Nama: Mohamad Nazib Sakib Npm: 191000335
Matkul: Filsafat Hukum
Dosen: M Alvi Pratama, S.Fil, M.P
REVIEW KULIAH UMUM TENTANG BASIS FILSAFAT ISLAM BAGI PENGEMBANGAN BUDI PEKERTI LUHUR PADA PENDIDIKAN HUKUM DI ERA DIGITAL
Filsafat dan teori hukum
Iqra adalah perintah membaca Yang dengan membaca dapat diketahui perintah dan larangan Allah.
Jadi manusia bukanlah dicipta begitu saja di dunia, namun ia juga diperintah dan dilarang.
Filsafat Islam
Filsafat islam adalah filsafat dalam perspektif pemikiran orang Islam, filsafat islam juga mengajarkan berpikir dan menghargai akal . Filsafat dalam islam juga mengkokohkan kebenaran sekaligus menghapus keraguan. filsafat diartikan sebagai upaya manusia untuk memahami secara radikal dan integral serta sistematik mengenai Tuhan, alam semesta dan manusia, sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai pengetahuan tersebut.
Sifat wajib Rosul : 1. Sidiq : Benar
Contoh : Kita sebagai manusia haruslah senantiasa berkata jujur dan berkata yang benar sesuai dengan fakta.
2. Amanah : amanah
Contoh : Berkata apa adanya, tanpa ada yang dilebihkan atau dikurangi.
3. Fathanah: Cerdas
Contoh : Kita harus rajin belajar agar dapat menjadi orang yang cerdas dan pandai.
4. Tabligh : Menyampaikan
Contoh : Dosen Mengajak Mahasiswa untuk berbuat kebaikan dan menghindari keburukan
Luhung elmuna: Kita sebagai manusia harus banyak ilmu supaya kita bisa bermanfaat bagi orang lain
Pengkuh agamana: kitas sebagai manusia harus memliki keimanan dan ketaqwaan
Jembar Budayana: kita sebagai manusia harus luas wawasannya untuk membantu diri kita dan orang lain
Ilmu hukum berbasis spiritual: persoalan hukum, agama, etik dan moral menjadi teramat penting. Kegiatan seperti itu dapat membuktikan bahwa sesungguhnya tidak lagi diperlukan ketegangan antara kepercayaan kepada Tuhan dengan ilmu hukum. Melalui upaya seperti itu dapat memperlihatkan bahwa kepercayaan kepada Tuhan sesungguhnya akan mendukung hasil- hasil pengembangan ilmu hukum itu sendiri. Kepercayaan dimaksudkan selaras dengan konsep sunatullah baik yang ada di hamparan alam semesta maupun yang ada pada diri manusia yang juga berlaku bagi dirinya sunatullah-Nya.
Ilmu hukum berparadigma profetik: Dalam paradigma profetik, kegiatan integrasi tidaklah berhenti pada pertanggungjawaban secara ilmiah, terhadap satu tahapan lagi yaitu proses transformasi psikologis yang bukan merupakan bagian dari kegiatan ilmiah. Pada tahap ini akan
dilakukan refleksi terhadap semua tahapan. Sebagai hasil transformasi psikologis seseorang akan memiliki pra anggapan yang tidak bebas nilai.