Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia
Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur Melalui Blended
Finance
Jend. TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Republik Indonesia
2 April 2018
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman
Republik Indonesia
Indonesia sebagai Negara Kepulauan Terbesar di Dunia
• 17.500 pulau dengan + 100.000 km garis pantai
• Lebih dari 300 kelompok etnis dengan 700 bahasa
• 220 juta populasi Muslim – terbesar di dunia, namun bbrp daerah terdapat Kristen/katolik dan Hindu sbg mayoritas
• Pembangunan infrastruktur bukan sekedar mendorong pertumbuhan dan pemerataan tapi juga membentuk tali ikatan yang menyatukan kita
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia
3
Sumber Pembiayaan Infrastruktur di Indonesia
Rencana Pembiayaan Pembangunan Infrastruktur 2015-2019
Sumber: Kemenkeu dan Bappenas
• Pada tahun 2015, Bappenas
menyusun RPJMN dengan target
pembangunan infrastruktur sebesar Rp 5,519 trilyun, dimana 40%-nya
bersumber dari APBN.
• Banyak target pembangunan
infrastruktur tersebut relevan dengan pencapaian SDGs, seperti
pengentasan kemiskinan, penyediaan air bersih dan sanitasi, serta
penyediaan infrastruktur untuk mendorong industri.
• Pada kenyataannya, kemampuan APBN diperkirakan lebih kecil (25%) dari yang ditargetkan, sehingga peran swasta diharapkan menjadi lebih besar
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia
Blended Finance Untuk Pembiayaan Infrastruktur Guna Mencapai Target SDGs
• Blended Finance adalah penggunaan secara strategis sumber pembiayaan public untuk memobilisasi pendanaan tambahan dari sektor swasta guna
meraih pembangunan berkelanjutan di negara berkembang.
• Blended finance menggunakan cara- cara inovatif untuk menghasilkan struktur proyek yang memiliki risk- return optimal, dan bukan hanya sekedar mengandalkan struktur pembiayaan tradisional.
• Lembaga donor (i.e Gates Foundation) dan Lembaga pembiayaan multilateral (i.e: World Bank, ADB) sangat penting dalam mendorong Blended Finance
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia
5
Investasi Untuk Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)
• Menurut UN SDG Agenda 2015-2030
dibutuhkan US$ 90 triliun untuk mewujudkan 17 target SDGs, dengan pembiayaan
public/pemerintah hanya US$ 15 triliun (16.67%)
• Oleh karena itu dibutuhkan kombinasi
pembiayaan swasta dan pemerintah dalam untuk mencapai target tersebut. Kombinasi pembiayaan tersebut diharapkan dapat dicapai melalui cara-cara inovatif dalam menyusun struktur proyek dan tidak sekedar
menggunakan pinjaman tradisional.
• SDGs terdiri dari 17 target untuk mencapai transformasi dunia ke arah yang lebih baik.
Secara garis besar target SDGs dibagi menjadi 3, yaitu Manusia (target 1-10), Ekological (11- 15) dan spiritual (16-17)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia
Tantangan Dalam Pembiayaan Infrastruktur di Indonesia
No Tantangan Rencana Mitigasi dari Pemerintah
1 Proyek tidak feasible secara keuangan (i.e IRR atau debt service capacity yang rendah) namun memiliki dampak
ekonomi yang besar terhadap masyarakat
• Viability Gap Fund (VGF) pada periode konstruksi sehingga initial capex dari sektor swasta lebih rendah
• Availability Payment (AP) pada periode operasi untuk mendukung cash flow yang dihasilkan oleh proyek sehingga mampu memberikan return yang baik kepada equity holder atau mampu membayar pinjaman dan bunga
• Subsidi pada periode operasi khusus untuk BUMN
• Periode konsesi max 50 tahun
2 Tingkat suku bunga yang tinggi • Penjaminan kredit dari pemerintah
• 0% capital charge untuk pinjaman kepada proyek yang memperoleh penjaminan pemerintah
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia
COORDINATING MINISTRY FOR MARITIME AFFAIRS 7
Debt Profile Summary Size: IDR 18.1 trn
Rate: 8.25% (fix 3 years) / Benchmark rate + 2.5% (100bps over Govt bond)
Tenor: 15 + 3 years
Member of Lender Syndication:
1. Periode Konsesi
a. Periode konsesi selama 50 tahun (2.7x dari tenor pinjaman
2. Penjaminan Kredit Pemerintah:
a. Unconditional and irrevocable b. Transferrable
c. Mencakup berbagai opsi refinancing.
3. Subsidi berdasarkan arus kas
a. Pemerintah akan memberikan subsidi selama 12 tahun jika arus kas yang
dihasilkan oleh proyek tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan operasi dan debt service
Dukungan Pemerintah
Source: Project Info
Implementasi Blended Finance Dalam Pembiayaan
LRT Jabodebek
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia
1. Target pemenuhan pembiayaan infrastruktur di Indonesia dari Pemerintah diperkirakan hanya mencukupi 25% dari seluruh total pembiayaan. Oleh karena itu, Pemerintah akan berupaya untuk menarik partisipasi pembiayaan dari sektor swasta guna memenuhi sisa kebutuhan pembiayaan.
2. Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah adalah mendorong implementasi dari blended finance melalui penyusunan struktur proyek yang lebih inovatif untuk menarik minat swasta, lembaga donor atau lembaga pembiayaan multilateral dalam membiayai proyek-proyek
infrastruktur yang berkaitan dengan pencapaian SDGs.
3. Saat ini pemerintah telah memberikan penjaminan kredit, subsidi, maupun VGF dan AP untuk proyek-proyek yang memiliki dampak ekonomi yang besar namun memiliki feasibilitas keuangan yang kurang dari cukup, terutama agar biaya bunga pinjaman bisa lebih kecil.
4. Saran dan masukan dari sektor perbankkan sangat diharapkan agar proyek infrastruktur yang ditawarkan pemerintah lebih menarik, terutama terkait dengan mobilisasi pendanaan yang
membutuhkan tenor pinjaman jangka Panjang (>15 tahun) dan suku bunga pinjaman yang lebih rendah.
Kesimpulan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia
Terima Kasih
9
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia
Partisipasi Lembaga Donor dan Lembaga
Pembiayaan Multilateral Untuk Menurunkan WACC
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia
11
Dukungan Pemerintah Untuk Kelayakan Proyek Berdasarkan Arus Kas
Option 1: VGF + AP Hibah Investment costs
Availability Payments:
➢ Hibah for AP for Private Investment
➢ AP for Opex by city
Option 2: Increased VGF Investment costs
➢ AP for Private Investment by city?
➢ AP for Opex by city
Availability Payments:
Option 3: Hybrids with Capex Hibah Investment costs
Availability Payments:
Depending on bundling
➢ Depending on bundling
Investment costs
Option 3a: Full PPP with VGF + Capex Hibah
➢ AP for Private Investment by city?
➢ AP for Opex by city
Availability Payments:
Option 3b: Limited PPP with VGF + Capex Hibah
Investment costs
Availability Payments:
➢ AP for Private Investment by city?
➢ AP for Opex by city
Investment costs
Availability Payments:
➢ AP for Opex by city
Option 3c: Limited PPP with
Capex Hibah (no private capex investment)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia
12
Geothermal Resource Risk Management (GREM) Fund
World Bank/ Multilateral/Bilateral
▪Loan facillity: US$ 325 million
Green Climate Fund (GCF) – Loan Forgiveness
▪Grant facility: US$ 175 million
Geothermal Exploration Drilling Avoided GHG Emissions 5 MtCO2e/year or 150 MtCO2e over
30-years Co-financing
& Grant US$ 650 million
Debt (Private/
SOE)
Equity World Bank 30%
US$ 325 million
Private/
SOE
Debt 70%
PT SMI Co- financing
US$ 150 million Grant /Loan Forgiveness
US$ 175 million
Exploration &
Delineation Exploitation
Province Across Indonesia
Potential 1000 MW
Development Plan RUPTL 2017-2026
PT SMI (Persero)
▪Loan facility: US$ 150 million Regulated under PMK 62/PMK.08/2017
Direct Lending/ SLA
2019
Loan assessment & exploration drilling
2018
Donors are invited to develop the
Indicative Project Structure Indicative Capital Structure
12 Project Description
Project to scale up investment in geothermal energy development and reduce greenhouse gas emissions in Indonesia by developing a risk mitigation scheme, especially in exploration activities by SOEs and private investors
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia
13 Debt
(Private) Subsidy Guarantee (Bonds & Credit)
Private/
SOE Equity
Debt
*) PDF is project preparation facility provided by Ministry of Finance through assignment to PT SMI
Project Development
Facility (PDF*) FacilityGrant Q1 2018
Q2 2018 Pre-Qualification (Bidding process starts)
Q2 2019 Bid Award
Q4 2019 Financial Close
Q3 2018 Request for
Proposal
Q2 2019 Contract Signing
Q1 2020 Construction
Estimated
Project Cost USD 1.2 Billion
Indicative Project Structure
Indicative Capital Structure
•Market Sounding
•Final Business Case
Philanthropy MoT Support
VGF
Targeted SDG goals: by 2030, provide a safe, affordable, accessible and reliable transport system for all.
Equity Investors Donors
Project Description
LRT and BRT project, Medan, is a development of 18 km BRT and 17,3 km LRT providing a safe, affordable, accessible and reliable transportation service within city of Medan
Proyek LRT dan BRT Medan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia
14
National Urban Transport Program
14 Debt
(Private)
Guarantee
Private (Equity)
Private 36%
Grant VGF
City
Estimated Project
Cost USD 8.8 Billion
Indicative Project Structure Indicative Capital Structure
Project Development Facility (PDF*)
*) PDF is project preparation facility provided by Ministry of Finance through
2019
Market Sounding
2018
Project structuring
Project Description Program to develop 10 LRT
& 10 BRT systems
**) Grant & grant chanelling are under discussion
VGF 25%
City 15%
Donors Equity
Investors
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia
Terima Kasih
15