• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nur Rianto Al-Arif, Dasar-Dasar Ekonomi Islam (Solo: Era Adicitra Intermedia, 2011), 77

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Nur Rianto Al-Arif, Dasar-Dasar Ekonomi Islam (Solo: Era Adicitra Intermedia, 2011), 77"

Copied!
72
0
0

Teks penuh

Bagaimana sistem kerjasama perdagangan internasional yang sesuai dengan ekonomi Islam dan sesuai dengan UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Menjelaskan sistem kerjasama perdagangan internasional sesuai dengan ekonomi Islam dan sesuai dengan UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Metode Penelitian

  • Jenis dan Pendekatan Penelitian
  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Pengolahan Data
  • Analisa Data
  • Pengecekan Keabsahan Data

Tahapan dimana data yang diperoleh diperiksa kembali kelengkapannya, kejelasan maknanya, keterbacaannya, kesesuaian dan keserasiannya satu sama lain, relevansi dan keseragaman satuan atau kelompok data.15 Penerapannya dalam skripsi ini adalah. Triangulasi adalah suatu teknik untuk memeriksa keabsahan data dengan menggunakan sesuatu yang lain.18 Dalam penelitian ini peneliti menggunakan triangulasi dengan sumber yaitu menjelaskan konsep perdagangan berdasarkan UU No. 7 Tahun 2014 dan sistem ekonomi Islam serta beberapa buku terkait yang digunakan. sumber.

SISTEMATIKA PEMBAHASAN

Bab Ketiga Bab ini membahas tentang konsep perdagangan menurut ekonomi Islam dan berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan yang membahas tentang konsep perdagangan termasuk standardisasi perdagangan, tugas dan wewenang pemerintah dalam perdagangan serta kerjasama perdagangan internasional. Bab keempat merupakan analisis komparatif menurut sistem ekonomi Islam dan UU No. 7 Tahun 2014 yang membahas tentang perbandingan konsep-konsep perdagangan antara lain standardisasi perdagangan, tugas dan wewenang pemerintahan dalam perdagangan serta kerjasama perdagangan internasional.

Pengertian Perdagangan

Etika Perdagangan

Etika bisnis memegang peranan penting dalam pembentukan pola dan sistem transaksi bisnis yang pada akhirnya menentukan nasib suatu perusahaan. Dalam segala jenis usaha yang dijalankannya, Nabi Muhammad SAW memandang nilai keadilan sebagai standar utama.

Prinsip-Prinsip Perdagangan

Prinsip dasar perdagangan menurut Islam adalah adanya unsur kebebasan dalam melakukan transaksi barter, namun kegiatan tersebut tetap disertai dengan harapan untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT dan melarang adanya paksaan. Oleh karena itu, “moral trading” diperlukan untuk mencapai keselarasan dalam sistem perdagangan. Apalagi dengan bersikap terbuka satu sama lain, para pebisnis bisa mau menerima pendapat orang lain yang lebih baik dan benar.

Pelaku usaha dapat berdagang tanpa adanya kewajiban dari pihak manapun, sehingga dapat berdagang secara bebas. Dalam Al-Qur’an sendiri juga dibahas anjuran prinsip-prinsip perdagangan, yaitu: 40. Landasan perdagangan yang mengutamakan nilai kejujuran dengan memenuhi takaran secara baik dan sempurna menunjukkan bahwa Islam menempatkan dan menempatkan para pelaku perdagangan dalam posisi yang sesuai. kerangka terhormat.

Selain prinsip-prinsip tersebut, prinsip lain yang tidak kalah pentingnya, yang menurut Islam harus diutamakan dalam dunia usaha dan perdagangan, adalah itikad baik.

Konsep Perdagangan Menurut Sistem Ekonomi Islam 1. Model Standardisasi

Bentuk Tugas dan Wewenang Pemerintah Di Bidang Perdagangan Dalam pandangan Islam, pemerintah dengan kewajibannya sebagai

Hal ini sangat penting, karena jika terjadi pemanfaatan atau pemborosan yang tidak seimbang maka alam akan rusak. Penciptaan lapangan kerja juga harus diimbangi dengan memastikan tingkat upah yang adil berdasarkan upaya produktif. Dalam hal ini pemerintah berkewajiban memberikan kesempatan kerja yang seluas-luasnya dengan mendorong kegiatan perekonomian secara aktif.

Memastikan pasar hanya menyediakan barang dan/atau jasa sesuai dengan prioritas kebutuhan sebagaimana yang diajarkan syariat Islam dan kepentingan perekonomian nasional. Barang dan jasa untuk keperluan kemewahan dan kesenangan akan dibatasi secara ketat atau bahkan dilarang jika terdapat kebutuhan mendesak terhadap barang primer. Misalnya dalam perdagangan dalam negeri negara tidak berhak melakukan campur tangan kecuali mengarahkannya, namun dalam perdagangan luar negeri negara akan melakukan intervensi dengan cara mencegah keluarnya suatu barang dan memperbolehkan barang lainnya.

Jadi negara mutlak akan melakukan intervensi terhadap perdagangan dan pelaku usaha asing.

Sistem Kerja Sama Perdagangan Internasional

Dalam perdagangan internasional, setiap warga negara, baik muslim maupun dhimmi, mempunyai hak dan kebebasan untuk mengimpor dan mengekspor barang dari atau ke negara manapun yang dikehendakinya tanpa ikatan atau syarat apapun, karena pada hakikatnya hak perdagangan internasional itu boleh, dengan ketentuan bahwa: barang yang diekspor atau diimpor tidak menimbulkan dampak negatif 55 Hukum Islam memberikan penilaian positif terhadap kegiatan dan transaksi komersial internasional guna mencapai kesejahteraan sosial secara umum (materi dan spiritual). Yang dimaksud dengan barang strategis adalah barang yang benar-benar diperlukan di dalam negeri dan barang yang apabila dijual ke luar negeri akan membahayakan keamanan negara. Oleh karena itu, hukum yang berlaku bagi pemiliknya akan berlaku pula terhadap barang yang dimilikinya.57 Selain itu, terdapat tiga kebijakan terkait perdagangan internasional, yaitu:58.

Tarif impor adalah bea masuk atas barang impor dan merupakan kebijakan perdagangan tertua. Hal ini merupakan pembatasan langsung terhadap jumlah barang yang boleh diimpor, dimana dalam perekonomian konvensional kebijakan ini bertujuan untuk melindungi produsen dalam negeri. Sektor ini dalam perekonomian nasional selalu menarik perhatian negara manapun karena merupakan sumber devisa negara dan sumber pertumbuhan ekonomi negara tersebut.59 Hal ini disebabkan karena perdagangan internasional dilakukan dengan menggunakan mata uang yang berbeda-beda, sehingga berbeda pula mata uang asing yang diperdagangkan. Mekanisme ekonomi dan keuangan Islam digunakan sebagai instrumen untuk mendukung perdagangan internasional melalui letter of credit dan instrumen kredit yang dilakukan melalui produk perbankan syariah.

Para ulama telah menetapkan fatwa dengan mengajukan serangkaian dalil normatif sebagai landasan hukum transaksi menggunakan L/C dalam perdagangan internasional.60.

Konsep Perdagangan Menurut Undang-Undang No.7 Tahun 2014 Tentang Perdagangan

Model Standardisasi

Perdagangan internasional, di negara manapun, merupakan suatu kebutuhan negara yang mempunyai arti penting bagi pembangunan perekonomian negara tersebut. Letter of credit atau sering disingkat L/C adalah suatu fasilitas atau layanan yang diberikan kepada pelanggan oleh lembaga ekonomi dan keuangan untuk mempermudah dan mempercepat transaksi pembelian dan penjualan di suatu negara dengan eksportir dari negara lain. Sedangkan yang dimaksud dengan standardisasi adalah proses perumusan, penetapan, pelaksanaan, pemeliharaan, pemeliharaan dan pengawasan standar yang dilakukan secara tertib dan bekerjasama dengan semua pihak.61 Pihak-pihak tersebut adalah lembaga yang memberikan pembinaan dan pembinaan dalam bidang standardisasi. bidang standardisasi.

Penerapan DNI dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 57(4). Aspek-aspek tersebut antara lain: 62. Setiap produsen yang ingin memasarkan produknya di dalam negeri wajib atau harus terlebih dahulu mematuhi standardisasi. Apabila pelaku usaha tersebut tidak mematuhi kewajiban sebagaimana dijelaskan di atas, maka akan dikenakan sanksi administratif.

Hal ini dijelaskan dalam Pasal 57 ayat (7), pelaku usaha yang memperdagangkan barang yang wajib menerapkan DNI atau persyaratan teknis, namun tidak membubuhkan tanda SNI, tanda kesesuaian, atau tidak melengkapi sertifikat kesesuaian.

Bentuk Tugas dan Wewenang Pemerintah Di Bidang Perdagangan Pemerintah memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap aktivitas

67 Lihat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, Pasal 95 BAB XIV Tugas dan Kewenangan Pemerintah di Bidang Perdagangan. Persamaan kedua model standardisasi tersebut terletak pada tujuan penegakan peraturan mengenai standar barang dan/atau jasa yang diperdagangkan. Dalam ilmu ekonomi Islam, persoalan standardisasi ini dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), sehingga dalam standarisasi barang dan/atau jasa yang diperdagangkan digunakan istilah halal.

Dan dengan ketentuan standardisasi ini, produsen tidak boleh berbuat curang atau tidak jujur ​​terhadap barang dan/atau jasa yang diproduksinya. Namun dengan adanya ketentuan tersebut, masih banyak terjadi pelanggaran terhadap standar barang dan/atau jasa yang diperdagangkan di lapangan. Apa ketentuan UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, menurut penulis, peraturan tersebut masih belum cukup tegas dalam menetapkan standar terhadap barang dan/atau jasa yang akan diperdagangkan.

Sebaiknya ditetapkan ketentuan mengenai standar barang dan/atau jasa yang akan diperdagangkan yang diklasifikasikan menurut tingkat risikonya.

Aspek Tugas Dan Wewenang Pemerintah Di Bidang Perdagangan

Pembatalan kebijakan dan peraturan di bidang perdagangan yang dibuat oleh pemerintah daerah yang bertentangan dengan kebijakan dan peraturan pemerintah; Sebagaimana telah dijelaskan di atas, hakikat tugas dan wewenang pemerintah berdasarkan ekonomi Islam dan undang-undang no. 7 Tahun 2014 tentang perdagangan adalah pemerintah hanya sebatas sebagai pengawas dan pemberi arahan dalam bidang perdagangan. Jika pemerintah hanya diperbolehkan melakukan intervensi pada kasus-kasus atau masalah-masalah mendesak, seperti perdagangan internasional yang memerlukan intervensi pemerintah, maka dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan lebih rinci dan jelas apa saja tugas dan wewenang pemerintah dan pemerintah. merupakan kawasan yang bergerak di bidang perdagangan.

Berbeda dengan sistem ekonomi Islam yang kurang jelas dalam menggambarkan tugas dan wewenang di bidang perdagangan, sebagian besar hanya menyebutkan peran pemerintah dalam perekonomian global. Dengan adanya tugas dan wewenang pemerintah di bidang perdagangan dapat membantu menjaga sistem perdagangan yang beretika. Apabila ada pedagang yang menjual barang dan/atau jasa kepada pembeli secara tidak jujur ​​dan tidak adil, pemerintah dapat memberikan teguran langsung atau berupa sanksi tegas.

Dan masih banyak manfaat jika pemerintah mengawasi dan mengarahkan sektor perdagangan.

Aspek Kerja Sama Perdagangan Internasional

Bentuk proteksi yang sering ditemukan adalah pertama tarif atau bea masuk, kedua kuota yang keduanya disebutkan dalam UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan pasal 69 yaitu: 84. 85 Lihat UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, Pasal 50 ayat (1) BAB V Perdagangan Luar Negeri, Bagian Kelima Larangan dan Pembatasan Ekspor dan Impor. Baik sesuai dengan ekonomi Islam maupun sesuai dengan UU No. 7 Tahun 2014 tentang perdagangan, kerjasama perdagangan internasional dapat dilakukan dengan siapa saja, apapun agama atau kepercayaan mitra usahanya.

Dalam pelaksanaan sistem transaksinya menggunakan letter dan credit, namun perekonomian Islam secara alamiah lebih banyak menggunakan atau melakukan pembayaran melalui bank syariah, sedangkan menurut peraturan perundang-undangan pembayaran lebih banyak dilakukan melalui perbankan konvensional. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan kerja sama perdagangan internasional, baik ekonomi syariah maupun Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan kurang lebih sama. Sistem kerja sama perdagangan internasional menurut ekonomi Islam dan menurut Undang-undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan, ditinjau dari aspek etika dan prinsip-prinsip perdagangan, memberikan kebebasan kepada pelaku perdagangan untuk menjalankan usahanya dengan syarat bertindak adil dan beritikad baik. , mana yang baik dan mana yang tidak.

Peraturan UU Perdagangan No 7 Tahun 2014 terkait dengan permasalahan impor dan ekspor, walaupun sudah dilakukan proteksi untuk melindungi produsen dalam negeri, namun masih kurang efektif.

Kesimpulan

Saran

Dari segi etika dan prinsip perniagaan, memberi kebebasan kepada peniaga untuk menjalankan perniagaan mereka dengan syarat berlaku adil, beriman.

Referensi

Dokumen terkait