PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN BERDASARKAN RASIO PROFITABILITAS PT PELABUHAN INDONESIA IV (PERSERO)
Ade Maryam Derek1, Neng Indriyani2, Astuty Hasti3
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar
[email protected]1, [email protected]2, [email protected]3
ABSTRACT
This research aims to assess the performance of PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) in 2015-2017 by using the calculation of profitability ratios. The data analysis method used was a comparative descriptive method by comparing company performance in 2105-2017 using profitability ratio formulas. The results showed that: (1) the Gross Profit Margin in 2015 was 25,50%, in 2016 was 18,63%, and in 2017 was 28,17%, (2) the Net Profit Margin in 2015 was 18,76%, in 2016 was 16,37%, and in 2017 was 18,25%. (3) the Rate of Return on Net Worth/ROE in 2015 was 7,15%, in 2016 6,00%, and in 2017 7,34%, (4) the Rate of Return on Investment/ROI in 2015 was 5,27%, in 2016 was 4,40%, and in 2017 was 5,14%, (5) Basic Earning Power/Rate of Return an Total Assets(ROA) in 2015 was 7,34%, in 2016 was 5,70%, and in 2017 was 7,05%. It can be seen that the company’s financial condition is still not stable, but the company’s performance is quite good because the company was able to increase the profit.
Keyword: Analysis, Company Performance, Profitability Ratio PENDAHULUAN
Di masa ini tingkat persaingan badan usaha sangatlah berkembang dengan pesat, dimana perusahaan atau badan usaha merupakan suatu organisasi yang tujuan utamanya menghasilkan laba atau profit.
Dalam sebuah perusahaan, kegiatan keuangan merupakan hal yang sangat penting karena mengandung pertimbangan untung dan rugi.
Oleh karena itu, banyak pihak yang membutuhkan informasi keuangan suatu perusahaan. Tanpa data keuangan, kita tidak dapat menilai baik atau buruknya kinerja suatu perusahaan. Dengan data keuangan, kita dapat mengetahui apakah kondisi suatu perusahaan dalam keadaan baik atau buruk dari tahun ke tahun.
Laba atau keuntungan merupakan hal yang paling penting dalam kelangsungan hidup suatu perusahaan karena dapat menentukan perusahaan dapat beroperasi dalam jangka waktu yang panjang atau sebaliknya. Hal ini dapat diketahui dari laporan keuangan suatu perusahaan dari tahun ke tahun. Dan dari laporan keuangan ini memerlukan analisa untuk mengetahui tingkat laba yang dihasilkan oleh perusahaan sesuai dengan harapan yang diinginkan atau sebaliknya.
Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan transaksi- transaksi keuangan yang terjadi selama periode pelaporan dan dibuat untuk mempertnggungjawabkan tugas yang dibebankan oleh pihak pemilik perusahaan (Bahri, 2016)
Untuk mengetahui bagaimana kinerja suatu perusahaan apakah sudah mencapai target atau sebaliknya maka dibutuhkan analisis laporan keuangan. Hasil dari analisis tersebut dapat digunakan sebagai penilaian kinerja perusahaan khususnya dalam hal kemampuan perusahaan menjalankan kegiatan operasional perusahaan dan bagaimana manajemen perusahaan memberdayakan sumber daya perusahaan secara efektif dan efesien.
Analisis laporan keuangan merupakan alat analisis bagi manajemen keuangan perusahaan yang bersifat menyeluruh, dapat digunakan untuk mendeteksi/mendiagnosis tingkat kesehatan perusahaan, melalui analisis kondisi arus kas atau kinerja organisasi perusahaan baik yang bersifat persial maupun kinerja organisasi secara keeluruhan (Harmono, 2018).
Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga
memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Intinya adalah penggunaan rasio ini menunjukan efesiensi perusahaan (Kasmir, 2018).
PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) merupakan sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia yang bergerak dibidang jasa kepelabuhanan dan beroperasi di dua puluh lima cabang yang tersebar di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Ambon, Ternate, hingga Papua Barat. Dengan bidang usaha yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) adalah pelayanan kapal, pelayanan barag, pelayanan penumpang, pelayanan terminal petikemas, pelayanan alat, pengusahaan tanah, bangunan dan jasa lainnya.
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimana Kinerja Perusahaan yang dihasilkan oleh PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) tahun 2015- 2017 yang diukur berdasarakan analisis laporan keuangan menggunakan perhitungan rasio profitabilitas?”.
Jika dilihat dari rumusan masalah, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Perusahaan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) tahun 2015-2017 berdasarkan analisis rasio profitabilitas.
TINJAUAN LITERATUR
Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk dapat mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan (Hery, 2019).
Tujuan laporan keuangan adalah memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan keuangan untuk membuat keputusan ekonomi (Diana dan Setiawati, 2017).
Menurut Mannaga (2015) pihak-pihak yang berkepentingan atas informasi akuntansi atau laporan keuangan yaitu: 1) pemilik perusahaan, 2) manajemen perusahaan, 3) calon pemilik perusahaan, 4) lembaga keuangan, dan 5) pemerintah.
Analisis laporan keuangan adalah suatu proses dalam rangka membantu menganalisis atau mengevaluasi keadaan keuangan perusahaan, hasil-hasil operasi perusahaan masa lalu dan masa depan (Sujarweni, 2017).
Menurut Untung dan Sugiono (2019) secara garis besar tujuan dan manfaat analisis laporan keuangan adalah: 1) Screening atau sarana informasi, 2) Understanding atau pemahaman, 3) Forecasting atau peramalan, 4) Diagnosis atau diagnosa, 5) untuk mengungkapkan hal-hal yang bersifat tidak konsisten, 6) dapat memberikan informasi yang diinginkan.
Dalam praktiknya, terdapat dua macam metode analisis laporan keuangan yang biasa dipakai (Kasmir, 2018) yaitu: 1) Analisis vertikal yang merupakan analisis yang hanya pada satu periode keuangan saja. Dan informasi yang dihasilkan dari analisis ini hanya untuk satu periode saja, dan 2) analisis horizontal yang merupakan analisis yang dilakukan pada beberapa periode. Dan hasil analisis yang dihasilkan dapat digunakan untuk melihat perkembangan perusahaan dari periode sebelumnya ke periode berikutnya.
Rasio dalam analisis laporan keuangan adalah angka yang menunjukan hubungan antara suatu unsur dengan unsur lainnya dalam laporan keuangan tersebut dinyatakan dalam bentuk matematis yang sederhana (Jumingan, 2014).
Jadi, rasio merupakan alat yang digunakan untuk perbandingan antara jumlah yang satu dengan jumlah yang lain yang akan memberikan penjelasan atau gambaran kepada penganalisa mengenai kondisi baik atau buruknya suatu perusahaan.
Rasio keuangan merupakan suatu cara yang membuat perbandingan, data keuangan perusahaan menjadi lebih berarti. Rasio keuangan menjadi dasar untuk menjawab beberapa pertanyaan penting mengenai kesehatan keuangan perusahaan (Samryn, 2016).
Yang dimaksud dengan analisa rasio adalah suatu angka yang menunjukan hubungan antar unsur-unsur dalam laporan keuangan, hubungan tersebut dinyatakan dalam bentuk matematis yang sederhana (Sugiono dan Untung, 2019).
Ada beberapa jenis rasio keuangan diantaranya:
1. Rasio likuiditas adalah manajemen keuangan yang berhubungan dengan
masalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya yang segera harus dipenuhi (Hafid, 2010) 2. Rasio solvabilitas/levarge bertujuan untuk
menganalisa pembelanjaan yang dilakukan berupa komposisi hutang dan modal serta kemampuan perusahaan untuk membayar bunga dan beban tetap lainnya (Sugiono dan Untung, 2019).
3. Rasio aktivitas digunakan untuk mengukur efektif tidaknya perusahaan didalam menggunakan dan mengendalikan sumber- sumber yang dimiliki oleh perusahaan (Sarwoko dan Halim, 2008).
4. Rasio profotabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan pendapatan investasi. Intinya adalah penggunaan rasio ini menunjukan efesiensi perusahaan (Kasmir, 2018). Rasio ini terdiri atas: Gross Profit Margin, Net Profit Margin, Return an Total Assets (ROA), Return on Investment (ROI), Return on Equity (ROE).
Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk mengetahui keadaan suatu perusahaan dalam menganalisis laporan keuangan yaitu dengan menggunakan alat ukur ini, dapat diketahui perkembangan perusahaan apakah perusahaan tersebut mengalami kenaikan atau penurunan dalam tingkat profitabilitas.
Tingkat profitabilitas akan dapat diketahui dengan cara menganalisis laporan keuangan perusahaan bersangkutan dengan menggunakan metode atau teknik analisis yang teapt. Hal ini dilakukan dengan melihat kemajuan atau kemunduran dari suatu perusahaan. (Hasti, 2015).
Kinerja adalah konsep yang sangat abstrak dan memerlukan pendefinisian tertentu dengan menyebutkan atributnya secara rinci dan lengkap (Amir, 2015)
Salah satu bahan pertimbangan yang digunakan didalam pengukuran kinerja perusahaan yaitu dengan menggunakan laporan keuangan. Karena dengan dasar laporan keuangan, pembaca dapat mengetahui bagaimana kondisi suatu perusahaan apakah memiliki kinerja yang baik dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan dan mendapatkan keuntungan.
Manfaat dalam pengukuran kinerja yaitu:
1. Agar dapat mengetahui berapa besar tingkat perusahaan.
2. Untuk mengetahui pencapaian tiap-tiap devisi dalam memberikan kontribusinya secara keseluruhan pada perusahaan.
3. Sebagi tolak ukur dalam merencanakan strategi perusahaan ke depannya.
4. Sebgai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan guna berjalannya kegiatan perusahaan dalam jangka waktu yang panjang.
5. Sebagai dasar penentuan kebijaksanaan penanaman modal agar dapat meningkatkan efesiensi dan produktivitas perusahaan.
Hasil penelitian sebelumnya dengan judul penelitian “Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Binangun Kabupaten Kulon Progo” oleh Umi Barokah dengan metode kuantitatif menggunakan rumus perhitungan rasio likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik dokumentasi yaitu kondisi keuangan dan kinerja PDAM Tirta Binangun Kulon Progo dinilai dari perhitungan rasio likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas selama tiga tahun terakhir yaitu tahun 2011, 2012, dan 2013 cukup baik karena selalu menghasilkan laba, walaupun laba itu tidak sebagaimana mestinya.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif karena memberikan uraian hasil penelitian. Subjek dari penelitian ini adalah bagian keuangan perusahaan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) dan obyek penelitian ini adalah laporan keuangan baik neraca maupun laba rugi tahun 2015-2017.
Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif komperatif. Data yang berupa laporan keuangan dianalisis menggunakan perhitungan rasio profitabilitas kemudian ditarik kesimpulan mengenai kinerja perusahaan tahun 2015-2017.
Penelitian ini dilakukan pada PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) yang beralamat di jalan Soekarno No. 1 Makassar, 90173 Sulawesi Selatan.
Dalam penelitian ini, jenis data yang yang digunakan adalah data kuantitatif.
Dimana data ini berupa angka atau bilangan yang absolut dapat dikumpulkan dan dibaca relativ lebih mudah. Sedangkan sumber data pada penelitian ini adalah data sekunder.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1) teknik observasi yaitu teknik yang digunakan oleh peneliti dengan cara pengamatan langsung terhadap kegiatan yang dilaksanakan perusahaan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), 2) teknik wawancara yaitu dengan mengajukan pertayaan terstruktur maupun tidak terstruktur dengan tujuan memperoleh informasi secara luas mengenai PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero), dan 3) teknik dokumentasi yaitu pengumpulan data berupa laporan keuangan perusahaan yang berkaitan dengan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero).
Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif komperatif yaitu melakukan perbandingan kinerja perusahaan tahun 2015- 2017 dengan menggunakan perhitungan rasio profitabilitas. Rasio profitabilitas yang digunakan yaitu:
1. Gross Profit Margin Rumus:
GPM = x 100%
2. Net Profit Margin Rumus:
NPM = x 100%
3. Return on Equity (ROE) Rumus:
ROE = x 100%
4. Return on Investrment (ROI) Rumus:
ROI = x 100%
5. Return an Total Assets (ROA) Rumus:
ROA = x 100%
HASIL DAN PEMBAHASAN Profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan.
1. Gross Profit Margin
GPM = x 100%
Tahun 2015 = x 100%
= 25,50%
Tahun 2016 = x 100%
= 18,63%
Tahun 2017 = x 100%
= 28,17%
Tabel 1. Hasil Perhitungan Gross Profit Margin
Keterangan Tahun
2015 2016 2017 Gross Profit
Margin
25,50% 18,63% 28,17%
Sumber: Data yang telah diolah (2019)
Tahun 2015, Gross Profit Margin sebesar 25,50% berarti bahwa setiap Rp 1,00 dari penjualan/pendapatan dapat digunakan untuk menhasilkanRp 0,255 laba kotor. Tahun 2016 rasio sebesar 18,63% berarti bahwa setiap Rp 1,00 dari penjualan/pendapatan dapat digunakan untuk menghasilkan Rp 0,186 laba kotor. Jika dilihat rasio tahun 2016 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2015, hal ini disebabkan karena jumlah laba pada tahun 2015 lebih besar daripada tahun 2016. Tahun 2017 rasio sebesar 28,17%
artinya bahwa setiap Rp 1,00 dari penjualan/pendapatan dapat digunakan untuk menghasilkan Rp 0,282 laba kotor. Pada tahun 2017 kembali mengalami kenaikan karena adanya kenaikan laba perusahaan pada tahun ini.
2. Net Profit Margin
NPM = x 100%
Tahun 2015 = x 100%
= 18,76%
Tahun 2016 = x 100%
= 16, 37%
Tahun 2017 = x 100%
= 18,25%
Tabel 2. Hasil Perhitungan Net Profit Margin
Keterangan Tahun
2015 2016 2017 Net Profit
Margin
18,76% 16,37% 18,25%
Sumber: Data yang telah diolah (2019)
Tahun 2015, Net Profit Margin sebesar 18,76% artinya bahwa setiap Rp 1,00 dari penjualan/pendapatan dapat digunakan untuk menghasilkan Rp 0,188 laba bersih. Tahun 2016, rasio sebesar 16,37% artinya bahwa setiap Rp 1,00 dari penjualan/pendapatan dapat digunakan untuk menghasilkan RpnRp 0,164 laba bersih. Rasio pada tahun 2016 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2015, hal ini disebabkan karena jumlah laba pada tahun 2016 lebih rendah atau mengalami penurunan. Tahun 2017 rasio sebesar 18,25%
artinya bahwa setiap Rp 1,00 dari penjualan/pendapatan dapat menghasilkan Rp 0,182 laba bersih. Jika dilihat rasio pada tahun 2017 mengalami kenaikan hal ini disebabkan karena laba perusahaan pada tahun 2017 mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun 2016.
3. Return on Equity (ROE)
ROE = x 100%
Tahun 2015 = x 100%
= 7,15%
Tahun 2016 = x 100%
= 6,00%
Tahun 2017 = x 100%
= 7, 34%
Tabel 3. Hasil Perhitungan Return on Equity (ROE)
Keterangan Tahun
2015 2016 2017 Return on
Equity (ROE)
7,15% 6,00% 7,34%
Sumber: Data yang telah diolah (2019)
Tahun 2015 Return on Equity (ROE) sebesar 7,15% artinya bahwa setiap Rp 1,00 dari modal dapat menghasilkan laba bersih sebesar Rp 0.071. tahun 2016 rasio sebesar 6,00% artinya bahwa setiap Rp 1,00 dari modal dapat menghasilkan laba bersih sebesar Rp 0.060. Rasio pada tahun 2016 mengalami penurunan, hal ini disebabkan karena laba pada tahun 2016 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2015 walaupun jumlah modal perusahaan tahun 2016 lebih besar dari tahun 2015. Tahun 2017, rasio sebesar 7,34% artinya bahwa setiap Rp 1,00 dari modal dapat menghasilkan laba sebesar Rp 0.073. jika dilihat rasio pada tahun 2017 mengalami kenaikan karena pada tahun ini laba perusahaan mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya baik tahun 2015 maupun 2016.
4. Return on Investmen (ROI)
ROI = x 100%
Tahun 2015 = x 100%
= 5, 27%
Tahun 2016 = x 100%
= 4,40%
Tahun 2017 = x 100%
= 5, 14%
Tabel 4. Hasil Perhitungan Return on Investmen (ROI)
Keterangan Tahun
2015 2016 2017 Return on
Investment (ROI)
5,27% 4,40% 5,14%
Sumber: Data yang telah diolah (2019)
Tahun 2015 Return on Investment (ROI) sebesar 5,27% artinya bahwa setiap Rp 1,00 dari total aktiva dapat digunakan menghasilkan laba bersih sebesar Rp 0,053.
Tahun 2016 rasio sebesar 4,40% artinya bahwa setiap Rp 1,00 dari total aktiva dapat digunakan menghasilkan laba bersih sebesar Rp 0,044. Jika dilihat rasio tahun 2016 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, hal ini disebabkan karena laba perusahaan mengalami penurunan pada tahun 2016. Tahun 2017 rasio sebesar 5,14%
artinya bahwa setiap Rp 1,00 dari total aktiva dapat digunakan untuk menghasilkan laba bersih sebesar Rp 0,051. Jika dilihat rasio pada tahun 2017 mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya karena pada tahun ini laba perusahaan mengalami kenaikan dibandingkan dengan dua tahun sebelumya. Dan juga dapat dilihat bahwa selama tiga tahun terakhir yakni tahun 2015, 2016 dan 2017 total aktiva perusahaan mengalami peningkatan setiap tahunnya.
5. Return an Total Assets (ROA)
ROA = x 100%
Tahun 2015 = x 100%
= 7,34%
Tahun 2016 = x 100%
= 5,70%
Tahun 2017 = x 100%
= 7, 05%
Tabel 5. Hasil Perhitungan Return an Total Assets (ROA)
Keterangan Tahun
2015 2016 2017 Return an
Total Assets (ROA)
7,34% 5,70% 7,05%
Smber: Data yang telah diolah (2019)
Tahun 2015 Return an Total Assets (ROA) 7,34% artinya bahwa setiap Rp 1,00 dari total aktiva dapat digunakan untuk menghasilkan Rp 0,0,073 laba sebelum bunga dan pajak. Tahun 2016 rasio sebesar 5,70%
artinya bahwa setiap Rp 1,00 dari total aktiva dapat menghasilkan Rp 0,057 laba sebelum bunga dan pajak. Rasio tahun 2016 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan karena laba perusahaan mengalami penurunan, begitupun dengan total aktiva perusahaan mengalami penurunan. Tahun 2017 rasio sebesar 7,05%
artinya bahwa setiap Rp 1,00 dari total aktiva dapat menghasilkan Rp 0, 070 laba sebelum bunga dan pajak. Rasio tahun 2017 mengalami kenaikan karena pada tahun ini laba perusahaan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.
Tabel 6. Rekapitulasi perhitungan rasio profitabilitas
keterangan Tahun
2015 2016 2017 Gross
Profit Margin
25,50% 18,63% 28,17%
Net Profit Margin
18,76% 16,37% 18,25%
Return on Equity
7,15% 6,00% 7,34%
Return on Investmen
5,27% 4,40% 5,14%
Return an Total Assets
7,34% 5,70% 7,05%
Sumber: Data yang telah diolah (2019)
Tingkat profitabilitas PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) bila dilihat dari perhitungan Gross Profit Margin pada tahun 2015 sebesar 25,50%, tahun 2016 menurun menjadi 18,63%, dan tahun 2017 sebesar 28,17%. Dilihat dari perhitungan Net Profit Margin pada tahun 2015 sebesar 18,76%,
tahun 2016 menurun menjadi 16,37%, dan tahun 2017 kembali naik sebesar 18,25%.
Dilihat dari perhitungan Return on Equity tahun 2015 sebesar 7,15%, tahun 2016 menurun menjadi 6%, dan tahun 2017 sebesar 7,34%. Dilihat dari perhitungan Return on Investmen tahun 2015 sebesar 5,27%, tahun 2016 menurun menjadi 4,40%, dan tahun 2017 sebesar 5,14%. Sedangkan dilihat dari perhitungan Return an Total Assets tahun 2015 sebesar 7,34%, tahun 2016 menurun menjadi 5, 70% , dan tahun 2017 sebesar 7,05%.
Dari hasil pembahasan analisis laporan keuangan berdasarkan rasio profitabilitas dengan menggunakan rasio Gross Profit Margin, Net Profit Margin, Return On Equity, Return on Investmen, dan Return an Total Assets dapat diketahui bahwa kondisi keuangan dan kinerja perusahaan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) tiga tahun terakhir yaitu tahun 2015, 2016, dan 2017 dimana tahun 2016 mengalami penurunan kurang lebih 2% dari tahun sebelumnya.
Tetapi, pada tahun berikutnya atau tahun 2017 kembali mengalami kenaikan kurang lebih 2%
juga. Ini membuktikan bahwa ketika perusahaan mengalami penurunan dalam menghasilkan laba, perusahaan mampu meningkatkan kinerja perusahaannya dengan baik. Terbukti dari hasil pendapatan laba pada tahun berikutnya setelah mengalami penurunan.
Jadi, berdasarkan hasil analisis tersebut secara keseluruhan kondisi profitabilitas perusahaan atau kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan kinerja perusahaan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) merupakan perusahaan yang memiliki kinerja yang cukup baik dilihat dari aspek keuangan berdasarkan laba yang dihasilkan.
PENUTUP
Rasio profitabilitas yang telah dihasilkan dengan menggunakan perhitungan Gross Profit Margin, Net Profit Margin, Return on Equity, Return on Investmen, dan Return an Total Assets selama tiga periode yaitu tahun 2015, 2016, 2017 tingkt kinerja perusahaan cenderung belum stabil karena masih mengalami penurunan.
Berdasarkan hasil analisis rasio profitabilitas, manajemen perusahaan dapat mengetahui seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dan
bagaimana peningkatan kinerja perusahaan selama tahun 2015, 2016, dan 2017, sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan- keputusan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan menjalankan kegiatan operasional perusahaan secara efektif dan efesien.
PT pelabuhan Indonesia IV (Persero) dalam menghasilkan laba selama tiga tahun terakhir yaitu tahun 2015, 2016, dan 2017, masih belum stabil, karena pada tahun 2016 mengalami penurunan kurang lebih 2%, tetapi tahun berikutnya perusahaan kembali mengalami kenaikan kurang lebih 2% juga. Ini membuktikan bahwa ketika perusahaan mengalami penurunan dalam menghasilkan laba, manajemen perusahaan kembali berusaha meningkatkan kinerja perusahaannya untuk menaikkan penghasilan labanya. Hal ini dapat dilihat dari perhitungan rasio profitabilitas yang telah dilakukan.
Berdasarkan hasil simpulan yang telah diperoleh, maka peneliti memberikan saran kepada perusahaan bahwa lebih meningkatkan kinerja khususnya dalam hal penghasilan laba agar tetap stabil. Hal ini dapat dilakukan dengan menjalankan kegiatan operasional perusahaan secara efektif dan efesien, meningkatkan pendapatan perusahaan dari rahun ketahun, dan menjadikan perusahaan tetap stabil dalam menghasilkan laba.
DAFTAR PUSTAKA
Amir, F.M. (2015). Memahami Evaluasi Kinerja Karyawan. Jakarta: Mitra Wacana Media.
Bahri., S. (2016). Pengantar Akuntansi.
Yogyakarta: CV Andi Offset.
Barokah, U. (2014). Analisis Laporan Keuangan Untuk Menilai Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Binangun Kabupaten Kulon Progo.
Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Diana, A. & Setiawati, L. (2017). Akuntansi Keuangan Menengah Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Terbaru.
Yogyakarta: CV Andi Offset.
Fahmi, I. (2014). Analisis Laporan Keuangan.
Cetakan Keempat. Bandung: Alfabeta.
Hasti, A. (2015). Analisis Laporan Keuangan Dalam MengukurnTingkat Profitabilitas Pada PT PLN (Persero) Area Makassar.
Jurnal Ekonoi, Manajemen dan
Akuntansi. 12 (3): 357-366. Diakses pada tanggal 30 September 2015 melalui website https://e- jurnal.stienobel-
indonesia.ac.id/index.php/akmen/article/
view/456/453
Halim,A. &Sarwoko. (2008). Manajemen Keuangan (Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahan). Cetakan Ketiga.
Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.
Hery. (2019). Analisis Laporan Keuangan.
Cetakan Kelima. Jakarta: PT Grasindo.
Harmono. (2018). Manajemen Keuangan Berbasis Balance Scorecard Pendekatan Teori, Kasus, dan Riset Bisnis. Cetakan Ketujuh. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Hafid,I.I. (2014). Manajemen Keuangan Perusahaan. Cetakan Pertama.
Makassar: Pustaka Refleksi
Jumingan. (2014). Analisis Laporan Keuangan. Cetakan Kelima. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Kasmir, (2018). Analisis Laporan Keuangan.
Cetakan Kesebelas. Depok: PT Raja Grafindo Persada.
Mannaga, I. (2015). Pengantar Akuntansi Dasar. Cetakan Pertama. Yogyakarta:
Ladang Kata.
Sujarweni, W.V. (2017). Analisis Laporan Keuangan: Teori, Aplikasi, & Hasil Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Sugiono, A. & Untung, E. (2019). Panduan Praktis Dasar Analisa Laporan Keuangan. Cetakan Ketiga. Jakarta: PT Grasindo.
Samryn, M.L. (2016). Pengantar Akuntansi.
Cetakan Kedua. Depok: PT Rajagrafindo Persada.