PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sedangkan inti dari proses belajar mengajar adalah belajar siswa 3 Belajar mengajar merupakan dua komponen yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, khususnya dalam praktek dalam proses belajar mengajar di sekolah. Berdasarkan hasil observasi awal di SMP Negeri 2 Kediri pada tanggal 17 Oktober 2015, dan wawancara dengan guru IPA Ny. Marnia, Sp.d.
Sasaran Tindakan
Dilihat dari nilai rata-rata yang diperoleh keempat kelas tersebut belum mencapai standar karena guru belum maksimal dalam penggunaan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi dan karakter siswa yang diampu, selain itu fakta bahwa lingkungan sekolah adalah. masih sangat kurang memadai, seperti laboratorium ilmiah yang masih sangat minim, sederhana, serta bahan dan alatnya juga kurang lengkap.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Guru secara acak meminta salah satu siswa untuk mentransfer hasil diskusi ke pembahasan di LKS 1 dan LKS 2. i) Siswa melakukan diskusi kelas di bawah bimbingan guru. j) Guru mengevaluasi hasil belajar siswa atau kelompok setelah meninjau materi yang diberikan guru dengan mempresentasikan hasil kerjanya. k) Guru memberikan hadiah kepada siswa atau kelompok untuk mengapresiasi hasil karya siswa. l) Guru dan siswa menarik kesimpulan 3) Kesimpulan. Ruang . guru dilengkapi bangku atau kursi kerja, lemari, kipas angin, liter air minum, televisi.
Telaah Pustaka
Kajian Pustaka
Guru mengevaluasi hasil belajar siswa atau kelompok setelah mempelajari materi yang diberikan guru dengan mempresentasikan hasil kerjanya. Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri individu dan dapat mempengaruhi hasil belajar individu, faktor internal tersebut meliputi faktor fisiologis dan faktor psikologis. a) Faktor fisiologis.
Kerangka Pikir
METODE PENELITIAN
Setting Penelitian
Siswa A mendapat LKS 1, dan siswa B mendapat LKS 2. e) Guru memberikan waktu kepada siswa untuk mengerjakan LKS. f) Guru meminta siswa tipe A sebagai narasumber untuk menyampaikan hasil LKS 1 kepada siswa tipe B. Sedangkan siswa tipe B berperan sebagai pendengar untuk mencatat hal-hal penting dari informasi yang diberikan siswa kelas A. g) Berganti peran, guru meminta siswa tipe B sebagai narasumber untuk menyampaikan hasil LKS 2 kepada siswa tipe A, sedangkan siswa tipe A berperan sebagai pendengar untuk menuliskan hal-hal penting dari informasi yang diberikan oleh siswa tipe B. h). Pengamat ini mengamati atau mengamati aktivitas dan hasil belajar siswa dengan cara menilai atau memberi nilai (√) pada lembar pengamatan yang dihasilkan oleh peneliti. Sedangkan pembelajar Tipe B berfungsi sebagai pendengar untuk merekam hal-hal penting dari informasi yang diberikan oleh pembelajar Tipe A.
Guru berganti peran dan meminta siswa Tipe B sebagai narasumber untuk menyampaikan hasil LKS 2 kepada siswa Tipe A, sedangkan siswa Tipe A berperan sebagai pendengar untuk mengambil hal-hal penting dari informasi yang disampaikan oleh siswa Tipe B. Guru menanyakan salah satu siswa secara acak mentransfer diskusi di LKS 1 dan LKS 2. Siswa A mendapatkan LKS 1 sedangkan siswa B mendapatkan LKS 2 dan memberikan batas waktu untuk mengerjakannya.
Sedangkan pembelajar tipe A bertindak sebagai pendengar untuk mengambil hal-hal penting dari informasi yang diberikan oleh pembelajar tipe B. Guru meminta salah satu siswa secara acak untuk menyampaikan hasil diskusi pada LKS 1 dan LKS 2. Guru meminta siswa tipe A sebagai narasumber. menyampaikan hasil LKS 1 kepada siswa tipe B Sedangkan siswa tipe B berperan sebagai pendengar untuk mencatat hal-hal penting dari informasi yang disampaikan oleh siswa tipe A. Berganti peran, guru meminta siswa tipe B sebagai narasumber untuk menyampaikan hasil LKS 2 untuk siswa tipe A. Sedangkan pembelajar tipe A bertindak sebagai pendengar untuk mengambil hal-hal penting dari informasi yang diberikan oleh pembelajar tipe B. Guru meminta salah satu siswa secara acak untuk menyampaikan hasil diskusi pada LKS 1 dan LKS 2. Guru membimbing kelompok saat mengerjakan LKS.
Sasaran Penelitian
Rencana Tindakan
Jenis Instrumen dan Cara Penggunaannya
Instrumen observasi dalam penelitian tindakan kelas merupakan pedoman bagi pengamat dalam mengamati hal-hal yang akan diamati. Checklist adalah pedoman observasi yang mencantumkan semua aspek yang akan diamati agar tetap menjadi observer. Tes digunakan untuk mengumpulkan data penelitian tentang hasil belajar atau hasil belajar.33 Tes biasanya digunakan untuk mengumpulkan data untuk meningkatkan hasil belajar.
Tes hasil belajar ini diberikan kepada siswa setelah siswa mempelajari materi.34 Tes digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah mengalami proses pembelajaran cooperative scripted. Berikut kisi-kisi soal tes yang akan diberikan kepada siswa untuk mengukur hasil belajar. Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pilihan ganda yang terdiri dari 10 item, setiap item jika dijawab dengan benar diberi skor 10 dan jika dijawab salah diberi skor 0.
Dengan diberikannya tes ini, peneliti dapat menentukan nilai tes tersebut, dan dapat melihat benar dan salahnya siswa setelah diberikan tes tersebut.
Pelaksanaan Tindakan
Cara Pengamatan
Analisis data dilakukan untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran Cooperative Type Scrip. Seorang siswa dikatakan tuntas jika telah mencapai skor 70% dari total skor yang diberikan dan dapat dijawab atau dengan nilai 70. Refleksi merupakan tinjauan kritis terhadap perubahan yang dilakukan baik terhadap siswa, suasana kelas, dan proses pembelajaran.
Dalam penelitian ini refleksi yang dilakukan peneliti adalah bagaimana hasil belajar siswa dalam menggunakan strategi pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa dengan melihat hasil tes (analisis data) dan kekurangan apa saja yang ditemukan dalam proses pembelajaran. Refleksi juga akan dilakukan pada setiap siklus, jika ada kekurangan pada siklus 1 akan diperbaiki pada siklus II dan seterusnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam penelitian ini peneliti ingin mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran cooperative learning.
Sehingga dapat kita lihat aktivitas dan hasil belajar siswa meningkat setelah siswa menerima pembelajaran dari guru dengan memberikan soal ulangan atau evaluasi belajar pada setiap akhir siklus.
Deskripsi Setting Penelitian
SMP Negeri 2 Kediri memiliki fasilitas berupa halaman sekolah, lapangan olah raga, taman sekolah dan bangunan seluas 1.254 m2 serta pagar keliling (tembok) seluas 500 m2. Untuk penyediaan buku dan koleksi lainnya, SMP Negeri 2 Kediri mendapat bantuan dari (1) proyek pembelian buku dari pusat, (2) pembelian sendiri oleh pihak sekolah, (3) sumbangan dari para lulusan. Ruang guru SMP Negeri 2 Kediri terletak di sebelah selatan lapangan basket atau di samping gedung.
SMP Negeri 2 Kediri memiliki fasilitas dan perlengkapan olahraga seperti lapangan voli dan perlengkapannya, lapangan basket dan perlengkapannya, lapangan lompat jauh. SMP Negeri 2 hanya memiliki 1 tempat parkir lokal yaitu untuk parkir sepeda motor guru SMP Negeri 2 Kediri sedangkan untuk siswa tidak ada tempat parkir karena siswa dilarang membawa sepeda motor. 13 Siti jana Sitania, S.Pd Lab IPA Terpadu Koordinator IPA 14 Halian As'a Kemahasiswaan IPS Terpadu Ur.
Untuk menampung pelajar, SMP Negeri 2 Kediri mempunyai 12 selari yang setiap satunya terdiri daripada: Kelas VII 4 selari, Kelas VIII 4 selari dan Kelas IX 4 selari. 39.
Hasil Penelitian
Setelah mengetahui kekurangan-kekurangan yang terjadi pada siklus I, peneliti melakukan perbaikan terhadap pelaksanaan siklus II. Dari tabel di atas terlihat bahwa jumlah ketuntasan langkah pembelajaran pada siklus II adalah 15 dari 17 langkah pembelajaran dengan persentase 88%, sehingga dapat disimpulkan pada siklus II terjadi peningkatan dari siklus I. 2) Data tentang hasil kegiatan belajar siswa. Namun masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan siklus II ini yang tentunya merupakan perbaikan pada siklus III.
Pengamatan pelaksanaan RPP dilakukan seperti pada siklus I dan II yaitu oleh guru mata pelajaran dan teman sejawat. Dilihat dari aktivitas siswa pada Siklus III dibandingkan dengan Siklus I dan II menunjukkan adanya perubahan yang lebih baik. Dari tabel di atas terlihat bahwa jumlah ketuntasan langkah pembelajaran pada siklus III adalah 15 dari 17 langkah pembelajaran dengan persentase 88%, sehingga dapat disimpulkan pada siklus III terjadi peningkatan dari siklus II.
Pelaksanaan pembelajaran pada siklus III mengalami peningkatan setelah dilakukan perbaikan terhadap kekurangan pada siklus II.
Pembahasan
Karena kesempurnaan pembelajaran belum tercapai pada siklus pertama, maka kegiatan tindakan dilanjutkan pada siklus kedua. siklus dengan perbaikan seperti yang disarankan oleh observer dan perbaikan hal-hal yang belum dilaksanakan pada siklus I ini, selain menerapkan pendekatan dan bimbingan khusus, pemberian tugas terbimbing pada saat siswa melakukan diskusi. Oleh karena itu peneliti ingin memperbaiki tata tertib siswa dan menimbulkan respon dan semangat siswa dalam proses pendekatan sesuai refleksi pada siklus I, kemudian pada siklus II dilakukan tindakan yang merupakan perbaikan dan perbaikan terhadap kekurangan yang muncul. pada siklus I. Berdasarkan hasil analisis pada siklus II.
Artinya ketuntasan belajar siswa belum sesuai dengan ketuntasan yang ditetapkan, kalaupun ada peningkatan pada siklus II, peneliti akan terus melakukan perbaikan pada siklus berikutnya. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus I, siklus II yaitu sebagian besar jumlah siswa yang tidak dapat mempersepsi, mengembangkan, mengolah dan mengungkapkan hasil belajarnya serta dapat mengkomunikasikannya, maka pada siklus III guru lebih menekankan kepada siswa dalam bimbingan dan memimpin siswa dalam belajar, terutama dalam komunikasi dan pengolahan hasil belajar. Pada siklus III diperoleh hasil nilai tertinggi 90 dan terendah 60 dari 26 siswa kelas VII D yang memperoleh ketuntasan belajar sebanyak 24 siswa dan 2 siswa tidak tuntas.
Hal ini terlihat dengan mengamati aktivitas siswa yang dilakukan pada siklus III dimana siswa pada siklus I mencapai skor 53,33% dan dikategorikan kurang aktif, maka dilakukan perbaikan lebih lanjut pada siklus II untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan setelah dilakukan perbaikan dilakukan untuk bersepeda. II hasil yang diperoleh adalah 66.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran
Setelah membaca teks atau rangkuman materi yang diberikan guru, siswa dapat menjelaskan pengertian ekosistem. Guru mengevaluasi hasil belajar siswa setelah mempelajari materi yang diberikan guru dengan mempresentasikan hasil kerjanya. Siswa mampu menjelaskan perubahan lingkungan akibat pencemaran setelah mempelajari materi yang diberikan guru.
Guru mengevaluasi hasil belajar siswa setelah mempelajari materi yang diberikan guru dengan mempresentasikan hasil kerjanya. Siswa memperhatikan penjelasan topik 4 Kegiatan d. siswa di LKS sesuai petunjuk penggunaan LKS LKS. Siswa memperhatikan pelajaran dengan cermat selama proses belajar mengajar berlangsung c. Siswa mencoba menjawab pertanyaan dengan benar dengan guru guru.
Siswa mengerjakan soal LKS sesuai dengan waktu yang telah ditentukan 5 Partisipasi a. siswa pada akhir materi yang telah dibahas. mempelajari kesimpulan yang salah sebelumnya.