Perkembangan Anak Usia Sekolah Dasar
Disusun Oleh : Nama : Reza Rahmanto
Kelas : 22A1, Minggu, 6 November 2022 NIM : 22862061062
FAKULTAS PGSD
UNIVERSITAS ISLAM RADEN RAHMAT 2022
KATA PENGHANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb
Puji Syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah yang berjudul
“Perkembangan anak usia sekola dasar” dalam menyelesaikan tugas UTS pertemuan ke-6 Karya ilmiah ini berguna untuk mengetahui bagaimana perkembangan serta mengetahui anak usia sekola dasar
Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada: Kedua orang tua dan teman-teman penulis yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan yang begitu besar. Dari mereka semua kesuksesan ini berawal, semoga ini bisa memberi seberkas "cahaya-kebahagiaan" yg menuntun setiap langkah yang lebih baik lagi.
Dalam penulisan karya ilmiah ini disadari sepenuhnya belum sempurna, bahwa masih banyak terdapat kekurangan dan kelemahan baik itu dari segi penulisan maupun materi. Untuk itu di harapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat membangun guna menyempurnakan kelengkapan karya tulis lainnya dimasa yang akan datang. Semoga karya ilmiah ini bermanfaat dan mencapai kehidupan yang lebih baik, juga dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.
Waalaikumsalam Wr. Wb
kepanjen, 6 November 2022
Reza Rahmanto DAFTAR ISI
HALAMAN COVER……….. i HALAMAN PENGESAHAN………ii KATA PENGANTAR……….………..iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang………...1
1.2 Identifikasi masalah………...2
1.3 Rumusan masalah………2
1.4 Tujuan penulisan………3
1.5 Manfaat Penulisan……….3
BAB II KAJIAN TEORI 2.1 Pengertian Perkembangan Anak ………….………...4
2.2 Periode Perkembangan Anak ……….…………..4
2.3 karakteristik perkembangan anak usia sekolah ………5
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Model Penelitian dan Pengembangan………...7
3.2 langkah-langkah penelitian ………7
3.3 Tempat dan Waktu Penelitian ……….8
3.4. Jenis Data penelitian ……….8 .
BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan………..9
4.2 Saran……….9
DAFTAR PUSAKA
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian
Anak usia Sekolah Dasar berada pada masa perkembangan yang sangat pesat. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Elizabeth B. Hurlock (1978:22) bahwa "Perkembangan yang berhasil membutuhkan bimbingan, pengetahuan mengenai pola perkembangan memungkinkan para orang tua dan guru nemungkin membimbing proses belajar anak pada saat-saat yang tepat."
Anak usia sekolah dasar khususnya kelas V akan mendapatkan dunia baru dalam bermain. Anak-anak perlu mendapat pemahaman tentang kondisi di tempat bermain dimana permainan yang dipilih anak- anak bisa saja tidak aman sehingga anak rentan mengalami kecelakaan ketika sedang bermain (Sumargi, er al 229: 2005).
Anak-anak usia 5-15 tahun cukup rentan untuk mendapatkan cedera, pada usia tersebut anak-anak mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi dan mempunyai kemginan untuk menelusuri sesuatu dan bereksperimen yang tidak seimbang dengan kemampuan dalam memahami atau mereaksi suatu bahaya (Kuschithawati er al 139-2007)
Menurut perkiraan World Health Organization (WHO) coders mengakibatkan 5,8 juta kematian diseluruh dunia, dengan lebih dari juts kematian diantaranya terjadi dinegara-negara berkembang (Kuschithawati et al, 131:2007) A
Masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas menjadi keprihatinan bersama. Pengenalan mengenai keselamatan di jalan akan memberikan dampak positif pada anak. Selain memahami aturan lalu lintas yang menjadi bekal kehidupan mereka bermasyarakat kelak, anak-anak juga akan menjadi generasi yang disiplin, tertib, dan memahami benar arti keselamatan. Khususnya keselamatan untuk dirinya sendiri Selain itu dengan sosialisasi keselamatan lalu lintas, anak-anak ini dapat menjadi agen dan sekaligus sebagai pelopor keselamatan berlalulintas agar mereka mampu menjadi pelopor, mengajak,
mengingatkan kepada lingkungannya dalam hal berlalu lintas yang tertib dan disiplin.
Ketiadaan atau kurangnya pihak-pihak yang dapat memberikan informasi yang benar mengenai bahaya yang dihadapi oleh anak-anak ini semakin mengandalkan interpretasinya sendiri tentang arti bahaya dan tidak berbahaya (Sumargi et al. 227:2005).
Kathryn dan David Geldard (2011:438) juga menjabarkan bagaimana pelecehan seksual melibatkan penyalahgunaan kekuatan dan kekuasaan, menyulitkan bagi anak-anak untuk melindungi diri mereka karena mereka tidak memiliki kekuatan seperti orang dewasa.
Selain itu, tekanan teman sebaya juga menjadi salah satu hal yang patut diperhitungkan. Kebanyakan anak-anak ingin diterima oleh teman-teman dan deniran demikian rawan terhadan kekerasan teman. Hal ini teriadi khususnya pada anak-anak pra remaja (Kathryn dan David Geldard, 438:2011).
Hellen Cowie dan Dawn Jennifer (2009:15) mengemukakan baru-baru ini survei yang dilakukan di inggris memperlihatkan bahwa 1. separuh anak-anak SD dan lebih dari seperempat anak-anak SMP melaporkan bahwa mereka pernah dilecehkan selama semester sebelumnya (Oliver dan Candappa, 2003)
2. survei penyerangan, kriminal dan keadilan (Wilson et al, 2006) mengungkapkan bahwa mayoritas peristiwa kejahatan terhadap anak-anak berusia antara 10 hingga 15 tahun terjadi disekolah. 11 % dari mereka yang survei melaporkan serangan tanpa mengakibatkan cedera dan 9% melaporkan pencurian pribadi.
Dalam Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL SP) dikutip dari lampiran peraturan mendiknas nomor 23 tahun 2006 diantaranya yang menyangkut mengenai personal safety skills peserta didik Sekolah Dasar yaitu menunjukkan kemampuan menjaga diri sendiri dan lingkungan dalam lingkungan keluarga dan sosial.
1.2 Identifikasi Masalah
Anak seringkali menjadi korban. Oleh karena berbagai alasan, anak-anak sering mendapati mereka sebagai korban. Di dalam keluarga, mereka menjadi korban karena mereka yang paling muda, karena mereka satu-satunya perempuan atau laki-laki didalam keluarga, karena mereka anak tertua, atau karena sifat-sifat dan perilaku tertentu yang melekat pada diri mereka. Di sekolah, anak-anak menjadi korban karena mereka bertubuh paling gemuk, paling kurus, paling lamban, paling canggung, karena mereka memakai kaca mata atau karena mereka cacat. Perilaku atau karakteristik yang dianggap negatif sering diberikan pada anak-anak tersebut. Akibatnya, mereka dianggap sebagai korban dan tidak mampu menantang ejekan dan terus menjadi korban. Akibatnya mereka biasanya mengambangkan perlaku yang tidak adaptif seperti bersikap agresif, atau terlalu penurut, hal ini berdampak pada emosional bagi hubungan dan perilaku dimasa depan (Kathryn dan David Geldard, 440:2011).
Pemahaman anak yang terbatas mengenai bahaya, menyebabkan anak kurang dapat mengantisipasi dan mengatasi kondisi bahaya yang muncul. Hal ini bisa berakibat fatal untuk keselamatan dirinya. Lebih-lebih
lagi, orang dewasa tidak selalu berada di dekat anak-anak sehingga tidak bisa secara optimal menjaga dan mengawasi anak (Gillham & Thomson, 5- 1996)
Selain itu, Kathryn dan David Geldard (2011.441) juga menyatakan bahwa Anak-anak yang memiliki kemampuan komunikasi yang buruk tidak memiliki kemampuan untuk melindungi dirinya dan memperjuangkan hak mereka. Dalam situasi yang melibatkan teman atau orang dewasa, kurangnya kegigihan ini menyebabkan perasaan tidak berdaya, kelemahan, dan dalam persepsi tidak dapat mengontrol
1.3 perumusan masalah
Gilham and Thomson (1976:4) mengungkapkan bahwa Peningkatan pengetahuan, tidak hanya memberitahu anak-anak dari resiko atau memberitahu mereka secara lisan prinsip-prinsip umum tentang bagaimana cara mengatasi, dan memberikan sedikit bantuan kepada mereka dalam berurusan dengan dunia sosial dan fisik yang kompleks. Untuk melakukannya secara efektif, mereka tidak hanya membutuhkan pengetahuan: mereka perlu know-how. yakni tidak hanya mengetahui tapi juga mengaplikasikan apa yang mereka pelajari.
Sekolah Dasar Negeri KPAD Bandung Tahun Ajaran 2013-2014 Bandung merupakan salah satu sekolah yang terletak tepat di depan Jalan Raya Gerlong Hilir. Bertepatan dengan terdapatnya bengkel dan beberapa tukang ojeg yang berhadapan dengan sekolah Lingkungan yang cukup rentan akan kecelakaan, penculikan dan aktivitas yang dikhawatirkan membahayakan keselamatan anak
Identifikasi permasalahan mengenai perlunya personal safety skills pada penelitian ini berfokus pada uji efektivitas teknik symbolic modeling untuk mengembangkan personal safety skills peserta didik. Adapun pertanyaan pada penelitian ini adalah:
1. Bagaimana tingkat personal safety skills peserta didik kelas V KPAD Bandung Tahun Ajaran 2012/2013? I Kiki Rizqi Nadratushalihah, 2014 Efektivitas Teknik Symbolic Modeling Untuk Mengembangkan Personal Safety Skills Peserta Didik Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu perpustakaan.upi.edu
2. Bagaimana pelaksanaan proses bimbingan melalui teknik symbolic modeling untuk mengembangkan personal safety skills peserta didik?
3. Apakah teknik symbolic modeling efektif untuk mengembangkan personal safety skills peserta didik?
1.4 Tujuan Penulisan
Tujuan dilakukannya penulisan ini adalah memperoleh gambaran empiris mengenai efektivitas teknik symbolic modeling untuk mengembangkan personal safety skills peserta didik
1.5 Manfaat Penulisan
Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut:
Umum Secara Teoretis Secara teoretis hasil penelitian dapat memperoleh gambaran mengenai personal safety skills, sebagai dasar untuk mengetahui peningkatan personal safety skills peserta didik melalui teknik symbolic modeling yang dapat dikembangkan lebih lanjut pada penelitian berikutnya.
BAB II KAJIAN TEORI
2.1 Pengertian Perkembangan Anak
Anak dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan dengan " Turunan yang kedua atau manusia yang masih kecil". Dari pengertian di atas bahwa anak merupakan manusia yang masih kecil yang merupakan turunan kedua. Karena anak merupakan manusia kecil tentu ia masih dapat tumbuh dan berkembang baik dari segi fisik maupun psikis
Selanjutnya anak dipandang sebagai manusia dewasa dalam bentuk-bentuk ukuran kecil, untuk memberi pemahaman yang jelas berikut ini dikemukakan oleh A Muri Yusuf dalam bukunya pengantar ilmu pendidikan bahwa Anak adalah manusia kecil yang sedang tumbuh dan berkembang baik fisik maupun mental" Dari pendapat di atas dapat dipahami bahwa anak merupakan manusia kecil yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan baik fisik maupun mental.
Kemudian dalam proses perkembangannya, Anak sebagai subjek yang sedang tumbuh dan berkembang.
Hal ini sesuai dengan pendapat Siti Partini suardinan bahwa
"Pada dasarnya anak merupakan subyek yang sedang tumbuh dan berkembang sejak saat konsep di mana sel sperma laki-laki membuahi ovum di uterus sampai saat kematian Organisme terus menerus mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pada masa awal kehidupannya pertumbuhan itu bersifat sanga cepat dan mencolok dari tiga berdaya sama sekali melalui tahap merangkak. berdin dan akhirnya berjalan dapat dicapai dalam waktu 1-2 tahun
Dengan adanya ketidak berdayaan dan belum mengenal apa-apa maka anak dapat diserahkan atau dijadikan baik atau buruk oleh orang dewasa lainnya khususnya orang tua. Dengan demikian, anak merupakan manusia yang masih kecil yang berada pada taraf perkembangan Dimana awal kehidupannya
ia tidak berada, tidak mengenal sesuatu apapun schingga dapat diarahkan kepada perbuatan dan perkembangan yang positif atau negatif.
2.2 Periode Perkembangan Anak
Perkembangan manusia berlangsung secara berurutan atau berkesinambungan melalui periode atau masa. menurut Santrock (2010) periode perkembangan itu terdiri atas tiga periode yaitu anak (childhood), remaja (adolescence), dan dewasa (adulthood) Adapun priode anak itu diklasifikasi lagi menjadi beberapa periode, yaitu:
a. Periode Sebelum Kelahiran ( Pranatal) Karakteristik atau ciri psikologis anak pada masa ini, menurut Kartini Kartono, ciri-ciri yang sangat menonjol pada periode ini yaitu
1) proses pertumbuhan yang cepat sekali. Bayi yang baru lahir dan schat dengan cepat akan belajar menyesuaikan diri dengan alam lingkungannya dan melakukan tugas perkembangan tertentu. 2) Kemampuan mental dan daya akalnya pad umumnya berkembang lebih cepat dari kemampuan fisiknya, 3) Perkembangan kehidupa emosional bayi akan berkembangan sesuar dengan pengaruh-pengaruh psikis ibunya. Jadi ada penularan emosional dari kaitan emosional yang amat kuat anatara ibu dan anaknya:
4) Bayi yang baru lahir, menggunakan sebagian waktunya untuk tidur. Dengan bertambahnya usia bayi, waktu untuk istirahat dan tidur semakin berkurang dan berubah jadwalnya."
2.3 Karakteristik Perkembangan Anak Usia Sekolah
Pertumbuhan adalah suatu proses perubahan psikologis yang bersifat progresif dan kontinu serta berlangsung pada priode tertentu. Pertumbuhan itu meliputi perubahan progresif yang bersifat internal maupun eksternal. Perubahan internal antara lain, meliputi perubahan ukuran alat pencernaan makanan, bertambahnya besar dan berat jantung dan paru-paru serta bertambah sempurnannya sistem kelenjar endoktrin/kelamin dan berbagai jaringan tubuh.adapun perubahan ekternal meliputi bertambahnya tinggi badan, bertambahnya lingkaran tubuh perbandingan ukuran panjang dan lebar tubuh, ukuran besarnya organ seks, dan munculnya atau tumbuhnya tanda tanda kelamin sekunder."
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Model Penelitian dan Pengembangan
Model penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (RnD). Research and Development (RnD) merupakan metode penelitian yang menghasilkan suatu produk baru atau menyempurnakan kembali produk yang ada. Produk yang dihasilkan berupa software maupun hardware. Pada lingkup pendidikan produk yang dihasilkan bisa berupa modul, buku dan program
pembelajaran lainnya. Pada penelitian dan pengembangan ini produk yang dihasilkan yaitu bahan ajar berupa modul.
3.2 langkah-langkah penelitian
Pada penelitian dan pengembangan modul kolase biji-bijian untuk meningkatkan kemampuan kolase anak usia 4-5 tahun di Pos PAUD Bintang Ananda, peneliti menggunakan tujuh dari sepuluh langkah pada model penelitian dan pengembangan Borg and Gall. Alasan dari peneliti mengambil tujuh langkah karena keterbatasan waktu dan biaya pada penelitian. Langkah-langkah sebagai berikut:
1. Potensi dan Masalah
Penelitian dilakukan karena adanya suatu potensi dan masalah di lapangan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di Pos PAUD Bintang Ananda peneliti menjumpai masalah yaitu ada beberapa anak yang belum terampil pada kegiatan menulis. Dalam artian kemampuan motorik halus belum berkembang dengan optimal. Untuk itu perlu media pembelajaran yang baru Untuk menarik minat belajar anak supaya kemampuan motorik halus semakin
terasah. Media pembelajaran yang ada di Pos PAUD Bintang Ananda cukup beragam. Untuk kegiatan pembelajaran di sekolah yang sering digunakan yaitu media pembelajaran berupa modul atau bahan ajar.
Ada beberapa jenis modul atau bahan ajar yang digunakan. Pada modul tersebut berisi banyak kegiatan dengan tema yang berbeda-beda. Peneliti merasa terdapat potensi dari adanya bahan ajar atau modul tersebut untuk di kembangkan supaya anak memiliki daya tarik dan semangat-dalam belajar.
3.3 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dan pengembangan yang dilakukan pada anak usia 4-5 tahun di Pos PAUD Bintang Ananda yang bertempat di Perumahan Purimas Botoran, Tulungagung. Penelitian ini akan dilakukan di bulan Maret - Juni yaitu pada pembelajaran semester genap di tahun ajaran 2020/2021.
3.4 D. Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif merupakan data dari berbagai tinjauan para ahli yang berupa saran, masukan, tanggapan dari para ahli dan wawancara yang dilakukan kepada guru.
Data kuantitatif diperoleh dari skor penilaian atau presentase dari angket/kuesioner oleh para ahli dan guru di Pos PAUD Bintang Ananda Botoran Tulungagung dan diperoleh dari angket penilaian terhadap peserta didik pada proses uji coba. Dari data tersebut dapat diketahui produk modul kolase biji bijian tersebut layak digunakan atau tidak.
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan
KesimpulanAnak diartikan sebagai seseorang yang usianya kurang dari delapan belastahun dan sedang berada dalam masa tumbuh kembang dengan kebutuhankhusus, baik kebutuhan fisik, psikologis, sosial dan spiritual. Sedangkan anakusia sekolah dapat diartikan sebagai anak yang berada dalam rentang usia 6-12tahun, dimana anak mulai memiliki lingkungan lain selain keluarga. Periodeusia sekolah dibagi menjadi tiga tahapan umur yaitu tahap awal 6-7 tahun,tahap pertengahan 7-9 tahun dan pra-remaja 10- 12 tahun.Ada beberapa tahap perkembangan yaitu:
1.Perkembangan Fisik Motorik 2.Perkembangan Intelektual 3.Perkembangan Bahasa 4.Perkembangan Emosi 5.Perkembangan sosial
6.Perkembangan kesadaran Beraagama.
4.2 Saran
B.SaranPenulis menyadari dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyakkesalahan dan
kekurangan baik dari segi materi maupun bahasanya. Olehkarena itu, kritik dan saran yang membangun diharapkan demi kesempurnaanmakalah ini di masa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Surakhmad, Prof.Dr. Winarno M.Sc,Ed, “Psikologi Perkembangan”, PT. KaryaUnipress, Jakarta: 1980 Hamalik, Oemar, “Psikologi Belajar dan Mengajar”
, CV Sinar Baru, Bandung:1990http://profesormakalah.blogspot.co.id/2015/01/karakteristik- perkembangan-anak-usia.html, diakses pada tanggal 27 September 2016 pukul 15:48
WIB.http://remajasampit.blogspot.co.id/2012/02/karakteristik-perkembangan-usia-sekolah.html, diakses pada tanggal 1 Oktober 2016 pukul 20:17 WIB.