Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pemberian pupuk kompos kulit kopi dengan waktu inkubasi berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial, dengan waktu inkubasi berbeda-beda dan terdiri dari 12 taraf. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah diameter batang, jumlah buah per tanaman sampel, panjang buah per tanaman sampel (cm), bobot buah per tanaman sampel (kg), produksi buah per petak (kg).
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: 1) Perlakuan pemberian kompos dengan kulit kopi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun. Pertama-tama penulis ingin mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan kekuasaan-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi ini berjudul “Respon aplikasi kompos kulit kopi pada interval waktu yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L.)”.
Zulheri Noer, Anggota DPR, selaku Pembimbing II bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing penulis dan banyak memberikan saran dan masukan yang bermanfaat dalam menyelesaikan tugas ini. Kepada Bapak Nazaruddin tercinta dan Ibu Jamilah Ramud yang telah berjuang keras dan selalu memberikan doa dan dukungan baik berupa akhlak maupun akhlak kepada penulis dan tidak banyak kata yang dapat terucap. Kepada semua teman-teman yang telah membantu dan mendukung penulis dalam penyusunan skripsinya, khususnya teman-teman Agrotehnika sampai dengan tahun ke-15.
Terima kasih kepada sahabat karib saya Ade Yuliani Firdaus yang telah mendampingi peneliti dalam melaksanakan penelitian ini, serta selalu mendukung, menyemangati, memotivasi, selalu ada disaat suka maupun duka, bersedia mendengarkan keluh kesah peneliti, dan bersedia mendengarkan keluh kesah peneliti. bersedia membantu peneliti menyelesaikan skripsi ini.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat Penelitian
Rendahnya produktivitas tanaman mentimun di Indonesia juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain faktor iklim, teknik budidaya seperti pengolahan tanah, pemupukan, pengairan, serta serangan hama dan penyakit (Sumpena, 2001). Hal ini dikarenakan curah hujan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan bunga mentimun rontok (Septiyayan, 2011). Limbah kulit buah kopi mengandung kadar bahan organik dan unsur hara yang dapat memperbaiki sifat tanah.
Limbah kulit kopi selain bermanfaat dalam bidang pertanian dapat meningkatkan kesuburan tanah, merangsang pertumbuhan akar, batang dan daun, juga bermanfaat dalam bidang peternakan dan perikanan yaitu sebagai tambahan nutrisi protein dan serat pada pakan ternak. Limbah padat kulit buah kopi ini mengandung bahan organik dan unsur hara yang dapat memperbaiki struktur tanah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengelola banyaknya limbah kulit kopi adalah dengan mengolah limbah kulit kopi menjadi kompos sebagai energi bagi tanaman (Sri S.H. et al., 2007).
Berdasarkan uraian di atas, peneliti bertujuan untuk meneliti respon penambahan pupuk kompos kulit kopi pada interval waktu aplikasi yang berbeda terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L). Apakah pemberian kompos kulit kopi berpengaruh terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun (Cucumis sativus L).
TINJAUAN PUSTAKA
- Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L .)
- Tanah
- Morfologi Tanaman Mentimun .1 Batang .1Batang
- Daun
- Buah
- Biji
- Akar
- Kompos Kulit Kopi
- Waktu dan Tempat Penelitian
- Bahan dan Alat
- Metode Penelitian
- Metode Analisa
- Pelaksanaan Penelitian
- Pembuatan Kompos Kulit Kopi
- Persiapan Lahan
- Pembuatan Lubang Tanam
- Penanaman Benih Mentimun
- Pemeliharaan Tanaman Mentimun 1. Penyiraman 1.Penyiraman
- Penyulaman
- Pengajiran
- Penyiangan
- Aplikasi Kompos Kulit Kopi
- Jumlah Buah per Tanaman Sampel
- Panjang Buah per Tanaman Sampel (cm)
- Berat Buah per Tanaman Sampel (kg)
- Produksi Buah Per Plot (kg)
Pertumbuhan tanaman mentimun yang optimal memerlukan iklim kering, sinar matahari yang cukup (area terbuka), dengan suhu berkisar antara 21,1o -26,7oC. Tanaman mentimun kurang tahan terhadap hujan yang terus menerus, karena akan menyebabkan bunga yang terbentuk akan rontok dan tidak akan berbuah, oleh karena itu perlu perawatan yang intensif, bila suhu siang dan malam berbeda jauh hal ini akan mempermudah. Pada dasarnya hampir semua jenis tanah yang digunakan untuk lahan pertanian cocok untuk ditanami mentimun.Untuk mendapatkan produksi yang tinggi dan kualitas yang baik, tanaman mentimun memerlukan tanah yang subur, gembur, banyak mengandung humus, tidak tergenang air dan mempunyai pH yang bervariasi. antara 6 -7.
Pada pH tanah dibawah 5,5 maka akan terjadi gangguan penyerapan unsur hara pada akar, sehingga pertumbuhan tanaman akan terganggu, dan pada tanah yang terlalu asam tanaman mentimun akan mengalami klorosis. Sebagai limbah padat industri kopi, kulit kopi dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan organik dalam tanah jika sebelumnya telah dikomposkan. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari biji timun, kulit kopi arabika, gula merah, EM4, air, bambu.
Jumlah ulangan : 3 ulangan Jumlah petak percobaan : 36 petak Jumlah tanaman per petak : 9 tanaman Jumlah tanaman sampel per petak : 3 tanaman. Untuk mengolah limbah kulit kopi menjadi kompos diperlukan bahan sebanyak 100 kg, molasses sebanyak 250 ml, EM4 sebanyak 1 liter/ton atau dengan kata lain diperlukan EM4 sebanyak 100 ml. Tata cara kerja yang dilakukan untuk membuat kompos kulit kopi adalah sebagai berikut, pertama siapkan 100 kg kulit kopi, kemudian cincang kulit kopi hingga menjadi partikel yang sangat kecil dengan tujuan untuk mempercepat proses fermentasi.
Kemudian letakkan kulit kopi yang sudah dicacah di atas terpal, homogenkan kulit kopi hingga merata, selain itu tambahkan molasses yang dilarutkan dalam air, lalu campurkan larutan molasses dengan EM4 untuk mengaktifkan mikroorganisme selama 2 sampai 3 jam, lalu tuang ke dalam air. Larutan EM4 dengan campuran molasses diatas kulit kopi yang sudah dihomogenisasi, kemudian ditutup dengan terpal hingga rapat untuk menjaga suhu kelembaban selama proses fermentasi. Pengolahan tanah lainnya melibatkan pemecahan gumpalan besar tanah dengan cangkul untuk mendapatkan tanah gembur. Kemudian didiamkan selama 6 hari dengan tujuan agar kompos kulit kopi menjadi lebih matang dan menyatu dengan tanah sehingga dapat menambah unsur hara yang ada.
Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan cara preventif, yaitu dengan menjaga kebersihan tanah dari gulma yang dapat menjadi inang tanaman mentimun. Jumlah buah per tanaman sampel dihitung pada akhir penelitian dan setelah panen dengan menghitung setiap tanaman sampel per merencanakan. Panjang buah per Tanaman sampel diukur menggunakan meteran dimulai dari pangkal buah sampai ujung buah.
Berat buah per tanaman sampel ditimbang dengan cara menimbang buah pada setiap panen tanaman sampel dengan menggunakan timbangan meja atau timbangan sayur/buah. Produksi buah per petak dilakukan dengan cara menimbang buah pada setiap panen dari tanaman per petak dengan menggunakan timbangan meja atau timbangan sayur/buah.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Saran
Pemanfaatan ampas tebu dan teh sebagai media tanam pertumbuhan tanaman cabai merah keriting (Capsicum annum L.) dibuktikan dengan intensitas penyiraman teh. Laju penguraian dan kualitas kompos limbah padat kopi: Pengaruh aktivator dan bahan baku kompos. Universitas Negeri Jember : Pelita Perkebunan. Kinerja Pertumbuhan dan Hasil Jagung Manis (Zea mays Sacharata Sturt) Menggunakan Kompos Kulit Kopi dan Jamur Mikoriza Arbuskula.
Korelasi konsentrasi hara daun nitrogen, fosfor dan kalium dengan produksi buah sebelumnya pada tanaman jeruk pamelo. Respon dosis pupuk kandang Kambing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) varietas Hibrida. Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Jagung (Zea mays L.) Dan Kontribusinya Terhadap Prinsip Dasar Pertumbuhan Dan Perkembangan Tanaman Di SMA/MA Kelas XII IAIN RAden Fatah Palembang : Palembang.
ULANGAN 2 ULANGAN 3