• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENANG: Teknik Penulisan Karya Ilmiyah

N/A
N/A
Fan Van IFan

Academic year: 2024

Membagikan "RENANG: Teknik Penulisan Karya Ilmiyah"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

RENANG

Paper Ditulis Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah: Teknik Penulisan Karya

Ilmiyah

Disusun oleh:

Fahril Ahmad Fajar 230631601701

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

UNIVERSITAS NEGERI MALANG 2023

(2)

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas paer pada mata kuliah Renang tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Renang. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang Sejarah renang, Mekanika Renang dan Manfaat Renang bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Kami menyadari, tugas yang kami tulis ini masih jauh dari kata sempurna, dikarenakan keterbatasan ilmu yang kami miliki. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun kami butuhkan demi kesempurnaan makalah ini. Kami berharap makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan dunia pendidikan.

Malang, 01 September 2023

Penyusun

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... ii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 3

1.3 Tujuan ... 3

BAB II PEMBAHASAN ... 4

2.1 Sejarah Renang ... 4

2.2 Mekanika Berenang ... 5

2.3 Teknik Dasar Berenang ... 7

2.4 Manfaat Renang ... 9

2.5 Jenis Kolam Renang ... 11

BAB III PENUTUP ... 13

3.1 Kesimpulan ... 13

DAFTAR PUSTAKA ... 14

(4)

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pendidikan menurut Mikarsa, 2007 menjadi salah satu proses penting dalam kehidupan setiap individu dan memiliki fungsi serta peran penting bagi pembentukan karakter bangsa suatu negara. Pendidikan jasmani adalah salah bagian dari pendidikan tersebut, maka dari itu proses pendidikan jasmani sangat diperlukan bagi para siswa sebagai generasi penerus bangsa. Pendidikan yang utama dan yang pertama harus diberikan sejak dini adalah pendidikan jasmani dan kesehatan. Pendidikan jasmani dan kesehatan (Penjaskes) adalah bagian terintegrasi dari pendidikan secaara keseluruhan yang bertujuan untuk mengembangkan kebugaran jasmani, berpikir kritis, keterampilan gerak, stabilitas emosional, keterampilan sosial, tindakan moral, dan pengenalan lingkungan bersih aspek pola hidup sehat (Sulastri, 2019). Pendidikan dilakukan lewat sebuah kegiatan jasmani dan olahraga kesehatan yang dipilih dan telah di rencanakan dengan sistematis untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

Tujuan pendidikan jasmani adalah untuk merangsang perkembangan dan pertumubuhan organik, keterampilan neuromuskuler motorik, perkembangan intelektual, dan Perkembangan emosional (Ateng, 2003).

Olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana untuk memelihara gerak (mempertahankan hidup) dan meningkatkan kemampuan gerak (meningkatkan kualitas hidup). Olahraga merupakan kebutuhan hidup yang sifatnya periodik artinya olahraga sebagai alat untuk memelihara dan membina kesehatan, tidak dapat ditinggalkan. Olahraga merupakan alat untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan jasmani,

(5)

2

rohani dan sosial. Struktur dan fungsi fisiologisnya, stabilitas emosional dan kecerdasan intelektualnya maupun

(6)

kemampuannya bersosialisasi dengan lingkungannya nyata lebih unggul pada siswa-siswa yang aktif mengikuti kegiatan penjaskes dari pada siswa-siswa yang tidak aktif mengikuti Penjas (Pratiwi, 2015). Renang adalah salah satu cabang olahraga yang populer di kalangan siswa khususnya dan masyarakat pada umumnya.

Renang merupakan kegiatan yang banyak diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari usia anak-anak sampai dewasa, bahkan sampai usia lanjut.

Renang selain menyenangkan juga berguna untuk kesehatan, sebab pada waktu berenang hamper semua bagian tubuh bergerak, itu sangat baik untuk memperkuat otot dan memperlancar peredaran darah. Olahraga renang dapat dilakukan mulai dari anak kecil sampai dengan orang tua. Olahraga ini sangat berguna sebagai alat pendidikan, sebagai rekreasi yang sehat, menanamkan keberanian, percaya diri dan sebagai terapi yang kadang-kadang dianjurkan oleh dokter. Renang adalahsalah satu media bergaul dan bersantai. Olahraga renang adalah aktivitas air dengan banyak macam gaya yang sudah dikenalkan sejak lama dan banyak memberi manfaat kepada manusia. Beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai haltersebut antara lain memperhatikan peningkatan pengadaan sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana olahraga sangatlah penting dalam proses kegiatan pembelajaran ataupun peningkatan presetasi altet/mahasiswa karena sarana dan prasarana menjadi pilar utama dalam mendukung setiap kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas olahraga (Irawan, 2017).

(7)

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana sejarah dari renang?

2. Apa saja mekanika dalam berenang?

3. Apa saja Teknik dasar dalam berenang?

4. Apa saja manfaat berenang?

5. Apa saja Jenis-jenis kolam renang?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui bagaimana Sejarah dari renang 2. Mengetahui bagaimana mekanika dalam berenang 3. Mengetahui Teknik dasar yang ada dalam berenang 4. Mengetahi apa saja manfaat berenang

5. Mengetahui jenis-jenis kolam renang

(8)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Renang

Zaman dahulu berenang merupakan kebutuhan, berenang telah dikenal oleh manusia sejak zaman prasejarah. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya lukisan pada batu di dalam gua yang terletak di Mesir bagian Barat Daya yang berdekatan dengan Wadi Sora dan Libya.

Gambar 1. Lukisan zaman batu

Gua yang telah ditemukan digambarkan pada judul film "English Patient". Hal ini dikarenakan bahwa orang- orang primitif pada zaman dahulu mempelajari setiap gerakan binatang yang kemudian ditirunya untuk gaya dalam berenang. Orang Yunani dan Romawi menjadikan berenang sebagai kebutuhan vital dalam kemiliteran. Tentara-tentara mereka dituntut untuk mahir berenang dan menjadi perenang yang tangguh. Bukti lain adanya renang dapat terlihat dari relief Assyiria yang kemungkinan dibuat sekitar 3000 tahun yang lalu. Pada relief tersebut terlihat bahwa seorang tentara sedang berenang dengan gaya yang hampir serupa dengan gaya modern yang ada saat ini.

Abad pertengahan, orang-orang beranggapan bahwa mandi atau berenang di luar rumah seperti di danau atau sungai adalah sangat berbahaya.

Karena banyak kasus yang menyebabkan kematian akibat terserang wabah penyakit yang menular melalui air sungai atau danau yang digunakan untuk

(9)

mandi tersebut. Hal tersebut menyebabkan pada abad pertengahan aktivitas berenang

(10)

kurang berkembang di Eropa, selain karena pada waktu itu belum ada kolam renang. Walaupun demikian, tidak di seluruh wilayah Eropa beranggapan seperti itu, di daerah Mediterania sebagian orang tetap berenang, dan mengabaikan kepercayaan tersebut. Terutama di daerah Inggris, di sana orang- orang bahkan berenang dengan mencoba berbagai macam gaya. Kepercayaan masyarakat Eropa pada abad pertangahan itu tidak berlangsung lama, karena pada kurun waktu berikutnya mereka mulai kembali menyukai renang. Mereka berenang di sungai- sungai, danau-danau, bahkan di laut.

Abad pertengahan, renang termasuk dalam tujuh kemahiran yang harus dimiliki oleh para kesatria termasuk berenang dengan membawa senjata, selain kemahiran bersyair, main catur, menunggang kuda, memanah, main anggar, dan berburu. Olahraga renang pertama kali dipertandingkan dalam Olimpiade modern 1896 di Athena, Yunani. Pada Olimpiade ini, hanya empat nomor yang dipertandingkan dari rencana yang semula enam nomor. Masing-masing adalah momor 100 meter, 500 meter, 1.200 meter, nomor bebas, dan 100 meter bagi para pelaut. Olimpiade renang selanjutnya semakin berkembang pesat dan renang semakin digemari oleh banyak orang, sehingga semakin berkembang dan tersebar ke seluruh pelosok dunia. Pada tahun 1908, dibentuklah sebuah perserikatan renang internasional yang disebut FINA (Federation International de Nation Amateur).

2.2 Mekanika Berenang 1. Tahanan dan Dorongan

Setiap perenang bergerak maju ke depan di dalam air selalu tergantung pada dua kekuatan. Ada dua kekuatan yang dihadapi perenang dalam bergerak maju di dalam air. Pertama, kekuatan air yang menghambat gerak perenang

(11)

disebut dengan hambatan. Kedua, kekuatan yang mendorong perenang maju ke depan, yaitu kekuatan dorongan kaki dan dayungan tangan. Sebelumnya banyak dari perenang melihat kecepatan gerak renang berasal dari obat- obatan alami, namun akhir-akhir ini kecepatan gerak renang lebih disebabkan oleh kesempurnaan gerak di dalam air. Teori dalam renang lebih memfokuskan pada bagaimana power yang dihasilkan oleh dayungan tangan dan bentuk tubuh yang horizontal dengan permukaan air. Untuk mendapatkan gerakan renang yang efektif, setidaknya perenang harus melakukan hal-hal sebagai berikut:

a. Mengurangi tahanan

Mengurangi tahanan dalam berenang dapat dilihat pada dua orang perenang yang mempunyai bentuk tubuh dan kemampuan berenang yang sama, kedua perenang juga memiliki dorongan yang sama. Perenang pertama berenang dengan tahanan yang besar, sedangkan perenang kedua dengan tahanan yang kecil, maka perenang kedua akan berenang lebih cepat dari perenang pertama.

b. Menambah dorongan

Hal ini dapat dilihat pada dua orang perenang yang mempunyai bentuk tubuh yang sama dan kemampuan berenang yang sama, kedua perenang juga mempunyai tahanan yang sama. Perenang pertama berenang dengan dorongan yang besar, sedangkan perenang kedua berenang dengan dorongan yang kecil, maka perenang pertama akan berenang lebih cepat daripada perenang kedua.

c. Mengurangi tahanan dan sekaligus menambah dorongan

Hal ini dapat dilihat pada dua orang perenang yang mempunyai bentuk tubuh yang sama dan kemampuan berenang yang sama. Perenang pertama berenang dengan tahanan yang kecil dan dorongan yang besar, sedangkan perenang kedua berenang dengan tahanan yang besar dan dorongan yang kecil,

(12)

maka perenang pertama akan berenang jauh lebih cepat daripada perenang kedua.

(13)

2.3 Teknik Dasar Berenang

Renang adalah salah satu jenis olahraga yang dilakukan di air dan membutuhkan tingkat koordinasi yang baik. Olahraga renang terdapat empat macam gaya dipertandingkan, yaitu gaya bebas (front crawl), gaya dada (breast stroke), gaya punggung (back stroke), dan gaya kupu-kupu (herfly).

1. Teknik Dasar Mengapung

Beranikan untuk diam melayang di dalam air. Ini merupakan salah satu langkah awal yang harus dipelajari dalam berenang. Lakukan dengan rileks dan melayang di atas permukaan air tanpa mengeluarkan tenaga atau ketegangan yang membuat tubuh tenggelam ke dalam air. Lakukan teknik dasar mengapung berikut ini dengan baik.

a. Lakukanlah latihan ini bersama temanmu. Mintalah temanmu untuk berdiri di dekatmu tanpa memegangimu.

b. Tarik napas dalam-dalam, masukkan kepalamu ke dalam air dengan sedikit merebahkan tubuh ke depan dengan mata tetap terbuka.

c. Jangan tegang, rileks dengan membiarkan kakimu terangkat dari dasar kolam. Angkat lutut ke atas menyentuh dada hingga posisi merangkak sambil melayang di dalam air.

d. Tahan sikap tersebut di dalam air hingga napas tidak dapat tertahan lagi.

Lakukan latihan ini berulang-ulang.

2. Teknik Dasar Meluncur

Pada dasarnya, semua prinsip dalam gaya renang diawali dengan gerakan meluncur. Namun untuk latihan dasar, cukup dilakukan luncuran pada jarak yang relatif dekat. Lakukan latihan ini dengan teman sebagai pesaing terhadap jauhnya melakukan luncuran. Sebagai langkah awal, temanmu berdiam sambil

(14)

menghadapmu sejauh 4 m dari sisi kolam, awal kamu akan meluncur. Secara lebih lengkap, lakukanlah gerakan seperti berikut ini.

a. Berdiri dengan posisi punggung membelakangi dan rapat ke dinding kolam.

b. Turunkan bahumu hingga hanya kepala berada di atas permukaan

c. Gunakan kaki yang terkuat. Angkat dan tempelkan kaki tersebut pada dinding kolam untuk menumpu.

d. Ambil napas dalam-dalam, masukkan kepalamu ke dalam air. Bersamaan dengan itu, tekan kaki tumpu sambil mengangkat kaki yang lainnya hingga tubuh meluncur menjauhi sisi kolam.

3. Berenang Gaya Dada (School Slag)

Gaya dada disebut juga "school slag", yaitu gaya berenang yang paling efektif untuk menempuh jarak yang relatif jauh. Gaya dada merupakan gaya renang yang paling tua di antara gaya berenang lainnya. Berikut ini teknik dasar gerakan kaki, ayunan lengan dalam renang gaya dada.

a. Gerakan kaki dan Gerakan Latihan Pernapasan

 Gerakan kaki di tempat

Tempat yang paling efektif untuk melatih gerakan kaki adalah di dalam air.

Hal ini dapat dilakukan dengan kedua tangan memegang ril di sisi kolam.

Angkat kedua kaki ke atas permukaan air. Pandangan ke depan. Kedua tumit rapat dan kedua ujung kaki membuka. Kedua tangan memegang ril di sisi kolam

 Tariklah kedua tumit ke arah pantat.

Angkat kaki sedekat mungkin dengan pantat. Usahakan kedua lutut tetap rapat dan kedua tumit agak rapat.

(15)

 Setelah tumit ditarik sejauh mungkin, bukalah kaki. Jari-jari kaki menghadap ke luar dan doronglah ke belakang. Dorongan dilakukan dengan sepakan dan putaran kaki secara bersamaan.

b. Gerakan kaki sambil bergerak maju

Kedua tangan memegang papan luncur. Pandangan ke depan. Mulailah menggerakkan kaki sebagaimana yang telah dipelajari sebelumnya. Meluncur dari sisi kolam, Kemudian dilanjutkan dengan gerakan kaki renang gaya dada.

b. Gerakan Lengan

Gerakan lengan di atas permukaan air Lakukan gerakan di atas permukaan air dengan tahapan gerakan sebagaimana telah dipelajari sebelumnya. Lakukan pernapasan mengikuti gerakan lengan. Saat lengan bergerak ke sisi maka kepala ter- angkat ke atas. Saat itulah yang paling tepat melakukan pernapasan.

Usahakan pernapasan dilakukan saat kepalamu masih rendah di dalam air, diikuti dengan membuka mulut. Gerakan latihan pernapasan sambil bergerak maju Gunakan papan pelampung dijepit dengan kedua paha. Dimulai dari gerakan meluncur terlebih dahulu. Pada saat tubuh berada jauh dari sisi kolam, mulailah berenang tanpa diikuti dengan gerakan kaki.

2.4 Manfaat Renang

Renang adalah salah satu jenis olahraga yang mampu meningkatkan kesehatan seseorang yang juga merupakan olahraga tanpa gaya gravitasi bumi (non weight barring). Renang terbilang minim risiko cedera fisik, karena saat renang seluruh berat badan ditahan oleh air atau mengapung. Selain itu renang merupakan olahraga yang paling dianjurkan bagi mereka yang kelebihan berat badan (obesitas), ibu hamil dan penderita gangguan persendian tulang atau

(16)

10

arthritis. Renang memiliki banyak manfaat yang dapat dirasakan apabila kita melakukannya secara benar dan rutin, manfaat tersebut antara lain :

a. Membentuk otot

Saat renang, kita menggerakkan hampir keseluruhan otot-otot pada tubuh, mulai dari kepala, leher, anggota gerak atas, dada, perut, punggung, pinggang, anggota gerak bawah, dan telapak kaki. Saat bergerak di dalam air, tubuh mengeluarkan energi lebih besar karena harus "melawan" massa air yang mampu menguatkan dan melenturkan otot-otot tubuh.

b. Membantu mengencangkan otot-otot yang kendur

Gerakan renang yang benar akan membantu mengencangkan otot-otot tubuh yang kendur. Otot-otot di bagian lengan, payudara, perut, paha, dan betis, akan menjadi lebih kencang dan badan menjadi lebih liat.

c. Melangsingkan tubuh.

Wanita-wanita dengan kelebihan berat badan biasanya menggunakan renang sebagai salah satu terapi rutin untuk membantu membakar lemak, selain senam. Ini dapat berlaku sebaliknya, bagi wanita yang terlampau kurus, renang juga bisa menjadi terapi untuk menaikkan berat badan.

d. Meningkatkan kemampuan fungsi jantung dan paru-paru

Gerakan mendorong dan menendang air dengan anggota tubuh terutama tangan dan kaki, dapat memacu aliran darah ke jantung, pembuluh darah, dan paru-paru. Artinya, renang dapat dikategorikan sebagai latihan aerobik dalam air.

e. Menambah tinggi badan.

Berenang secara baik dan benar akan membuat tubuh tumbuh lebih tinggi (bagi yang masih dalam pertumbuhan).

f. Melatih pernafasan dan Membakar kalori lebih banyak.

Sangat dianjurkan bagi orang yg terkena penyakit asma untuk renang karena sistem crdiovaskular dan pernafasan dapat menjadi kuat. Penapasan kita

(17)

11

menjadi lebih sehat, lancar, dan bisa pernafasan menjadi lebih panjang. Saat renang, tubuh akan terasa lebih berat bergerak di dalam air. Otomatis energi yang dibutuhkan pun menjadi lebih tinggi, sehingga dapat secara efektif membakar sekitar 24% kalori tubuh.

h. Self safety

Berenang akan membatu kita untuk tidak perlu khawatir apabila suatu saat mengalami hal-hal yang tidak diinginkan khususnya yang berhubungan dengan air (jatuh ke laut, dll).

i. Menyegarkan pikiran dan menghilangkan stress

Secara psikologis, renang juga dapat membuat hati dan pikiran lebih relaks. Gerakan renang yang dilakukan dengan santai dan perlahan, mampu meningkatkan hormon endorfin dalam otak. Suasana hati jadi sejuk, pikiran lebih nyaman, badan bebas gerah

2.5 Jenis Kolam Renang

Jenis kolam renang menurut John Geraint (2006) antara lain sebagai berikut:

a. Kolam Konvensional

Kolam jenis ini biasa disebut dengan kolam kompetisi. Kolam konvensional digunakan untuk ajang kompetisi renang, menurut FINA (Federasi Renang Internasional) memiliki ukuran : Panjang Panjang Standart kolam menurut FINA adalah 50, 25 m, namun terdapat pula ukuran lain. Lebar Memiliki lebar 20 hingga 25 m. umumnya kolam jenis ini memiliki 4 hingga 10 jalur lintasan.

Sedangkan yang dianjurkan untuk pertandingan olimpiade memiliki 8 hingga 10 lintasan. Kolam Santai Leisure Pools tidak memiliki ukuran tertentu. Kolam jenis ini bisa disebut dengan kolam rekreasi. Kolam rekreasi memiliki berbagai macam ukuran, bentuk, dan biasanya memiliki kedalaman air kurang dari 1,5 m. kolam rekreasi

(18)

biasanya bersifat outdoor akan tetapi tidak menutup kemungkinan ada kolam rekreasi indoor.

b. Kolam Kombinasi

Kolam ini adalah perpaduan antara kolam konvensional dan rekreasi. Kolam kombinasi biasanya menggunakan kolam konvensional yang sudah ada, lalu ditambah dengan fasilitas dan aktifitas untuk rekreasi. Kolam latihan digunakan untuk latihan para club renang yang khusus ditempatkan dalam satu wadah.

c. Kolam persegi dan Kolam Blocks

Kolam persegi biasanya untuk kolam keluarga dan anak. Juga merupakan kolam standart olimpik, water polo, dan loncat indah. Kolam Blocks biasanya digunakan karena terkendala lahan atau mengoptimalkan lahan atau untuk keperluan penyekatan.

(19)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

1. Mekanika Berenang dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti menjaga tahanan dan Dorongan, Mengurangi tahanan, Menambah dorongan dan Mengurangi tahanan dan sekaligus menambah dorongan 2. Olahraga renang terdapat empat macam gaya dipertandingkan, yaitu

gaya bebas (front crawl), gaya dada (breast stroke), gaya punggung (back stroke), dan gaya kupu-kupu (herfly).

3. Teknik Dasar Berenang dibagi menjadi Teknik Dasar Mengapung dan Teknik Dasar Meluncur.

4. Manfaat dari berenang adalah Membentuk otot, Membantu mengencangkan otot-otot yang kendur, Melangsingkan tubuh, Meningkatkan kemampuan fungsi jantung dan paru-paru-paru, Menambah tinggi badan, Melatih pernafasan dan Membakar kalori lebih banyak, Self safety dan Menyegarkan pikiran dan menghilangkan stress.

5. Jenis Kolam Renang terdiri dari Kolam Konvensional, Kolam Kombinasi dan Kolam persegi dan Kolam Blocks

(20)

DAFTAR PUSTAKA

Arhesa, S. (2020). Buku jago renang. Ilmu Cemerlang Group.

Ateng, A. 2003. Olahraga di sekolah. Dalam perkembangan Olahraga Terkini, Kajian Para Pakar.Jakarta: PT. Raja Garfindo Persada

Mikarsa, H. L. (2007). Pendidikan Anak di SD. Jakarta: Universitas Terbuka

Sulastri, S. (2019). Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Melakukan Passing Bawah dengan Modifikasi Pembelajaran Permainan Bola Voli dengan Menggunakan Bola Gantung untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas IV SDN 2 Ketandan Kecamatan Klaten Utara Tahun Pelajaran 2017/2018. Jurnal Pendidikan Dasar, 7(2)

Pratiwi, I. (2015). Sekolah renang di kota semarang dengan penekanan design sustainable architecture. Canopy: Journal of Architecture, 4(2).

Referensi

Dokumen terkait