Jurnal Ilmiah Untuk Mewujudkan Masyarakat Madani ISSN 2355-309X
ANALISIS AKUNTANSI PIUTANG TAK TERTAGIH PADA KOPERASI USAHA MANDIRI BEKASI 2014
Toni Triyulianto, Tavitri Rangkuti, Mukoronah Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI [email protected], [email protected]
Abstract. The role and contribution of cooperatives to the Indonesian economy is increasingly important because it brings changes in the economic structure. Macro can be seen, cooperatives are increasingly socializing and increasingly institutionalizing in the economy, increasing the benefits of cooperatives for society and the environment, a deeper understanding of the principles and joints of cooperatives and cooperative work procedures, increased production, income and welfare due to cooperatives, increased equity and justice through cooperatives, increased employment opportunities that exist because of cooperatives. This study discusses the process of recording accounts receivable and the method of eliminating uncollectible accounts for the Bekasi Independent Business Cooperative, by conducting interviews with the relevant employees and comparing them with available data. It turns out that the process of recording accounts receivable from the Mandiri Bekasi Business Cooperative uses a clean method and the method used to record the calculation of uncollectible receivables at the Bekasi Mandiri Business Cooperative uses the direct removal method.
Keywords: Accounting, Uncollectible Receivables, Cooperatives
PENDAHULUAN Latar Belakang
Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.
Prinsip-prinsip koperasi merupakan landasan pokok koperasi dalam menjalankan usaha sebagai badan usaha dan gerakan ekonomi rakyat. Pada akhir tahun, keuntungan yang diperoleh koperasi yang berasal dari uang administrasi disebut Sisa Hasil Usaha (SHU) dibagikan kepada anggota koperasi. Adapun jumlah keuntungan yang diterima oleh masing-masing anggota koperasi diperhitungkan menurut keseringan anggota meminjam uang dari koperasi tersebut, maka akan mendapat bagian paling banyak dari SHU, dan berdasarkan besarnya simpanan dari masing-masing anggota.
Peranan dan sumbangan koperasi bagi perekonomian Indonesia semakin lama semakin penting karena membawa perubahan
dalam struktur ekonomi. Secara makro dapat terlihat, koperasi semakin memasyarakatkan dan semakin melembaga dalam perekonomian, meningkatnya manfaat koperasi bagi masyarakat dan lingkungan, pemahaman yang lebih mendalam terhadap azas dan sendi koperasi serta tata kerja koperasi, meningkatnya produksi, pendapatan dan kesejahteraan akibat adanya koperasi, meningkatnya pemerataan dan keadilan melalui koperasi, meningkatnya kesempatan kerja yang ada karena koperasi. Demikian peranan, sumbangan serta dampak pembangunan koperasi dalam perekonomian nasional. Semua ini mengakibatkan pertumbuhan struktural dalam perekonomian nasional yang tergantung pada pertumbuhan koperasi, perkembangan koperasi dan peran koperasi yang melibatkan, memberdayakan segenap lapisan masyarakat, sehingga dapat mengatasi masalah kemiskinan.
Koperasi memiliki suatu tujuan tertentu yang ingin dicapai. Tujuan utama dari organisasi tersebut adalah menghasilkan laba maksimum. Selain itu koperasi juga memiliki
suatu organisasi yang selanjutnya disajikan dalam bentuk laporan keuangan. Berdasarkan laporan keuangan dengan standar pelaporan keuangan internasional IFRS (International Financial Reporting Standard) dan pelaporan keuangan yang seragam dibutuhkan standar akuntansi keuangan yang dapat diterima secara internasional maupun global serta dapat membantu pihak manajemen untuk menilai kondisi keuangan dan prestasi kerja koperasi sehingga dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan yang berpengaruh untuk masa yang akan datang.
Bagi para pemakai laporan keuangan, salah satu laporan keuangan yang dianggap berguna untuk melihat kondisi koperasi adalah laporan posisi keuangan. Salah satu komponen yang penting dalam menyusun laporan posisi keuangan adalah piutang. Pada umumnya, piutang merupakan salah satu penghasilan yang didapat oleh koperasi dari suatu aktivitas koperasi berupa pinjaman.
Piutang memerlukan suatu pengelolaan dan analisa yang tepat, karena piutang usaha yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan beberapa resiko yang harus ditanggung oleh koperasi. Beberapa resiko tersebut diantaranya, biaya kerugian karena piutang tak tertagih, biaya keterlambatan pembayaran piutang, dan administrasi piutang.
Koperasi Usaha Mandiri Bekasi merupakan salah satu jenis koperasi yang berbentuk simpan pinjam. Koperasi ini memiliki visi untuk menjadi lembaga yang dapat memenuhi kebutuhan dalam menumbuh kembangkan perekonomian anggota dan menjalin hubungan kekeluargaan sesama anggota Koperasi Usaha Mandiri Bekasi.
Untuk mencapai visi tersebut koperasi ini mempunyai misi yaitu menjujung nilai luhur dan mengembangkan tujuan yang terkandung dalam slogan Krida Wibawa Mukti.
TINJAUAN PUSTAKA Koperasi
manusia seorang-seorang yang dengan sukanya sendiri hendak bekerja sama untuk memajukan ekonominya. Secara umum menurut Rudianto (2010: 4) “Koperasi adalah suatu perkumpulan orang secara sukarela mempersatukan diri untuk berjuang meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka melalui pembentukan sebuah badan usaha yang dikelola secara demokratis.
Akuntansi
Definisi akuntasi menurut Rudianto (2012:16) Akuntansi adalah aktivitas mengumpulkan, menganalisis, menyajikan dalam bentuk angka, mengklasifikasikan, mencatat, meringkas, dan melaporkan aktivitas atau transaksi perusahaan dalam bentuk informasi keuangan. Pengertian akuntansi dalam peranan akuntansi didalam suatu bisnis karya James M. Revee, Carl S.
Waren, dan Jonathan E dalam Amir Abadi Jusuf bersama rekannya (2010:9) adalah Akuntansi adalah suatu sistem informasi yang menyediakan para pemangku kepentingan mengenai aktivitas dan kondisi ekonomi perusahaan.
Piutang
Pengertian piutang menurut Hery (2013:181) menjelaskan, piutang adalah sejumlah tagihan yang diterima oleh perusahaan umumnya dalam bentuk kas dari pihak lain. Menurut Hadri Mulya (2010: 198)
“Piutang adalah hak klaim tagihan berupa uang atau bentuk lainnya kepada seseorang atau suatu perusahaan. Pengertian piutang menurut L.M Samryn (2015: 59) “Piutang adalah tagihan kepada pihak ketiga yang terjadi karena penjualan produk atau jasa utamanya secara kredit.
Menurut standar pelaporan keuangan internasional IFRS (Revisi 2009) mendefinisikan piutang usaha adalah tuntutan (klaim) terhadap pihak tertentu yang penyelesaiannya diharapkan dalam bentuk kas
Jurnal Ilmiah Untuk Mewujudkan Masyarakat Madani ISSN 2355-309X
selama kegiatan normal perusahaan.Klaim timbul karena berbagai sebab, misalnya penjualan secara kredit, pemberian pinjaman kepada karyawan/anggota koperasi, dan lain sebagainya.
Penyisihan Piutang Tak Tertagih
Pada dasarnya terdapat dua cara pendekatan untuk menaksirkan jumlah penyisihan untuk piutang yang tak tertagih, yaitu:
1. Pendekatan Neraca(Balance Sheet Approach)
a. Penyisihan Atas Dasar Saldo Piutang Penyisihan piutang tak tertagih yang didasarkan atas saldo piutang yang dapat dilakukan dengan jalan menetapkan suatu persentase terhadap saldo piutang. Biasanya saldo yang dipakai adalah rata-rata antara saldo piutang pada awal dan akhir periode.
Menentukan besarnya kerugian piutang berdasarkan persentase tertentu dari saldo piutang pada akhir periode.Penentuan besarnya persentase ini didasarkan pada pengalaman pada tahun-tahun yang lalu.Pendekatan ini menekankan pada nilai realisasi kas bersih yang dapat diterima dari piutang.
b. Analisis Umur Piutang
Besarnya piutang yang diperkirakan tidak dapat ditagihkan ditentukan secara lebih realistis, sebab tingkat penghapusannya disesuaikan dengan umur kadaluarsa piutang yang bersangkutan dari tanggal jatuh temponya.Semakin lama umur kadaluarsa suatu piutang maka semakin besar kemungkinan tidak dapat ditagih kembali.Untuk dapat menentukan umur kadaluarsa suatu piutang, maka pada setiap lembar faktur harus tertera syarat pembayaran yang harus digunakan.
Mekanisme perhitungan untuk dapat menentukan besarnya estimasi kerugian penghapusan piutang adalah:
1) Tentukan batasan- batasan kelompok berdasarkan umur kadaluarsa piutang.
2) Tentukan besarnya persentase penghapusan piutang untuk tiap- tiap kelompok umur kadaluarsa piutang.
3) Besarnya cadangan penghapusan piutang ditentukan dengan cara mengalikan persentase penghapusan piutang dengan jumlah piutang pada kelompok umur yang sama.
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitan ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yaitu deskripsi, gambaran yang lebih detail mengenai suatu gejala atau fenomena
Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini digunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu:
penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan. Adapun dalam penelitian lapangan, hal yang dilakukan yaitu melakukan wawancara, observasi atau pengamatan secara langsung dan mendokumentasikan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen dapat berupa tulisan, gambar, atau laporan.
Teknik Penentuan Informan
Penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan menentukan orang- orang yang memiliki informasi yang cukup mengenai fenomena yang terjadi. Informan juga harus memahami data, informasi ataupun fakta dari objek penelitian yang sedang diteliti.
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian yang dilakukan penulis yaitu bertempat di Koperasi Usaha Mandiri Jakarta.
PEMBAHASAN
Analisis Piutang Tak Tertagih Pada Koperasi Usaha Mandiri Bekasi
Dalam melaksanakan aktivitas pemberian pinjaman kepada anggotanya, Koperasi Usaha Mandiri memiliki ketentuan dan syarat yang harus dipenuhi oleh anggotnya sebelum mengajukan pinjaman koperasi, dalam hal ini ditentukan dalam SOP (Standart Operasional sistem). Dalam pencatatan piutang tidak tertagih, Koperasi
Method).
Perkembangan Piutang Tak Tertagih Pada Koperasi Usaha Mandiri
Piutang Tak Tertagih Tahun 2014, Dari penelitian yang dilakukan oleh penulis pada Koperasi Usaha Mandiri pengelolaan piutang tak tertagih tahun 2014, koperasi menggunakan metode penghapusan langsung.
Berikut daftar anggota koperasi yang tidak membayar angsuran pinjaman koperasi overdue lebih dari 90 hari yang dihapus langsung:
Tabel 4.1
Daftar Customer Overdue lebih dari 90 hari
Sumber: Koperasi Usaha Mandiri 2014 Dari daftar anggota overdue lebih dari 90
hari pada Koperasi Usaha Mandiri diatas piutang tak tertagih tahun 2014 sebesar Rp6.250.000, sesuai dengan keputusan bersama Rapat Anggota Tahunan tanggal 21 Februari 2015 antara anggota dan pengurus koperasi maka pada akhir tahun 2014 piutang tak tertagih tersebut dihapus. Adapun keputusan bersama ini diambil untuk melakukan penghapusan piutang tak tertagih tersebut karena beberapa alasan yaitu:
a. Anggota yang sudah tidak diketahui keberadaannya/pindah tempat tinggal (kabur).
b. Anggota yang bersangkutan meninggal dunia dan tidak ada yang mau bertanggung jawab atas piutang tersebut.
c. Anggota yang bersangkutan bangkrut dalam usahanya.
Pada akhir periode, ayat jurnal penyesuaian yang dibuat perusahaan untuk mencatat besarnya penghapusan piutang tak tertagih tahun 2014 adalah sebagai berikut:
Biaya Piutang Tak TertagihRp6.250.000 Piutang Usaha Rp6.250.000 Setelah ayat jurnal penyesuaian diatas diposting, maka besarnya piutang usaha bersih yang akan dilaporkan dalam neraca per 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut:
Piutang Usaha
Rp360.100.009
Penyisihan Piutang Tak Tertagih Rp (6.250.000)
Piutang Usaha Bersih Rp353.850.009
Sedangkan dalam laporan laba/rugi koperasi untuk tahun yang berakhir 31
No Nama Tanggal
Pinjaman
Piutang Tak Tertagih 2013
Piutang Tak Tertagih 2014 1 Yoko aldi 05-Jan-13 2,500,000 - 2 Abdul Muhyi 18-Apr-13 4,000,000 - 3 Dhaniati 11-Nov-13 - 2,500,000 4 Yuni 07-Jul-14 - 3,750,000
Total 6,500,000 6,250,000
Jurnal Ilmiah Untuk Mewujudkan Masyarakat Madani ISSN 2355-309X
Desember 2014 akan menyajikan biaya penyisihan piutang tak tertagih yaitu sebesar Rp6.250.000.
Kebijakan koperasi Usaha Mandiri Dalam Mengurangi Resiko Kerugian Piutang Tak Tertagih
Dalam menyelesaikan piutang tak tertagih, Koperasi Usaha Mandiri melakukan berbagai kebijakan guna meminimalisasi piutang tak tertagih yang tertera dalm Surat Keputusan Bersama (SKB) antara anggota koperasi dengan pengurus koperasi tentang kebijakan teknis piutang usaha sebagai berikut:
1. Melakukan penjadwalan kembali sebagian atau seluruh angsuran pinjaman dari anggota, dilakukan kepada anggota yang mempunyai itikad baik tetapi tidak memiliki kemampuan untuk membayar angsuran pinjaman dengan jadwal yang telah dijanjikan. Beberapa alternatif penjadwalan ulang yang dilakukan oleh Koperasi Usaha Mandiri antara lain:
a. Perpanjangan jangka waktu angsuran.
b. Jadwal angsuran bulanan khusus anggota ini berubah menjadi triwulan.
2. Dalam hal anggota yang sudah tidak diketahui lagi keberadaannya (kabur), pihak koperasi melakukan pencarian keberadaan anggota yang sudah tidak diketahui keberadaannya tersebut (kabur) dengan cara menanyakan kepada tetangga disekitar rumahnya dimana tempat tinggal barunya.
3. Dalam hal anggota yang meninggal dunia, pihak Koperasi Usaha Mandiri akan mensurvei langsung apakah dari pihak keluarganya tidak ada yang bisa mempertanggung jawabkan piutang tersebut sehingga dapat dibuatkan data kronologisnya dan dibuatkan kesimpulan bahwa piutang tersebut akan benar-benar dihapus.
4. Melakukan penyitaan jaminan atau melakukan penarikan barang, hal ini
dilakukan apabila anggota tersebut sudah benar-benar tidak mempunyai itikad baik atau sudah tidak mampu lagi untuk membayar semua hutang-hutangnya.
5. Penghapusan piutang tak tertagih dilakukan dengan menggunakan metode langsung (Direct Write Off Method) dengan kesepakatan bersama antara pengurus koperasi dengan anggota koperasi. Adapun syarat penghapusan piutang tak tertagih tersebut adalah sebagai berikut:
a. Alamat anggota koperasi yang tidak diketahui lagi keberadaannya/kabur.
b. Anggota koperasi dalam usahanya mengalami pailit/bangkrut.
c. Anggota koperasi meninggal dunia SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Metode pencatatan Piutang yang digunakan oleh koperasi Usaha Mandiri Bekasi adalah dengan menggunakan metode bersih (Net Method). Dalam pengelolaan Piutang tahun 2014, pencatatan Piutang yang tidak tertagih pada Koperasi Usaha Mandiri Bekasi menggunakan metode penghapusan secara langsung ( Direct white off method).
Saran
Adapun saran dari penulis berkaitan dengan pelaksanaan pinjaman di Koperasi Usaha Mandiri diantaranya; Dalam pemberian pinjaman koperasi disarankan agar anggota yang akan meminjam harus melampirkan Slip gaji/ penghasilan yang diperoleh setiap bulannya sehingga pada saat menentukan nominal pinjaman disesuaikan dengan penghasilan dari anggota tersebut. Dan dalam hal penghapusan piutang tak tertagih sebaiknya tidak menggunakan metode penghapusan secara langsung, penulis menyarankan untuk mengubahnya menjadi metode penyisihan piutang tak tertagih yang dianggap oleh penulis lebih tepat karena
mengantisipasi adanya peningkatan jumlah piutang tak tertagih.
DAFTAR PUSTAKA
Ambarwati, Sri Dewi Ari. 2010. Manajemen Keuangan Lanjutan. Yogyakarta: Graha Ilmu
Hendrojogi. 2012. Koperasi: Asas-Asas.
Bogor: Rajagrafindo Persada.
Hery. 2014. Akuntansi Dasar 1 dan 2. Jakarta:
PT. Gramedia.
Hery. 2015. Pengantar Akuntansi. Bogor: PT.
Raja Grafindo Persada.
Kasmir. 2011. Analisis Laporan Keuangan.
Bogor: Raja Grafindo Persada.
Mulya, Handri. 2010. Memahami Akuntansi Dasar. Jakarta: Mitra Wacana Media.
M, Samryn L. 2015. Pengantar Akuntansi.
Bogor: PT. Raja Grafindo Persada.
Rudianto. 2012. Akuntansi Pengantar.
Jakarta: Erlangga.
Weygandt, Kieso. 2011. Akuntansi Intermediate. Jakarta: Erlangga.
Hary, VTH. Pengertian Koperasi Menurut UU No. 17 Tahun 2012