• Tidak ada hasil yang ditemukan

Review Tasyri’ Periode Kejumudan dan Kemunduran islam

N/A
N/A
Amirul Hadi. Jf

Academic year: 2023

Membagikan "Review Tasyri’ Periode Kejumudan dan Kemunduran islam"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Review

Tasyri’ Periode Kejumudan dan Kemunduran islam Disusun guna memenuhi tugas

Mata kuliah: Tarikh Tasyri’

Dosen Pengampu: Mohammad khasan, M. Ag

Disusun oleh:

Muhammad Ikhtiyar Rahmatulloh (1802026026)

HUKUM PIDANA ISLAM

FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG 2019

(2)

IDENTITAS BUKU

Nama Buku : Tarikh Tasyri’ (Sejarah Legislasi Hukum Islam) Nama Penulis: Dr. Rasyad Hasan Khalil

Nama penerjemah : Dr. Nardirsyah hawari, M.A.

Penerbit : AMZAH Penerbit Tahun Terbit : 2009

Judul Bab : Periodisasi Perkembangan Hukum islam (Tasyri’ Islam)

(3)

Periode Kemujudan dan kemunduran islam

Periode ini dimulai sejak tahun 656 hijriah, ketika kota baghdad jatuh ke tangan tentara mongol dan berakhir pada akhir abad ketiga belas.

A. Kondisi fiqh pada masa ini

Fiqih islam sangat buruk sekali pada masa ini. Padahal periode ini fase terpanjang dalam sejarah fiqh islam, mengalami kemunduran dan jumud. Jika pada generasi pertama kita banyak melihat para fuqaha’ sibuk menggali fiqh, mencari illat, dan berijtihad maka pada periode ini para ulama sudah beralih profesi menjadi taqlid buta padahal mereka memiliki kemampuan melanjutkan jalan para pendahulunya.

Tujuannya para fuqahah yaitu mewujudkan dua hal: Pertama, agar masyarakat mudah memahami masalah fiqh. Kedua, memudahkan para pelajar menghafal kandungan fiqh mazhab dan menjadi wasilah untuk mengkaji kitab-kitab sedikit demi sedikit.

B. Konntribusi fuqaha pada periode ini 1. Penulisan Matan

Yaitu tulisan ringkas. Penulisan mata menjadi tren sepanjang periode ini, bahkan menjadi konsentrasi fuqoha hingga ada yang mengatakan, "Siapa yang menghafal matan koma maka ia akan mendapat banyak ilmu."

1. Penulisan syarh, hisyiyah, dan ta'liq.

Setiap ada Matan pasti ada syarh atau penjelasanya maksudnya disini, dari teks tersebut dan terkadang penjelasan tidak cukup sehingga perlu ada catatan kaki yang bisa mengurai kalimat-kalimat yang asing dan dapat menjadi catatan ini pun belum cukup sehingga perlu ada ulasan tersendiri.

C. Dampak kemujudan ini terhadap fiqh islam

(4)

1. Islam tidak mampu menjawab Segala persoalan yang muncul pada masa itu

2. tidak ada pembaruan dan penemuan baru karena para pelajar juga tidak dapat menunjukkan kemampuan mereka sendiri karena disebabkan oleh aturan fiqih madzhab 3. Syariat Islam menjauh dari kehidupan ada sebelumnya syariat Islam menjadi sumber

perundang-undangan disebabkan oleh para penguasa sebagian negeri Islam berpaling dari Fiqih Islam dan memakai konsep undang-undang konvensional.

D. Kelahiran para Mujadid (pembaru)

1. Syaikhul Islam Ahmad Abdul Halim bin Taimiyah yang bergelar taqiyuddin dalam kurung wafat 728 Hijriah

2. Muridnya Imam Abu Muhammad bin Abi bakar Syamsuddin bin Al qayyim Al jauziyah dalam kurung wafat 751 Hijriah.

Keduanya bertegang Teguh dan berjasa dalam membangun mazhab hanabilah dan menyuru kepada ijtihad dan mengajak kembali kepada al-quran dan Sunnah Nabawiyah

E. Sumbangsi dan Karya Tulis Ilmiah para Ulama dan Fuwaha pada Periode ini

1. Kitab-Kitab Himpunan Fatwa

Para ulama yang sudah mencapai derajat ijtihad lalu diberi kedudukan sebagai mufti secara resmi, maka pendapatnya bisa di tulis didalam buku yang disusun berdasarkan bab-bab fiqh. Sebagai contohnya yaitu kitab Al-Fatawa Al-Hindiyah yang dikenal Fatwa Malakiyah yang ditulis oleh beberapa ulama asal india atas perintah sultan bahadir.

2. Kitab Himpunan Kaidah Fiqh

Beberapa kitab himpunan kaidah fiqih berdasarkan mazhab a. Mazhab Hanafi

 Ushul imam abi alhasan, karya Al-Kurkhi (wafat 340 H)

 Ta’sis An-Nazhar, karya Ad-Dabbusi (wafat 430 H)

 Al-Asybah wa An-Nazhair, karya ibnu nujaim (wafat 970 H)

(5)

b. Mazhab Maliki

 Anwar Al-Buruq fi Anwa’i Al-Furuq, karya Al-Qarafi (wafat 682 H)

 Al-Qawa’id fi fiqh Al-Malikiyyah, karya At-Tilmisani (wafat 874 H) c. Mazhab Syafi’i

 Al-Qawa’id Al-Kubra, karya Al-Izz bin abdissalam mencoba mengembalikan semua hukum syariat kepada satu kaidah besar, yaitu “Menolak mudarat dan mengambil manfaat”.

 Al-Asybah wa An-Nazhair, karya Imam As-Sayuthi (wafat 911 H) d. Mazhab hambali

 Al-Qawa’id Al-kubra dan Al-Qawa’id Ash-Shugra, karya Iamam Sulaiman Ath-Thurfi Al-Hanbali

 Al-Qawa’id An-Nuraniyyah Al-Fiqhiyyah, karya iamam ibnu taimiyah.

F. Faktor kemunduran Fiqh pada periode ini

Ada beberapa sebeb terjadinya kemunduran ilmu fiqh pada zaman ini ,diantaranya sebagai berikut:

1.1. Hal tersebut menyebabkan negara Islam menjadi lemah yang berdampak pada lemahnya perkembangan ilmu pengetahuan dan diantaranya adalah Fiqih Islam

2. Pada zaman ini para fuqaha lebih memperhatikan warisan fiqih mazhab dan mengajak masyarakat untuk mengikutinya berfanatik dan menghujat orang-orang yang berbeda pendapat dengan mereka

3. Para fuqoha membatasi ruang geraknya dan tidak mau berijtihad seperti yang sudah kami

4. Munculnya beberapa buku yang sarat dengan rumusan yang perlu dipecahkan sehingga masyarakat merupakan buku buku warisan yang sangat berharga gaya bahasanya mudah dipahami dan penjelasannya mudah dicerna

(6)

KESIMPULAN

Di dalam buku sejarah dan perkembangan hukum islam yang di tulis oleh Dr. Jaih Mubarak, di dalam buku ini menjelaskan tentang biografi Ahmad ibn Hanbal, kehidupan. Dan juga menjelaskan guru dan murid Ahmad ibn Hanbal. Hingga sampai rujukan sumber hukum Ahmad ibn Hanbal. Dan juga disubutkan kitab-kitab Ahmad ibn Hahbal.

Referensi

Dokumen terkait

RAPAT KOORDINASI BIDANG HUKUM, PERUNDANG-UNDANGAN DAN KERJASAMA PENDIDIKAN ISLAM II DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM TAHUN 2017. 5-7 September 2017 di

Secara teoritis penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap khazanah intelektual dalam pengkajian hukum Islam dan peraturan

Untuk itu, tulisan ini berusaha menjelaskan pandangan Alquran mengenai hukum dan perundang-undangan sekaligus menjelaskan posisi dan prospek hukum Islam dalam sistem hukum

Peran hukum agama (hukum Islam) dalam ranah politik Indonesia diwujudkan dalam bentuk peraturan perundang-undangan yang memuat materi-materi hukum Islam tanpa harus

menjadi penting menegakkan syariat Islam, akan tetapi dengan banyaknya kendala- kendala yang dihadapi terutama terkait dengan kehidupan beragama dan berhukum

Prosedur pengangkatan anak di Indonesia diatur dalam beberapa peraturan perundang-undangan, seperti dalam penjelasan berikut: (a) Dalam Kompilasi Hukum Islam

Kemudian, tauhid yang menjadi pijakan sebagai gerakan perubahan tidak lagi bermanfaat bagi kehidupan umat Islam, bahkan tauhid dijadikan alat oleh para penguasa untuk melanggengkan

Pendekatan fenomenologis yang dilakukan dengan menggunakan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan terhadap salah satu bidang pengembangan filantropi Islam yaitu terkait dengan