• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARYA ILMIAH AKHIR NERS ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN PNEUMONIA ET CAUSA POST COVID-19 DENGAN INTERVENSI KOMBINASI DEEP BREATHING DAN HUMMING UNTUK MENGURANGI SESAK

N/A
N/A
Khoirul Byy

Academic year: 2023

Membagikan "KARYA ILMIAH AKHIR NERS ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN PNEUMONIA ET CAUSA POST COVID-19 DENGAN INTERVENSI KOMBINASI DEEP BREATHING DAN HUMMING UNTUK MENGURANGI SESAK"

Copied!
106
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Di masa pandemi COVID-19, para tenaga medis berupaya keras memberikan pelayanan terbaik untuk membantu penanganan pasien COVID-19. Berdasarkan data penyebaran COVID-19 di wilayah Kutai Kartanegara, terdapat 5.105 kasus terkonfirmasi COVID-19 pada Januari 2021 (Dinas Perhubungan, 2021). Tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk, dan kesulitan bernapas.

Dalam kasus COVID-19, dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Sesak napas merupakan gejala yang paling umum dan mendesak pada pasien positif COVID-19. Jika gejala ini tidak segera ditangani dan tidak diawasi dengan baik maka akan mengancam nyawa pasien. Terapi medis nonfarmakologis klasik diperlukan untuk meringankan gejala yang timbul dan meningkatkan kesejahteraan pasien secara umum lebih cepat, terutama pada kasus sesak napas pada pasien positif COVID-19.

Berdasarkan latar belakang permasalahan dan fenomena yang terjadi, maka penulis ingin memvalidasi hasil penelitian mengenai intervensi pemberian nafas dalam dan senandung yang dituangkan dalam penulisan Karya Akhir Ilmiah Perawat yang berjudul “Analisis Asuhan Keperawatan” untuk pasien pneumonia”. Et Causa Post COVID-19 dengan kombinasi intervensi pernapasan dalam dan senandung untuk mengurangi dispnea di ruang ICU RSUD A.M Parikesit Tenggarong”.

Rumusan Masalah

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Anita (2019), ditemukan adanya pengaruh yang signifikan intervensi nafas dalam dan posisi terhadap nilai saturasi oksigen dan frekuensi pernafasan pada penderita asma. Pernafasan dalam dapat dijadikan sebagai latihan untuk menjaga sistem pernafasan tetap bekerja dengan baik (Syela, 2018). Berdasarkan penelitian Prabawati (2018), Senandung atau brahmari pranayama dapat digunakan sebagai terapi non farmakologi untuk mengatasi gangguan tekanan darah, kecemasan berlebihan dan pengaturan pernafasan.

Tujuan

Manfaat

Terdapat penurunan sesak napas pada pasien pneumonia et causa pasca COVID-19 setelah diberikan kombinasi intervensi pernapasan dalam dan bersenandung. Setelah diberikan kombinasi terapi napas dalam dan bersenandung selama 5 hari, saturasi oksigen pasien meningkat hingga 96% dan pasien dilaporkan mengalami sesak napas. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi kombinasi pernapasan dalam dan bersenandung dapat menurunkan pernapasan pada pasien pneumonia dan penyebabnya setelah COVID-19.

Intervensi inovatif yang diberikan berupa kombinasi pernapasan dalam dan bersenandung, yang dapat mengurangi sesak napas pada pasien pneumonia dan causa pasca COVID-19. Hasil intervensi menunjukkan adanya perbedaan saturasi oksigen sebelum dan sesudah dilakukan kombinasi nafas dalam dan bersenandung, membuktikan bahwa intervensi ini berpengaruh terhadap penurunan sesak nafas pada pneumonia. pasien. Dengan hormat kami kelompok 1 mahasiswa keperawatan Program Studi Pendidikan Profesi Keperawatan Poltekkes Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur tahun 2020 akan melakukan penelitian dengan judul “Analisis Asuhan Keperawatan Pada Pasien Pneumonia dan Penyebab Pneumonia Pasca COVID-19 Menggunakan kombinasi pernafasan dalam dan senandung untuk mengurangi sesak nafas di unit perawatan intensif RSUD A.M Parikesit Tenggarong.

Instruksi pernapasan dalam dan bersenandung dapat diberikan kepada siapa saja yang status pasiennya stabil secara hemodinamik.

Table 1.1 Keaslian Penelitian  N
Table 1.1 Keaslian Penelitian N

Keaslian Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA

Konsep Pneumonia

  • Definisi
  • Etiologi
  • Klasifikasi
  • Patofisiologi
  • Manifestasi
  • Komplikasi
  • Pencegahan
  • Penatalaksanaan
  • Pemeriksaan Penunjang

Penyebabnya bisa berupa bakteri, virus, jamur, bahan kimia atau kerusakan fisik pada paru-paru, namun bisa juga karena pengaruh penyakit lain. Pneumonia disebabkan oleh bakteri Streptococcus dan Mycoplasma pneumonia, dan virus penyebab pneumonia antara lain adenovirus, rhinovirus, virus influenza, respiratory syncytial virus (RSV), dan influenza (Athena & Ika, 2014). Hal ini disebabkan oleh jamur sitoplasma di udara yang mengandung spora dan ditemukan di kotoran burung, tanah, dan kompos.

Penularan infeksinya bersifat droplet dan disebabkan oleh Streptococcus pneumonia, melalui selang infus yaitu Staphylococcus aureus dan penggunaan ventilator dengan P. Hal ini disebabkan oleh bahan kimia yaitu aspirasi zat beracun, dan karena aspirasi. cairan dari makanan atau cairan lambung. Komplikasi pneumonia antara lain hipoksemia, gagal napas, efusi pleura, empiema, abses paru, dan bakteremia, disertai penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain sehingga mengakibatkan meningitis, endokarditis, dan perikarditis (Paramita, 2011).

Pencegahan pneumonia adalah dengan menghindari dan mengurangi faktor risiko, meningkatkan pendidikan kesehatan, memperbaiki gizi, melatih tenaga kesehatan dalam diagnosis dan penatalaksanaan pneumonia yang benar dan efektif (Said, 2010).

Konsep COVID-19

  • Defenisi
  • Karakteristik Epidimiologi
  • Mekanisme Penularan
  • Karakterkistik Klinis
  • Pencegahan

2019 (disiapkan oleh pemerintah Tiongkok), uraian etiologi COVID-19 didasarkan pada pemahaman sifat fisikokimia virus corona yang ditemukan sebelumnya. Latihan pernafasan dalam merupakan latihan pernafasan yang menggunakan teknik pernafasan secara perlahan dan dalam, dengan menggunakan otot diafragma, sehingga perut mengembang secara perlahan dan dada mengembang sepenuhnya (Smeltzer, dkk. 2008). Latihan pernapasan dengan teknik pernapasan dalam membantu meningkatkan kepatuhan paru untuk melatih kembali otot-otot pernapasan agar berfungsi dengan baik dan mencegah gangguan pernapasan (Ignatavicius & Workman 2006).

Intervensi inovatif yang dilakukan adalah pemberian kombinasi nafas dalam dan senandung yang ditujukan untuk mengatasi sesak nafas yang dialami pasien pneumonia COVID-19 di ruang ICU RSUD Parikesit Tenggarong. Kasus utama yang ditangani dalam makalah ilmiah ini adalah klien dengan diagnosis medis pneumonia dan penyebab COVID-19. Penilaian dilakukan pada tanggal 11 Februari 2021 terhadap pasien Pneumonia dan penyebab setelah COVID-19 yang dirawat di fasilitas Intensive Care Unit (ICU).

Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian Mertha et al., (2018) menunjukkan bahwa nilai saturasi oksigen sebelum dilakukan intervensi nafas dalam rata-rata sebesar 89,80% dan setelah dilakukan intervensi nafas dalam rata-rata sebesar 92,20% dengan selisih rata-rata setelah dilakukan intervensi. sebesar 0,5%. Berdasarkan temuan penelitian Syela, (2018) yang berjudul Pengaruh Pernapasan Dalam Akut Terhadap Saturasi Oksigen dan Frekuensi Pernapasan dengan temuan penelitian Pernafasan Dalam Akut berpengaruh terhadap saturasi oksigen namun tidak berpengaruh terhadap frekuensi pernapasan. Menurut asumsi peneliti, intervensi kombinasi Deep Breathing dan Humming sangat baik pada pasien yang mengalami sesak nafas, hal ini dikarenakan Deep Breathing dan Humming dapat mengurangi sesak nafas, dan penggunaan Humming dapat meningkatkan produksi nitric oxide. dan pH dalam tubuh.

Efektivitas pernafasan dalam lambat terhadap perubahan saturasi oksigen perifer pada pasien tuberkulosis paru di RSUD Pekalongan. Menyatakan bahwa Anda telah mendapat penjelasan secara rinci dan jelas mengenai penelitian yang akan dilakukan dan bersedia berpartisipasi dalam penelitian sebagai partisipan penelitian yang berjudul “Analisis Asuhan Keperawatan Pasien Pneumonia dan Penyakit Pasca COVID-19 Menggunakan Kombinasi Intervensi pernafasan dalam dan senandung untuk sesak nafas pada pasien pneumonia di ruang ICU RS A.M Parikesi Latihan pernafasan dalam adalah suatu latihan pernafasan dengan menggunakan teknik pernafasan lambat dan dalam, menggunakan otot diafragma, membiarkan perut mengembang secara perlahan dan dada untuk mengembang sepenuhnya.

Pernapasan dalam bermanfaat mencegah pola aktivitas otot pernapasan yang tidak berguna, memperlambat frekuensi pernapasan, mengurangi udara yang terperangkap, dan mengurangi kerja pernapasan.

Konsep Nafas

  • Cara Pengukuran Sesak Nafas

Konsep Deep breathing

  • Tujuan
  • Teknik Latihan Deep breathing

Sesak nafas dapat disebabkan oleh perubahan kadar gas dalam darah atau jaringan, kerja atau kerja berlebihan, serta faktor psikologis (Hidayat, 2008). Pernapasan dalam merupakan teknik pernafasan yang berhubungan dengan perubahan fisiologis yang dapat memberikan respon relaksasi. Pernapasan dalam adalah sebuah keterampilan, pernapasan dalam adalah jenis pernapasan yang kita lakukan secara alami saat masih bayi atau saat tidur dan bernyanyi.

Pernapasan dalam adalah keterampilan yang memerlukan waktu dan dedikasi untuk berlatih (Reyes & Wall 2004). Mencegah pola aktivitas otot pernafasan yang sia-sia, memperlambat laju pernafasan, mengurangi udara yang terperangkap dan mengurangi kerja pernafasan. Mengurangi stres, baik stres fisik maupun emosional, yaitu mengurangi intensitas nyeri dan mengurangi kecemasan (Smeltzer, dkk. 2008).

Memulihkan kapasitas otot pernapasan akan meningkatkan kepatuhan paru, sehingga memfasilitasi ventilasi yang lebih memadai dan dengan demikian mendukung oksigenasi jaringan (Westerdahl, dkk, 2005). Tujuan dari latihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas otot pernafasan yang berguna untuk meningkatkan komplians paru untuk meningkatkan fungsi ventilasi dan meningkatkan oksigenasi.

Konsep Humming

  • Manfaat
  • Langkah-langkah pelaksanaan Humming
  • Pelaksanaan
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan

Bhramari Pranayama berasal dari arti nama lebah hitam India yang bernama Bhramari (Shankar R, 2020).

METODE PENELITIAN

Pengkajian

Penyakit diarahkan lebih awal bila klien pernah mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dengan gejala nyeri tenggorokan, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan demam ringan. 5) Riwayat keperawatan berdasarkan pola fungsional kesehatan. a) Model persepsi sehat-manajemen sehat. Seringkali keluarga salah mengartikannya sebagai batuk biasa dan menganggap dirinya benar-benar sakit jika mengalami sesak napas. Penurunan kognitif dalam mengingat apa yang telah dikatakan biasanya bersifat sesaat akibat berkurangnya asupan makanan dan oksigen ke otak. g) Model persepsi diri-konsep diri.

Denyut nadi meningkat dan terus menerus (terbatas), denyut nadi biasanya meningkat sekitar 10 kali/menit untuk setiap peningkatan satu derajat Celcius, turgor kulit menurun, fremitus taktil meningkat pada sisi yang sakit, hati mungkin membesar. Perubahan ini terjadi karena suara ditransmisikan lebih baik melalui jaringan padat atau tebal (konsolidasi) dibandingkan melalui jaringan normal. 3) Pemeriksaan diagnostik a) Pencitraan rontgen Kelainan yang muncul tergantung pada ukuran paru yang terkena dan penyakit paru yang ada.

Fungsi paru hipoksemia, volume menurun, tekanan jalan nafas meningkat dan keluhan menurun, elektrolit Na dan Cl mungkin rendah, bilirubin meningkat, biopsi jaringan paru aspirasi. Kelainan dapat terjadi tergantung pada ukuran paru-paru yang terkena dan penyakit paru-paru yang ada. Dapat dilakukan dengan biopsi jarum, aspirasi transtrakeal, bronkoskopi fiberoptik, atau biopsi pembukaan paru untuk mengobati organisme penyebab, seperti bakteri dan virus.

Pengambilan sekret melalui bronkoskopi dan fungsi paru untuk persiapan langsung, kultur, dan uji resistensi dapat menemukan atau mencari etiologi, namun cara ini tidak rutin digunakan karena sulit. . G). Volume bisa menurun (kongesti dan kolaps alveolar), tekanan jalan nafas bisa meningkat, dan keluhan bisa berkurang.

Diagnosa Keperawatan

Intervensi Keperawatan

Intervensi Inovasi

Setelah terapi diberikan dan diakhiri, bersihkan peralatan dan pastikan posisi klien nyaman. u) Melakukan pengukuran saturasi oksigen pernapasan v). Taneja (2020) dengan judul Modifikasi Bhramari Pranayama pada Infeksi Covid 19 dengan hasil penelitian penerapan terapi buzz atau disebut Bhramari Pranayama yang dapat meningkatkan oksida nitrat dan pH dalam tubuh.

Impelementasi

Evaluasi

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa laki-laki lebih banyak mengalami penyakit paru-paru yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain paparannya, apakah pernah kontak dengan tetangga atau rekan kerja yang terpapar COVID-19, atau berada di zona merah atau daerah terjangkit COVID. -19. Keberhasilan penelitian ini tidak lepas dari pelaksanaannya yang selalu diawasi oleh peneliti sesuai SOP, pelaksanaannya dilakukan oleh peneliti sendiri tanpa ada tambahan, perhitungan waktu pelaksanaan dan pengukuran yang tepat dan tidak dapat dipisahkan. dari sikap kooperatif pasien sehingga membuahkan hasil yang optimal.Pasien terkait dengan kondisi Pandemi Covid 19, sehingga hasil penelitian ini belum bisa digeneralisasikan secara maksimal.

ANALISA SITUASI

KESIMPULAN DAN SARAN

Gambar

Table 1.1 Keaslian Penelitian  N
Table 3.1 Tabel Intervensi Keperawatan

Referensi

Dokumen terkait