• Tidak ada hasil yang ditemukan

RESUME ILMU TAUHID 4 - Nisa Aprilia 1216000143

N/A
N/A
Nisa Aprilia

Academic year: 2025

Membagikan "RESUME ILMU TAUHID 4 - Nisa Aprilia 1216000143"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Nisa Aprilia NIM : 1216000143 Kelas : 1-E Psikologi

TAUHID ILMU PENGETAHUAN

Dalam keyakinan Islam dan umat Islam Allah merupakan satu-satunya sumber pengetahuan dan satu satunya sumber kebenaran. Tidak ada sumber kebenaran dan sumber pengetahuan lain selain Allah swt. Tidak ada yang bisa menciptakan hakikat ilmu karena semua ilmu milik Allah. Manusia hanya memiliki rumus pengetahuan, bukan pemilik pengetahuan. Allah merupakan at-Ta’dib, yaitu pendidik yang terbaik.

Sebagaimana dalam Q.S Ali-Imran ayat 190-191, Allah telah menunjukkan kebesarannya dengan menciptakan ilmu pengetahuan. Tugas manusia lah untuk mencari, menemukan dan mengkaji rumus ilmu tersebut lebih dalam. Ketika telah menemukan rumusnya, maka ilmu tersebut tidak dinisbahkan pada penemunya melainkan hanya berupa rumus/formulanya saja. Seperti saat Newton atau Galilei Galileo menemukan formula hukum grafitasi, maka hukum grafitasi merupakan ilmu Allah yang rumusnya ditemukan oleh Newton atau Galilei Galileo. Sebab sebelum ditemukan rumusnya pun hukum grafitasi telah ada dalam hukum sunnatullah yaitu hukum ketetapan Allah.

Ilmu - ilmu Allah yang formulanya dirumuskan oleh manusia disebut sebagai Ilmu Temuan. Sebab semua ilmu dalam kategori apapun berasal dari satu sumber tunggal yaitu Allah swt. Disini peran manusia hanya mencari pemahaman yang benar tentang realitas yang ada, bukan menciptakan realitas baru yang sama sekali tidak ada. Manusia hanya mencoba memahami cara kerja sistemnya dan bukan membuat sistemnya.

Beberapa fakta yang menunjukkan dan menegaskan realitas bahwa semua ilmu merupakan kehendak Allah swt.

a. Tuhan dalam teori atom modern

Serangkaian Panjang penemuan atom dimulai dari (Democritus (460-370 SM), ia menyatakan bahwa atom adalah partikel materi terkecil yang tidak dapat dibagi lagi, dan di modifikasi lagi oleh Ernest Rutherford (1871-1937), kemudian dilanjutkan oleh Niels Bohr (1885-1962) yang menggabungkan dengan teori atom Planck (1858-1947) hingga sampai pada teori atom modern Louis de Broglie dengan teori probabilitas/ketidakpastian tentang electron.

Penemuan para ahli tersebut dapat dirangkum menjadi : Atom merupakan teori materi terkecil dan terdiri dari 3 bagian yaitu proton bermuatan positif dan dikelilingi electron bermuatan negative dan neutron bermuatan netral. Aristoteles menjelaskan bahwa energi atom tersebut berasal dari Actus Purus atau Tuhan Yang Maha Suci. Kemudian ditegaskan Kembali oleh oleh Einstein Tuhan Yang Maha Suci itu tidak lain adalah Tuhan Yang Maha Esa.

b. Informasi Tuhan dalam berada dalam DNA makhluk

Gen adalah unit perintah yang terletak di dalam nucleus. Menurut ahli biologis komponen sel dan nucleus terdiri dari serangkaian kode genetic yang sangat unik yang disebut DNA atau asam deoksiribonukleat (Agus Mustofa, 2007:170). Penelitian yang begitu teliti dan kompleks membawa babak baru bagi para ilmuwan supranatural & metafisika. Seperti pada penelitian Kazua Morakami (2007:166) tentang mengagumkannya genetika yang mau tidak mau

(2)

“memaksa saya pada keputusan akan adanya sesuatu yang lebih besar, saya menyebutnya sebagai Sesuatu Yang Agung (Tuhan atau Budha).”

c. God-spot, Titik Tuhan pada Otak Manusia

Ramachandra merasakan kehadiran Tuhan dalam eksperimennya menghubungkan kepalanya ke stimulator transcranial, sebuah alat yang memancarkan medan magnet yang kuat dan cepat di area jaringan otak. Saat melakukan eksperimen tersebut dia merasakan kekuatan lain bekerja dan dia “melihat” Tuhan dalam keajaiban itu. Seperti penelitiannya juga terhadap pasien penderita epilepsy yang melaporkan bahwa dia mengalami keterpesonaan. Menurut Zohar Marshall dalam bukunya keterpesonaan tersebut yang ada hanyalah kontak dengan Tuhan, tidak ada kategori dan tidak ada batasan yang ada hanyalah kesatuan dengan sang pencipta (just a oneness with creator).

d. Tuhan Metafora Hukum Alam

Stepen Hawking, seorang ilmuwan fisikawan dan kosmolog terkenal menemukan hukum

“String” yang menyatakan “jika kita bisa menggabungkan gravitasi dengan mekanika kuantum, kita dapat menjawab bagaimana alam semesta ini dimulai”. Penemuan teorinya yang luar biasa ini membawa Hawking pada keyakinan bahwasanya Tuhan itu ada. Ia menyebutkan “saya perlu Tuhan untuk metafora hukum-hukum alam. Sebab kekuatan Tuhan nyata ada dalam fenomena alam yang masih misteri ini”.

Huston Smith (2003:254) dalam analisinya menyatakan beberapa hal yang menjadi kekurangan dari sains. Antara lain :

a) Sains tidak dapat menjangkau nilai moral

b) Sains tidak sampai pada makna eksistensial dan global c) Sains tidak sampai pada penyebab terakhir

d) Sains tidak dapat melihat yang kasat mata e) Sains tidak sampai pada persoalan kualitas

f) Sains tidak menjangkau Yang Lebih Tinggi dari kita.

Dari realitas Allah yang ada dalam berbagai keadaannya ada dan «sesuatu» dari adanya, baik dalam ilmu, sesuatu dalam diri sendiri, dalam hidup, dalam mati, dalam ketiadaannya ada, dan adanya ketiadaan, menunjukkan secara jelas, bahwa Allah swt ada dimana-mana.

Pertanyaan :

Bagaimana hubungan atau kaitan antara Tauhid dengan Ilmu Pengetahuan ? Jawaban :

Hubungan atau keterkaitan antara tauhid dengan ilmu pengetahuan yaitu tauhid sebagai prinsip ilmu pengetahuan yakni sesuatu yang mendorong manusia untuk menguasai dan memanfaatkan alam semesta ini dengan sebaik baiknya, karena Allah swt telah memberikannya pada manusia. Konsekuensi dari tauhid adalah bahwa manusia harus menguasai alam dan haram tunduk kepada alam. Menguasai alam disini maksudnya manusia harus memahami dan menguasai formula hukum hukum alam dan dari hukum alam ini maka ilmu pengetahuan dan teknologi dapat dikembangkan.

Referensi

Dokumen terkait