• Tidak ada hasil yang ditemukan

REVIEW ARTIKEL PPM M4 (1)

N/A
N/A
akun gepete

Academic year: 2025

Membagikan "REVIEW ARTIKEL PPM M4 (1)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

REVIEW ARTIKEL

KESEHATAN DENGAN KEARIFAN LOKAL DESA SAWANGAN MATA KULIAH PENGEMBANGAN DAN PENGORGANISASIAN

MASYARAKAT

Disusun oleh:

Kelompok 1 Golongan A

PROGRAM STUDI PROMOSI KESEHATAN JURUSAN KESEHATAN

POLITEKNIK NEGERI JEMBER 2025

Indira Aprilia G43220031

Muhammad Syirojd Arvany G43220033

Muhammad Bintang Hayunda G43220127

Amanda Aurora Sasi Kirana G43220143

Putri Ayu Harmila G43220221

Rahmania Chairin Nisa G43220246

Tiyas Dwi Agustin G43220308

(2)

Judul Artikel :

Membangun Kesehatan dengan Kearifan Lokal: Obat Tradisional di Desa Sawangan Review Artikel :

Desa Sawangan merupakan suatu desa yang terletak di kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa tengah. Desa sawangan menjadi salah satu desa yang memanfaatkan kearifan lokal, berupa:

a. Penggunaan tumbuhan obat

b. Metode pengobatan alami dari generasi ke generasi

c. Kepercayaan dalam penggunaan obat tradisional, hal ini menambah hasil positif yang diperoleh oleh masyarakat Desa Sawangan dalam pengobatan

Dengan menggunakan bahan-bahan alami yang tersedia di sekitar mereka, masyarakat Desa Sawangan dapat mengobati berbagai penyakit seperti flu, masuk angin, sakit kepala, dan gangguan pencernaan. Dalam upaya peningkatan keterampilan dan pengetahuan masyarakat desa sawangan, Kepala desa sawangan melibatkan masyarakat, dengan cara :

a. Menyelenggarakan lokakarya dan pelatihan tentang penggunaan obat tradisional b. Masyarakat desa diajarkan cara menanam tanaman obat

c. Masyarakat diajarkan cara menyusun ramuan dan mengolah tanaman obat lain yang ada disekitar mereka

d. Memfasilitasi dalam pendirian pusat pengobatan tradisional desa yang menyediakan berbagai macam obat tradisional.

Dalam hal ini bisa disimpulkan bahwa alam telah memberikan berbagai macam sumber daya untuk mengobati penyakit dan menjaga kesehatan. Dengan menggali kearifan lokal, dapat memanfaatkan potensi alam dengan bijak tanpa merusak lingkungan sekitar .

(3)

Rangkuman Kuliah Tamu “Membangun Entrepreneur Industri Obat Tradisional Bahan Alam Indonesia”

Kuliah tamu ini membahas peluang dan tantangan dalam membangun industri obat tradisional berbahan alam di Indonesia, serta regulasi yang mengatur produk farmasi berbahan alam.

1. Pengantar & Produk HIU Group (Menit 1-25)

Kuliah diawali dengan pemaparan mengenai CV. Herbal Indo Utama (HIU) Group, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang obat tradisional, pangan olahan, taman herbal, kosmetik, dan perbekalan kesehatan rumah tangga (PKRT). HIU Group memiliki beragam produk yang diproduksi secara legal dengan izin edar yang sesuai regulasi.

2. Regulasi di Bidang Obat Bahan Alam (Menit 25-50)

Dibahas pentingnya regulasi dalam industri obat tradisional untuk menjamin keamanan dan kualitas produk. Banyak kasus penyalahgunaan regulasi, seperti peredaran obat ilegal, kosmetik berbahaya, dan jamu yang mengandung bahan kimia berbahaya.

Perbandingan antara pabrik legal dan ilegal juga dijelaskan, di mana pabrik legal harus memenuhi standar BPOM dan rutin diaudit oleh pemerintah.

Perbedaan Pabrik Legal dan Ilegal :

a. Pabrik ilegal: Produksi tidak higienis, tenaga kerja tidak terlatih, tidak memiliki izin BPOM.

b. Pabrik legal: Diaudit secara berkala oleh Dinas Kesehatan dan BPOM untuk memastikan keamanan dan kualitas produk.

Selain itu, kuliah tamu ini menjelaskan tentang nomor izin edar untuk berbagai produk farmasi, seperti obat-obatan, suplemen, herbal, kosmetik, dan alat kesehatan.

3. Peluang dan Tantangan Industri Obat Tradisional (Menit 50-75)

Industri obat tradisional memiliki peluang besar, terutama karena meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk herbal dan adopsi teknologi digital dalam pemasaran. Namun, industri ini juga menghadapi tantangan seperti keterbatasan akses teknologi, persaingan dengan produk modern, serta keterbatasan modal dan regulasi yang ketat.

Peluang :

a. Peningkatan Permintaan Produk Herbal. Kesadaran masyarakat terhadap manfaat obat herbal meningkat, terutama sejak pandemi COVID-19. Banyak orang mulai beralih ke pengobatan alami sebagai alternatif obat kimia.

(4)

b. Adopsi Teknologi Digital. Teknologi memungkinkan pemasaran obat herbal secara luas melalui e-commerce dan media sosial. Digitalisasi juga dapat meningkatkan efisiensi produksi dan distribusi.

c. Pelestarian Budaya dan Diversifikasi Produk. Obat tradisional tidak hanya memiliki nilai kesehatan, tetapi juga budaya. Diversifikasi produk seperti jamu modern, teh herbal, dan suplemen alami menjadi daya tarik tersendiri.

Tantangan :

a. Keterbatasan Teknologi dan Infrastruktur. Banyak pelaku usaha skala kecil yang belum bisa mengadopsi teknologi canggih.

b. Persaingan dengan Produk Modern. Produk tradisional sering kalah saing dengan minuman modern seperti kopi kekinian atau minuman herbal instan.

c. Keterbatasan Modal dan Regulasi yang Ketat. Perizinan dan regulasi industri obat tradisional cukup ketat sehingga menjadi tantangan bagi pengusaha baru.

Untuk mengatasi tantangan ini, pelaku usaha perlu meningkatkan literasi digital, inovasi produk, dan strategi pemasaran yang baik, serta mendapatkan dukungan dari pemerintah.

4. Entrepreneur di Bidang Obat Bahan Alam (Menit 75-100)

Peluang bisnis di bidang obat herbal meliputi produksi obat herbal, reseller produk herbal, hingga ekspor produk herbal ke pasar internasional. Sarjana farmasi dan apoteker memiliki peran penting dalam industri ini, mulai dari riset dan pengembangan, regulasi obat, hingga pendidikan masyarakat mengenai keamanan dan efektivitas obat herbal. Untuk sukses dalam bisnis obat herbal, pelaku usaha harus memperhatikan beberapa aspek berikut:

1. SDM (Sumber Daya Manusia). Meningkatkan keterampilan tenaga kerja dalam produksi dan pemasaran.

2. Produk. Mengembangkan produk berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan standar BPOM.

3. Promosi. Memanfaatkan media sosial, marketplace, dan strategi branding untuk meningkatkan penjualan.

4. Keuangan. Mengelola keuangan bisnis dengan baik agar usaha dapat berkembang secara berkelanjutan.

5. Strategi dan Keberlanjutan Bisnis (Menit 100-150)

Bisnis obat tradisional harus memperhatikan strategi pemasaran, regulasi, dan aspek keuangan agar tetap kompetitif. Pelaku usaha perlu memahami promosi produk,

(5)

membangun merek yang kuat, serta memanfaatkan digitalisasi dalam pemasaran. Selain itu, dukungan pemerintah dalam bentuk pelatihan, kemudahan akses perizinan, dan promosi produk lokal sangat penting. strategi perusahaan diperlukan agar perusahaan tetap kompetitif di pasar produk herbal dan memenuhi kebutuhan konsumen yang beragam. strategi-strategi tersebut meliputi :

1. Fasilitas dan Riset. Menggunakan literatur yang ada untuk mendukung klaim khasiat produk.

2. Mengikuti Tren Konsumen. Menawarkan produk herbal multi-komponen dan tunggal untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang beragam.

3. Strategi Pemasaran. Membangun kepercayaan konsumen melalui khasiat produk, layanan konsultasi kesehatan, dan transparansi proses produksi.

4. Pengembangan Produk. Terus melakukan perbaikan dan pengembangan produk untuk menjaga relevansi di pasar.

5. Bahan Baku dan Biaya. Memilih antara membeli bahan baku dari supplier atau menanam sendiri dengan pertimbangan biaya dan kualitas.

6. Varian Produk. Menawarkan berbagai varian produk untuk memenuhi kebutuhan segmen pasar yang berbeda.

7. Kualitas dan Keunggulan. Fokus pada kualitas produk dengan melakukan uji kualitatif dan kuantitatif.

8. Kunjungan dan Transparansi. Mengizinkan konsumen dan mitra untuk mengunjungi pabrik dan melihat langsung proses produksi.

6. Aspek Penting dalam Industri Obat Tradisional (Menit 150 - Akhir)

Pelayanan yang tersedia dalam industri ini meliputi konsultasi kesehatan, layanan konsumen, dan pemasaran. Perbedaan antara bahan alami dan sintetis juga dijelaskan, di mana bahan alami lebih aman dan ramah lingkungan, tetapi memiliki proses produksi yang lebih kompleks dan biaya lebih tinggi dibandingkan bahan sintetis.

Kesimpulan :

Industri obat tradisional berbahan alam di Indonesia memiliki potensi besar dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan manfaat herbal. Namun, tantangan seperti regulasi ketat, persaingan dengan produk modern, dan keterbatasan teknologi perlu diatasi dengan inovasi, strategi pemasaran yang baik, serta dukungan dari pemerintah dan masyarakat.

(6)

Link Artikel :

https://sawangan-cilacap.desa.id/membangun-kesehatan-dengan-kearifan-lokal-obat-trad isional-di-desa-sawangan?utm_source=chatgpt.com

Link Youtube :

https://youtu.be/XwBCF0nLuC8

Referensi

Dokumen terkait