bali di dalam lomba sebuah gamelan (3 video, 1 video gladi bersih yang menang, 1 video gladi bersih yang kalah, 1 video hasil yang kalah) Terlihat bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil. Pak Wayan juga menyampaikan bahwa 1 gagal hadir, semua bubar, maka dari itu Pak Wayan mengajak kita untuk harus belajar untuk berkomitmen dan magis.

Pak Wayan juga mengajak untuk melihat kembali materi terakhir yang dipelajari pada saat Semester 1. Dimulai dengan memberikan presentasi, kemudian Pak Wayan menanyakan

“Apa yang dimaksud dengan Gereja?” kepada Jericho. Jericho menjawab bahwa suara Pak Wayan tidak terdengar. Pak Wayan merespon bahwa Jericho tidak memperhatikan karena Pak Wayan sudah mengajar dan menanyakan “Apa yang engkau perbuat tadi?” Jericho menjawab bahwa dia membuka WA sebentar. Pak Wayan menanyakan kepada siswa-siswa mengenai

“Apa Itu Gereja?” tapi semua yang Pak Wayan tanyakan tidak bisa menjawab.

Pak Wayan di akhir menjelaskan bahwa Gereja adalah perkumpulan orang-orang Kudus dan itulah mengapa Gereja dan gedung gereja dibedakan, Gereja dengan huruf G besar dan gedung gereja dengan huruf g kecil. Seharusnya meskipun ingatan kita tidak terlalu kuat, kita mengingat hal yang diulang terus menerus.

Pak Wayan menjelaskan bahwa Tuhan datang bukan untuk dilayani tapi untuk melayani, dan kemudian memberikan tugas refleksi agama pada saat 11:00 dan hal ini berkesan karena saya merasa dilayani oleh Tuhan dan saya bersyukur.

Maka dari itu, saya ingin berbuat 1 niat, yaitu untuk melakukan examen setiap hari untuk menyadari diri saya sendiri dari di awal yang berkesan menurut saya untuk menyadari itulah yang aku perbuat, dan saya juga mendapatkan nilai-nilai untuk selalu berefleksi untuk hidup yang baik, hidup untuk menjadi seorang kanisian sejati, sekali kanisian tetap kanisian.

(3)

AMDG, dan terima kasih!

Referensi

Dokumen terkait