• Tidak ada hasil yang ditemukan

ringkasan - Universitas Brawijaya

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "ringkasan - Universitas Brawijaya"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

Faktor ekonomi makro sangat berpengaruh terhadap pergerakan nilai tukar, diantaranya adalah tingkat inflasi dan tingkat suku bunga. Besarnya dampak eksposur keuangan akan ditentukan oleh sensitivitas fungsi operasi masing-masing perusahaan terhadap perubahan nilai tukar. Eksposur mata uang timbul dari nilai tukar, yaitu eksposur transaksi, eksposur keuangan (operasional) dan eksposur translasi (akuntansi).

Kerangka Pemikiran Penelitian Pada bagian ini disajikan skema

Hasil penelitiannya adalah jumlah uang yang beredar mempengaruhi nilai tukar dalam jangka pendek, tetapi tidak dalam jangka panjang. Variabel fundamental yang tidak terlalu berpengaruh terhadap nilai tukar adalah suku bunga, ekspor nonmigas, dan impor nonmigas.

Hipotesis

Populasi dan sampel penelitian

Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data

Jika dilihat dari sumber datanya, data terbagi menjadi sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer adalah sumber data yang secara langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Sedangkan pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai cara atau teknik pengumpulan data, teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan wawancara, angket, observasi dan gabungan dari ketiganya.

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder, baik dari dalam perusahaan (sumber data internal) maupun data dari luar perusahaan (sumber data eksternal). Sumber data internal yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari laporan keuangan masing-masing perusahaan pertambangan yang diteliti di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2010 dan diperoleh dari Pusat Informasi Pojok BEI, Universitas Brawijaya, Malang, dari idx.co.id, www. idsaham.com dan yahoo finance berupa data laporan keuangan dan harga saham perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bahan baku periode 2007-2010. Sumber data eksternal diperoleh dari data yang dipublikasikan secara resmi oleh pemerintah atau swasta, perorangan atau lembaga terkait lainnya mengenai hal-hal atau variabel, termasuk data yang bersifat.

Dengan perolehan sumber data eksternal dan internal yang telah dijelaskan di atas, maka teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi.

Identifikasi dan Definisi Operasional Variabel

Identifikasi Variabel

Definisi Operasional Variabel Adapun variabel yang diteliti yang

Eksposur keuangan adalah ukuran seberapa besar nilai sekarang dari arus kas masa depan dipengaruhi oleh fluktuasi mata uang. Eksposur keuangan mengukur setiap perubahan nilai sekarang perusahaan yang disebabkan oleh perubahan arus kas operasi akibat perubahan tak terduga dalam nilai tukar. Dalam penelitian ini digunakan kurs tengah Rupiah terhadap USD dan data yang digunakan adalah data kurs bulanan yang diterbitkan oleh Bank Indonesia dari Januari 2006 sampai Desember 2010.

Nilai tukar sebagai variabel dependen adalah besarnya pengaruh perubahan nilai tukar dolar AS selama setahun terhadap harga saham. Dari tingkat ekspor yang dilakukan oleh perusahaan dapat dilihat tingkat keterlibatan bisnis internasional yang dilakukan oleh perusahaan. Variabel ini telah digunakan oleh peneliti sebelumnya sebagai prediktor keterpaparan ekonomi yaitu El-Masry et.al., (2007) dan Kurniawati et.al., (2005).

Rasio ini menunjukkan pendapat investor terhadap prestasi masa lalu dan prospek masa depan perusahaan, yang digunakan untuk mengukur tingkat pertumbuhan perusahaan. Nilai yang kurang dari 1 dapat dikatakan bahwa perusahaan secara keseluruhan gagal menciptakan nilai bagi para pemegang sahamnya (Ross et al., (2005) dan El-Masry et.al., (2007) menggunakan variabel ini untuk mengeksplorasi ekonomi paparan.

Analisis Data

Teknik Analisis Data

Uji normalitas bertujuan untuk memeriksa apakah dalam model regresi linier baik variabel terikat maupun variabel bebas berdistribusi normal atau tidak. Anda dapat melihat normalitas dengan melihat histogram yang membandingkan data yang diamati dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Uji multikolinearitas ini berguna untuk mengetahui apakah model regresi telah menemukan korelasi antar variabel independen.

Untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas dalam model regresi adalah dengan menganalisis matriks korelasi variabel independen. Salah satu asumsi penting dari model regresi linier klasik adalah bahwa gangguan U yang muncul dalam fungsi regresi populasi bersifat homoskedastik, yaitu semua gangguan memiliki varians yang sama. Menurut Imam Ghozali (2009), uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat ketidaksamaan variansi dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain.

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengetahui adanya gejala heteroskedastisitas adalah dengan melihat scatter plot. Jika variabel independen secara statistik berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, maka terdapat indikasi heteroskedastisitas (Ghozali, 2009).

Pengujian Hipotesis

Namun ada kalanya semua faktor perancu memiliki satu varians atau variansnya tidak konstan. Jika terdapat pola tertentu, seperti titik-titik membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), berarti telah terjadi heteroskedastisitas.

Pengujian Hipotesis Pertama

Uji F digunakan untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruh simultan variabel dependen dan variabel independen dengan menggunakan R2 (koefisien determinasi). Jika Fhitung lebih besar dari Ftabel (Fhitung > Ftabel), maka ada pengaruh simultan terhadap variabel dependen, atau dengan kata lain hipotesis Ho ditolak. Sebaliknya, jika Fhitung lebih kecil dari Ftabel (Fhitung < Ftabel), maka tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen sekaligus terhadap variabel dependen.

Selain cara diatas, uji F juga dapat dilakukan dengan cara membandingkan probabilitas hasil perhitungan dengan angka 0,1. Dasar pengambilan keputusan adalah jika nilai Sig pada tabel Anovab kurang dari 0,1, maka variabel independen mampu mempengaruhi variabel dependen secara simultan dan signifikan.

Pengujian Hipotesis Kedua Pengujian Hipotesis kedua dalam

Selanjutnya jika thitung lebih besar dari ttabel (thitung > ttabel), maka terdapat pengaruh signifikan variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Sebaliknya jika thitung lebih kecil dari tabel, maka tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen.

Pengujian Hipotesis Ketiga

Gambaran umum Bursa Efek Indonesia (BEI)

Bursa Efek Indonesia (BEI) didirikan berdasarkan UU No. 27 tanggal 4 Desember 1991 yang diubah dengan UU No. 142 dan no. Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. PT Bursa Efek Indonesia telah resmi mendapatkan izin usaha dari Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Peraturan No. 323/KMK.010/1992 tanggal 118 Maret 1992. Saat ini BAPEPAM berfungsi sebagai pengawas Bursa Efek Indonesia. Tanggal 10 Agustus 1977 dimana kegiatan perdagangan efek dilakukan secara manual dengan menggabungkan perintah jual dan beli menggunakan panel berdasarkan prioritas, harga dan waktu.

Dengan pertimbangan di atas, serta strategi pengembangan pasar saham Indonesia ke depan, pada tahun 1995, PT. Bursa Efek Indonesia melakukan otomasi perdagangan efek di bursa yang disebut Jakarta Automated System (JATS) yang merupakan sistem perdagangan efek terintegrasi. 75 tanggal 29 April 1996 Notaris Amrul Poruman Pohan, SH.LLM, untuk menyesuaikan Anggaran Dasar dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas (PT) dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal .

Perubahan Anggaran Dasar tersebut telah disetujui oleh Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) dengan Surat No. S-1258/PM/1996 tanggal 5 Agustus 1996 dan Menteri Kehakiman Republik Indonesia pada Surat Keputusannya No. C2-9393.HT01.04.TH 96 tanggal 9 Oktober 1996 dan diumumkan dalam Berita 65 Berdasarkan Pasal 10(4) Keputusan Pemerintah Republik Indonesia No. 45 tanggal 30 Desember 1995, perseroan dilarang membagikan dividen kepada pemegang saham.

Gambaran Umum Sampel Penelitian

Dukungan kebijakan pemerintah dan pengembangan pasar modal sebagai alternatif sumber pembiayaan untuk mendukung dunia usaha dalam rangka pembangunan nasional. Memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai jenis efek, serta memberikan kemudahan bagi dunia usaha untuk menarik dana dengan menawarkan efek yang diterbitkannya kepada masyarakat melalui pasar modal. Sebagaimana dijelaskan dalam pasal 5 ayat 2 anggaran dasar perseroan, setiap pemegang saham perseroan harus merupakan perusahaan efek yang berbadan hukum Indonesia dan memperoleh izin usaha sebagai perantara pedagang efek.

PT Aneka Tambang Tbk

Untuk mengurangi biaya, perusahaan perlu beroperasi lebih efisien dan produktif serta meningkatkan kapasitas untuk memanfaatkan skala ekonomi.

PT. Timah Tbk

PT. Medco Energi Tbk

PT. International Nickel Indonesia Tbk

PT. BUMI Resources Tbk

PT. Citatah Tbk

PT.Darma Henwa Tbk

PT. Energi Mega Persada Tbk

PT. Tambang Batubara Bukit Asam Tbk

Berdasarkan anggaran dasar Perusahaan, kegiatan usaha perusahaan ini dan anak perusahaannya meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pemurnian, pengangkutan, perdagangan, pemeliharaan fasilitas dermaga khusus batubara baik untuk keperluan sendiri maupun pihak lain, pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap, baik untuk kebutuhan sendiri maupun untuk pihak lain dan memberikan jasa konsultasi dan engineering yang berkaitan dengan bidang yang berkaitan dengan kegiatan tersebut di atas. Perusahaan bertujuan untuk memperkuat strategi operasional terintegrasi untuk terus mencari lebih banyak potensi pasar dari batubara dengan menawarkan harga yang paling kompetitif, mengamankan barang dan pengadaan barang untuk pelanggan dengan kontrak jangka panjang dan memperluas pangsa pasar melalui penelitian dan pengembangan produk yang menyeluruh. Untuk menjamin pasokan ke konsumen, PT Tambang Batubara Bukit Asam memutuskan untuk meningkatkan volume penjualan dengan mendirikan anak usaha perdagangan batubara yaitu PT Bukit Asam Prima (PT BAP) pada tahun 2007.

PT. Mitra Investindo Tbk

PT. Cita Mineral Investindo Tbk

PT. Indo Tambang Megah Tbk

  • Hasil Analisis Uji Asumsi Klasik
  • Pengujian Hipotesis
    • Uji Hipotesis Pertama (Pengaruh Simultan)
    • Uji Hipotesis Kedua (Pengaruh Parsial)
    • Uji Hipotesis ketiga (Variabel paling Dominan)
  • Pembahasan dan Implikasi Hasil Penelitian
    • Pengaruh Quick Ratio (QR) Terhadap Eksposur Ekonomi Perusahaan
  • Saran

H0 1 : Variabel export ratio, quick ratio, market to book ratio, debt to equity ratio, tingkat inflasi dan suku bunga secara simultan tidak berpengaruh terhadap economic exposure yang termasuk dalam variabel perusahaan. H0 2 : Diduga bahwa variabel export ratio, quick ratio, market to book ratio, dan debt to equity ratio secara parsial berpengaruh terhadap economic exposure yang termasuk dalam periode perusahaan komoditas pertambangan. H0 3 = Variabel market-to-book ratio, diduga bukan variabel independen yang memiliki pengaruh paling dominan dari semua variabel independen penelitian terhadap eksposur ekonomi yang termasuk dalam perusahaan komoditas tambang periode.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan market-to-book ratio berperan dalam perubahan tingkat eksposur ekonomi yang dialami oleh perusahaan. Dari hasil regresi dapat dijelaskan bahwa variabel independen Export Ratio (ER) berpengaruh negatif signifikan terhadap variabel dependen Economic exposure to the exchange rate. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa keragaman atau perbedaan eksposur ekonomi tidak dapat dijelaskan oleh rasio ekspor.

Dari hasil regresi dapat dijelaskan bahwa variabel independen Quick Ratio (QR) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen Economic exposure to the exchange rate. Berdasarkan hasil penelitian ini, variabel market-to-book ratio (MBR) berpengaruh positif signifikan secara parsial terhadap economic exposure dari variabel dependen nilai tukar. Dengan kata lain, semakin tinggi rasio pasar terhadap buku, semakin tinggi eksposur ekonomi yang dihadapi perusahaan.

Dari hasil regresi dapat dijelaskan bahwa variabel independen Debt-Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif signifikan terhadap variabel dependen Economic Exposure to Exchange Rate.

Referensi

Dokumen terkait

(Maaring sumagot nang mas marami pa sa isa) ①Kung ako ay may libreng oras, gusto kong mag-aral ②Kung mayroon akong sapat na pera na magagamit para sa pag-aaral ng Nihongo.. ③Kung may