REVIEW JURNAL INTERNASIONAL MANAJEMEN GIZI BENCANA Nama : Tita Theresia Ginting
Nim : 112022010
Dosen Pengampu:
Serlina Silalahi, S.ST., M. Gz
Judul Establishing Nutritional Management after Natural Disaster for Children Under-five Years in Indonesia: A Systematic Review
"Membangun Manajemen Gizi Setelah Bencana Alam untuk Anak Usia di Bawah Lima Tahun di Indonesia: Suatu Tinjauan Sistematis"
Jurnal International Journal of Advancement in Life Sciences Research Online ISSN 2581-4877
Volume, halaman
Volume: 5 (4) Halaman: 11-18 Tahun 09 Juli 2022
Penulis Rizky Dzariyani Laili, Arie Dwi Alristina, Dewinta Hayudanti, Rossa Kurnia Ethasari Tujuan
penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk:
a) Menggali bagaimana manajemen gizi diterapkan kepada anak-anak usia di bawah lima tahun pasca bencana di Indonesia.
b) Menyoroti permasalahan yang terjadi di lapangan, seperti ketidaksesuaian jenis makanan, tidak adanya layanan gizi khusus untuk balita, serta peran tenaga kesehatan dalam menangani krisis gizi.
c) Memberikan rekomendasi praktis terkait pentingnya intervensi gizi yang terstruktur dan sistematis pada kelompok rentan pasca bencana, khususnya balita.
Metode penelitian
Metodologi yang digunakan adalah systematic literature review (ulasan pustaka sistematis):
a) Artikel yang dikaji berasal dari database Science Direct dan ProQuest.
b) Kriteria inklusi mencakup artikel yang membahas manajemen makanan dan gizi pada anak balita di pengungsian pasca bencana alam di Indonesia.
c) Artikel dikaji dari aspek program gizi yang dilakukan di lapangan, keberadaan tenaga gizi, pengadaan makanan, serta bentuk intervensi yang diberikan.
Analisis data Analisis dilakukan dengan pendekatan tematik, yaitu:
a) Mengelompokkan temuan-temuan ke dalam tema besar seperti ketersediaan makanan
balita, sistem distribusi bantuan makanan, sistem pelaporan status gizi balita, intervensi spesifik gizi, serta keterlibatan stakeholder (pemerintah daerah, tenaga kesehatan, masyarakat).
b) Membandingkan efektivitas pendekatan yang sudah dilakukan dalam berbagai kasus bencana di Indonesia.
Hasil penelitian
Beberapa temuan utama dari artikel ini antara lain:
1. Masalah Utama di Lapangan:
a) Makanan untuk balita sering tidak tersedia secara khusus, sehingga mereka harus mengonsumsi makanan umum orang dewasa.
b) Dapur umum tidak menyiapkan menu yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak-anak.
c) Terbatasnya tenaga ahli gizi di pengungsian.
d) Belum tersedianya SOP (Standard Operating Procedure) khusus penanganan gizi balita dalam kondisi darurat.
2. Intervensi dan Rekomendasi yang Efektif:
a) Adanya Rapid Nutrition Assessment (RNA) sebagai penilaian cepat kebutuhan gizi.
b) Layanan konseling menyusui dan pemberian MP-ASI.
c) Pemberian vitamin A dan zat besi sebagai suplementasi gizi mikro.
d) Pelatihan dan penguatan peran tenaga kesehatan dan kader Posyandu dalam pengukuran dan pemantauan status gizi.
3. Kondisi Pengungsi:
a) Anak usia 0–23 bulan sangat rentan dan membutuhkan makanan yang tidak hanya bergizi tapi juga aman dan sesuai usia.
b) Konsumsi makanan yang tidak higienis meningkatkan risiko diare dan infeksi lain yang memperparah status gizi anak.
Kelebihan a) Relevan dan kontekstual dengan kondisi bencana alam di Indonesia yang sering terjadi.
b) Penulis menggunakan banyak referensi mutakhir dan mendalam, termasuk dari jurnal internasional dan sumber kebijakan lokal.
c) Memberikan pemetaan isu gizi pasca bencana secara menyeluruh dari perspektif praktis hingga kebijakan.
Kelemahan a) Kurangnya evaluasi kualitas artikel yang direview; tidak dijelaskan bagaimana pemilihan studi dikontrol secara metodologis.
b) Tidak terdapat analisis kuantitatif atau meta-analisis untuk membandingkan efektivitas berbagai intervensi.
c) Kurang eksplorasi peran lintas sektor seperti sektor pendidikan dan ekonomi dalam mendukung manajemen gizi.
Kesimpulan Penanganan gizi balita pasca bencana di Indonesia belum berjalan optimal. Banyak kendala baik dari sisi sumber daya manusia, pendanaan, hingga distribusi bantuan makanan yang tidak sesuai kebutuhan kelompok umur. Diperlukan:
a) SOP khusus untuk penanganan gizi balita dalam kondisi darurat.
b) Keterlibatan aktif tenaga gizi di lapangan.
c) Koordinasi lintas sektor dan penambahan anggaran gizi untuk kelompok rentan.
d) Penyediaan makanan yang bervariasi dan sesuai usia, bukan hanya sekadar mencukupi energi (Laili et al., 2022).
Referensi Laili, R. D., Alristina, A. D., Hayudanti, D., & Ethasari, R. K. (2022). Establishing Nutritional Management after Natural Disaster for Children Under-five Years in Indonesia: A Systematic Review. International Journal of Advancement in Life Sciences Research, 5(4), 11–18. https://doi.org/10.31632/ijalsr.2022.v05i04.003