Peraturan Daerah Kabupaten Purworejo Nomor 18 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Purworejo (Berita Daerah Kabupaten Purworejo Tahun 2012 Nomor 17). Bagian ini menguraikan identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi Pelayanan Perangkat Daerah sebagai landasannya.
Fungsi
Struktur Organisasi Kecamatan Butuh
Departemen Manajemen dipimpin oleh seorang Kepala Departemen yang berada di bawah Sekretaris dan bertanggung jawab kepada Camat, yang tugas utamanya menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis, serta pembinaan dan bimbingan di bidang pengelolaan. pemerintahan umum, Desa dan/atau Kelurahan, dan penduduk yang meliputi. Bidang Kemasyarakatan dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Camat melalui Sekretaris yang tugas pokoknya menyiapkan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan.
Tata Kerja
Kelompok fungsional jabatan dipimpin oleh seorang staf fungsional senior sebagai ketua kelompok dan bertanggung jawab kepada camat, mempunyai tugas pokok sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kelompok jabatan fungsional terdiri dari beberapa rekan fungsional yang terbagi dalam beberapa kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.
Kepegawaian
Bagan Struktur Organisasi Kecamatan Butuh
Sumber Daya Kecamatan Butuh
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Kabupaten harus didukung oleh sumber daya yang dimilikinya yang meliputi sumber daya manusia dan aset/modal, sumber daya tersebut adalah sebagai berikut: 1) Sumber Daya Manusia. Kebutuhan pegawai Kabupaten berjumlah 47 orang yang terdiri dari 18 orang pegawai Kecamatan dan 29 orang PNS sekretaris desa serta 1 orang pekerja kontrak.
Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah
- Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Perangkat Daerah
Uraian anggaran pada tahun - Realisasi anggaran pada tahun Rasio antara realisasi dengan anggaran tahunan. Kebutuhan Tabel 2.5 menunjukkan bahwa realisasi dan rasio anggaran tahun 2011-2015 untuk belanja langsung dan tidak langsung rata-rata mencapai 96% sehingga tergolong baik. Kinerja tersebut didukung oleh tingkat ketertiban/disiplin pengelolaan keuangan; ketertiban/disiplin dalam pelaksanaan program/kegiatan; sumber daya perangkat;.
Rasio realisasi terhadap anggaran pendapatan yang mencapai 99% juga merupakan pencapaian yang baik, mengingat Kabupaten Butuh bukanlah lembaga penghasil sesuai tupoksinya. Dari tabel di atas terlihat bahwa sasaran kinerja Renstra 2011-2015 dapat tercapai sebesar 100% untuk setiap indikator kinerja, tergantung tugas pokok dan fungsi Kabupaten Butuh. Keberhasilan ini dicapai melalui dukungan dan partisipasi seluruh pihak/stakeholder yang berkepentingan di Kecamatan Butuh (Pemerintah Kabupaten Purworejo, Muspika/dinas/instansi di tingkat Kecamatan Butuh, seluruh komponen masyarakat Kecamatan Butuh) dan komitmen dan kerja keras seluruh pimpinan dan staf/pegawai Kecamatan Butuh dalam melaksanakan program dan kegiatan yang direncanakan.
Dalam mengidentifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsinya menggunakan analisis lingkungan strategis (SWOT/Analisis Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman).
Analisis Lingkungan Internal a. Faktor Kekuatan (Strong)
Renstra Daerah Kebutuhan pengembangan teknologi informasi tidak dipenuhi oleh semangat belajar dari mayoritas pegawai yang ada. Rencana strategis daerah memerlukan kondisi sosial yang tidak merata, baik tingkat sosial ekonomi, . Pendidikan dan hal lainnya mempengaruhi cara berpikir.
Kondisi yang diinginkan dan Proyeksi Kedepan
Kondisi yang diinginkan
Rencana Strategis Daerah Diperlukan d) komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan untuk... melaksanakan perencanaan pembangunan yang melibatkan masyarakat. e) Membangun komitmen dan konsistensi dalam melaksanakan dokumen perencanaan yang telah disepakati.
Proyeksi kedepan Kecamatan Butuh
Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi
Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, kabupaten perlu sesuai dengan Peraturan Bupati Purworejo Nomor 105 Tahun 2013 tentang Uraian Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Kecamatan di Lingkungan Kabupaten Purworejo, mempunyai peluang pula. sebagai tantangan untuk meningkatkan kualitas pencapaian kinerja, yaitu. Selama 6 (enam) tahun ke depan, Kabupaten Need akan berkomitmen untuk lebih responsif, kreatif dan inovatif terhadap perubahan di tingkat lokal, nasional, regional, dan internasional. Era globalisasi, suka atau tidak, siap atau tidak, sudah di depan mata, oleh karena itu perencanaan pembangunan harus selalu memperhatikan permasalahan dan permasalahan yang mungkin dihadapi masyarakat di masa depan, sehingga arah.
Untuk itu harus dilengkapi dengan perencanaan yang matang dan menyeluruh agar arah pembangunan sejalan dengan tujuan pembangunan daerah. Dengan memperhatikan isu-isu pembangunan dan permasalahan yang dihadapi, diharapkan kualitas penyelenggaraan Kabupaten Kebutuhan akan menuju ke arah good governance dan clean governance sehingga berdampak pada kualitas pembangunan daerah. Kondisi aktual yang menjadi fokus tahun 2016-2021 berdasarkan hasil evaluasi tahun 2014, secara umum permasalahan dan permasalahan yang dihadapi adalah sebagai berikut.
Membangun komitmen dan integritas seluruh pegawai untuk senantiasa meningkatkan kualitas dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, mengikuti perkembangan teknologi dan tuntutan sosial.
Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan wakil kepala daerah terpilih
Menerapkan kebijakan pola kerja, pola pengembangan pegawai yang sesuai dengan potensi dan kondisi sebagai kontribusi Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam mengambil atau memutuskan kebijakan strategis untuk kepentingan masyarakat. Terwujudnya Kabupaten Purworejo sebagai pintu gerbang perekonomian utama Provinsi Jawa Tengah bagian selatan berbasis pertanian, pariwisata, industri dan perdagangan. Menjadikan Kabupaten Purworejo menjadi kabupaten yang memiliki aparatur pemerintahan yang mampu menyelenggarakan pemerintahan yang baik, bersih, dan partisipatif yang bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan publik;
Mewujudkan desa di Kabupaten Purworejo sebagai pusat pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah.
Telaahan Renstra Kecamatan dikaitkan dengan Renstra Kabupaten
Renstra Kecamatan Tahun 2016-2021 disusun berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Purworejo. Sedangkan pada skala Organisasi Perangkat Daerah, Renstra menjadi acuan kecamatan dalam penyusunan rencana kerja tahunan. Berdasarkan kajian Renstra Kabupaten Purworejo, faktor penghambat atau pendorong pelayanan perangkat daerah yang mempengaruhi permasalahan pelayanan perangkat daerah ditinjau dari sasaran jangka menengah Renstra Kabupaten Purworjo sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Kabupaten Purworejo. Kabupaten Kebutuhan ditunjukkan sebagai berikut pada Tabel 3.1.
Menuju tercapainya visi, misi dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Visi : “Mewujudkan Kabupaten Purworejo yang semakin sejahtera berbasis pertanian, pariwisata, industri dan perdagangan yang berwawasan budaya, lingkungan hidup, dan sosial ekonomi.” 1 Misi 1 Menjadikan Kabupaten Purworejo sebagai kabupaten dengan aparatur pemerintahan yang mampu menyelenggarakan pemerintahan yang baik, bersih, dan partisipatif yang bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan publik. Visi : “Mewujudkan Kabupaten Purworejo yang semakin sejahtera berbasis pertanian, pariwisata, industri dan perdagangan yang berwawasan budaya, lingkungan hidup, dan ekonomi masyarakat.”
Visi : “Mewujudkan Kabupaten Purworejo yang semakin sejahtera berbasis pertanian, pariwisata, perindustrian dan perdagangan yang berwawasan ekonomi, budaya, lingkungan hidup, dan kemasyarakatan.”
Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah 1. Pengertian
- Strategi dan Arah Kebijakan Pengembangan Wilayah Kabupaten Purworejo Tahun 2016-2021
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Purworejo berfungsi sebagai pedoman bagi: . A. pengembangan dan acuan penyusunan rencana pembangunan jangka panjang daerah dan rencana pembangunan jangka menengah daerah; . B. penetapan kebijakan dasar pemanfaatan ruang pada kawasan regional; .. C. pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang pada kawasan regional; . D. mewujudkan keterpaduan, keterpaduan dan keseimbangan pembangunan antar subwilayah, antar kawasan strategis dan keselarasan antar sektor; . e. mengarahkan letak dan fungsi ruang untuk investasi pemerintah daerah dan/atau masyarakat; . F. penertiban izin mendirikan bangunan untuk pembangunan; .. Tn. penyiapan rencana kawasan strategis daerah yang lebih rinci; Dan . H. penyiapan rencana penanggulangan bencana dan rencana perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Strategi utama pembangunan daerah ada 2 (dua) yaitu pengembangan kawasan strategis daerah melalui pengembangan infrastruktur kawasan strategis dan pelaksanaan pembangunan pedesaan partisipatif. Kawasan strategis yang ditetapkan di Kabupaten Purworejo terdiri atas Kawasan Strategis (KSP) Provinsi Jawa Tengah yang terletak di Kabupaten Purworejo dan Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) Purworejo.
KSK Purworejo terdiri atas kawasan strategis bagi pertumbuhan ekonomi, kawasan strategis bagi kepentingan sosial budaya, dan kawasan strategis bagi fungsi dan daya dukung ekologi. Kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan strategis bagi pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Purworejo adalah Pusat Kegiatan Promosi Daerah (PKLp) yang direncanakan di kawasan perkotaan Kecamatan Purwodadi dan Kemiri, Kawasan Maritim Terpadu (KBT), kawasan agropolitan, dan kawasan perbatasan. Rencana tata kota di Kabupaten Purworejo terdiri atas Pusat Kegiatan Lokal (PKL), Pusat Kegiatan Promosi Lokal (PKLp) dan Pusat Pelayanan Daerah (PPK).
3 PKLp Kota Purwodadi Kabupaten Purworejo khususnya Kecamatan Bagelen, Nkombol, Banyuurip 4 PPK Kota Bener Seluruh desa di kecamatan tersebut.
Penentuan Isu - Isu Strategis
Kota pertanian di kawasan pertanian merupakan pusat kegiatan pelayanan di kawasan pertanian, yang terdiri dari kota pertanian utama dan kota pertanian. Berdasarkan identifikasi masalah, perhatian terhadap lingkungan strategis dan pertimbangan kriteria penentuan masalah seperti pada tabel di bawah ini, maka permasalahan strategis yang mempunyai peranan penting/strategis diselesaikan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan daerah tahun 2016-2021 di daerah. . pelaksanaan urusan pemerintahan Fungsi penunjang dalam pelaksanaan tugas camat adalah sebagai berikut. Penetapan isu-isu strategis pelayanan pemerintah daerah dilakukan dengan metode pembobotan dengan cara sebagai berikut: a.
Uji isu-isu strategis terhadap kriteria yang ditetapkan berdasarkan skala ini dengan melengkapi tabel sebagai berikut. Hitung rata-rata skor/bobot setiap isu strategis dengan menjumlahkan nilai setiap isu strategis dibagi jumlah peserta seperti terlihat pada tabel di bawah ini. Penentuan isu-isu strategis dilakukan dengan memetakan isu-isu strategis ke dalam kalimat atau kalimat isu strategis.
Jadi, Isu Strategis Pembangunan Daerah Jangka Menengah Sesuai dengan Pelaksanaan Fungsi Pendukung Urusan Pemerintahan Dalam Pelaksanaan tugas Camat adalah Pemerintahan Daerah.
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Kecamatan Butuh
Strategi merupakan langkah-langkah yang memuat program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi perangkat daerah. Perumusan strategi juga harus menunjukkan keinginan yang kuat bagi Perangkat Daerah untuk menciptakan nilai tambah bagi pemangku kepentingan pelayanan. Mengarahkan pemilihan kegiatan pada program prioritas yang menjadi tugas dan fungsi Perangkat Daerah secara lebih tepat dan rasional berdasarkan strategi yang dipilih dengan memperhatikan faktor-faktor yang menentukan keberhasilan pencapaian sasaran; Dan.
Mengarahkan pemilihan kegiatan pada program prioritas yang menjadi tugas dan fungsi perangkat daerah agar tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan dan kepentingan umum. Rumusan kebijakan yang diambil Kabupaten Butuh dalam mencapai tujuan strategisnya periode 2016-2021 adalah: “Meningkatkan kualitas koordinasi dan pembinaan dalam pemerintahan, pembangunan, kemasyarakatan, trem dan pemberdayaan masyarakat di segala bidang pekerjaan, meningkatkan mutu pelayanan terpadu dalam tubuhnya”. Kebijakan internal adalah kebijakan perangkat daerah dalam upaya meningkatkan tugas pokok dan fungsi organisasi.
Kebijakan Eksternal yaitu kebijakan yang dikeluarkan oleh Perangkat Daerah untuk mengatur, mendorong dan memperlancar kegiatan masyarakat.
Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan dengan kegiatan
Program Penyusunan Data Dasar Pembangunan a. Penyusunan Data Dasar Pembangunan;
Program Pembinaan Desa/Kelurahan
Program Pelayanan Masyarakat a. Pelayanan Terpadu Kecamatan
Indikator Kinerja
Perlunya penetapan indikator kinerja adalah agar terdapat proses wajar yang digunakan baik oleh pelaksana maupun manajer dalam mengelola upaya organisasi untuk mencapai hasil atau kinerja yang tinggi. Indikator kinerja perangkat daerah merupakan cerminan hasil program dan kegiatan prioritas yang telah direncanakan dan diukur.
Kelompok Sasaran
Sasaran Sasaran Indikator sasaran program dan kegiatan Indikator kinerja program (hasil) dan indikator kinerja kegiatan (output) Data capaian pada tahun perencanaan awal. Indikator kinerja tersebut menunjukkan kinerja yang akan dicapai Kabupaten Butuh dalam enam tahun ke depan sebagai komitmen mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD. Indikator kinerja Kabupaten Kebutuhan yang mengacu pada maksud dan tujuan RPJMD disajikan pada Tabel 6.1 di bawah ini.