• Tidak ada hasil yang ditemukan

RESPON TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) TERHADAP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "RESPON TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) TERHADAP"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

RESPON TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR BONGGOL

PISANG DAN PUPUK ANORGANIK NPK

SKRIPSI

MUHAMMAD IQBAL 71160713016

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS ISLAM SUMATERA UTARA MEDAN

2021

(2)

i

RESPON TANAMAN KEDELAI (Glycine max (L) TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR BONGGOL

PISANG DAN PUPUK ANORGANIK NPK

Muhammad Iqbal 71160713016

Skripsi Ini Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Menyelesaikan Pendidikan S1 Pada Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

Universitas Islam Sumatera Utara Medan Menyutujui

Komisi Pembimbing

Ir. Arif Anwar, MM Ir. Mindalisma, MM

Ketua Anggota

Mengesahkan

Dr. Ir. Murni Sari Rahayu, MP Dr. Yayuk Purwaningrum, SP, MP

Dekan Ketua Program Studi

Tanggal Lulus Ujian :

(3)

iii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, dengan segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang dengan rahmat, Hidayat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan pendidikan sarjana S1 di Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara, Medan. Dimana skripsi ini disusun berdasarkan keadaan yang sebenarnya dan berpedoman pada referensi yang berhubungan langsung dengan objek yang menjadi bahasan dalam skripsi.

Dengan segala kerendahan hati dan penuh rasa hormat penulis juga mengucapkan terima kasih kepada:

1. Ibu Ir. Mindalisma, MM. Ketua Komisi Pembimbing

2. Ibu Dr. Ir. Murni Sari Rahayu, M.P. Anggota Komisi Pembimbing

3. Ibu Dr. Yayuk Purwaningrum, S.P. M.P. Ketua Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatra Utara.

4. Ibu Dr. Ir. Murni Sari Rahayu, M.P. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatra Utara.

5. Orang tua beserta keluarga ayahanda dan ibunda tercinta atas do’a, kasih sayang, bantuan material, spiritual dan motivasi yang selalu diberikan.

6. Seluruh Dosen dan pegawai Fakultas Pertanian UISU Medan

Penulis menyadari akan adanya kekurangan dalam tulisan ini, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun kesempurnaan skripsi ini.

Medan, 7 Maret 2021

Muhammad Iqbal

(4)

iv

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Penulis bernama Muhammad Iqbal dengan NPM 71160713016.

Dilahirkan di Wonosari, tanggal 20-05-1997, beragama Islam. Alamat Aek Kanopan Jln. Sukaramai Dsn. IV, Provinsi Sumatera Utara.

Orang Tua, Ayah bernama Almarhum Bonar Siphutar/ Arwansyah Lubis dan Ibu Siti Atika. Pekerjaan Ibu Rumah Tangga. Alamat Orang Tua Aek Kanopan Jln. Sukaramai Dsn. IV, Provinsi Sumatera Utara.

Pendidikan formal : Tahun 2003-2009, menempuh pendidikan di SD Muhammadiyah Sukaramai Tahun 2009-2012, menempuh pendidikan di SMP N 2 Kayu Agung, Tahun 2012-2015, menempuh pendidikan di SMK Muhammadiyah 3 Aek Kanopan Pada tahun ajaran 2016/2017. Memasuki Fakultas Pertanian UISU Medan pada program Studi Agroteknologi guna melanjutkam pendidikan S1.

(5)

v DAFTAR ISI

Halaman

RINGKASAN i

SUMMARY ii

KATA PENGANTAR iii

DAFTAR RIWAYAT HIDUP iv

DAFTAR ISI v

DAFTAR TABEL vii

DAFTAR GAMBAR viii

DAFTAR LAMPIRAN ix

1. PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang 1

1.2 Tujuan Penelitian 3

1.3 Hipotesis Penelitian 4

1.4 Kegunaan Penelitian 4

2. TINJAUAN PUSTAKA 5

2.1 Taksonomi Tanaman Kedelai (Glycine max L) 5

2.2 Morfologi Tanaman Kedelai 5

2.3 Syarat Tumbuh Tanaman Kedelai 7

2.4 Peranan Pupuk Organik Cair Bonggol Pisang Terhadap Tanaman 8

2.5 Peranan Pupuk NPK terhadap Tanaman 9

3. BAHAN DAN METODE PENELTIAN 11

3.1 Tempat dan Waktu Penelitian 11

3.2 Alat dan Bahan 11

3.3 Metode Penelitian 11

3.4 Analisa Data Penelitian 12

3.5 Pelaksanaan Penelitian 13

3.5.1 Persiapan Lahan 13

3.5.2 Pembuatan Plot 13

3.5.3 Pengaplikasian Pupuk Organik Cair pada Tanaman 13 3.5.4 Pengaplikasian Pupuk NPK pada Tanaman 14

3.5.5 Perendaman Benih 14

3.5.6 Penanaman 14

3.6 Pemeliharaan Tanaman 15

3.6.1 Penyiraman 15

3.6.2 Penyiangan 15

3.6.3 Penyisipan 15

3.6.4 Pengendalian Hama dan Penyakit 15

3.6.6 Panen 16

3.6 Parameter Pengamatan 16

3.7.1 Tinggi Tanaman (cm) 16

3.7.2 Jumlah Cabang Produktif (cabang) 16

3.7.3 Umur Berbunga (hari) 16

(6)

vi

3.7.4 Jumlah Polong Per Tanaman (polong) 16

3.7.5 Produksi Biji Per Plot (g) 17

3.7.6 Bobot Biji 100 Butir (g) 17

4. HASIL DAN PEMBAHASAN 18

4.1 Tinggi Tanaman (cm) 18

4.2 Jumlah Cabang Produktif (cabang) 22

4.3 Umur Berbunga (hari) 26

4.4 Jumlah Polong Per Tanaman (polong) 27

4.5 Produksi Biji Per Plot (g) 31

4.6 Bobot Biji 100 Butir (g) 35

5. KESIMPULAN DAN SARAN 38

5.1 Kesimpulan 38

5.2 Saran 38

DAFTAR PUSTAKA 39

LAMPIRAN 43

(7)

vii

DAFTAR TABEL

No Uraian Halaman

4.1 Hasil Uji Beda Rataan Pengaruh POC Bonggol Pisang dan Pupuk

NPK terhadap Tinggi Tanaman (cm) pada Umur 5 MST 18 4.2 Hasil Uji Beda Rataan Pengaruh POC Bonggol Pisang dan Pupuk

NPK terhadap Jumlah Cabang Produktif (cabang) 22 4.3 Hasil Uji Beda Rataan Pengaruh POC Bonggol Pisang dan Pupuk

NPK terhadap Umur Berbunga (hari) 26

4.4 Hasil Uji Beda Rataan Pengaruh POC Bonggol Pisang dan Pupuk

NPK terhadap Jumlah Polong per Tanaman (polong) 28 4.5 Hasil Uji Beda Rataan Pengaruh POC Bonggol Pisang dan Pupuk

NPK terhadap Produksi Biji Per Plot (g) 31

4.6 Hasil Uji Beda Rataan Pengaruh POC Bonggol Pisang dan Pupuk

NPK terhadap Bobot Biji 100 Butir (g) 36

(8)

viii

DAFTAR GAMBAR

No Uraian Halaman

4.1 Hubungan POC Bonggol Pisang dengan Tinggi Tanaman 19 4.2 Hubungan Pupuk NPK dengan Tinggi Tanaman 21 4.3 Hubungan POC Bonggol Pisang dengan Jumlah Cabang Produktif 23 4.4 Hubungan Pemberian Pupuk NPK dengan Jumlah Cabang Produktif 25 4.5 Hubungan POC Bonggol Pisang dengan Jumlah Polong Per Tanaman 29 4.6 Hubungan Pupuk NPK dengan Jumlah Polong Per Tanaman 30 4.7 Hubungan POC Bonggol Pisang dengan Produksi Biji Per Plot 32 4.8 Hubungan Pupuk NPK dengan Produksi Biji Per Plot 34

(9)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

No Uraian Halaman

1. Deskripsi Tanaman Kedelai Varietas Anjasmoro 43

2. Bagan Areal Penelitian 44

3. Rataan Data Pengamatan Tinggi Tanaman (cm) 2 MST 45 4. Hasil Analisis Sidik Ragam Tinggi Tanaman 2 MST 45 5. Rataan Data Pengamatan Tinggi Tanaman (cm) 3 MST 46 6. Hasil Analisis Sidik Ragam Tinggi Tanaman 3 MST 46 7. Rataan Data Pengamatan Tinggi Tanaman (cm) 4 MST 47 8. Hasil Analisis Sidik Ragam Tinggi Tanaman 4 MST 47 9. Rataan Data Pengamatan Tinggi Tanaman (cm) 5 MST 48 10. Hasil Analisis Sidik Ragam Tinggi Tanaman 5 MST 48 11. Rataan Data Pengamatan Jumlah Cabang Produktif (cabang) 49 12. Hasil Analisis Sidik Ragam Jumlah Cabang Produktif 49 13. Rataan Data Pengamatan Umur Berbunga (hari) 50 14. Hasil Analisis Sidik Ragam Umur Berbunga 50 15. Rataan Data Pengamatan Jumlah Polong Per Tanaman (polong) 51 16. Hasil Analisis Sidik Ragam Jumlah Polong Per Tanaman 51 17. Rataan Data Pengamatan Produksi Biji Per Plot (g) 52 18. Hasil Analisis Sidik Ragam Produksi Biji Per Plot 52 19. Rataan Data Pengamatan Bobot Biji 100 Butir (g) 53 20. Hasil Analisis Sidik Ragam Bobot Biji 100 Butir 53

21. Dokumentasi Penelitian 54

(10)

41

DAFTAR PUSTAKA

Adisarwanto, 2006. Budidaya Kedelai dengan Pemupukan yang Efektif dan Pengoptimalan Peran Bintil Akar. Penebar Swadaya. Jakarta.

Andrianto, 2004. Budidaya dan Analisis Usaha Tani Kedelai, Kacang Hijau, Kacang Panjang. Absolut, Yogyakarta

Arifin, J. J., M. Asmina, U. Dani. 2017. Pertumbuhan dan Hasil Sembilan Kultivar Unggul Kedelai (Glycine max L. Merrill.) Pada Genangan Air Berbagai Fase Vegetatif dan Fase Generatif. Fakultas Pertanian Universitas Majalengka. Jawa Barat.

Arinong, 2005. Aplikasi Berbagai Pupuk Organik Pada Tanaman Kedelai di Lahan Kering. Sains & Teknologi, Agustus. Bandung: Gowa. Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan.

Badan Pusat Statistik. 2015. Produksi Tanaman Kedelai Seluruh Provinsi di Indonesia. www.bps.go.id. Diakses pada 25 juni 2020

Cheng, 2007. Natural oxidation of black carbon in soils: Changes in molecular form and surface charge along a climosequence. Geochimica et Cosmochimica Acta 72 (2008):1598–1610.

Damanik,. 2011. Kesuburan Tanah dan Pemupukan. Medan. USU Press.

Dwijoseputro, D. 1991. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia, Jakarta

Dwiputra, 2015. Hubungan Komponen Hasil Dan Hasil Tiga Belas Kultivar Kedelai (Glycine max (L.) Merr. Jurnal Vegetalika Vol. 4 No.3.

Eka Afiyanti Rohmah, 2016. Analisis Pertumbuhan Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Varietas Grobogan Pada Kondisi Cekaman Genangan. Jurnal Sains Dan Seni Its Vol. 5, No.2, (2016) 2337- 3520 (2301-928X Print)

Fachruddin, dan Lisdiana, Ir. 2000. Budidaya Kacang-kacangan. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Ginting, 2009. The Utilization Technology on Charcoal as a Soil Conditioning [Project Report]. Bogor: Forest Products Research Centre

Jureni Siregar, 2015 “Pengujian Beberapa Nutrisi Hidroponik Pada Selada (Lactuca sativa L.) Dengan Teknologi Hidroponik Sistem Rakit Apung (THST) Termodifikasi”, Jurnal Teknik Pertanian Lampung Vol, 4 No. 1 : 65-72

Komang Budiyani, 2012 “Analisis Kualitas Larutan Mikroorganisme Lokal (MOL) Bonggol Pisang”. Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian

(11)

42

Universitas Udayana Jl. PB Sudirman Denpasar 80362 Bali. E-Jurnal Agroekoteknologi, Vol. 5, No. 1, Januari 2016, ISSN: 2301-6515

Lingga, P. dan Marsono. 2007. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya.

Jakarta. 150 hlm.

Mahardika, M. A. 2009. Jaringan Pada Tumbuhan. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta.

Malian, 2004. Kebijakan Perdagangan Internasional Komoditas Pertanian di Indonesia. Analisis Kebijakan Perdagangan, Vol. 2 No. 2, Juni 2004.

Bogor: Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Manshuri, A. G. 2012. Optimasi Pemupukan NPK pada Kedelai untuk Mempertahankan Kesuburan Tanah dan Hasil Tinggi di Lahan Sawah.

Malang. Iptek Tanaman Pangan Vol. 7 No. 1.

Manurung, H. 2011. Aplikasi Bioaktivaktor (Effective Microorganisme dan Orgadec) Untuk Mempercepat Pembentukan Komposisi Limbah Kulit Pisang Kepok (Musa paradisiaca L). FMIPA Biologi Universitas Mulawarman. Malang. 16 hlm.

Marson P. S. 2011. Pupuk Akar Jenis dan Aplikasi. Penebar Swadaya, Jakarta Mayani, N. dan Hapsoh. 2011. Potensi Rhizobium dan Pupuk Urea untuk

Meningkatkan Produksi Kedelai (Glycine max L.) pada Lahan Bekas Sawah. J. Ilmu Pertanian Kultivar. 5 (2): 67-75.

Musnamar. I. E. 2003. Pupuk Organik, Cair dan Padat, Pembuatan dan Aplikasi.

Penebar Swadaya, Jakarta

Palimbungan,2006. Pengaruh ekstrak daun lamtoro sebagai pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman sawi. Jurnal agrisisistem Vol 2

Prabowo, 2013. Rancang Bangun Aplikasi Sistem Pakar Untuk Menentukan Penyakit Pada Tanaman Kedelai. Jurnal JSIKA Vol. 2, No. 2.

Pratama, B. J., Yayuk, N. dan Niar, N. 2017. Pengaruh Dosis Pupuk NPK Majemuk Susulan Saat Awal Berbunga (R1) pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max [L.] Merill). Bandar Lampung. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol. 17 (2): 138-144.

Rahayu, I. 2012. Manfaat unsur K pada Tanaman. Diambil dari http://indahrahayu7.blogspot.com/2012/09/manfaat-unsur-k-padatanaman.

html pada 15 Mei 2015 dan dicek-akses kembali: 29 Oktober 2021

(12)

43

Rasyad, A. dan Idwar. 2010. Interaksi genetik x lingkungan dan stabilitas komponen hasil berbagai genotipe kedelai di Provinsi Riau. Jurnal Agronomi Indonesia, volume 38 (1) : 25 – 29

Rina 2015. Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) yang Ditumpangsarikan dengan Kedelai (Glycine max L.). Fakultas Pertanian Jurusan Agroteknologi Universitas Tamansiswa, Padang.

Safitri M. 2015. Pengaruh Pupuk Organi Cair Kulit Buah Pisang Kepok Terhadap Pertumbuhan Kangkung Darat. Jurnal Agroswagati 1 (1).

Saragih Sri. 2016. Respons Pertumbuhan dan Produksi Kedelai (Glycine max (L.) Merril.) Terhadap Aplikasi Pupuk Hayati dan Tepung Cangkang Telur.

Jurnal Agroteknologi Vol. 4, E-ISSN No. 2337- 6597 .

Sosrosoedirjo, 2004. Ilmu Memupuk Jilid I. CV. Yasaguna. Jakarta. 364 hlm Suprapto. 2002. Bertanaman Kedelai. Penebar Swadaya. Jakarta

Sumaeni, 2008. Pengaruh Aplikasi Bakteri Fotosintetik Synechococcus Sp.

Terhadap Laju Fotosintesis Tanaman Kedelai. Fakultas Pertanian.

Universitas Jember. 59 hlm.

Suratmini P. 2009. Kombinasi pemupukan NPK dan pupuk organik pada jagung manis di lahan kering. Penelitian Tanaman Pangan 28 (2).

Sutanto, 2002. Dasar Dasar Fisiologi Tumbuhan. Rajawali Pers. Jakarta.

Sutejo, 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta, Jakarta.

Sutedjo, 2008. Budidaya Tanaman Kedelai. Aksi Agraris Kanisius. Yayasan Kanisius. Yogyakarta.

Sutedjo. M. 2010. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta

Tania, N., Astina., dan S. Budi. 2012. Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai pada Tanah Podsolik Merah Kuning.

Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian, 1 (1): 10 - 15.

Triyono. 2007. Respons Dua Varietas Kedelai (Glycine max (L.) Merrill.) pada Pemberian Pupuk Hayati dan Majemuk. Jurnal Online Agroekoteknologi.

3(1): 276- 282.

Wahyuni, S. 2009. Pengaruh Berbagai Konsentrasi Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merill).

Fakultas Pertanian,Universitas Jambi, Mendalo.

(13)

44

Walid, L. F. dan Susylowati. 2016. Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair (Poc) terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merill). Samarinda. Ziraa’ah. Volume 41 Nomor 1, Pebruari 2016 Halaman 84-96.

Widodo, R. 2010. Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Hitam (Glycine soya (L.) Sieb &

Succ.). [Skripsi]. Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

(14)

45

Lampiran 1. Deskripsi Tanaman Kedelai Varietas Anjasmoro

Nama Varietas : Anjasmoro

Kategori : Varietas unggul nasional (released variety)

SK : 537/Kpts/TP.240/10/2001 tanggal 22

Oktober tahun 2001

Tahun : 2001

Tetua : Seleksi massa dari populasi galur murni MANSURIA

Potensi Hasil : 2.25-2.03 ton/ha

Pemulia : Takashi Sanbuichi, Nagaaki Sekiya, Jamaluddin M, Susanto, Darman M.

Arsyad,Muchlish Adie

Nama galur : MANSURIA 395-49-4

Warna hipokotil : Ungu

Warna epikotil : Ungu

Warna daun : Hijau

Warna bulu : Putih

Warna bunga : Ungu

Warna polong masak : Coklat muda

Warna kulit biji : Kuning

Warna hilum : Kuning kecoklatan

Tipe pertumbuhan : Determinate

Bentuk daun : Oval

Ukuran daun : Lebar

Perkecambahan : 78-76%

Tinggi tanaman : 64-68 cm

Jumlah cabang : 2.9-5.6

Jumlah buku pada batang utama : 12.9-14.8

Umur berbunga : 35.7-39.4 hari

Umur masak : 82.5-92.5 hari

Berat 100 biji : 14.8-15.3 gram

Kandungan protein : 41.78-42.05%

Kandungan lemak : 17.12-18.60%

Ketahanan terhadap kerebahan : Tahan Ketahanan terhadap karat daun : Sedang Ketahanan terhadap pecah polong : Tahan

(15)

46 Lampiran 2. Bagan Areal Penelitian

Ulangan I Ulangan II Ulangan III c

a

U b

S

Keterangan:

a. Ukuran plot penelitian = 1 m x 1 m b. Jarak antar plot = 50 cm

c. Jarak antar ulangan = 100 cm

P0N0 P2N2 P3N3

P0N1

P3N2

P2 N3 P3N0

P2N1

P0N3

P1N2 P3N0 P0N1

P3N3

P3N2

P1N1

P1N0

P0N0

P0N3

P0N2

P3N1

P2N1

P2N0

P2N3

P1N2

P1N1

P1N0

P1N3

P0N2

P1N3

P2N0

P1N0

P1N3

P1N2

P0N1

P0N0

P0N3

P3N0

P2N3

P2N2

P2N1

P3N1

P3N2

P0N2 P2N0 P3N1

P3N3 P1N1 P2N2

(16)

47

Lampiran 3. Rataan Data Pengamatan Tinggi Tanaman (cm) 2 MST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III

P0N0 20,90 22,42 20,85 64,17 21,39

P0N1 20,93 21,53 21,85 64,31 21,44

P0N2 21,02 21,29 21,68 63,99 21,33

P0N3 20,58 21,45 20,43 62,46 20,82

P1N0 20,07 20,69 20,57 61,33 20,44

P1N1 21,10 18,70 21,85 61,65 20,55

P1N2 20,78 21,41 22,23 64,42 21,47

P1N3 21,28 18,90 21,11 61,29 20,43

P2N0 21,65 22,00 21,84 65,49 21,83

P2N1 19,98 20,28 22,48 62,74 20,91

P2N2 21,73 21,25 20,91 63,89 21,30

P2N3 21,22 19,69 21,05 61,96 20,65

P3N0 20,40 20,61 21,84 62,85 20,95

P3N1 19,82 18,85 21,88 60,55 20,18

P3N2 21,30 21,17 20,91 63,38 21,13

P3N3 22,27 22,27 21,11 65,65 21,88

Total 335,03 332,51 342,59 1010,13

21,04

Rataan 20,94 20,78 21,41

Lampiran 4. Hasil Analisis Sidik Ragam Tinggi Tanaman 2 MST

SK db JK KT F.hit F. Tabel

0,05

Ulangan 2 3,4398 1,7199 2,33 tn 3,22

Perlakuan 15 11,6528 0,7769 1,05 tn 2,04 POC. B. Pisang 3 1,9098 0,6366 0,86 tn 2,92

NPK 3 1,9805 0,6602 0,89 tn 2,92

Interaksi 9 7,7625 0,8625 1,17 tn 2,21

Galat 30 22,1388 0,7380

Total 47 37,2314

Koefisien Keragaman (KK) = 4,08 %

Keterangan : tn = berpengaruh tidak nyata

(17)

48

Lampiran 5. Rataan Data Pengamatan Tinggi Tanaman (cm) 3 MST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III

P0N0 29,99 30,35 31,96 92,30 30,77

P0N1 30,58 31,03 30,95 92,56 30,85

P0N2 31,82 32,29 30,33 94,44 31,48

P0N3 30,63 31,88 30,97 93,48 31,16

P1N0 31,24 32,20 31,27 94,71 31,57

P1N1 30,63 30,72 33,37 94,72 31,57

P1N2 32,53 31,61 33,55 97,69 32,56

P1N3 30,97 31,72 30,97 93,66 31,22

P2N0 31,95 32,62 32,99 97,56 32,52

P2N1 31,30 31,81 33,22 96,33 32,11

P2N2 33,78 34,16 30,07 98,01 32,67

P2N3 35,58 31,89 30,83 98,30 32,77

P3N0 30,97 32,97 33,23 97,17 32,39

P3N1 32,83 31,52 33,95 98,30 32,77

P3N2 34,28 32,22 32,17 98,67 32,89

P3N3 35,10 34,34 34,51 103,95 34,65

Total 514,18 513,33 514,34 1541,85

32,12

Rataan 32,14 32,08 32,15

Lampiran 6. Hasil Analisis Sidik Ragam Tinggi Tanaman 3 MST

SK db JK KT F.hit F. Tabel

0,05

Ulangan 2 0,0368 0,0184 0,01 tn 3,22

Perlakuan 15 44,2219 2,9481 1,87 tn 2,04 POC. B. Pisang 3 30,3891 10,1297 6,42 * 2,92

NPK 3 4,4257 1,4752 0,94 tn 2,92

Interaksi 9 9,4071 1,0452 0,66 tn 2,21

Galat 30 47,3240 1,5775

Total 47 91,5827

Koefisien Keragaman (KK) = 3,91 %

Keterangan : tn = berpengaruh tidak nyata * = berpengaruh nyata pada taraf 5 %

(18)

49

Lampiran 7. Rataan Data Pengamatan Tinggi Tanaman (cm) 4 MST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III

P0N0 39,91 39,65 42,10 121,66 40,55

P0N1 39,98 40,58 42,03 122,59 40,86

P0N2 41,76 46,14 42,03 129,93 43,31

P0N3 41,18 44,13 42,70 128,01 42,67

P1N0 43,62 41,61 41,28 126,51 42,17

P1N1 40,42 40,90 43,88 125,20 41,73

P1N2 43,67 43,63 45,19 132,49 44,16

P1N3 41,55 43,32 44,83 129,70 43,23

P2N0 44,10 44,23 42,93 131,26 43,75

P2N1 44,48 44,26 44,12 132,86 44,29

P2N2 42,77 47,18 44,45 134,40 44,80

P2N3 48,50 48,45 45,77 142,72 47,57

P3N0 45,78 42,51 42,38 130,67 43,56

P3N1 44,05 42,50 45,87 132,42 44,14

P3N2 47,59 42,23 45,05 134,87 44,96

P3N3 49,10 47,30 48,01 144,41 48,14

Total 698,46 698,62 702,62 2099,70

43,74

Rataan 43,65 43,66 43,91

Lampiran 8. Hasil Analisis Sidik Ragam Tinggi Tanaman 4 MST

SK db JK KT F.hit F. Tabel

0,05

Ulangan 2 0,6944 0,3472 0,12 tn 3,22

Perlakuan 15 191,4264 12,7618 4,57 * 2,04 POC. B. Pisang 3 100,7448 33,5816 12,03 * 2,92

NPK 3 66,8912 22,2971 7,98 * 2,92

Interaksi 9 23,7904 2,6434 0,95 tn 2,21

Galat 30 83,7737 2,7925

Total 47 275,8945

Koefisien Keragaman (KK) = 3,82 %

Keterangan : tn = berpengaruh tidak nyata

* = berpengaruh nyata pada taraf 5 %

(19)

50

Lampiran 9. Rataan Data Pengamatan Tinggi Tanaman (cm) 5 MST

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III

P0N0 49,90 50,00 44,06 143,96 47,99

P0N1 50,56 51,61 52,98 155,15 51,72

P0N2 53,58 58,43 52,36 164,37 54,79

P0N3 54,81 56,01 53,67 164,49 54,83

P1N0 54,86 53,81 52,55 161,22 53,74

P1N1 51,05 51,62 57,25 159,92 53,31

P1N2 56,20 55,24 58,74 170,18 56,73

P1N3 55,52 55,04 55,80 166,36 55,45

P2N0 50,05 55,85 55,92 161,82 53,94

P2N1 55,78 56,07 57,34 169,19 56,40

P2N2 56,55 61,34 54,52 172,41 57,47

P2N3 64,08 60,34 60,60 185,02 61,67

P3N0 54,75 53,48 53,61 161,84 53,95

P3N1 56,88 54,02 59,82 170,72 56,91

P3N2 61,87 54,45 57,22 173,54 57,85

P3N3 64,20 63,64 62,52 190,36 63,45

Total 890,64 890,95 888,96 2670,55

55,64

Rataan 55,67 55,68 55,56

Lampiran 10. Hasil Analisis Sidik Ragam Tinggi Tanaman 5 MST

SK db JK KT F.hit F. Tabel

0,05

Ulangan 2 0,1433 0,0717 0,01 tn 3,22

Perlakuan 15 597,6496 39,8433 6,39 * 2,04 POC. B. Pisang 3 244,6786 81,5595 13,08 * 2,92

NPK 3 276,6903 92,2301 14,80 * 2,92

Interaksi 9 76,2807 8,4756 1,36 tn 2,21

Galat 30 186,9946 6,2332

Total 47 784,7875

Koefisien Keragaman (KK) = 4,49 %

Keterangan : tn = berpengaruh tidak nyata * = berpengaruh nyata pada taraf 5 %

(20)

51

Lampiran 11. Rataan Data Pengamatan Jumlah Cabang Produktif (cabang)

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III

P0N0 3,18 3,18 3,03 9,39 3,13

P0N1 3,53 2,83 3,08 9,44 3,15

P0N2 3,08 3,33 3,58 9,99 3,33

P0N3 3,68 3,93 4,38 11,99 4,00

P1N0 3,48 3,48 3,11 10,07 3,36

P1N1 3,83 3,08 4,58 11,49 3,83

P1N2 3,08 4,58 4,08 11,74 3,91

P1N3 4,43 4,43 3,68 12,54 4,18

P2N0 3,12 3,98 3,73 10,83 3,61

P2N1 4,33 3,08 4,08 11,49 3,83

P2N2 3,08 4,58 4,83 12,49 4,16

P2N3 4,68 4,68 3,93 13,29 4,43

P3N0 3,23 4,23 3,52 10,98 3,66

P3N1 3,08 5,08 3,42 11,58 3,86

P3N2 4,53 3,83 4,08 12,44 4,15

P3N3 4,93 4,68 4,43 14,04 4,68

Total 59,27 62,98 61,54 183,79

3,83

Rataan 3,70 3,94 3,85

Lampiran 12. Hasil Analisis Sidik Ragam Jumlah Cabang Produktif

SK db JK KT F.hit F. Tabel

0,05

Ulangan 2 0,4373 0,2187 0,68 tn 3,22

Perlakuan 15 8,8808 0,5921 1,85 tn 2,04 POC. B. Pisang 3 3,3835 1,1278 3,53 * 2,92

NPK 3 5,0948 1,6983 5,31 * 2,92

Interaksi 9 0,4026 0,0447 0,14 tn 2,21

Galat 30 9,5935 0,3198

Total 47 18,9116

Koefisien Keragaman (KK) = 14,77 %

Keterangan : tn = berpengaruh tidak nyata * = berpengaruh nyata pada taraf 5%

(21)

52

Lampiran 13. Rataan Data Pengamatan Umur Berbunga (hari)

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III

P0N0 37,00 37,43 33,57 108,00 36,00

P0N1 39,00 35,00 37,00 111,00 37,00

P0N2 37,71 37,00 37,00 111,71 37,24

P0N3 35,00 38,71 35,00 108,71 36,24

P1N0 35,86 37,00 39,00 111,86 37,29

P1N1 37,00 37,43 38,57 113,00 37,67

P1N2 38,14 37,00 33,57 108,71 36,24

P1N3 39,43 39,43 37,86 116,72 38,91

P2N0 36,71 38,86 35,00 110,57 36,86

P2N1 38,57 37,43 37,43 113,43 37,81

P2N2 38,14 38,71 37,86 114,71 38,24

P2N3 38,43 37,43 34,43 110,29 36,76

P3N0 37,86 37,00 36,86 111,72 37,24

P3N1 37,71 35,43 38,57 111,71 37,24

P3N2 38,14 37,00 38,57 113,71 37,90

P3N3 35,43 39,43 37,86 112,72 37,57

Total 600,14 600,29 588,14 1788,58

37,26

Rataan 37,51 37,52 36,76

Lampiran 14. Hasil Analisis Sidik Ragam Umur Berbunga

SK db JK KT F.hit F. Tabel

0,05

Ulangan 2 6,0759 3,0380 1,26 tn 3,22

Perlakuan 15 26,4043 1,7603 0,73 tn 2,04 POC. B. Pisang 3 6,6895 2,2298 0,92 tn 2,92

NPK 3 2,7945 0,9315 0,39 tn 2,92

Interaksi 9 16,9203 1,8800 0,78 tn 2,21

Galat 30 72,4432 2,4148

Total 47 104,9234

Koefisien Keragaman (KK) = 4,17 %

Keterangan : tn = berpengaruh tidak nyata

(22)

53

Lampiran 15. Rataan Data Pengamatan Jumlah Polong Per Tanaman (polong)

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III

P0N0 31,13 31,26 45,72 108,11 36,04

P0N1 58,78 57,26 55,01 171,05 57,02

P0N2 51,87 50,26 62,52 164,65 54,88

P0N3 61,41 54,51 68,73 184,65 61,55

P1N0 42,65 67,30 51,95 161,90 53,97

P1N1 64,78 53,00 59,90 177,68 59,23

P1N2 64,54 52,51 53,38 170,43 56,81

P1N3 68,26 55,18 60,19 183,63 61,21

P2N0 60,21 49,27 45,15 154,63 51,54

P2N1 45,45 65,48 54,35 165,28 55,09

P2N2 55,66 61,41 56,17 173,24 57,75

P2N3 71,16 68,53 71,46 211,15 70,38

P3N0 50,63 57,52 60,42 168,57 56,19

P3N1 59,47 60,36 63,03 182,86 60,95

P3N2 78,77 68,19 56,29 203,25 67,75

P3N3 76,19 72,56 65,66 214,41 71,47

Total 940,96 924,60 929,93 2795,49

58,24

Rataan 58,81 57,79 58,12

Lampiran 16. Hasil Analisis Sidik Ragam Jumlah Polong Per Tanaman

SK db JK KT F.hit F. Tabel

0,05

Ulangan 2 8,7025 4,3512 0,08 tn 3,22

Perlakuan 15 3078,8910 205,2594 3,84 * 2,04 POC. B. Pisang 3 828,7712 276,2571 5,17 * 2,92

NPK 3 1695,7189 565,2396 10,59 * 2,92

Interaksi 9 554,4010 61,6001 1,15 tn 2,21

Galat 30 1601,8158 53,3939

Total 47 4689,4093

Koefisien Keragaman (KK) = 12,55 %

Keterangan : tn = berpengaruh tidak nyata

* = berpengaruh nyata pada taraf 5 %

(23)

54

Lampiran 17. Rataan Data Pengamatan Produksi Biji Per Plot (g)

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III

P0N0 613,03 629,57 637,16 1879,76 626,59

P0N1 790,32 767,53 766,65 2324,51 774,84

P0N2 881,72 668,65 750,17 2300,54 766,85

P0N3 769,36 717,21 761,61 2248,18 749,39

P1N0 835,52 625,39 557,40 2018,31 672,77

P1N1 903,50 792,26 730,45 2426,21 808,74

P1N2 711,91 773,71 959,12 2444,75 814,92

P1N3 882,31 761,35 896,21 2539,88 846,63

P2N0 711,91 778,42 736,63 2226,97 742,32

P2N1 748,99 896,14 606,85 2251,98 750,66

P2N2 810,80 823,16 829,34 2463,29 821,10

P2N3 650,11 1008,57 990,03 2648,70 882,90

P3N0 761,35 798,44 860,24 2420,03 806,68

P3N1 823,16 835,52 922,04 2580,72 860,24

P3N2 816,98 866,42 933,81 2617,21 872,40

P3N3 965,30 952,94 897,32 2815,57 938,52

Total 12676,28 12695,28 12835,04 38206,60

795,97

Rataan 792,27 793,46 802,19

Lampiran 18. Hasil Analisis Sidik Ragam Produksi Biji Per Plot

SK db JK KT F.hit F. Tabel

0,05 Ulangan 2 939,5707 469,7853 0,05 tn 3,22 Perlakuan 15 281847,0804 18789,8054 2,07 * 2,04 POC. B. Pisang 3 119342,9484 39780,9828 4,39 * 2,92 NPK 3 131693,6837 43897,8946 4,84 * 2,92 Interaksi 9 30810,4483 3423,3831 0,38 tn 2,21

Galat 30 272001,7606 9066,7254

Total 47 554788,4117

Koefisien Keragaman (KK) = 11,96 %

Keterangan : tn = berbeda tidak nyata

* = berbeda nyata pada taraf 5 %

(24)

55

Lampiran 19. Rataan Data Pengamatan Bobot Biji 100 Butir (g)

Perlakuan Ulangan

Total Rataan

I II III

P0N0 13,87 13,82 14,84 42,53 14,18

P0N1 14,23 14,07 15,99 44,29 14,76

P0N2 14,59 14,35 14,50 43,44 14,48

P0N3 14,37 14,25 14,18 42,80 14,27

P1N0 13,11 13,21 13,20 39,52 13,17

P1N1 13,98 14,08 14,11 42,17 14,06

P1N2 13,68 14,00 13,87 41,55 13,85

P1N3 14,76 14,96 14,46 44,18 14,73

P2N0 13,96 14,51 16,16 44,63 14,88

P2N1 14,28 14,56 14,63 43,47 14,49

P2N2 13,68 14,72 15,03 43,43 14,48

P2N3 14,58 12,35 13,54 40,47 13,49

P3N0 13,15 15,94 11,89 40,98 13,66

P3N1 14,65 14,39 14,60 43,64 14,55

P3N2 14,56 14,44 14,51 43,51 14,50

P3N3 14,80 14,79 14,48 44,07 14,69

Total 226,25 228,44 229,99 684,68

14,26

Rataan 14,14 14,28 14,37

Lampiran 20. Hasil Analisis Sidik Ragam Bobot Biji 100 Butir

SK db JK KT F.hit F. Tabel

0,05

Ulangan 2 0,4414 0,2207 0,38 tn 3,22

Perlakuan 15 11,0275 0,7352 1,25 tn 2,04 POC. B. Pisang 3 1,6154 0,5385 0,92 tn 2,92

NPK 3 1,5650 0,5217 0,89 tn 2,92

Interaksi 9 7,8471 0,8719 1,48 tn 2,21

Galat 30 17,6149 0,5872

Total 47 29,0838

Koefisien Keragaman (KK) = 5,37 %

Keterangan : tn = berbeda tidak nyata

* = berbeda nyata pada taraf 5 %

(25)

56 Lampiran 21. Dokumentasi Penelitian

Supervisi Selaku Ketua Pembimbing.

Supervisi Selaku Wakil Pembimbing.

(26)

57 Pengaplikasian POCbp Pada Tanaman

Hama Kepik Coklat Pemakan Daun Hama Walang Sangit Pemakan Serat Batang

(27)

58

Alat Jangka Sorong digitalUntuk Mengukur Diameter Batang

Perendaman Benih

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji beda rataan pengaruh pemberian pupuk NPK Phonska dan pupuk organik cair Hantu terhadap diameter batang tanaman mentimun umur 4 minggu setelah tanam dapat

Pada pengamatan jumlah polong per tanaman dengan Pemberian POC daun kelor dan pupuk KCl berpengaruh tidak nyata hal ini diduga karena unsur hara yang terkandung

Hasil uji DMRT 5% pada parameter berat polong kering sawah per sampel yang tertera pada Tabel 4 menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi 100 ml/L air MOL bonggol

Sedangkan interaksi konsentrasi POC limbah sayuran dan dosis pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 2, 3, 4, dan 5 MST, jumlah

Sedangkan interaksi konsentrasi POC limbah sayuran dan dosis pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 2, 3, 4, dan 5 MST, jumlah

Hasil uji beda rataan pengaruh pemberian pupuk NPK Phonska dan pupuk organik cair Hantu terhadap diameter batang tanaman mentimun umur 4 minggu setelah tanam dapat

Hasil uji beda rataan pengaruh pemberian pupuk Nitrogen dan pupuk organik cair terhadap produksi per plot sawi pakchoy dapat dilihat pada Tabel 4.. Hasil Uji Beda

Pupuk Organik Cair Nasa dan NPK dapat mengatasi penurunan produksi dengan mengunakan dosis yang tepat antara pupuk Organik Cair Nasa dan NPK, pupuk Organik Cair Nasa bisa mengurangi