Ringkasan Eksekutif SSK Kota Bandung
Dokumen Strategi Sanitasi Kota Bandung (SSK) merupakan rencana strategis yang memberikan arah kebijakan pembangunan sanitasi secara komprehensif, sistematis, terintegrasi, dan berkelanjutan. Strategi ini disusun untuk mendukung pencapaian akses searah target Sustainable Development Goals (SDGs) serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Daerah (RPJMD). Dokumen Strategi Sanitasi Kota (SSK) Bandung tahun 2024 disusun untuk mengoordinasikan kebijakan dan program pembangunan sanitasi yang komprehensif, berkelanjutan, dan partisipatif. Penyusunan SSK bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai aspek teknis, kelembagaan, pendanaan, regulasi, serta peran masyarakat dan swasta guna meningkatkan akses layanan sanitasi layak dan amandi Kota Bandung.
Cakupan layanan akses sanitasi layak Kota Bandung saat ini sebesar 81,59% dengan akses aman di dalamnya sebesar 21,45%, hal ini menunjukan masih adanya gap sebesar 24,90% dalam penyediaan layanan sanitasi yang sepenuhnya aman searah distribusi target akses Kota Bandung sebesar 46,30%. Infrastruktur yang tersedia untuk pengolahan air limbah domestik di Kota Bandung mencakup 1 unit IPAL Skala Kota, 71 unit IPAL Komunal, 5unit truk tinja, serta 1 Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).
Dalam hal pengelolaan persampahan, cakupan layanan penanganan sampah baru mencapai 80,01%, sementara upaya pengurangan sampah masih rendah, yaitu 18,68%. Hal ini mengindikasikan masih adanya kesenjangan dalam sistem pengelolaan sampah, dengan gap sebesar 19,99% dalam penanganan sampah dan untuk pengurangan sudah melebihi target yang di distribusikan.
Untuk mengatasi tantangan sanitasi, Kota Bandung telah menyusun beberapa strategi utama. Pengembangan infrastruktur menjadi prioritas, dengan fokus pada pembangunan dan optimalisasi IPAL komunal, peningkatan sistem pengangkutan lumpur tinja, serta peningkatan kapasitas dan
efisiensi pengelolaan persampahan. Selain itu, sistem drainase juga diperkuat untuk mengurangi risiko banjir dan genangan.
Dari aspek kelembagaan dan regulasi, Kota Bandung mengimplementasikan Perwal No. 26 Tahun 2022 terkait pengaturan pelayanan air minum dan air limbah pada Perumda Tirtawening Kota Bandung. Optimalisasi peran masyarakat juga menjadi bagian penting, dengan mendorong partisipasi dalam bank sampah serta Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk mengelola sistem sanitasi berbasis komunitas.
Untuk meningkatkan efektivitas program, keterlibatan masyarakat dan sektor swasta juga diperkuat melalui edukasi dan promosi sanitasi sehat, serta kolaborasi dengan investor swasta guna mendukung pembangunan sistem sanitasi yang berkelanjutan. Dari sisi pendanaan, kebutuhan dana untuk pengembangan sanitasi diperkirakan mencapai Rp. 4,52 triliun untuk air limbah domestik dan Rp. 368 miliar untuk pengelolaan persampahan serta untuk perubahan perilaku melalui STBM sekitar 4,8 miliar. Pemantauan dan evaluasi rutin akan dilakukan untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan program sanitasi di Kota Bandung.
Dokumen SSK Kota Bandung 2024 menjadi landasan utama dalam pengembangan sanitasi yang berkelanjutan. Dengan perencanaan yang matang dan pelibatan berbagai pihak, diharapkan Kota Bandung dapat mencapai target sanitasi nasional dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi seluruh warganya.
Dokumen SSK Kota Bandung menegaskan komitmen pemerintah dalam mencapai sanitasi aman dan berkelanjutan. Strategi ini menekankan peningkatan infrastruktur, penguatan kelembagaan, dan keterlibatan masyarakat untuk mencapai target sanitasi nasional dan global. Dengan implementasi yang terarah, diharapkan Kota Bandung dapat mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.