• Tidak ada hasil yang ditemukan

REKAYASA SIPIL / Volume 16, No.3 – 2022 ISSN 1978 - 5658

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "REKAYASA SIPIL / Volume 16, No.3 – 2022 ISSN 1978 - 5658"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

172

REKAYASA SIPIL / Volume 16, No.3 – 2022 ISSN 1978 - 5658

ANALISIS PRIORITAS PENANGANAN BANJIR KALI KONTO, PROVINSI JAWA TIMUR

Dian Indrawati

*1

, Mohammad Bagus Adityawan

2

, Diki Maulana Ichsan

3

, Dhemi Harlan

2

, dan Joko Nugroho

2

1Dosen Jurusan Teknik Sipil, Universitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi 2Dosen Jurusan Teknik Sipil, Institut Teknologi Bandung

3Mahasiswa Jurusan Teknik Sumber Daya Air, Institut Teknologi Bandung Korespondensi: [email protected]

ABSTRACT

Flood in Kali Konto is a disastrous hazard which strikes a lot of housing, infrastructures and paddy fields along its river banks almost every year. In 2021, along with destroyed revertment at roolagh 70 area, flood inundated more than 10 villages in Kabupaten Jombang and several more in Malang and Kediri. However, flood management at Kali Konto needs special consideration because several conditions, include watershed area pattern, extremely slope condition changing, numerous materials from Kelud mountain eruption in several part of Konto river, and a lot of infrastructures which laid in Konto river. This paper discussed about appropriate infrastructures which derived from hydrology and hydraulics modeling for Q2 and Q50 flood return periods. Since the model resulted 49 locations, Analytical Hierarchy Process (AHP) model used for determining priority for scaling down flood hazard in Kali Konto. The most priority comes to Karang Tengah, Blaru and Bugasur Kedaleman area based on the most losses occurred.

Keyword : Kali Konto, Flood, Priority Analysis, AHP

1. PENDAHULUAN

Banjir yang merendam Kali Konto terutama pada tahun 2021 merupakan salah satu yang terparah dalam 10 tahun terakhir.

Banjir hampir merata terjadi pada sungai ini selepas Waduk Selorejo, yaitu dari daerah Ngantang, Kabupaten Malang hingga beberapa daerah di Gondang Manis dan Bandar Kedung Mulyo Kabupaten Jombang. Kondisi tersebut diperparah dengan jebolnya beberapa tanggul di roolagh 70 dan avour Bezoek [1] [2].

Banjir Kali Konto memiliki karakteristik yang unik karena beberapa sebab. Pertama, bentuk DAS yang lebar pada bagian hulu namun menciut dengan ekstrim ke bagian hilir.

Kedua, kemiringan sungai yang berubah secara ekstrim dari curam ke landau. Ketiga, banyaknya material bawaan dari letusan Gunung Kelud yang mengurangi kapasitas sungai tiap tahunnya, hingga ancaman letusan Gunung Kelud yang sewaktu-waktu mungkin

terjadi.

Disamping hal-hal tersebut, penanganan banjir Kali Konto memerlukan konsep yang tepat dan detail karena banyaknya utilitas Pendayagunaan Sumber Daya Air pada sungai ini. Pada bagian hulu terdapat Bendungan Selorejo yang menyediakan listrik, air baku dan irigasi dan menjadi pengurang debit banjir pada daerah hilirnya [3] [4]. Sementara pada bagian hilir Kali Konto terdapat banyak bangunan irigasi berupa siphon, pintu air dan avour yang memiliki kapasitas debit tertentu dan tidak boleh terlampaui yang membatasi pemilihan jenis rekayasa sipil yang dipilih. Dan terakhir kondisi geologi Kali Konto yang didominasi oleh material sisa letusan Gunung Kelud.

Penelitian ini, akan membahas solusi pengendalian serta pemetaan prioritas penanganan banjir Kali Konto berdasarkan pemahaman yang holistik akan permasalahan yang ada.

(2)

REKAYASA SIPIL / Volume 16, No.3 – 2022 ISSN 1978 - 5658 173

2. LOKASI STUDI

Kali Konto merupakan sungai orde 2 dalam sistem Sungai Brantas, dimana wilayahnya mencakup 3 (tiga) Kabupaten yaitu Malang, Kediri dan Jombang. Luas keseluruhan Daerah Aliran Sungai (DAS) Konto mencapai 501 km2, dengan perbedaan topografi yang ekstrim. Pada bagian hulu merupakan area pegunungan dan diapit oleh 2 gunung yaitu gunung Kelud dan gunung Butak serta memiliki kemiringan lahan dan sungai yang curam. Sementara itu pada bagian hilir, kontur pada daerah tersebut cenderung datar dan bentuk DAS semakin menyempit hingga ke muara sungai Konto (Sungai Brantas).

Dalam penelitian ini, guna mendapatkan hasil yang optimal dari pemodelan hidraulika yang dilakukan, dilakukan pembagian DAS Konto menjadi DAS Konto hulu dan DAS Konto hilir yang dibatasi oleh waduk Selorejo seperti terlihat pada Gambar 1 dan Gambar 2.

Gambar 1. Pembagian wilayah DAS Konto Hulu dan Hilir

Gambar 2. Sub- DAS Konto Hulu

2.1.1. DAS Konto Hulu (Upstream Waduk Selorejo)

DAS Konto Hulu memiliki luas 192,72 km2 dengan panjang sungai 20 km dan kemiringan sungai 3,26%. Kondisi tersebut menjadikan wilayah ini memiliki karakteristik limpasan permukaan yang tinggi akibat tingginya kecepatan aliran air pada saat debit tinggi. Kecepatan tinggi tersebut mengakibatkan rentannya daerah ini akan penggerusan sungai. Beberapa bangunan pengendali dasar sungai telah dibangun pada daerah ini, diantaranya check dam Ngroto, Boyak, Tretes, dsb.

2.1.2. DAS Konto Hilir (Downstream Waduk Selorejo)

Pada prinsipnya, DAS Konto Hilir merupakan wilayah yang terdampak oleh material letusan gunung Kelud. Dengan pembatas waduk Selorejo, luas DAS Konto hilir dibagi menjadi 3 (tiga) bagian berdasarkan kemiringan sungainya. Sub-DAS Konto Hilir 1 terletak pada hilir waduk Selorejo hingga Desa Kandangan, dengan luas 87,27 km2, panjang sungai 20,1 km dan kemiringan sungai rata-rata 6,5% (Gambar 3).

Gambar 3. Sub-DAS Konto Hilir 1

(3)

REKAYASA SIPIL / Volume 16, No.3 – 2022 ISSN 1978 - 5658 174

Gambar 4. Sub-DAS Konto Hilir 2

Gambar 5. Sub-DAS Konto Hilir 3

Selanjutnya Sub-DAS Konto Hilir 2 dengan batas Desa Balong Jeruk, memiliki luas 224 km2, panjang sungai 35,3 km dengan kondisi kemiringan 1,07% (Gambar 4). Dan terakhir Sub-DAS Konto Hilir 3 dengan batas outlet di Sungai Brantas, memiliki luas 264,57 km2, panjang sungai 53,6 km dan kemiringan rata-rata 0,25% (Gambar 5).

3. METODOLOGI

Analisis prioritas penanganan banjir di Kali Konto dilakukan dalam beberapa tahapan, yaitu:

1) Analisis hidrologi untuk mendapatkan nilai limpasan per bagian DAS;

2) Analisis Hidraulika guna mendapatkan karaketeristik banjir yang terjadi;

3) Analisis pemilihan alternatif penanganan banjir dengan memperhatikan kondisi geologi, kecepatan dan besaran debit banjir menggunakan deskripsi analisis;

4) Analisis pemilihan prioritas penanganan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP)

3.1. Analisis Hidrologi

Analisis hidrologi pada DAS Konto akan menghasilkan debit banjir dan routing waduk untuk input model hidraulika. Data hujan titik dari 12 (dua belas) stasiun yang terletak pada bagian dalam DAS kemudian dianalisis menggunakan uji konsistensi yang selanjutnya ditransformasikan menjadi hujan wilayah dengan metode Poligon Thiessen. Perhitungan debit banjir menggunakan metode Snyder, SCS, ITB 1 dan ITB 2 yang kemudian dikalibrasi dengan menggunakan kurva lengkung Creager untuk wilayah Jawa.

Mengingat Sub-DAS Konto Hulu memiliki waduk Selorejo pada bagian outletnya, maka debit banjir Konto Hulu kemudian di routing yang selanjutnya, debit outflow tersebut akan ditambahkan pada pemodelan bagian hilir waduk Selorejo (DAS Konto hilir). Routing menggunakan kurva tampungan waduk berdasarkan data bathimetri yang tersedia, yang kemudian dikalibrasikan dengan data debit outflow waduk Selorejo dari PJT I.

3.2. Analisis Hidraulika

Pemodelan HEC-RAS 2D telah dilakukan pada berbagai permasalahan banjir dengan hasil yang menjanjikan [5][6][7]. Sejalan dengan analisis hidrologi, analisis hidraulika pada DAS Konto juga dibagi menjadi 4 (empat) wilayah.

Wilayah 1 adalah Sub-DAS Konto Hulu dengan outlet waduk Selorejo. Kondisi batas hulu adalah inflow hidrograf DAS Konto Hulu dan yang kemudian dikombinasikan dengan storage area pada bagian hilirnya.

Wilayah 2 adalah Sub-DAS Konto Hilir 1 dimana pemodelan menggunakan debit superposisi outflow routing waduk Selorejo dengan debit banjir Konto Hilir 1 sebagai kondisi batas hulu, dan kedalaman normal sebagai kondisi batas hilirnya.

Wilayah 3 adalah pemodelan pada ruas sungai dari Desa Kandangan hingga Desa Balong Jeruk dengan kondisi batas hulu debit inflow dari hasil pemodelan hujan limpasan Sub-DAS Konto Hilir 2 dan kondisi batas hilir kedalaman normal.

Dan terakhir pemodelan wilayah 4 dengan inflow debit limpasan Sub-DAS Konto Hilir 3 sebagai kondisi batas hulu dan kedalaman normal sebagai kondisi batas hilir. Elevasi muka air pada pertemuan Kali Konto dengan

(4)

REKAYASA SIPIL / Volume 16, No.3 – 2022 ISSN 1978 - 5658 175

Sungai Brantas tidak dapat dilakukan sebagai

syarat batas hilir karena tidak ada data yang tercatat.

Selanjutnya keempat model tersebut disimulasikan dengan debit Q2 dan Q50 untuk melihat karakteristik banjir yang terjadi, yang meliputi kecepatan dan luas genangan.

3.3. Analisis Pemilihan Alternatif Penanganan Banjir

Pemilihan alternatif penanganan banjir kali Konto didasarkan pada beberapa aspek yaitu kemiringan sungai, besarnya debit banjir, kondisi penampang sungai, kecepatan arus dan kondisi geologi permukaan kali Konto.

3.4. Pemilihan Prioritas Infrastruktur secara Adil menggunakan Analisis Multikriteria

AHP telah digunakan secara luas dalam perencanaan dan penganggaran, penyelesaian konflik kepentingan, pemilihan proyek dan alokasi sumber daya [8]. Teknik pengambilan keputusan ini didasarkan pada pembobotan secara hirarkis, untuk mendapatkan penilaian yang adil baik secara kuantitatif maupun kualitatif [9][10][11]. Empat puluh sembilan lokasi rencana infrastruktur dipilih untuk alternatif dalam AHP. Sementara responden merupakan stakeholders yang terlibat dalam banjir Konto yang meliputi Kepala Desa dan Camat wilayah yang terdampak banjir hasil pemodelan Hidraulika.

Setelah fungsi tujuan ditentukan, tahapan dalam AHP adalah membuat struktur hirarki untuk masing-masing kriteria. Guna memperoleh penilaian yang adil, 2 (dua) kriteria digunakan untuk mengevaluasi alternatif tersebut yaitu jumlah rumah yang terendam dan luasan banjir yang menggenangi sawah/kebun. Tahapan selanjutnya adalah menyusun matriks korelasi antar kriteria untuk seluruh 49 lokasi infrastruktur. Kemudian dihitung nilai Eigen serta dilakukan pengujian konsistensi untuk seluruh alternatif. Setelah rasio konsistensi terpenuhi, maka dilakukan pemilihan alternatif prioritas pembangunan infrastruktur yang terpilih.

4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Analisis Hidrologi

Stasiun hujan yang digunakan dalam analisis DAS Konto adalah Badas, Balung Jeruk, Damarwulan, Kandangan, Siman,

Kedungrejo, Sekar, Pujon, Kasembon, Jombok, Ngantang dan Selorejo dari tahun 2004-2016.

Tabel 1. Data Hujan DAS Konto (mm)

Tahun Badas Balung Jeruk

Damar wulan

Kandan gan

Siman Kedung rejo 2004 116 75 107 124 150 137

2005 65 74 69 58 94 61

2006 145 157 78 81 91 125

2007 90 87 215 106 215 193

2008 85 90 310 123 63 125

2009 175 120 130 125 130 103 2010 110 140 141 144 100 100

2011 66 70 74 78 80 63

2012 65 50 40 67 80 61

2013 118 90 124 110 87 88

2014 75 70 69 63 63 93

2015 85 85 125 130 105 59

2016 102 125 81 86 71 78

Sumber: Puslitang SDA dan BBWS Brantas, 2019

Tabel 2. Data Hujan DAS Konto (mm) (lanjutan)

Tahun Sekar Pujon Kasem bon

Jombok Nganta ng

Selorej o 2004 123 149 162 183 239 135

2005 107 69 63 108 92 93

2006 123 139 73 138 227 123 2007 162 182 150 219 185 175 2008 102 145 97 119 120 143 2009 120 75 144 107 152 129 2010 91 118 117 158 105 136

2011 78 72 97 83 107 89

2012 121 68 89 154 98 123

2013 108 120 158 143 98 125

2014 169 124 93 103 96 99

2015 72 82 85 80 75 73

2016 102 116 108 144 95 101

Sumber: Puslitang SDA dan BBWS Brantas, 2019

Debit banjir hasil pemodelan kemudian dikalibrasikan menggunakan uji data Creager dan terpilih untuk Sub-DAS Konto hulu adalah metode SCS. Dan untuk Sub-DAS Konto hilir adalah hidrograf ITB-2. Routing waduk Selorejo kemudian dilakukan pada hidrograf Sub-DAS Konto hulu untuk mendapatkan nilai reduksi banjir (Gambar 6 dan Gambar 7).

(5)

REKAYASA SIPIL / Volume 16, No.3 – 2022 ISSN 1978 - 5658 176

Gambar 6. Routing waduk Selorejo untuk Q2

Sub-DAS Konto Hulu

Gambar 7. Routing waduk Selorejo untuk Q50 Sub-DAS Konto Hulu

Berdasarkan routing waduk yang dilakukan, waduk Selorejo mampu menurunkan debit banjir Q2 sebesar 49,9% dan Q50 sebesar 43,1%.

Dengan menggunakan nilai debit hasil reduksi tampungan waduk Selorejo, maka debit masing-masing Sub-DAS adalah sebagai berikut:

Gambar 8. Hidrograf Banjir Sub-DAS Konto

Hulu

Gambar 9. Hidrograf Banjir Sub-DAS Konto Hilir 1

Gambar 10. Hidrograf Banjir Sub-DAS Konto Hilir 2

Gambar 11. Hidrograf Banjir Sub-DAS Konto Hilir 3

4.2. Analisis Hidraulika

Hasil dari pemodelan hidraulika pada 4 (empat) Sub-DAS Konto, adalah sebagai berikut:

1. Pada Sub-DAS Konto Hulu terlihat bahwa banjir mulai terjadi sejak debit periode ulang 2 tahun di Desa Ngabab, Sukomulyo, Bendosari di Kecamatan Pujon dan Desa Purworejo serta Mulyorejo di Kecamatan Ngantang dengan tinggi banjir hingga 6 m dari dasar sungai;

2. Pada Sub-DAS Konto Hilir 1, banjir terparah terjadi pada daerah Pandansari, Besowo, dan Kandangan

(6)

REKAYASA SIPIL / Volume 16, No.3 – 2022 ISSN 1978 - 5658 177

dengan ketinggian air mencapai 5

meter dari dasar sungai pada debit periode ulang 2 tahun;

3. Pada Sub-DAS Konto Hilir 2, banjir periode ulang 2 tahun terluas ada pada daerah Blaru dimana banjir merendam permukiman dan persawahan hingga kedalaman 2 meter. Selain itu daerah permukiman dan persawahan Badas juga terendam sekitar 1,5 meter;

Gambar 12. Skenario Q2 DAS Konto Hulu

Gambar 13. Skenario Q2 Sub-DAS Konto Hilir 1

Gambar 14. Skenario Q2 Sub-DAS Konto Hilir 2

Gambar 15. Skenario Q2 Sub-DAS Konto Hilir 3

4. Pada Sub-DAS Konto Hilir 3, banjir periode ulang 2 tahun hampir merata merendam permukiman dan persawahan pada daerah Juwet, Pare Lor, Sumberejo, Kempleng, Barongsawahan, Gondnag Manis, Kayen dan Pucung Siman dengan kedalaman rata-rata 1 meter;

5. Pada banjir periode ulang 50 tahun, kondisi tersebut semakin parah dan banjir hampir merendam seluruh desa pada bantaran Kali Konto.

(7)

REKAYASA SIPIL / Volume 16, No.3 – 2022 ISSN 1978 - 5658 178

Gambar 16. Skenario Q50 Sub-DAS Konto

Hulu

Gambar 17. Skenario Q50 Sub-DAS Konto Hilir 1

Gambar 18. Skenario Q50 Sub-DAS Konto Hilir 2

Gambar 19. Skenario Q50 Sub-DAS Konto Hilir 3

Berdasarkan hasil pemodelan tersebut, tahapan selanjutnya adalah pemilihan infrastruktur pengendali banjir yang sesuai untuk Kali Konto ini. Mengingat banyaknya infrastruktur sepanjang kali Konto dengan kapasitas debit yang terbatas, maka pengendalian daya rusak air kali Konto hanya bisa dilakukan untuk banjir pada periode ulang 2 tahun.

4.3. Karaketristik Sub-DAS dan Pemilihan Alternatif Penanganan Banjir

Kali Konto memiliki karaketristik khusus karena kondisi geologinya yang berupa lanau berpasir halus hingga pasir berkerikil akibat runtuhan Gunung Kelud dengan kedalaman hingga 6 meter. Akibat dari hal tersebut, pemilihan infrastruktur pengendali banjirnya juga sangat terbatas. Dalam Tabel 3 terlihat karakteristik Sub-DAS Konto per bagian kemiringan, sementara Tabel 4 menunjukkan tipe infrastruktur yang dibutuhkan dalam pengandalian banjir Kali Konto.

Berdasarkan hasil site visit juga diidentifikasi bangunan eksisting yang juga ditampilkan dalam Tabel 5. Hanya saja, untuk infrastruktur-infrastruktur yang tidak berhubungan dengan pengendalian banjir Kali Konto tidak ditampilkan dalam tulisan ini.

Tabel 3. Karakteristik Sub-DAS Konto Sub-DAS Karaketristik

Konto Hulu

1. Kemiringan sungai sangat tinggi (0,0326)

2. Kecepatan aliran tinggi

3. Energi potensial dan kinetic yang besar dari air dan gerusan sedimen 4. Tebing sungai tinggi

Konto Hilir 1

1. Kemiringan sungai tinggi (0,065) 2. Kecepatan aliran tinggi

3. Energi besar dari air dan sedimen letusan Gunung Kelud

4. Adanya pengambilan galian C pada badan sungai

(8)

REKAYASA SIPIL / Volume 16, No.3 – 2022 ISSN 1978 - 5658 179

Sub-DAS Karaketristik

Konto Hilir 2

1. Kemiringan sungai menengah (0,001) 2. Penyempitan penampang sungai

secara drastic (pada beberapa lokasi lebar sungai hanya 2 meter) 3. Adanya pengambilan galian C pada

badan sungai

4. Agradasi dan sedimentasi yang tinggi

Konto Hilir 3

1. Kemiringan sungai kecil (0,0002) 2. Adanya pengambilan galian C pada

badan sungai

3. Penyempitan penampang sungai 4. Terjadinya degradasi sungai secara

besar-besaran

Tabel 4. Pemilihan Infrastruktur Penanganan Banjir Kali Konto

No. Koordinat X (mE)

Koordinat Y (mS)

Desa/K el

Infrastrukt ur Eksisting

Rekom endasi Infrastr uktur 1 659388.00 9132540.00 Ngabab Belum ada 1 2

659237.56

9132082.31 Lebaksa ri

Check Dam Lebaksari

6

3

658691.00

9131662.00 Kedung rejo

Check Dam Kedungrej

o

1,2

4

658672.00

9131533.00 Sukomu lyo

Jemb.

Sukomuly o

6

5

657920.00

9131049.00 Kedung rejo

Jembatan Kedungrej

o

1, 5

6

656939.00

9130382.00 Bendos ari

Check Dam Tretes

6

7 656724.00 9130305.00 Bendos ari

Belum ada 1 8

655849.00

9130100.00 Bendos ari

Check Dam Ngepri

5

9

655257.00

9129885.00 Bendos ari

Check Dam Boyak

6

10 655156.00 9129682.00 Bendos ari

Belum ada 1 11

654992.00

9129528.00 Mulyor ejo

Check Dam Kaweden

6

12

654680.71

9129051.30 Mulyor ejo

Check Dam Tokol

5

No. Koordinat X (mE)

Koordinat Y (mS)

Desa/K el

Infrastrukt ur Eksisting

Rekom endasi Infrastr uktur 13

654206.28

9128931.47 Mulyor ejo

Check Dam Mulyorejo

1

6

14

652914.00

9128702.00 Mulyor ejo

Check Dam Mulyorejo

2

6

15

646187.00

9129257.00 Besowo Check Dam Hulu Kali Konto

2

16 645977.00 9130021.00 Besowo Belum ada 1 17 645489.00 9131111.00 Besowo Belum ada 2 18 645402.00 9133027.00 Besowo Belum ada 2 19

644070.00

9134455.00 Siman Kantong Lahar Siman

2,3,7

20 644153.00 9134764.00 Siman Belum ada 3 21

644070.00

9135351.00 Siman Check Dam Siman

2,3,7

22

644038.00

9135961.00 Siman Check Dam Lemurung

2,3,7

23

643933.00

9136423.00 Siman Check Dam Gudang

Garam 2

24 644010.00 9136764.00 Brumbu ng

Belum ada 2 25 642692.00 9139261.00 Damar

wulan

Belum ada 3 26 642045.00 9140093.00 Damar

wulan

Belum ada 3 27 641458.00 9141628.00 Damar

wulan

Belum ada 3 28

640935.00

9142015.00 Damar wulan

Check Dam Damarwul

am

4

29

640492.00

9142513.00 Kandan gan

Jemb.

Watulintan g

1,3

30 640492.00 9142620.00 Kandan gan

Belum ada 3 31 640364.00 9142774.00 Kandan

gan

Belum ada 5 32 638551.00 9144949.00 Kandan

gan

Belum ada 2 33 637692.00 9145871.00 Kandan

gan

Belum ada 3

(9)

REKAYASA SIPIL / Volume 16, No.3 – 2022 ISSN 1978 - 5658 180

No. Koordinat X (mE)

Koordinat Y (mS)

Desa/K el

Infrastrukt ur Eksisting

Rekom endasi Infrastr uktur 34

636860.00

9146163.00 Karang Tengah

Check Dam Ororombo

6

35 636189.00 9146544.00 Blaru Belum ada 3 36 635455.00 9147276.00 Blaru Belum ada 1,2 37

634091.00

9148735.00 Blaru Kantong Lahar Badas

1,4

38 631514.00 9152369.00 Juwet Belum ada 1 39 631209.00 9154803.00 Juwet Roolagh

70

2,7,8 40

630915.00

9155216.00 Bugasur Kedale

man

Check Dam Gudhe

3,6

41

630547.99

9155957.43 Pare Lor

Check Dam Jember

3,6

42 629519.00 9157085.00 Sumber Rejo

Belum ada 1 43 629220.00 9157344.00 Kemple

ng

Belum ada 5 44

627221.00

9158912.00 Barongs awahan

Check Dam Ganggong

6

45 626364.00 9160850.00 Gondan g Manis

Belum ada 5 46

624965.00

9162017.00 Gondan g Manis

Jemb.

Gondang Manis

3

47 624685.00 9162153.00 Gondan g Manis

Belum ada 3,5 48 624319.00 9162442.00 Gondan

g Manis

Belum ada 3 49 623983.00 9162639.00 Gondan

g Manis

Siphon Krapyak

6

Ket:

1. Tanggul 2. Check dam 3. Normalisasi

4. Rehabilitasi kolam olak 5. Groundsill

6. Peningkatan OP 7. Sand Pocket 8. Kolam Retensi

4.4. Prioritas Alternatif Penanganan Banjir Nilai rangking tingkat bahaya banjir dengan menggunakan AHP, ditentukan bahwa banjir yang merendam rumah lebih penting 2x dari pada banjir yang merendam sawah.

Normalisasi dari nilai tiap parameter kemudian

menjadi:

Tabel 5. Perhitungan Normalisasi dari kedua aspek

(x) Rumah Sawah

Rumah 0,3333 0,6667

Sawah 0,6667 0,3333

Total 1,0000 1,0000

Dari bobot nilai pada Tabel 5 kemudian dianalisis untuk masing-masing infrastruktur yang kemudian nilai akhirnya merupakan penjumlahan dari bobot kerugian terendamnya rumah dan sawah. Dari perhitungan tersebut, prioritas untuk pembangunan infrastruktur di Kali Konto dibagi menjadi 4 (empat) kategori yaitu:

Tabel 6. Prioritas Pembangunan Infrastruktur

No. Tingkat Prioritas Nomor Infrastrktur 1 Prioritas 1 34,35,36,40 2 Prioritas 2

1,2,3,4,5,38,39, 44,45,46,47,48,

49

3 Prioritas 3 24,37

4 Prioritas 4

6,7,8,9,10,11,12, 13,14,15,16,17, 18,19,20,21,22, 23,25,26,27,28, 29,30,31,32,33,

41,42,43,

5. KESIMPULAN

Dengan metode AHP prioritas pembangunan infrastruktur Kali Konto dapat digolongkan menjadi prioritas 1 sampai 4.

Prioritas 1 terletak pada Sub-DAS Konto Hilir 2, prioritas 2 menyebar pada Sub-DAS Konto Hulu dan Sub-DAS Konto Hilir 3, prioritas 3 ada di wilayah Sub-DAS Konto Hilir 2 dan Prioritas 4 tersebar pada keempat Sub-DAS.

6. UCAPAN TERIMA KASIH

Ucapan terima kasih disampaikan sebesar-besarnya kepada BBWS Brantas, Balitbang Keairan PUPR dan PT. Aditya Engineering Consultant atas data untuk kegiatan “SID Pengendalian Daya Rusak Air Kali Konto Kab. Kediri (2019)”.

(10)

REKAYASA SIPIL / Volume 16, No.3 – 2022 ISSN 1978 - 5658 181

7. DAFTAR PUSTAKA

[1] H. Bhirawa, "https://www.harianbhirawa.co.id,"

Harian Bhirawa, 4 February 2021. [Online].

Available:

https://www.harianbhirawa.co.id/kades-bandar-k edungmulyo-jombang-banjir-berawal-dari-arus-a ir-kali-konto/. [Accessed 21 February 2021].

[2] Detikcom, "https://news.detik.com," Detikcom, 5 Februari 2021. [Online]. Available:

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5362 710/pencarian-pasutri-yang-hanyut-di-kali-konto -belum-membuahkan-hasil. [Accessed 21 Februari 2021].

[3] S. R. Varadilla, E. Noerhayati and A.

Rahmawati, Studi Pendugaan Sisa Usia Guna Waduk Selorejo dengan Pendekatan Erosi dan Sedimentasi, Jurnal Rekayasa Sipil, vol. 8, no. 5, pp. 389-400, 2020.

[4] D. Nugroho, Studi harga Air pada Bendungan Selorejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang, Wahana Teknik, vol. 2, no. 1, pp. 1-20, 2013.

[5] D. Indrawati, B. Yakti, A. Purwanti and R.

Hadinagoro, Computing urban flooding of meandering river using 2D numerical model (case study: Kebon Jati-Kalibata segment, Ciliwung river basin), in MATEC Web of Conferences 270, Bandung, 2018.

[6] J. L. Carrivick, Application of 2D hydrodynamic modelling to high-magnitude outburst floods: An

example from Kverkfjöll, Iceland, Journal of Hydrology, vol. 321, no. 1-4, pp. 187-199, 2006.

[7] D. Indrawati, Y. Suryadi, D. Saputro, I. Taufik and M. B. Adityawan, Evaluation of flood management plan on Cilemer river basin, Indonesia, European Water, vol. 57, pp. 49-56, 2017.

[8] I. K. Hadihardaja, D. Indrawati, Y. Suryadi and I. Soekarno, Budgeting Strategy and Sensitivity Analysis for Irrigation Infrastructure Maintenance, in The 6th Annual Conference of ICID, Yogyakarta, 2010.

[9] T. L. Saaty, Extending the Measurement of Tangibles to Intangibles, International Journal of Information Technology & Decision Making, vol. 8, no. 1, pp. 7-27, 2009.

[10] I. K. Hadihardaja and N. S. Grigg, Decision support system for irrigation maintenance in Indonesia: a multi-objective optimization study, Journal of Water Policy, vol. 13, no. 1, pp. 18-27, 2011.

[11] A. Rachmansyah, A. Baroto and I. M. P.

Rahmawati, Pemetaan Bahaya Longsor dengan Metode Analitycal Hierarchy Process di Gunung Arjuno Welirang, Jawa Timur, Rekayasa Sipil, vol. 15, no. 1, pp. 69-77, 2021.

Referensi

Dokumen terkait

Chahine argues that indigenous knowledge systems and the rich cultural domains that give rise to such systems of knowing, have much to offer in terms of designing, structuring, and

LAILIYATUL QADARIA Ilmu Administrasi Publik 20 155030900111013 SAKINATUL AFIFAH Administrasi Pendidikan 21 155030800111007 RACHEL NUR APRILIYANTI Pariwisata 22 155030200111025 ARIES