RAJ, Vol 1(3) 2021 : 394-404, http://journal.yrpipku.com/index.php/raj
Copyright © 2019 THE AUTHOR(S). This article is distributed under a a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International license.
ANALYSIS OF BUSINESS STRATEGY MANAGEMENT BUCKET SNACKDF PEKANBARU ANALISIS MANAJEMEN STRATEGI USAHA BUCKET SNACKDF PEKANBARU
Nadia Amanda Putri
1Nur Faidah Putri
2Linda Hetri Suriyanti
3Mentari Dwi Aristi
4Universitas Muhammadiyah Riau, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Pekanbaru, indonesia1234 [email protected],
ABSTRACT
Strategic analysis is an analysis of the business environment (internal and external) with an emphasis on the environmental implications of corporate strategy. It begins with a definition of the mission for the organization. The mission explains why the organization exists and provides context for the strategy to be formulated. Bucket Snack is one of the other gift buckets such as flowers, dolls, and others. This Snack Bucket can also be used as a souvenir by making innovation and creativity to make it look good and beautiful. This Snack Bucket is affordable and useful to eat. With this effort, research can be carried out in order to find out how the strategies are carried out in the future to deal with the weaknesses that occur.
With the analysis of strategic management, it can make it easier for the business to run, because it can find out how to deal with weaknesses and strengths in running a business that is being run. This Snackdf Bucket is a business that has been running for the past 2 years, this bucket is marketed online by posting a bucket, then delivery can be done by COD. The packaging of this bucket also varies from small to large depending on the nominal requested.
Keywords: Strategic Management Analysis, and SWOT Analysis
ABSTRACT
Analisis strategis adalah analisis lingkungan bisnis (internal dan eksternal) dengan penekanan pada implikasi lingkungan terhadap strategi perusahaan. Ini dimulai dengan definisi misi untuk organisasi. Misi menjelaskan mengapa organisasi itu ada dan memberikan konteks terhadap strategi yang akan dirumuskan. Bucket Snack merupakan salah satu hadiah bucket lainnya seperti bunga, boneka, dan lai-lain. Bucket Snack ini juga bisa dijadikan buah tangan dengan membuat inovasi serta kreativitas agar terlihat bagus dan indah. Bucket Snack ini harganya terjangkau dan bermanfaat bisa dimakan. Dengan adanya usaha ini maka dapat dilakukan penelitian agar dapat mengetahui bagaimana strategi yang dilakukan untuk kedepannya untuk menghadapi factor-faktor kelemahan-kelemahan yang terjadi.
Dengan adanya analisis manajemen strategi ini dapat mempermudah usaha yang dijalankan, karena dapat mengetahui bagaimana caranya menghadapi kelemahan serta kelebihan dalam menjalankan usaha yang sedang dijalankan. Bucket Snackdf ini merupakan usaha yang sedang dijalankan dalam 2 tahun ini, bucket ini dilakukan pemasaraan secara online dengan cara memposting sebuah bucket tersebut, kemudian pengantarannya bisa melakukan COD. Pengemasan Bucket ini juga bervariasi mulai dari yang kecil hingga yang besar tergantung dari nominal yang diminta.
Kata Kunci: Analisis Manajemen Strategi, dan Analisis SWOT.
1. Pendahuluan
Analisis strategis adalah analisis lingkungan bisnis (internal dan eksternal) dengan penekanan pada implikasi lingkungan terhadap strategi perusahaan. Ini dimulai dengan definisi misi untuk
395
organisasi. Misi menjelaskan mengapa organisasi itu ada dan memberikan konteks terhadap strategi yang akan dirumuskan.
Usaha bucket snack merupakan salah satu usaha bingkisan yang dikenal pada kalangan milenial yaitu kenang-kenangan atau hadiah berupa bucket. Bucket merupakan hadiah atau kenang-kenangan yang diberikan kepada teman ataupun saudara sebagai tanda bahagia, bertambah usia seseorang seperti saat sedang berulang tahun ataupun saat bahagia atas pencapaian kesuksesannya seperti wisuda, selesai ujian seminar proposal dan ujian seminar hasil dan lainnya, salah satunya yaitu bucket snack.
Bucket snack ini berdiri pada tanggal 14 Maret 2019 dan usaha ini dilakukan sebelum masa pandemi. Usaha ini sudah berjalan 2 tahun yang lalu hingga saat ini yang dimana usaha ini merupakan usaha kecil-kecilan. Usaha ini dilakukan kerena adanya ide, inovasi dan kreatifitas yang pastinya dapat keuntungan yang diinginkan. Bucket Snack ini juga harganya terjangkau dan bermanfaat bisa dimakan. Dengan adanya pandemic permintaan bucket snack mengalami penurunan pesanan apalagi sekarang sudah banyak yang menjual bucket snack. Pengantaran bucket snackdf ini bisa melalui aplikasi serta pengantaran COD.
Perkembangan dunia usaha yang semakin pesat dan kompetitif menuntut perusahaan atau pelaku untuk memiliki daya saing yang sangat tinggi agar tetap eksis dan apalagi dimasa pandemi seperti saat ini pelaku-pelaku usaha serta perusahaan harus mampu menghadapinya. Banyak factor yang dapat mempengaruhui salah satunya yaitu mengahadapi daya saing saat ini karena sudah banyak pelaku usaha.
2. Tinjauan Pustaka
Dalam bisnis perlunya mengetahui hal-hal yang akan mempengaruhi setiap keuntungan yang ingin dicapai, namun sebelumnya kita perlu mengetahui maksud dari hal-hal dalam bisnis seperti istilah COD merupakan singkatan dari Cash On Delivery. Istilah ini memang sering kita jumpai saat sedang melakukan transaksi pembelian secara online. COD sendiri berarti melakukan pembayaran barang pesanan pada saat barang diterima di tempat sesuai dengan alamat pengiriman.
A. Strategi Pemasaran
Menurut David (2011:18-19) Strategi adalah sarana bersama dengan tujuan jangka panjang yang hendak dicapai. Strategi bisnis mencakup ekspansi georafis, diversifikasi, akusisi, pengembangan produk, penetrasi pasar, pengetatan, divestasi, likuidasi, dan usaha patungan atau joint venture. Strategi adalah aksi potensial yang membutuhkan keputusan manajemen puncak dan sumber daya perusahaan dalam jumlah besar. Jadi strategi adalah sebuah tindakan aksi atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau perusahaan untuk mencapai sasaran atau tujuan yang telah di tetapkan.
Menurut Stanton dalam Tambajong (2013:1293), pemasaran adalah suatu sistem dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan produk yang dapat memuaskan keinginan dalam mencapai tujuan perusahaan.
Menurut (Henry Assael, 1990). Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuas kebutuhan debitur merupakan syarat ekonomis dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan. Menurut Sudaryono (2016:43-49), konsep inti pemasaran ada 4, yaitu:
1. Kebutuhan, Keinginan, dan Permintaan
Inti pemasaran yaitu di mulai dengan kebutuhan dan keinginan manusia. Salah satu kebutuhan manusia antara lain seperti, makan, pakaian, tempat tinggal dll. Seperti yang kita ketahui, kebutuhan dan keinginan memiliki arti yang berbeda. Kebutuhan
396
merupakan sesuatu yang dibutuhkan untuk bertahan hidup, sedangkan keinginan merupakan hasrat atau pemuas dari sesuatu yang kita inginakan.
2. Produk, Nilai, Biaya, dan Kepuasan
Apabila kita hendak memenuhi kebutuhan dan keinginan pasti berhubungan dengan produk ataupun jasa. Produk adalah sesuatu barang yang ditawarkan untuk memenuhi dan keinginan manusia. Manusia mempunyai suatu produk bukan dilihat dari fisiknya akan tetapi dilihat dari segi fungsinya. Contohnya apabila kita membeli sebuah microwafe, kita membeli microwafe bukan untuk dicintai akan tetapi untuk memasak yang menjadi kebutuhan manusia.
3. Pertukaran, Transaksi, dan Hubungan
Kebutuhan dan keinginan manusia pada awalnya melalui pertukaran sesama manusia.
Pada zaman dahulu apabila manusia membutuhkan barang maka mereka akan saling bertukar barang (barter) sesuai dengan barang yang mereka butuhkan. Dengan adanya pertukaran ini, adanya transaksi dengan sesama manusia, hal ini transaksi bukan menggunakan uang karena pada zaman dahulu belum ditemukannya uang. Dari hal itulah, maka manusia pada zaman dahulu sangat menjadi hubungan dengan baik.
4. Pasar, Pemasaran, dan Pemasar
Pasar merupakan salah satu tempat bertemunya antara pembeli dan penjual. Di pasar kita dapat menemukan barang yang kita butuhkan dan inginkan dan mampu untuk melakukan 13 pertukaran untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan. Jadi besarnya pasar tergantung jumlah orang yang memiliki kebutuhan, punya sumber daya yang diminati orang lain, dan mau menawarkan sumber daya itu untuk ditukar untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Menurut Kotler dan Armstrong (2014: 76), bauran pemasaran adalah kumpulan alat pemasaran taktis, berupa produk, harga, tempat, dan promosi, yang oleh perusahaan digabungkan untuk menghasilkan respon yang diinginkan di dalam pasar sasaran.
B. Manajemen Strategi
Menurut Robbins (2007:218) manajemen strategis adalah sekelompok keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerja jangka panjang organisasi. Manajemen strategis penting karena dapat membuat perbedaan dalam seberapa baik kinerja suatu organisasi dan berhubungan dengan kenyataan bahwa organisasi dari semua jenis dan ukuran menghadapi situasi yang terus berubah.
Manajemen Strategi Merupakan sekumpulan keputusan dan tindakan manajerial yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas serta capaian perusahaan dalam jangka waktu yang cenderung panjang (Rufaidah, 2012). Manajemen strategik merupakan sebuah pola yang dilaksanakan secara menyeluruh oleh lapisan organisasi serta mengarahkan organisasi menuju pemahaman kelebihan dan kekurangan yang dimiliki untuk bertahan dalam industri (Rufaidah, 2012).
Proses Manajemen Strategi Meliputi 4 tahap menurut (Wheelen & Hunger, 2012) : 1. Analisa Lingkungan
2. Formulasi Strategi 3. Implementasi Strategi
4. Evaluasi dan Pengendalian Strategi
Analisa lingkungan dapat dilakukan dengan analisis SWOT, dengan melihat dari dua perspektif, yakni internal dan eksternal organisasi (Wheelen & Hunger, 2012). Hal yang pertama dilakukan dalam analisa lingkungan internal adalah dengan melihat bagaimana postur strategik perusahaan. Yang pertama dilihat adalah kinerjakeuangan historis, apakah telah memenuhi target perusahaan yang direncanakan. Tidak hanya keuangan, perlu juga dilihat bagaimana
397
kinerja dari fungsi perusahaan yang lain, seperti SDM, pemasaran, dan operasional (Rufaidah, 2012).
Untuk lingkungan eksternal, perlu dilihat secara mikro dan makro, bagaimana kesempatan dan ancaman yang dihadapi organisasi. Tujuan dari dilakukannya analisa lingkungan ini salah satunya adalah untuk melihat keunggulan bersaing dari organisasi. Setelah hal tersebut diketahui, barulah dapat dirumuskan bagaimana formulasi strategi yang baik untuk organisasi.
Formulasi strategi dibagi menjadi tiga jenis yakni strategi korporasi, strategi bisnis dan strategi fungsional. Ketiganya disusun berdasarkan temuan yang didapatkan pada analisa lingkungan.
Setelah itu, baru dilakukan implementasi strategi untuk merencanakan dan merealisasikan strategi tersebut. Bagian terakhir adalah bagaimana melakukan evaluasi dan pengendalian strategi sesuai dengan strategi berjalan dengan metode kualitatif dan kuantitatif (Rufaidah, 2012).
C. Analisis SWOT
Menurut Galavan (2014), analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat) yaitu analisis untuk mendapatkan strategi yang berguna atau efektif yang diterapkan sesuai pasar dan keadaan publik saat itu, peluang (opportunity) dan ancaman (threat) dipakai untuk mengetahui lingkungan luar atau eksternal kemudian kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) yang didapatkan melalui analaisis dalam perusahaan atau internal.
Menurut Irham fahmi, 2013:260 untuk menganalisis secara lebih tentang SWOT, maka dapat dilihat dengan faktor eksternal dan faktor internal yaitu :
Faktor luar perusahaan (Eksternal), yang mempengaruhi terbentuknya peluang dan ancaman dimana faktor ini menyangkut dengan suatu kondisi yang terjadi diluar perusahaan/bisinis yang dapat mempengaruhi dalam pembuatan keputusan yang diambil.
Faktor luar ini meliputi lingkungan bisnis makro, lingkungan industri, hukum, politik, ekonomi dan sosial media.
Faktor dalam perusahaan (Internal), dipengaruhi oleh kekuatan dan kelemahan. Faktor ini menyangkut suatu kondisi didalam perusahaan, dimana dipengaruhi oleh terbentuknya pembuatan keputusan perusahaan. Faktor ini mencakup manajerial fungsional seperti, keuangan, sumber daya, pemasaran, sistem informasi manajemen dan operasional.
Analisis SWOT mengatur kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman utama ke dalam daftar yang terorganisir dan biasanya disajikan dalam kisi-kisi yang sederhana.
Strengths (kekuatan) dan Weaknesses (kelemahan) adalah berasal dari internal perusahaan, hal-hal yang dapat anda kontrol dan dapat berubah. Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman) adalah hal eksternal yang mempengaruhi bisnis atau hal-hal yang terjadi di luar perusahaan.
3. Metode Penelitian
Metode yang digunakan yaitu analisis deskrptif kuantitatif dari usaha Bucket Snack untuk mengetahui kebutuhan produksi seperti bahan dan alat produksi. untuk pembuatan bucket tersebut. Metode analisis deskriptif adalah metode yang digunakan dengan cara menganalisis dan menguraikan untuk menggambarkan keadaan objek yang diteliti yang menjadi perhatian dalam penelitian. Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer dengan melakukan pengamatan secara langsung pada perusahaan dan wawancara secara online dikarenakan karena pandemic Covid-19 dengan pihak pimpinan Bucket Snackdf dan pihak yang ada kaitannya dengan penelitian ini.
Teknik pengumpulan data ialah menggunakan teknik kuantitatif menggambarkan bahwa dari sumber data-data yang tertulis bersifat teoristis dan berhubungan dengan bidang yang diteliti.
Teknik pengumpulan data kuantitatif ini merupakan Teknik yang dilakukan langsung dilapangan.
Langkah-langkah dalam pembuatan bucket snackdf:
398
1. Langkah pertama siapkan semua bahan yang dibutuhkan 2. Potong kardus sesuai bentuk
3. Kemudian atur posisi snack sesuai yang ingin dibuat
4. Rekatkan dengan lem snack tersebut pada posisi dikardus sesuai yang dibuat 5. Agar tidak lepas maka lakukan lem tersebut dibelakang snack
6. Lalu siapkan kain bucket tersebut dibawah potongan kardus yang sudah direkatkan dengan snack tersebut
7. Selanjutnya lipat kain tersebut sehingga berbentuk sesuai yang diinginkan 8. Tata rapi dan sesuaikan bagian atas dan bawa buket
9. Setelah rapi ikat bagian bawah dengan menggunakan pita.
10. Buket snack selesai dibuat.
4. Hasil dan Pembahasan
A. Gambaran Umum Usaha Bucket Snackdf
Usaha Bucket Snackdf merupakan usaha bisnis yang dilakukan oleh anak muda zaman sekarang, Bucket Snackdf didirikan oleh seorang mahasiswi, ia memulai usaha pengusaha Snackdf ini memulai usaha pada 14 maret 2019 ini hingga sekarang yang sudah berjalan 2 tahun hingga sekarang. Kenapa dia memulai usaha bisnis Bucket Snakdf tersebut karena ia terinspirasi pada saat melihat banyaknya orang memberikan bingkisan atau bucket ini sebagai hadiah diberikan kepada seorang anak kuliah yang wisuda di berbagai universitas yang mengadakannya selain itu juga ditujukan kepada orang yang disayang ataupun sebagai ucapan tanda terima kasih terhadap seseorang.
Bucket Snackdf melakukan secara bersama-sama tidak memakai karyawan tetapi dilakukan bersama mama, adeknya, dan keluarganya sendiri. Banyak proses yang dilewati baik dari bahan dan alat yang digunakan, proses pengerjaan, promosi, serta keutungan yang harus didapat apakah mencapai target atau malah kerugian dari hasil strategi yang kurang tepat. Semua itu tergantung banyak atau kurangnya pemesanan yang diperoleh, baik dari promosi yang telah dilakukan dan bagaimana bucket yang dijual ini lebih menarik perhatin para calon pembeli .
Dengan perkembangaan kreativitas para pebisnis muda milenials saat ini pelaku usaha harus benar-benar untuk lebih memperhatikan sebuah analisis SWOT nya agar mengetahui sebuah ancaman, kelemahan, peluang, kekuatannya. Seiring waktu berjalan bucket snack ini terus memperbarui ide, kreatifitas, inovasi dimana awal mulanya hanya bucket snack tetapi juga membuat bucket boneka, uang, rokok dan lain sebagainya sesuai dengan permintaan konsumen, agar dapat mempertahankan usaha ini apalagi pada masa pandemic covid-19 seperti saat ini sehingga dapat bersaing dengan para pesaing yang terus meningkatkan keunggulan di tiap bingkisan bucket yang indah dalam menarik para pelanggannya.
B. Penjualan Bucket Snackdf
1. Alat, Bahan dan Biaya Operasional Lainnya Tabel Daftar Peralatan
Peralatan Harga/satuan Alat lem tembak Rp. 50.000 Gunting Rp. 15.0000
ATK Rp. 45.0000
399 Tabel Bahan Habis Pakai
Tabel 3 biaya Oprasional Operasional Harga/satuan Transportasi Rp. 30.000 Akomodasi Rp. 45.000 Nota Rp. 6.000
Tabel 4 Biaya Lain-lain Lain-lain Harga/satuan Internet Rp. 50.000 Biaya Listrik Rp. 100.000 Kartu
ucapan
Rp. 5.000 Spanduk Rp. 65.0000
2. Pendapatan Yang Diperoleh
Tahun 2019
BULAN JUMLAH Maret Rp. 415.000 April Rp. 1.245.000 Mei Rp. 1.235.000 Juni Rp. 1.415.000 Juli Rp. 1.490.000 Agustus Rp. 350.000 September Rp. 505.000 Oktober Rp. 990.000 November Rp. 995.000 Desember Rp. 280.000 TOTAL Rp. 8.920.000
Tahun 2020, Selama tahun 2020 keuntungan yang diperoleh adalah sebesar Rp. 1.370.000.
Bahan Habis Pakai
Harga/satuan
Snack Rp. 350.000
Lem tembak Rp. 12.0000 Lem fox Rp. 8.000
Kardus Rp. 15.000
Pita Rp. 5.000
Tissu paper basic Rp. 8.000
400
Tahun 2021, Dari awal bulan januari sampai bulan juni jumlah keuntungan yang diperoleh adalah sebesar Rp. 9.294.000.
C. Strategi Komunikasi Pemasaran
Melalui penelitian konsumen Bucket Snackdf dari wawancara yang dilakukan melalui via Whatsapp karena masa pandemi digunakan untuk mendapatkan data kualitatif sesuai metode yang dibahas bagaimana strategi pemasaran Bucket Snackdf dengan cara media sosial, dan Whatsapp.
Melalui Media Sosial yaitu Instagram dan Whatspp Bucket Snackdf
D. Hasil Analisis SWOT
Penelitian ini dilakukan agar mengetahui keuntungan yang didapat mulai dari awal bisnis hingga pada saat masa pandemi. Sehingga, dimasa pandemi permintaan mengalami penurunan disebabkan adanya faktor eksternal serta internal yang mempengaruhinya.
Tetapi bucket snacdf ini masih dapat berjalan agar mempertahankan strategi usaha serta mampu menghadapinya dengan menerapkan analisis SWOT yang telah direncanakan sebagai berikut:
Kekuatan Kelemahan
Pemesanan yang dapat dilakukan melalui aplikasi social media
Pengantaran menggunakan aplikasi maxim jika tidak menjangkau
Menawarkan harga yang terjangkau apalagi pada masa pandemi ini.
Lokasi yang kurang strategis karena diera pandemic
Pemesanan dilakukan dua hari sebelumnya
Untuk menghadapi dua kelemahan ini bucket snackdf melakukan lebih banyak saling berinteraksi lewat social media atau sering untuk memposting usahanya lewat social media kemudian untuk menghadapi pemesanan ini bucket snack harus memiliki stok bucketnya agar konsumen tidak kecewa.
401 Peluang
Memperluas pemesanan seperti di lingkungan perguruan tinggi.
Dapat berkembang pesat dan tidak hanya bucket snack bisa hal lainnya sesuai permintaan calon konsumen.
Dapat keuntungan yang diinginkan.
No Ancaman Pernyataan
1 Adanya pesaing
yang menjual bucket snacnya lebih murah dari bucket snakdf.
Untuk menghadapi: Ancaman ini bucket snackdf melakukan lebih banyak ide, inovasi serta kreatifitas untuk bisa menciptakan hal-hal baru dalam pembuatan Bucket Snacknya, apalagi pada saat pandemi seperti saat untuk menghadapinya harus tetap lebih banyak menciptakan berbagai bentuk dan jenis snacknya.
2 Turunnya minat konsumen untuk membelinya
Untuk menghadapi: Turunnya minat konsumen pembeli, bucket snack ini lebih banyak mempromosikan penjualannya, tidak hanya melalui sosial media, tetapi lebih banyak berbicara dari satu ke yang lainnya agar orang mengetahuinya.
Dari hasil keuntungan tersebut terlihat bahwa pada tahun 2019 merupakan awal mulanya usaha itu dibangun pada bulan maret, keuntungan dari maret sampai akhir bulan desember 2019 produktif setiap bulannya mendapatkan keuntungan, Walaupun ada sedikit naik turunnya keuntungan setiap bulannya.
Pada tahun 2020 awal mula pandemi tepatnya terdapat hasil keuntungan yang sangat menurun dari tahun 2019 ini, tentu saja hal ini sangat jelas berpengaruh pada perekonomian terkhususnya bisnis kecil yang terdampak apalagi yang baru memulai bisnis. Bukan hanya bisnis kecil seperti UMKM saja namun banyak jenis pekerjaan diluar sana yang terdampak.
Pada tahun 2021 keuntungan yang diperoleh syukurlah lebih baik dari tahun 2020, keuntungan meningkat lebih banyak, hal ini tentu saja strategi yang di susun ulang dikarenakan pandemi yang melanda saat ini yang menyebakan turunnya pendapatan pada tahun 2020.
Strategi dengan promosi yang lebih baik seperti iklan promosi dengan gambar yang cantik dan menarik, sikap baik yang ditujukan kepada para pelanggan sehingga menjadikan bisnis yang di punya dikenal oleh banyak orang dengan citra yang baik dan masih banyak strategi untuk menarik perhatian konsumen.
402 E. DOKUMENTASI
Pemilik Usaha Bucket SnackDF
Instagram : @bucketsnackdf_pku
Beberapa Foto-foto Pelanggan
403
Foto-foto lainnya dari Bucket Snackdf
5. Penutup
Analisis strategis pada bisnis menggunakan analisi swot yang mengarah pada lingkungan bisnis (internal dan eksternal) dengan penekanan pada implikasi lingkungan terhadap strategi perusahaan. Ini dimulai dengan definisi misi untuk organisasi. Misi menjelaskan mengapa organisasi itu ada dan memberikan konteks terhadap strategi yang akan dirumuskan.
Bucket Snackdf ini merupakan usaha yang sedang dijalankan dalam 2 tahun ini, bucket ini melakukan pemasaraan secara online dengan cara memposting sebuah bucket tersebut,
404
kemudian pengantarannya bisa melakukan COD atau melalui aplikasi maxim. Bucket ini juga bervariasi dari yang kecil hingga yang besar.
Dengan dilakukannya analisis ini kami dapat mengetahui hal-hal apa saja yang dapat mempengaruhi setiap keuntungan dan kerugian serta langkah apa yang harus diterapkan sehingga bisnis ini dapat berjalan dengan baik. Sehingga dapat bersaing dengan kemampuan kreatifitas menciptakan produk yang sangat indah dan cantik yang dapat menarik hati para pelanggan sehingga memilih untuk membeli bucket snackdf ke bisnis yang kami analisa, serta berkembang pesat di banyaknya para pesaing bisnis yang sama ini.
Untuk memperoleh hasil yang memuaskan dalam bisnis maka tidak akan lepas dari yang mananya strategi pemasaran, jika aspek-aspek dalam strategi pemasaran sudah dipenuhi dengan baik maka akan menghasilkan bisnis yang sesuai dengan ekspektasi. Karena konsepkonsep tersebut tidak boleh diabaikan jika ingin memperoleh keuntungan yang besar dan ingin mengembangkan usaha yang dikelola. Namun jika masih terdapat kekurangan dalam pengelolaan bisnis kita perlu mengevalusi mengenai apa saja tentang konsep-konsep yang kita abaikan atau bahkan tidak kita gunakan.
Dalam melakukan usaha sebaiknya harus bisa menghadapi ancaman-ancaman dari mulai pesaing hingga pemasarannya atau penjualannya. Apalagi pada saat pandemi saat ini maka perlu adanya pertahanan kekuatan dalam melakukan usaha yang dijalankan. Perlunya inovasi baru dalam menciptakan hal-hal baru yang membuat para calon pembeli melirik bucket snackdf pada bisnis ini, Kemudian dengan adanya inovasi, ide serta kreatifitas usaha ini mampu dapat bersaing dengan yang lain karena dapat menciptakan kreasi bentuk baru yang tidak hanya bentuknya sama semuanya.
Maka karena itu pentingnya strategi pemasaran yang baik dan tepat, dimana banyak hal yang harus disusun dengan strategi yang matang demi keberlangsungan, berkembangnya serta majunya bisnis ini walaupun pada masa sekarang ini.
Daftar Pustaka
David, F. R. (2011). Strategic Management. Jakarta: Buku 1 Edisi 12.
Robbins, S. P. Coulter. Mary (2007). Manajemen. Edisi 8. Jilid 2 Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia
Ningrum, A. E. K., Juita, A.I., Yolanda, F., Hersa, N., & Suriyanti, L.H. (2021).Analisis Manajemen Strategi bagi UMKM di Pekanbaru Agar Dapat Bertahan Di Masa Pandemi Covid 19. Jurnal Pendidikan Tambusai. 5(2). 2888-2895.
https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/1314
Kotler, P. & Armstrong. (2014). Principles of Marketing Fifteenth zedition. Harlow: Pearson Education Limited.
Stanton, William J. (2013). Prinsip Pemasaran. Alih Bahasa oleh Buchari Alma. Jilid Satu. Edisi Kesepuluh. Jakarta : Erlangga.
Sudaryono. (2016). Manajemen pemasaran Teori dan Implementasi. Yogyakarta: Andi Rufaidah, P. (2012). Manajemen Strategik (Humaniora (ed.)).
Wheelen, T. L., & Hunger, D. J. (2012). Strategic Management and Business Policy Toward Global Sustainability Thirteenth Edition. Strategic Management and Business Policy Toward Global Sustainability.
Sabariah, Etika. 2016. Manajemen Strategis. PT. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: ALFABETA.
Fahmi, I. (2013). Manajemen Teori, Kasus, dan Solusi. Bandung: ALFABETA.
Galavan, R. (2014). Doing Business Strategy. Ireland: NuBooks.