1. Pengenalan
Sejak COVID-19 mewabah di seluruh dunia, healthcare mulai mendapat perhatian khusus baik dalam menyeimbangkan kebersihan, efisiensi, maupun kesetaraan. Untuk itu healthcare perlu terintegrasi dengan konsep sustainable, dan disinilah biophilic design berperan penting karena terkait dengan pengalaman emosional seseorang. Disebutkan bahwa desain biofilik memberi kesan hubungan antara alam, lingkungan ruang, dan kesehatan manusia dari perspektif biologi dan psikologi.
Berdasarkan buku yang ditulis oleh P. James, JE Hart, RF Banay, dan F. Laden, desain biofilik memiliki manfaat dari segi psikologis dan kognitif seperti membantu memberi dampak positif pada fisiologi dan psikologi pasien, membantu mengurangi emosi negatif seseorang, mengurangi stress dan kelelahan, dapat meningkatkan produktivitas juga keamanan di lingkungan, dan yang terakhir ialah dapat mengurangi resiko kematian.
Selanjutnya, menurut penilitian sang penulis, setelah mengamati lingkup perawatan kesehatan yang ada di China, ditemukan beberapa masalah pada desain biofilik diantaranya yaitu rendahnya sumber daya alam dan terbatasnya persediaan, diketahui juga bahwa beberapa rumah sakit menggunakan elemen alam tanpa pemilihan dan penerapan yang sesuai dengan situasi yang ada, kesalahan berikutnya ialah tidak adanya teori desain sistematis sebagai panduan mereka, dan terakhir mengabaikan pengaruh positif ruang alam bagi manusia.
2. Tinjauan Pustaka
Ada banyak sekali hubungan antara elemen alam dan kesehatan manusia, baik itu hubungan secara langsung maupun tidak langsung. Misalnya terpenuhinya kebutuhan pokok manusia dan dapat menyembuhkan atau meringankan sebagian besar penyakit. Munculnya penyakit tidak serta-merta karena ketidakmampuan seseorang dalam menjaga kesehatannya, melainkan kondisi lingkungan sekitar juga ikut berperan penting.
Seorang Profesor bernama Clair Cooper Marcus mengemukakan dalam bukunya yang berjudul Healing Gardens: Therapeutic benefits and design recommendations: “90% pengguna taman merasakan perubahan yang positif pada mood mereka setelah beristirahat sejenak di luar ruangan”.
M. Mehaffy dalam bukunya yang berjudul “Biophilic design: the theory, science, and practice of bringing buildings to” mendefinisikan desain biofilik sebagai bagaimana kita belajar dari alam dan menciptakan lingkungan buatan yang mendukung dan menghidupkan kembali sifat biofilik manusia dengan menciptakan kembali, menggunakan, memodelkan, dan mencontoh alam.
Kellert dkk. mengusulkan lima prinsip dasar terkait dengan desain biofilik, hal ini dimuat dalam bukunya yang berjudul Biophilic Design: The Theory, Science and Practice of Bringing Buildings to Life. Kelima prinsip dasar tersebut ialah pentingnya keterlibatan berulang dan terus-menerus dengan alam; lalu fokus pada adaptasi menusia terhadap alam; ketiga yaitu mendorong keterikatan emosional dengan lingkungan dan
tempat tertentu; keempat, mendorong interaksi positif antara menusia dengan alam, mendorong rasa hubungan dan tanggung jawab yang lebih luas antara manusia dan komunitas alam; yang terakhir ialah mendorong solusi arsitektur yang saling menguatkan, saling berhubungan dan terpadu.
Sekarang ini, sudah banyak pendekatan desain yang menggunakan desain biofilik. Namun biofilik sendiri bukan sekadar memindahkan elemen alam apapun ke dalam suatu lingkungan. Dibutuhkan juga penerjemahan elemen alam terpilih yang memiliki efek positif pada manusia ke dalam bahasa desain konkret atau abstrak.
Ulrich telah melakukan beberapa penelitian lebih awal terkait penerapan desain biofilik di ruang perawatan kesehatan pada tahun 1980-an. Penelitian tersebut menemukan bahwa pasien dengan kamar yang ditempatkan menghadap ke area hijau memiliki masa tinggal di rumah sakit pasca operasi lebih singkat dan menggunakan lebih sedikit obat penghilang rasa sakit daripada pasien yang ditempatkan menghadap ke lingkungan yang sedang dibangun.
Alasan mengapa sesuatu yang berbau alami dapat meningkatkan persepsi pasien terhadap lingkungannya dan mempercepat pemulihan mereka ialah karena bahan alami meningkatkan efek optik (menyerap lebih banyak cahaya daripada yang dipantulkan), juga memberikan keuntungan pada kenyamanan indra penciuman. Seorang ahli Geografi dan penjelajah terkenal asal Jerman, Alexander von Humboldt menekankan peran taman dalam proses penyembuhan, dimana desain haruslah terintegrasi dengan alam sehingga bisa meningkatkan kualitas lingkungan yang ada.
3. Riset Permasalahan Desain Biofilik Ruang Perawatan Kesehatan di Cina
Tujuannya guna mengidentifikasi kekurangan. institusi kesehatan saat ini, menyarankan penyelesaian yang cocok, serta mengenali ciri model desain biofilik buat ruang perawatan kesehatan. Bersumber pada pemilihan rumah sakit, diseleksi node dengan arus pejalan kaki yang teratas di area rumah sakit, serta 7 node di ruang kedokteran, ialah lobi penerimaan, registrasi, serta pembayaran, ruang tunggu, koridor, ruang CT, bangsal rawat inap., serta lift rumah sakit, permasalahan desain biofilik dalam area perawatan kesehatan
• komponen alami tidak dihargai serta sangat kurang.
• Ada beberapa rumah sakit yang memakai elemen alam tanpa pemilihan serta penerapan yang sesuai dan mengabaikan pengaruh positif ruang alam untuk manusia.
Kesimpulannya desain dalam sebagian area perawatan kesehatan tidak membolehkan aksi yang efektif, cepat, serta berkepanjangan pada fisiologi manusia.
Di sebagian area perawatan kesehatan di mana prinsip desain biofilik diterapkan, ruang semacam itu tidak cuma menghilangkan keletihan raga serta kurangi tekanan mental namun pula memicu suasana hati yang baik serta membuat pasien bekerja sama dengan pengecekan serta perawatan. Dikala merancang desain ruang kedokteran di masa depan, ciri pola desain biofilik ruang kesehatan yang relatif penting dalam hasil analisis wajib dipertimbangkan.
4. Hasil
1. Keseluruhan Ide Desain Transformasi Rumah Sakit Provinsi Jiangsu relatif tunggal, pemakaian elemen alam kurang serta kaku, pengenalan cahaya alami terbatas.
Menanggapi permasalahan di atas, skylight bisa ditambahkan di ruang rawat jalur serta koridor guna ruangan mendapat cahaya alami, yang tidak hanya bisa mengurangi tekanan pasien namun pula menghemat listrik serta mencerminkan konsep pembangunan berkelanjutan. kemudian pemakaian jendela dari lantai ke langit- langit di ruang tunggu untuk meningkatkan kombinasi antara ruang dalam serta luar ruangan, sehingga penderita yang menunggu bisa menikmati panorama alam alam (paling utama dengan menggunakan sumber energi lanskap pegunungan yang bersebelahan). Selanjutnya elemen alam tidak langsung dimasukkan ke dalam desain style panah serta memakai ciri hijau, biru, kuning, ataupun segi buat memandu serta membagi ruang.
Ruang tunggu Ruang tunggu
Dalam desain aula Rumah Sakit Kaiyi, desainer sudah membentuk aula rumah sakit jadi atrium yang lumayan cerah serta berventilasi. Zona lounge di aula diatur supaya nampak semacam ruang tamu, dengan cahaya matahari menerangi segala aula lewat skylight di atap, serta dengan tumbuhan hijau dalam ruangan, berupaya menghasilkan suasan yang aman serta ruang rehat yang hangat untuk dokter serta penderita. Di lobi, Balok penyangga digunakan dipadukan dengan lampu bagian atas buat menghasilkan desain dekoratif berupa tumbuhan ginkgo yang melambangkan kekuatan, harapan, serta ketangguhan yang mencerminkan warna perwakilan dari Jiaxing, ialah Ginkgo Avenue di Swan Lake Road pada masa gugur, memadukan faktor budaya lokal ke dalam rumah sakit universal modern yang besar.
2. Transformasi Parsial Ruang Konsultasi.
Ruang tunggu di sebagian rumah sakit relatif tertutup, sehingga kurang komunikasi dengan area luar yang tidak menguntungkan untuk dokter serta penderita.
Untuk mengatasi kesulitan di atas, halaman kecil bergaya teras bisa ditambahkan ke ruang tunggu. Kedua, jalan mengarah 2 sofa di kedua ujungnya merupakan fitur air yang tidak biasa yang dibuat dari batu loncatan beton. Perlengkapan multimedia ditambahkan ke ruangan yang menghadap pasien yang menunggu, dihiasi dengan pola geometris rasio emas. Terakhir, tambahkan sebagian kursi santai.
3. Renovasi Unit Tes Fungsional.
Ruang CT tidak dihias, serta ruangan putih dan mesin dingin membuat penderita dalam suasana hati yang tertekan serta menakutkan, sebaliknya pengecekan semacam fMRI memerlukan waktu 30 menit ataupun lebih. Buat menanggulangi permasalahan ini, ruangan bisa dicat dengan desain elemen natural, serta tumbuhan bisa diletakkan di ruangan agar pasien rileks.
Terdapat beberapa karakteristik elemen dan pola desain biofilik diruang perawatan kesehatan tiongkok:
*Rumah Sakit Provinsi Jiangsu ini menyenangkan karena adanya Akuarium besar dengan berbagai hewan air, tempat makhluk-makhluk itu berenang untuk menambah kehidupan dan vitalitas.
*Reproduksi Provinsi Jiangsu Tengah memiliki Koridor yang dimanfaatkan untuk berjalan, dan beristirahat sehingga dengan hal ini dapat memberikan kenyamanan dimana penggunaan bambu dan tanaman hijau untuk buat keteduhan, serta jendela besar hingga meningkatkan cahaya alami.
*Rumah Saki Gigi Jiangsu ini membosankan sehingga terdapat sejumlah besar langit biru yang telah digunakan untuk membantu menciptakan interior yang cerah dan bersemangat secara keseluruhan, tapi kurangnya multisensori tidak langsung.
4. Transformasi lingkungan
Untuk palet warna keseluruhan ruangan sebagian besar berwarna putih, dimana tidak memiliki berbagai warna dan tanaman, sedangkan untuk furnitur dan lemari sebagian terbuat dari logam dan plastik. Tempat tidur di bangsal dipisahkan satu sama lain oleh tirai dan tidak memiliki kamar sendiri. Kedua, layar dengan katrol dapat digunakan sebagai pengganti tirai tempat tidur. Tirai yang terbuat dari bahan kayu membagi ruang lebih baik dari pada tirai kain di kamar tidur dan katrol membantu aliran ruang.
5. Renovasi taman
Survei tersebut menemukan bahwa beberapa rumah sakit Tiongkok tidak menyadari peran taman penyembuhan, beberapa ruang taman penyembuhan kurang berfungsi, konfigurasi tanaman dan sebagainya relatif tunggal, dan mode lanskap tidak jarang dan padat. Penggunaan tanaman dan potongan geometris serta penutup
mikrotopografi menciptakan tempat pribadi dan terpencil yang menambah rasa misteri dan memberikan rasa perlindungan bagi pasien. Suasana ini memungkinkan orang untuk mengendalikan emosi mereka dan mengembalikan fokus mereka dengan memberikan liburan sesaat, rasa "jarak".
5. Kesimpulan
Desain biofilik, dalam konsep ini, dapat mewakili bagian yang hilang dalam desain berkelanjutan, yang masih terkait dengan pemahaman tentang alam sebagai nilai etis daripada kondisi yang ditentukan secara fisiologis.
proses desain biofilik harus memilih elemen alami dengan hati-hati dan menggunakan desain yang sangat terkontrol.
Model ini tidak hanya membantu meringankan kelelahan mental yang disebabkan oleh kerja terus menerus dan intens, tetapi juga mendorong pemfokusan ulang dan pemulihan cerdas,itu juga embantu meningkatkan motivasi staf perawatan kesehatan, kemauan untuk berkomunikasi dengan pasien.
Penelitian telah menunjukkan bahwa objek alami yang nyata dapat memiliki efek yang lebih positif daripada analog alami yang disimulasikan, dan analog alami yang terlalu terdistorsi dapat menyebabkan kebosanan dan kebencian
Desain biofilik adalah salah satu upaya yang perlu diterapkan,sejalan dengan kecenderungan umum kemajuan evolusioner manusia, desain biofilik didasarkan pada dorongan hidup sejati dan hukum kelangsungan hidup. Desain biofilik dapat berkontribusi pada promosi kesehatan ruang rumah sakit dan sejalan dengan persyaratan pembangunan berkelanjutan.