• Tidak ada hasil yang ditemukan

resistensi baitul mal wattamwil dalam

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "resistensi baitul mal wattamwil dalam"

Copied!
114
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Penelitian

Lembaga keuangan perbankan terdiri dari bank umum (konvensional dan syariah) dan bank perkreditan rakyat (konvensional dan syariah). Sedangkan lembaga keuangan non bank terdiri dari Pasar Modal, Pasar Uang, Koperasi Simpan Pinjam, Masyarakat. BMT UGT Sidogiri Capem Rambipuji merupakan salah satu lembaga keuangan yang terkena dampak pandemi Covid 19.

Fokus Penelitian

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sebagai tolak ukur kemampuan akademik penulis selama menempuh studi di UIN KHAS JEMBER, serta untuk menambah pengetahuan dan pemahaman tentang lembaga keuangan khususnya perbankan syariah. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi sumber bacaan, sumber ilmu bahkan referensi bagi para peneliti khususnya penelitian di bidang penanganan pembiayaan bermasalah oleh lembaga keuangan di masa pandemi seperti Covid 19. Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat. dapat menjadi informasi bagi lembaga untuk mengevaluasi dan menginspirasi mereka untuk meningkatkan kualitas lembaga keuangan.

Definisi Istilah

Dalam berbagai peraturan yang dikeluarkan Bank Indonesia tidak ada definisi atau pengertian “pembiayaan bermasalah” yang diterjemahkan sebagai pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF). Istilah kredit bermasalah biasa digunakan di perbankan Indonesia sebagai terjemahan dari kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) yang juga merupakan istilah. Produk adalah barang atau jasa yang diciptakan dan ditambah kegunaan atau nilainya dalam proses produksi dan menjadi hasil akhir dari proses produksi tersebut.9 Dalam bisnis, produk adalah barang atau jasa yang dapat diperjualbelikan.

8  Tabel 26 Statistik Perbankan Syariah (Islamic Banking Statistics), Oktober 2011.
8 Tabel 26 Statistik Perbankan Syariah (Islamic Banking Statistics), Oktober 2011.

Sistematika Pembahasan

Akad yang digunakan adalah akad yang berdasarkan jual beli (murabahah) atau berdasarkan sewa (ijarah dan kafalah).10. Pandemi adalah suatu epidemi yang terjadi dalam skala yang melintasi batas negara atau epidemi yang menyebar ke mana-mana dalam waktu yang bersamaan dan mencakup wilayah geografis yang luas.11 Penyakit ini telah menjadi masalah bagi seluruh warga dunia. Terkait Covid 19, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa penyakit tersebut merupakan pandemi yang memungkinkan seluruh warga dunia tertular.

KAJIAN PUSTAKA

Penelitian Terdahulu

Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini adalah sama-sama membahas tentang ketahanan bank syariah di masa pandemi Covid-19. Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini adalah sama-sama membahas tentang ketahanan bank syariah di masa pandemi Covid-19. Persamaan penelitian terdahulu dengan penelitian saat ini adalah sama-sama meneliti adanya pembiayaan bermasalah pada lembaga.

Tabel 2.1  Penelitian Terdahulu
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

Kajian Teori

  • Resistensi Baitul Mal Wattamwil (BMT)
  • Non Performing Financing (NPF)
  • Pembiayaan Bermasalah

Salah satu bentuk perlawanan yang dilakukan BMT dalam mengatasi pembiayaan bermasalah adalah penerapan analisis kredit yang berpedoman pada 5C (Karakter, Kapasitas, Modal, Jaminan, Kondisi). Semakin tinggi rasio ini, maka semakin buruk kualitas pembiayaan bank syariah.28 Semakin tinggi NPF, maka semakin rendah kinerja atau profitabilitas bank tersebut. Banyaknya jumlah kredit bermasalah dibandingkan dengan aset produktif dapat menurunkan kemampuan memperoleh pendapatan dari kredit yang diberikan, mengurangi keuntungan dan mempengaruhi bagi hasil penabung atas dana yang disimpannya di bank syariah.

Pembiayaan yang diberikan oleh perbankan syariah harus dilunasi setelah jangka waktu tertentu oleh nasabah yang menerima fasilitas tersebut, dengan imbalan, ujrah, tanpa imbalan atau bagi hasil.29 Fasilitas pembiayaan yang diberikan oleh bank syariah merupakan kegiatan mencari pendapatan produktif syariah. Artinya apabila fasilitas pembiayaan yang diberikan pembiayaan syariah berkualitas baik maka bank syariah akan mendapatkan kembali dana yang disalurkan kepada nasabah, beserta pendapatan berupa imbalan. Diragukan adalah pembiayaan yang memenuhi kriteria: tunggakan pembayaran lebih dari 6 bulan, terdapat cerukan.

Berdasarkan perjanjian dan kesepahaman antara Bank Syariah dengan UUS dan pihak lain yang mewajibkan nasabah yang dibiayai dan mempunyai fasilitas untuk mengembalikan dananya setelah waktu tertentu dengan imbalan (ujrah) atau tanpa imbalan.31. 31 Aye Sudarto, “Penyelesaian Masalah Pembiayaan pada Lembaga Keuangan Syariah Kajian BMT Al Hasanah Lampung Timur,” Perbankan Syariah, Vol. Pemantauan aktif dapat dilakukan melalui kunjungan nasabah secara berkala, pemantauan laporan keuangan secara berkala dan memberikan laporan kunjungan nasabah/call report kepada komisi keuangan, sedangkan pemantauan pasif berupa pembayaran kewajiban nasabah kepada Bank Syariah setiap akhir bulan.

Analisis data peminjam yang tidak akurat yang dilakukan BMT seringkali menjadi penyebab permasalahan pembiayaan.

METODE PENELITIAN

  • Pendekatan dan Jenis Penelitian
  • Lokasi Penelitian
  • Subyek Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Analisis Data
  • Keabsahan Data
  • Tahap-tahap Penelitian

Untuk mengetahui strategi yang dilakukan BMT UGT Sidogiri Capem Rambipuji dalam menangani pembiayaan bermasalah produk UGT MTA pada masa pandemi Covid 19. Untuk mengetahui kendala yang dialami BMT UGT Sidogiri Capem Rambipuji dalam menangani pembiayaan bermasalah produk UGT MTA pada masa Pandemi Covid 19 Perlawanan BMT Sidogiri Capem Rambipuji dalam menghadapi pembiayaan bermasalah produk UGT MTA di masa Pandemi Covid 19.

Kendala yang dialami BMT UGT Sidogiri Capem Rambipuji karena pembiayaan produk UGT MTA bermasalah di masa pandemi Covid 19. Perlawanan dari BMT Sidgoiri Capem Rambipuji menghadapi pembiayaan bermasalah pada produk UGT MTA di masa pandemi Covid 19.

Dan BMT UGT Sidogiri Capem Rambipuji untuk menyelamatkan pembiayaan bermasalah produk MTA UGT melalui realignment, restrukturisasi dan rekondisi.56. Strategi, kebijakan dan inovasi yang diterapkan BMT Sidogiri Capem Rambipuji mampu membuat BMT tetap bertahan dalam menghadapi permasalahan pembiayaan produk UGT MTA di masa pandemi Covid 19. BAGIAN) PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI BMT UGT SIDOGIRI CAPEM RAMBIPUJI.

Bagaimana perlawanan BMT Sidogiri Capem Rambipuji dalam menghadapi kredit macet pada produk UGT MTA di masa pandemi covid 19.

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

Gambaran Objek Penelitian…

BMT Sidogiri Terintegrasi Patungan yang disingkat “BMT UGT Sidogiri” yang kini berubah nama menjadi BMT UGT Nusantara adalah lembaga keuangan syariah yang berbentuk koperasi. Mahmud Ali Zain bersama ustad lainnya mengadakan acara sosialisasi perbankan syariah di Pondok Pesantren Sidogiri dan mengundang narasumber yang ahli di bidang perbankan syariah yaitu Bapak. H. Nama MMU sendiri dipilih karena pada saat itu seluruh pendiri BMT adalah ustad Madrasah Miftahul Ulum (MMU). Pondok Pesantren Sidogiri.

Anggota awal BMT MMU terdiri dari para ustad, pengurus dan pimpinan Pondok Pesantren MMU Sidogiri. Dua tahun BMT menjalankan MMU telah memberikan banyak dampak bagi masyarakat, khususnya komunitas Madarasah Diniyah yang mendapat bantuan guru dari Pondok Pesantren Sidogiri melalui Tugas Guru Urusan. Karena adanya tekanan dari para lulusan Pondok Pesantren Sidogiri, akhirnya pada tanggal 05 Rabiul Awal 1421 H, yang juga bertepatan dengan hari lahir Baginda Nabi Besar Muhammad SAW atau tanggal 22 Juni 2000 M, didirikanlah unit BMT UGT Koperasi Sidogiri. di Jalan Asem Mulyo 48 C Surabaya.

Sejarah BMT UGT Sidogiri Capem Rambipuji bermula dari keputusan BMT pusat untuk mendirikan unit BMT UGT di setiap kecamatan di Jawa Timur. BMT UGT Sidogiri Capem Rambipuji sendiri berlokasi di wilayah Jember tengah, dengan kantor cabang di Ambulu. BMT UGT Sidogiri Capem Rambipuji berdiri pada tahun 2022, dipimpin pertama kali oleh Bapak H. Fathur Rozi.

BMT UGT Sidogiri Capem Rambipuji mendapat modal awal dari BMT Pusat sebesar 250 juta dan seiring berjalannya waktu modal yang diterima BMT UGT Capem Rambipuji adalah 1 Miliar.

Penyajian Data Dan Analisis

Apalagi saat ini pandemi Covid-19 menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap kredit pembiayaan MTA UGT di BMT.45. Bisa dibilang pandemi Covid-19 saat ini menjadi salah satu faktor pembiayaan bermasalah, namun ada juga faktor lain yang dapat menyebabkan pembiayaan bermasalah, baik dari faktor internal BMT maupun dari pihak peminjam. Padahal kendala pembiayaan yang terjadi pada BMT Sidogiri Capem Rambipuji pada umumnya disebabkan oleh anggota yang meminjam.

Di sini, di BMT Sidogiri, Bupati Rambipuji, juga ada prosedur sebelum mendanai UGT MTA ACC kami. Dan pada mekanisme pembiayaan MTA UGT hanya dapat digunakan bagi anggota yang sudah menabung pada BMT disini, hal ini merupakan salah satu strategi BMT untuk mengatasi pembiayaan bermasalah yang pada prakteknya tidak ada jaminannya. Berbagai strategi dilakukan BMT Sidogiri Capem Rambipuji untuk mengatasi tingginya permasalahan pendanaan di masa pandemi Covid 19, khususnya untuk pendanaan MTA UGT yang tidak menggunakan agunan dalam prosesnya sehingga kerugian BMT sangat tinggi.

Kebijakan pembiayaan MTA UGT hanya dapat diakses oleh anggota yang menabung pada BMT di bawah capem Rambipuji untuk mengurangi risiko kerugian. Strategi yang diterapkan BMT Sidogiri Capem Rambipuji dalam mengatasi kendala pembiayaan bermasalah pada produk pembiayaan MTA UGT di masa pandemi Covid 19 tidak selalu berjalan mulus. Disini AOAP cuma aku gan, masalah pendanaan meningkat di masa pandemi seperti ini.

Berdasarkan penjelasan wawancara di atas, kurangnya petugas menjadi kendala penyelesaian pembiayaan bermasalah tersebut.

Pembahasan Temuan…

Kedua, BMT juga menawarkan restrukturisasi kepada anggota yang mengalami kendala pendanaan produk UGT MTA di masa pandemi Covid 19. Dari fakta di atas terlihat bahwa strategi dan inovasi baru BMT UGT Sidogiri Capem Rambipuji berhasil membuat BMT mampu bertahan. dalam menghadapi pembiayaan bermasalah pada produk UGT MTA. di masa pandemi Covid 19. Adanya sistem yang dirasa masih merugikan BMT menjadi faktor internal yang menyebabkan kendala dalam penanganan pendanaan bermasalah pada produk UGT MTA. .

Indikasi yang dihadapi BMT UGT Sidogiri Capem Rambupuji saat ini adalah karena dampak pandemi Covid 19 yang menyebabkan keuangan BMT terpuruk karena banyak anggota yang menarik uangnya untuk kebutuhan hidup. Kendala yang dihadapi BMT Sidogiri Capem Rambipuji dalam menghadapi permasalahan pendanaan produk UGT MTA pada masa pandemi Covid 19 disebabkan oleh beberapa faktor di dalam BMT dan faktor di luar BMT. Kurang optimalnya pengelolaan pegawai juga menjadi salah satu penyebab terhambatnya BMT dalam mengatasi pendanaan bermasalah di masa pandemi Covid-19.

Ketidaktahuan anggota terhadap teknologi dan media sosial juga menjadi kendala BMT mendampingi dan memberikan solusi kepada anggota yang mengalami kendala pendanaan di masa pandemi Covid-19. Strategi apa yang dilakukan BMT agar mampu bertahan menghadapi kredit macet di masa Pandemi Covid-19? Apa saja kendalanya? Berikut pengalaman BMT saat dihadapkan pada kredit macet produk UGT MTA di masa pandemi Covid 19.

Adakah terdapat pelepasan atau sekatan yang diberikan kepada pelanggan yang mempunyai kredit buruk semasa pandemik covid 19.

PENUTUP

Kesimpulan

Melakukan inovasi merupakan langkah yang tepat bagi BMT untuk beradaptasi dengan lingkungan baru seperti pandemi Covid. Ketidakmampuan membaca situasi dan keengganan mengikuti perkembangan teknologi hanya akan membuat suatu institusi tidak mampu bertahan di masa pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 menjadi kemunduran tersendiri bagi BMT, banyak anggota yang menarik tabungannya. dan memberikan kontribusi finansial.

Oleh karena itu, BMT harus memikirkan kembali pemberian modal untuk menyelamatkan pembiayaan bermasalah bagi perusahaan anggota yang dinilai masih memiliki potensi.

Saran

Dampak Pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro Syariah Terhadap Perkembangan Usaha Mikro Kecil (Studi Kasus Koperasi Jasa Keuangan Syariah BMT AL-FATH IKMI, Ciputat, Kota Tangerang Selatan. Analisis Hukum Islam dan Fatwa Nomor 47/DSN-MUI /II/ 2005 tentang penyelesaian pembiayaan macet pada KSPPS BMT Sumber Barokah Mandiri Purwoasri Kediri Penerapan reprogramming, registrasi dan restrukturisasi sebagai upaya penyelesaian pembiayaan bermasalah produk KPR Muamalat iB di Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Masyur Surabaya.

Analisis Kebijakan dan Monitoring Implementasi Dalam Upaya Mengurangi Pembiayaan Murabbahah Bermasalah pada Bank Syariah Bukopin Cabang Suarabaya. Pengaruh kebijakan kredit terhadap kredit bermasalah dan harga saham perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Efektivitas pelaksanaan restrukturisasi kredit sebagai strategi pengurangan kredit bermasalah, studi kasus di Bank BRI Unit Poncowati.

Kebijakan apa yang diambil BMT dalam menghadapi nasabah yang tidak menggunakan produk MTA UGT? Proses wawancara dengan Ust Sainudin selaku AOSP (Acount Official Billing Analysis) BMT UGT Sidogiri Capem Rambipuji.

Referensi

Dokumen terkait