Review
Tasyri’ Periode Kejumudan dan Kemunduran islam Disusun guna memenuhi tugas
Mata kuliah: Tarikh Tasyri’
Dosen Pengampu: Mohammad khasan, M. Ag
Disusun oleh:
Muhammad Ikhtiyar Rahmatulloh (1802026026)
HUKUM PIDANA ISLAM
FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG 2019
IDENTITAS BUKU
Nama Buku : Tarikh Tasyri’ (Sejarah Legislasi Hukum Islam) Nama Penulis: Dr. Rasyad Hasan Khalil
Nama penerjemah : Dr. Nardirsyah hawari, M.A.
Penerbit : AMZAH Penerbit Tahun Terbit : 2009
Judul Bab : Periodisasi Perkembangan Hukum islam (Tasyri’ Islam)
Periode Kemujudan dan kemunduran islam
Periode ini dimulai sejak tahun 656 hijriah, ketika kota baghdad jatuh ke tangan tentara mongol dan berakhir pada akhir abad ketiga belas.
A. Kondisi fiqh pada masa ini
Fiqih islam sangat buruk sekali pada masa ini. Padahal periode ini fase terpanjang dalam sejarah fiqh islam, mengalami kemunduran dan jumud. Jika pada generasi pertama kita banyak melihat para fuqaha’ sibuk menggali fiqh, mencari illat, dan berijtihad maka pada periode ini para ulama sudah beralih profesi menjadi taqlid buta padahal mereka memiliki kemampuan melanjutkan jalan para pendahulunya.
Tujuannya para fuqahah yaitu mewujudkan dua hal: Pertama, agar masyarakat mudah memahami masalah fiqh. Kedua, memudahkan para pelajar menghafal kandungan fiqh mazhab dan menjadi wasilah untuk mengkaji kitab-kitab sedikit demi sedikit.
B. Konntribusi fuqaha pada periode ini 1. Penulisan Matan
Yaitu tulisan ringkas. Penulisan mata menjadi tren sepanjang periode ini, bahkan menjadi konsentrasi fuqoha hingga ada yang mengatakan, "Siapa yang menghafal matan koma maka ia akan mendapat banyak ilmu."
1. Penulisan syarh, hisyiyah, dan ta'liq.
Setiap ada Matan pasti ada syarh atau penjelasanya maksudnya disini, dari teks tersebut dan terkadang penjelasan tidak cukup sehingga perlu ada catatan kaki yang bisa mengurai kalimat-kalimat yang asing dan dapat menjadi catatan ini pun belum cukup sehingga perlu ada ulasan tersendiri.
C. Dampak kemujudan ini terhadap fiqh islam
1. Islam tidak mampu menjawab Segala persoalan yang muncul pada masa itu
2. tidak ada pembaruan dan penemuan baru karena para pelajar juga tidak dapat menunjukkan kemampuan mereka sendiri karena disebabkan oleh aturan fiqih madzhab 3. Syariat Islam menjauh dari kehidupan ada sebelumnya syariat Islam menjadi sumber
perundang-undangan disebabkan oleh para penguasa sebagian negeri Islam berpaling dari Fiqih Islam dan memakai konsep undang-undang konvensional.
D. Kelahiran para Mujadid (pembaru)
1. Syaikhul Islam Ahmad Abdul Halim bin Taimiyah yang bergelar taqiyuddin dalam kurung wafat 728 Hijriah
2. Muridnya Imam Abu Muhammad bin Abi bakar Syamsuddin bin Al qayyim Al jauziyah dalam kurung wafat 751 Hijriah.
Keduanya bertegang Teguh dan berjasa dalam membangun mazhab hanabilah dan menyuru kepada ijtihad dan mengajak kembali kepada al-quran dan Sunnah Nabawiyah
E. Sumbangsi dan Karya Tulis Ilmiah para Ulama dan Fuwaha pada Periode ini
1. Kitab-Kitab Himpunan Fatwa
Para ulama yang sudah mencapai derajat ijtihad lalu diberi kedudukan sebagai mufti secara resmi, maka pendapatnya bisa di tulis didalam buku yang disusun berdasarkan bab-bab fiqh. Sebagai contohnya yaitu kitab Al-Fatawa Al-Hindiyah yang dikenal Fatwa Malakiyah yang ditulis oleh beberapa ulama asal india atas perintah sultan bahadir.
2. Kitab Himpunan Kaidah Fiqh
Beberapa kitab himpunan kaidah fiqih berdasarkan mazhab a. Mazhab Hanafi
Ushul imam abi alhasan, karya Al-Kurkhi (wafat 340 H)
Ta’sis An-Nazhar, karya Ad-Dabbusi (wafat 430 H)
Al-Asybah wa An-Nazhair, karya ibnu nujaim (wafat 970 H)
b. Mazhab Maliki
Anwar Al-Buruq fi Anwa’i Al-Furuq, karya Al-Qarafi (wafat 682 H)
Al-Qawa’id fi fiqh Al-Malikiyyah, karya At-Tilmisani (wafat 874 H) c. Mazhab Syafi’i
Al-Qawa’id Al-Kubra, karya Al-Izz bin abdissalam mencoba mengembalikan semua hukum syariat kepada satu kaidah besar, yaitu “Menolak mudarat dan mengambil manfaat”.
Al-Asybah wa An-Nazhair, karya Imam As-Sayuthi (wafat 911 H) d. Mazhab hambali
Al-Qawa’id Al-kubra dan Al-Qawa’id Ash-Shugra, karya Iamam Sulaiman Ath-Thurfi Al-Hanbali
Al-Qawa’id An-Nuraniyyah Al-Fiqhiyyah, karya iamam ibnu taimiyah.
F. Faktor kemunduran Fiqh pada periode ini
Ada beberapa sebeb terjadinya kemunduran ilmu fiqh pada zaman ini ,diantaranya sebagai berikut:
1.1. Hal tersebut menyebabkan negara Islam menjadi lemah yang berdampak pada lemahnya perkembangan ilmu pengetahuan dan diantaranya adalah Fiqih Islam
2. Pada zaman ini para fuqaha lebih memperhatikan warisan fiqih mazhab dan mengajak masyarakat untuk mengikutinya berfanatik dan menghujat orang-orang yang berbeda pendapat dengan mereka
3. Para fuqoha membatasi ruang geraknya dan tidak mau berijtihad seperti yang sudah kami
4. Munculnya beberapa buku yang sarat dengan rumusan yang perlu dipecahkan sehingga masyarakat merupakan buku buku warisan yang sangat berharga gaya bahasanya mudah dipahami dan penjelasannya mudah dicerna
KESIMPULAN
Di dalam buku sejarah dan perkembangan hukum islam yang di tulis oleh Dr. Jaih Mubarak, di dalam buku ini menjelaskan tentang biografi Ahmad ibn Hanbal, kehidupan. Dan juga menjelaskan guru dan murid Ahmad ibn Hanbal. Hingga sampai rujukan sumber hukum Ahmad ibn Hanbal. Dan juga disubutkan kitab-kitab Ahmad ibn Hahbal.